Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 28


__ADS_3

Cindy dengan serba salah menggelengkan kepala, dua orang ini benar - benar kejam, Yenny meninggalkan Bayu adalah hal yang benar, kalau tidak, tidak tahu dia akan terseret berapa lama olehnya.


" Kalau direktur Bayu ingin pergi, langsung pergi saja, aku keluar dulu." Cindy benar - benar sudah tidak tahan melihat sikap pria dan wanita keji ini, lebih baik dia membantu Yenny memikirkan rencana selanjutnya.


Kelakuan Yenny yang du luar dugaan ini membuat Bayu sangat tidak senang, saat Yenny bersama dengannya, dia sudah memutuskan hubungannya dengan keluarga, sekarang Yenny malah menjadi begitu hebat, dalam hati Bayu sangat menyesal karena tidak mempertahankan Yenny.


Jika dia lebih bersikap keras, mungkin dia bisa menggunakan hubungan keluarga Yenny dan menjadi pengusaha terkenal.


Yang tidak dia ketahui adalah, semua ini adalah tebakannya, Yenny sama sekali tidak ada maksud kembali ke keluarganya, dulu demi Bayu dia sudah membuat keluarganya sangat kecewa, jika tidak bisa pulang dengan terpandang, bagaimana mungkin dia bisa mengakui kesalahannya.


Undangan konser itu di berikan Melvin padanya, awalnya Yenny tidak ingin melakukan ini, tapi satu ucapan Melvin menaklukannya.


" Orang di luar tidak akan bisa mengerti kamu yang sebenarnya, tapi dengan cara ini bisa langsung memberitahukan pada mereka bahwa kamu hidup dengan baik."


Tidak peduli berjalan sampai kapanpun kamu tetap hidup bagaikan seorang ratu.


Duduk di mobil mewah Melvin, Yenny tersenyum indah, " Tolong tuan Melvin antar aku ke mari."


" Apakah tidak ada cara terima kasih yang romatis ?" Melvin sengaja mendekatkan badannya, maksudnya sangat jelas.


Yenny tersenyum malu, bersiap - siap untuk mencium pipinya, tidak menduga Melvin tiba - tiba membalikkan badan, bibir mereka berdua pun menyatu.


Lalu Melvin langsung memegang lehernya dan menciumnya dengan lebih dalam membuatnya tidak bisa bernafas.


Suara sesak mereka berdua terdengar di mobil.


" Kalau sekarang ini di rumah, aku pasti akan menerimamu si peri kecil ini." Tatapannya terlihat menahan nafsunya.


Yenny bercanda dengannya, memeluk lehernya, " Benarkah ? Kalau begitu sekarang kita pulang ke rumah saja."

__ADS_1


Suaranya yang merdu ini bagaikan sebuah bulu yang bisa menggoda hatinya, Melvin bahkan sudah tidak tahan dan ingin memilikinya di sini.


" Kamu berkata seperti itu apakah karena takut aku tidak berani ?" Melvin tiba - tiba mendekatinya, tubuh yang besar menutupi Yenny, tersenyum dan membuat Yenny kacau.


Melvin menundukkan kepala dan mencium Yenny dengan tulus.


" Konser akan segera di mulai." Suaranya sangat serak, begitu tidak tega melepaskannya, di mulutnya tetap tersisa keharuman Yenny, tidak pernah ada wanita yang membuatnya begitu tidak rela.


Yenny menganggukkan kepala, " Baik, sampai jumpa di rumah."


Yenny merapikan Bajunya dan membuka pintu turun dari mobil, setelah masuk ke hotel paling top di kota ini, tangan yang panjang mengeluarkan undangan, memakai gaun fishtail berwarna perak dan putih, tangan dan lehernya memakai berlian edisi terbatas, tersenyum berjalan masuk ke tempat acara dan menarik perhatian orang - orang.


" Apakah itu Yenny ?"


" Begitu elegan ............. aku sudah ingat, awalnya dia adalah nona kedua keluarga Yan."


Menahan rasa malu, dia pun mencari tempat duduknya, bertepatan berbeda satu baris dengan Yenny.


Dia pura - pura batuk, khawatir jika dia berbicara dengan Yenny dan kedengaran oleh orang lain akan mempengaruhi karirnya, dalam hati menyalahkan mengapa Yenny begitu sombong !


Semua orang yang datang menonton konser berpakaian begitu formal, kalung di lehernya bahkan bernilai ratusan juta !


Bayu tidak bisa memungkiri bahwa kecantikan Yenny tidak bisa di gantikan oleh siapapun, kalau bukan karena Joyce adalah cinta pertamanya dan begitu manja dan suka menempeli orang, Bayu mana mungkin meninggalkan Yenny.


Yenny langsung menyadari pemikiran Bayu, " Tenang saja, orang yang keluar masuk di sini tidak tertarik dengan gosipmu."


Bayu mengerutkan dahi karena nada bicaranya, " Sekarang kamu masih adalah artis Cemerlang Entertainment, tiba - tiba keluar masuk di tempat seperti ini pasti akan di gosip orang !"


" Gosip ?" Yenny menggerakkan bibirnya, dengan tidak peduli tersenyum, " Setelah aku meninggalkanmu, aku hidup semakin baik, apakah ini juga ada salah ?"

__ADS_1


Satu ucapan membuat Bayu tidak bisa mengatakan apapun.


Tidak menduga setelah Yenny meninggalkannya, Yenny sama sekali tidak terlihat sedih.


" Aku datang menemuimu untuk mengatakan hal penting, perusahaan menerima iklan untuk kebaikanmu, mengenai film Xherry, asalkan kamu bersedia dan ingin meneruskan shooting, syaratnya jika ada orang hubungan kamu dan Joyce harus terlihat sangat baik, tidak peduli apa yang dia katakan, kamu harus bekerja sama dengannya, dan aku akan memberi pernyataan bahwa kita sudah lama berpisah, tidak akan membiarkan Joyce di katakan sebagai orang ketiga."


" Dan, kamu harus menerima film sutradara James dan juga harus membiarkan Joyce ikut berperan, kamu seharusnya tahu betapa berharganya kesempatan ini, kamu tidak akan begitu bodoh karena ingin membalasku dengan menolak ini kan?"


Yenny tersenyum dingin.


Dia sangat berterima kasih pada sutradara James yang menghargai kemampuannya, tapi jika ingin dia berperan dengan Joyce, dia tidak bisa melakukannya, dia bukan sedang mengorbankan masa depannya, tapi dia tidak ingin di manfaatkan orang lain.


" Sayangnya tidak bisa, aku sudah menghubungi mereka dan menolaknya."


" Semua jadwalmu harus di setujui perusahaan, siapa yang memberikanmu hal untuk melakukan itu ! Dulu saat kamu mempertahankan kak Ruby, aku sudah sangat menghormatimu, jangan kira karena hubungan kita dulu aku akan terus mengalah padamu ! Kalau kamu bersikap keras melakukan ini, aku akan mengejar tanggung jawabmu sesuai kontrak dan menuntunmu."


Yenny yang dingin dan tidak peduli membuat Bayu tidak bisa mengancamnya.


Bayu ingin memanfaatkan Yenny yang mendapatkan kesempatan dari sutradara terkenal itu untuk menaikan reputasi Joyce, sekarang Yenny bersikap keras menolak membuatnya sangat pusing.


" Yenny, kamu pertimbangkan baik - baik dulu, jika kamu terus keras kepala seperti ini, tidak ada manfaatnya untuk siapapun."


Yenny menunjukkan ekspresi seperti sangat takut dengan ancamannya, dia memiringkan kepala terlihat serba salah, " Tapi aku sudah menolaknya, bagaimana mungkin menyesalinya ? Tapi, iklan yang di atur perusahaan untukku aku tidak bermaksud untuk menolak, minggu depan aku akan pergi shooting, sampai saat itu kamu hanya perlu mengurus wartawan untuk datang mewawancaraiku, aku akan mengatakannya sesuai denga perintahmu, tidak akan membuat Joyce di salahkan."


" Kamu benar - benar bersedia membantu Joyce ?" Tatapan Bayu terlihat sebuah harapan.


Yenny mengiyakan, " Kontrakku masih belum habis, aku tetap adalah artis Cemerlang Entertainment, bukankah semua ini adalah masalah pribadi ?"


" Baguslah kalau kamu bisa berpikir seperti itu, aku pun sudah tenang !" Bayu awalnya masih khawatir Yenny akan bersikap keras, tidak menduga dia masih seperti dulu begitu mudah di ajak kompromi.

__ADS_1


__ADS_2