
" Selama ini tuan Melvin selalu menjaga jarak dengan artis wanita di perusahaan, rupanya karena dia sudah ada yang punya."
" Walaupun tidak kelihatan wajahnya, tapi pasti cakep !"
Hanya kelihatan bayangan saja, Yenny sudah menjadi topik pembicaraan di Dahlia Entertainment.
Makan malam mereka seperti permintaan Yenny, yaitu masakan dari Melvin. Saat makan, sering keluar kata lezat dari mulutnya, senyuman pria yang di depannya terus menebar.
" Pelan - pelan makannya." Dia menambahkan sup untuk Yenny, " Festival film akan segera di mulai, apakah kamu sudah menemukan pasangan untuk berjalan di atas karpet merah ?"
Karena Dahlia Entertainment sangat berpengaruh di dunia hiburan, sehingga apa pun yang terjadi tidak akan luput dari pengawasan Melvin, apalagi yang berhubungan dengan Yenny.
Ini adalah tampilan pertama kali bagi Yenny yang kembali ke dunia hiburan, jadi harus di persiapkan dengan matang.
" Belum, kata kak Ruby, perusahaan tidak ingin aku tampil dan aku belum menerima surat undangan dari panitia."
Melvin berpikir sejenak, kemudian dia menggenggam tangan Yenny, dia tahu arti festival ini bagi Yenny.
" Serahkan padaku." Omongan Melvin membuat Yenny merasa tenang.
" Baik."
Di dunia ini, dia hanya mempercayai dia, bahkan dia bisa menyerahkan seluruh dirinya kepadanya.
Karena Melvin akan mengurusnya, maka Yenny tidak bertanya kepada Bayu. Sehingga mereka merasa Yenny belum mengetahui masalah undangan.
" Yennym kamu mau istirahat sampai kapan ? Kami sudah mempertimbangkan........" Pagi - pagi, Bayu sudah sengaja mencari masalah dengannya.
" Aku sudah ada pilihan." Yenny merasa ini adalah momen yag sangat tepat, karena fokus mereka ada di Joyce, tidak akan sempat mengurus dirinya.
" Oh ya ? Yang mana ?" Bayu bertanya, dia merasa Yenny sudah berbeda dengan sebelumnya.
" Film dokumentasi Shadows of Butterflies, sutradaranya tuan James." Yenny langsung menunjukkan kontraknya.
Bayu menerimanya dan tertawa, " Pilihanmu sungguh mengecewakan, bukannya memilih yang paling populer, kenapa kamu pilih film dokumentasi ?"
" Boleh kan ?" Tanya Yenny kepadanya, " Walaupun bayaran untuk film ini kecil, tetapi ini pilihan aku."
Setelah membaca isi kontraknya, Bayu mengiyakannya, " Baiklah, kami sangat menghormati pilihan dari artis sendiri, asalkan kamu bisa mendapatkan tanda tangan dari mereka tanpa bantuan manajer, aku akan setuju, begitu juga dengan pimpinan perusahaan.
Menurut dia, pilihan Yenny tidak ada masa depannya. Jangankan untuk populer kembali, mungkin saja perusahaan ikut mengalami kerugian.
Perbuatan Yenny membuatnya merasa senang.
__ADS_1
" asalkan itu pilihanmu, maka jangan menyesal jika sudah tanda tangan. Apabila muncul masalah, perusahaan tidak akan melindungimu." Bayu pura - pura mengingatinya.
" Aku sudah berpikir matang." Setelah itu Yenny langsung pergi.
" Yenny, kamu masih punya kesempatan, aku akan meminta kakak aku untuk membantumu lagi."
Yenny hanya terdia, kemudian dia membalikkan badan memandangin Bayu, " Aku tidak perlu kalian kasihani, aku malah merasa kalian lebih kasihan daripada aku."
" Yenny, kamu jangan tidak tahu diri. JIka bukan karena hubungan kita yang dulu, aku tidak akan menasihatimu. Apa untungnya buat kamu, kenapa kamu suka membantah kakak aku dan perusahaan. Asalkan kamu minta maaf, kami akan memaafkanmu. dan memberikan kamu kesempatan tampil lagi."
Yenny merasa kata - katanya sangat lucu.
Yenny ingin bertanya, apakah mereka pernah memikirkan bagaimana jika permainan licik mereka terbongkar.
Kelakuannya membuat Yenny merasa jijik.
" Apakah hanya aku yang kelakuannya berlebihan ?" Yenny langsung pergi.
Yenny sangat teguh pada pendiriannya, sampai - sampai Bayu merasa dia sudah mengetahui masalah undangan.
Yenny bertemu Joyce di kantor.
Joyce melepaskan kacamata hitamnya dan menghadangi jalan Yenny, " Pagi - pagi sudah pergi mencari Bayu, rajin sekali kamu."
Yenny ingin meninggalkan Joyce.
" Buat apa kamu buru - buru, ada kerjaan ? Oh ya, kamu tidak menerima undangan festival perfilman Jinge, dan tidak ada manajer yang mengurus pekerjaanmu, kamu ini seperti pengangguran.
Kata - katanya sungguh menyindir, " Lebih baik kamu baikin aku, mungkin aku akan membantumu."
Keangkuhan Joyce tidak mempengaruhi Yenny, kemudian Yenny berkata, " Ratu film yang mengandalkan tubuh, membanggakankah ?"
Joyce terdiam.
" Menerima undangan atau tidak, akting atau tidak, itu urusan aku, Urus dirimu sendiri saja. Gosip di kalangan hiburan tidak pernah berhenti."
Yenny mendorongnya dengan pelan, pandangan Joyce terlihat kalang kabut dan grogi, Yenny melangkah dengan santai meninggalkan Cemerlang Entertainment.
Joyce menjadi gemetaran setelah mendengar kata - kata Yenny, karena dia takut Yenny mengetahui sesuatu hal.
Pada saat Yenny masuk ke area parkiran, tiba - tiba ada mobil balap berhenti di depannya, supirnya ternyata Melvin.
" Kamu kok bisa datang ?" Yenny merasa terkejut dan senang.
__ADS_1
" Aku merasa seseorang merindukanku, jadi ......." Dia menepuk setirnya, " Hari ini aku jadi supirmu."
Yenny menjawab, " Aku tidak mampu membeli mobil mewah."
" Punyaku adalah punyamu."
Melvin menatapi senyuman Yenny, kemudian melihat ke arah depan dan menginjak gas.
Yenny terus memperhatikan Melvin yang sedang menyetir, saat mobil mereka memasuki kawasan pusat perbelanjaan elit, dia bertanya, " Kita mau ke mana ?"
" Masuk saja, kamu akan tahu."
Dia membukakan pintu mobil untuk Yenny, dan menggandengnya masuk ke sebuah toko barang mewah.
" Tuan Melvin, bajunya sudah di persiapkan, silahkan ikut aku." Penjaga toko mengarahin Melvin dan Yenny ke bagian dalam. sepertinya dia telah mengetahui hubungan mereka berdua.
" Apakah tidak apa - apa kita keluar masuk bersama di sini ?" Yenny membisiki Melvin.
" Ya." Kemudian sambung Melvin, " Dahlia Entertainment memiliki saham pada toko ini."
Yenny mengangguk, karena dia yakin dengan ketelitian Melvin.
Mereka di arahkan ke sebuah lemari baju, di dalam lemari tersebut hanya ada 2 buah baju untuk mengikuti acara besar satu pria dan satu wanita. Desainnya sangat mewah, elegan dan berkualitas tinggi.
" Ada yang kamu suka ?" Melvin menepuk pundak Yenny. Semua ini adalah pilihannya, tetapi istri yang membuat keputusan.
" Ini....." Yenny melihat dengan kewalahan, karena tidak ada wanita yang tidak menyukai rok yang bagus, apalagi dalam keadaan seperti ini, dia merasa dirinya adalah putri yang paling bahagia.
" Ini adalah pertama kali kamu jalan di karpet merah setelah kembali ke dunia hiburan, kamu harus memancarkan sinarmu.... Dan yang paling penting adalah aku juga di undang, jadi kita harus memakai pakaian couple.
Mungkin saja, ini adalah baju couple termahal di dunia.
Yenny sangat terharu, kejutan dari Melvin begitu indah, matanya pun mulai berkaca - kaca.
" Coba yang ini ?" Melvin menggenggam tangannya dan bertanya dengan lembut.
Walaupun hubungan mereka belum di umumkan, tetapi dia tidak ingin menyembunyikan Yenny, karena mereka adalah suami istri, dan ini adalah pertama kali mereka menghadiri sebuah acara, dia ingin Yenny merasakan cintanya.
Hati mereka akan selalu bersama.
Yenny menciumi wajah Melvin, " Tunggu aku sebentar."
Saat di ruangan penggantian pakaian, dia memperhatikan gaun yang berwarna perak itu, akses berliannya di mulai dari pundak sebelah kiri menerus sampai bagian rok, di tambah dengan sutera yang tipis berwarna merah muda, membawakan rasa elegan dan lembut.
__ADS_1