Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 39


__ADS_3

Juli tertawa, ia menarik tangan Joyce, musuh utama mereka bersama itu adalah Yenny. Apapun yang berkaitan dengan Cemerlang Entertainment dan Bayu yang tidak ada untungnya itu tak akan mereka biarkan berada di lingkaran artis, kali ini, biarkan dia menggantikan adiknya untuk marah. Tapi terus bisa apa ?


Di sini, markasnya Juli, dia bisa membiarkan Yenny selamanya tidak menginjak di dalamnya.


Yenny dengan tenang menganggukkan kepala, mengambil tasnya, " Iya, saya mengerti."


Selain tiga kata tersebut, dia tidak memperdulikan mereka, langsung bersama kak Ruby dan Cindy meninggalkannya.


" Kak Juli, kamu lihat dia keterlaluan, sangat dingin ........ di jalan masih berani menelantarkan kita, menggunakan background keluarga Yan untuk naik pesawat pribadi !" Joyce melihat kesempatan, tak berhenti mengadu.


" Pesawat pribadi ?" Juli wajahnya berubah, hal ini dia ingat dalam hati, " Sudah, kalian juga lelah, kalian pulang dulu lah."


Yenny tidak langsung meninggalkan bandara, dia berdiri di pintu parkiran, tiga menit kemudian orang kiriman Melvin datang menjemputnya.


Supir itu orang asli daerah sini, berbicara dengan lafal Inggris, " Nona Yenny, silahkan naik ke mobil."


Yenny membalas dengan lembut dan senyuman, seperti ratu ia berpindah ke mobil.


Ketika mereka berada di jalan, Cindy mendapatkan pesan.


" Asisten Juli membeli cameramennya Yenny, dia ingin menaruh sesuatu di minumannya, lalu ketika istirahat menggerakkan kaki dan tangan kemudian merekamnya dan menyebarkannya,,,,,, seperti bukan manusia !"


Yenny menoleh, " Lalu ?"


Juli sudah bertahun - tahun berada di dumia artis ini, perusahaannya juga terkenal, pasti tak mungkin hanya karna dunia artis ini ia terkenal.


" Sekali lagi cari alasan untuk menggantikanmu, dia menyebarkan gossip ke China, bilang kamu demi naik pangkat, bahkan cameramen pun di gaet, dengan begini produser sebesar apa pun pasti akan pakai kamu."


Kak Ruby marah hingga memencet keras ponselnya, " Untungnya Cindy sudah tidak bergantung dengan kita, kalau tidak .........."


Yenny terdiam, dia tahu kalau perjalanan kali ini akan sangat berbahaya, tapi tidak menyangka caranya begitu kotor.


" Yenny, gimana ?"


" Kalaupun Joyce memcari bantuan dari luar, kita juga bisa cari." Dia mengeluarkan ponsel, memperhatikan beberapa nomor dan tenggelam di dalamnya.

__ADS_1


" Mungkin, kita bisa cari siapa ? Model kali ini yang bertanggung jawab adalah perusahaan Juli, selain tim produser, pekerja yang lain berserta asisten semua adalah orangnya dia." Cindy sangat ingin tahu Yenny itu seperti apa bagusnya, juga ingin melihat Joyce mereka apabila tidak terjadi akan seberapa marah.


" Pergi menjemput beberapa sutradara internasional, kenalkan beberapa teman, sekarang sudah banyak sutradara dari artis internasional, sudah menjadi sutradara besar, aku sedang membayangkan, layak atau tidak karena hal ini pergi mengganggu mereka."


Setelah turun dari mobil. Cindy melihat taman Villa di depan matanya, ia tertegun, " Kita, tinggal di sini ?"


Dia tahu bahwa Melvin banyak uang, tapi tak pernah membayangkan bisa sebegitu kaya !


Di luar negeri apabila memiliki sebidang taman villa itu perlu orang yang sangat terkenal baru bisa melakukannya, kak Ruby di samping hanya mengangguk kepala, " Ini baru yang namanya kejutan."


Melvin dari tangga turun ke bawah, seperti orang kerajaan dari zaman abad 10 an, langkah kakinya berhenti di depan Yenny, dia tersenyum dan menggandeng Yenny, " Aku selalu menunggumu."


" Kamu, bukannya bilang ada hal lain yang harus di lakukan, tunggu malam baru bisa pulang ?" Yenny menggelengkan kepala, dengan genit ia meraih punggung tangannya, " Tapi kayak begini lebih bagus, aku bisa lama - lama denganmu."


Nada kalimatnya terdapat pada ' malam ini', Yenny tersenyum, ia bersama Melvin berjalan masuk ke pintu gerbang Villa.


Setelah itu pelayan - pelayan berjalan ke arah kak Ruby dan Cindy, " Tuan sudah menyiapkan kamar untuk kalian, silahkan ikut saya."


" Tak terbayangkan kita juga dapat fasilitas yang bagus !" Cindy mengagumi, " Yenny terlalu bahagia, Bayu sangat buta dan bodoh."


Kak Ruby tau hati Yenny sudah tidak ada Bayu, tapi mendengar nama orang itu, pasti sudah tidak nyaman.


Cindy dengan sungguh - sungguh mengangguk, " Lewat dari hari ini, yang di lakukan oleh Bayu, aku gak akan membahasnya lagi, mereka bodoh semua."


Di dalam villa, Yenny memakai baju tidur berbaring di atas kasur dan membuka majalah.


" Minumlah." Melvin menuangkan teh dan menggendongnya ke atas sofa.


Yenny karena tindakan lembutnya seperti itu, bibirnya naik, " Begitu ya... kedepannya aku akan jadi lebih ganas nih .."


" Tak masalah, aku memang ingin jadi lebih ganas." Dia cium keningnya Yenny.


Dua orang tersebut menikmati makan malam romantis di ruang tamu.


" Aku sudah suruh orang periksa, kali ini yang ikut shooting hampir semua berhubungan dengan Juli, kamu butuh aku melakukan apa ?"

__ADS_1


Dia tidak pernah melakukan sesuatu tanpa seijin Yenny, setiap kali dia mendengar kesetujuan Yenny, dia sama sekali bukan seperti raja yang suka memerintah.


Di depan Yenny, dia seperti laki - laki yang sangat menyayangi istrinya.


" Kalau pun Juli bertanggung jawab atas shooting ini, maka pasti ada yang bertanggung jawab lainnya, seperti sutradara utama siapa ......." Yenny melihat Melvin."


" Seperti yang kamu inginkan, aku akan menyiapkan semuanya."


" Terima kasih suamiku."


" Kenapa berterima kasih ?" Melvin tertawa, " Kita sudah harus mandi nih ......"


" Tapi aku belum selesai makan." Yenny mengunyah, menunduk dan tertawa.


Di telinganya Melvin membisikkan sesuatu, " Tak apa, aku tunggu kamu mencerna, baru aku habiskan kamu......"


...........


Orang yang sudah di persiapkan Juli untuk membalas Yenny semua menutup telponnya, ia kembali ke meja makan.


Restoran terdekat yang paling bagus untuk menyambut Joyce sudah di persiapkan oleh Juli, ia cukup memberikan muka kepada Bayu, meskipun di China muncul banyak berita tak enak, tapi Juli seperti tidak perduli, hal ini membuat Joyce sangat senang.


Kalau pun teknik berakting Yenny bagus bagaimana pun, dia tidak mungkin mendapatkan hati Bayu.


" Kak Juli, hari ini sungguh lepas emosi." Joyce tersenyum.


" Lepas emosi ?" Juli tertawa, " Kamu tak mungkin mengira, aku benar - benar menyiapkan tempat untuk mu dan Yenny bersama - sama melakukan shooting, hanya demi kamu terlihat mencolok bukan ?"


".... Aku !" Tawa Joyce lama - lama memudar, tahu sendiri salah bicara, dia merubah kalimat, " Yenny melakukan banyak hal yang merugikan perusahaan dan Bayu, aku sangat kesal, makanya aku asal ceplos, Kak Juli, kamu jangan tersinggung."


Juli mendehem, ia menaruh pisau dan garpu, " Joyce, sekarang kamu mengandung anaknya Bayu, kita sudah jadi satu keluarga tenang saja, masalah dia dan Yenny sudah berlalu, hanya ada kamu yang kami akui sebagai istri Bayu, tapi kamu harus ingat, Yenny orang ini tidak seberapa mudah."


" Terus ....... kita harus bagaimana ?"


Mendengar perkataan Juli, Joyce mulai ada harapan lagi.

__ADS_1


__ADS_2