Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 71


__ADS_3

" Tidak bisa !" Terdengar suara teriakan Bayu, sebenarnya dia tidak pergi jauh. Dia ingin melihat kejadiannya, saat dia mendengar Yenny ingin mengakhiri kontrak barulah dia keluar.


Dia harus mengakui bahwa kecantikan Yenny malam ini membuatnya ragu.


Walaupun mereka tidak ada hubungan pribadi lagi, Yenny masih harus menetap demi kebaikan perusahaan.


" Bayu, kamu cepat masuk, semuanya akan kacau jika tertangkap kamera." Marah Juli


Rencana malam ini di hancurkan oleh kehadiran Yenny.


Mendengar kata - kata Bayu, Yenny tetap bersikap tenang, dengan tersenyum yang menyindir, dia melihat ke arah mereka berdua, " Kalian lebih jelas dengan kejadian malam ini."


Yenny hanya melakukan hal yang memang harus di lakukan mereka lah yang memulai peperangan.


Dia malah ingin melihat dampak apa yang akan di bawakan oleh ketamakan Juli. Cepat atau lambat, Cemerlang Entertainment akan hancur di tangannya.


Juli melototi panggung Yenny, " Bayu, apakah kamu memberitahu dia masalah undangan ?"


" Bukan aku." Melihat sikap Yenny, Bayu menjadi goyah, " Kak, benar kata dia, kita yang ........."


" Diam !" Emosi Juli semakin tinggi, " Jika bukan karena kelalaianmu, dia tidak akan muncul di sini, apakah kamu tidak melihat respon wartawan dan fans ? Mereka sudah di takluk Yenny."


Juli mengerti permainan di kalangan ini, tetapi untuk sekali lagi dia kalah di tangan Yenny.


Jalan akses di sisi barat daya terdengar 2 suara yang bernapas dengan cepat.


" Cepat, cepat.... bentar lagi akan ada orang yang datang." Joyce mendorong pria yang di depannya, " Sudah mau mulai."


" Lanjut di hotel." Ucap Jayawan sambil memegang pahanya, kemudian dia masuk ke aula.


Joyce merapikan pakaiannya. Walaupun dia tidak senang dengan kehadiran Yenny, tetapi dia yakin bisa mengalahkan Yenny.


Setelah acara ini berakhir, dia akan di nobatkan menjadi ratu film yang baru, kehadiran Yenny tidak bisa mengubah hasil ini.


Dia telah mengontrol Jayawan, sehingga dia tidak merasa takut. Dia masih belum menyadari jurang ketamakannya seberapa dalam.

__ADS_1


Walaupun kejadian tadi hanya sebuah intermezzo, tetapi Bayu merasakan pandangan orang telah berubah.


Untungnya, tempat duduk mereka agak belakang sehingga tidak begitu menjadi perhatian.


Joyce telat sekitar 10 menit, Bayu menanya dengan sedikit kesal, " Dari mana saja kamu ?"


" Aku habis dari toilet karena ingin muntah." Jawab Joyce dengan pelan. Jika dia menggunakan anaknya sebagai tameng, Bayu tidak akan marah padanya.


" Tidak apa - apakan ?" Sesuai dugaan, Bayu memendam emosinya.


" Tidak apa - apa, aku masih bisa tahan." Joyce menggenggam tangan Bayu sambil memandang ke seluruh sudut aula, Jayawan duduk 3 baris di depan mereka, jarak yang dekat ini membuat Joyce merasa khawatir, dia takut Bayu menyadari hubungan mereka.


Tetapi dia merasa Jayawan selalu melihat ke salah satu tempat, begitu dia mengikuti pandangan Jayawan, dia merasa terkejut.


Dia langsung menarik tangan Bayu, ekspresinya seperti sedang menangis, " Bayu, kenapa Yenny duduk di kursi utama !"


Kursi utama hanya berjumlah 12 buah, posisinya adalah yang terbagus.


Hanya orang - orang penting yang bisa duduk di sana, saat ini, Yenny duduk di baris kedua kursi utama. Bayu merasa dirinya di tampar oleh kenyataan.


Joyce sangat marah, dia merasa Jayawan tertarik dengan Yenny, jika mereka terjadi sesuatu hubungan, maka usaha dia yang sebelumnya menjadi sia - sia.


Kenapa Yenny suka berebut dengan dia !


Lampu panggung kembali di hidupkan, setelah pembawa acara selesai memperkenalkan tamu berikutnya, tepuk tangan meriah memenuhi aula, " Berikutnya, kita persilahkan tamu spesial kita malam ini, presiden Direktur Dahlia Entertainment, Tuan Melvin !"


" Melvin datang ? Astaga !"


Suasana menjadi sangat ramai, kepopuleran Melvin tidak kalah dengan artis bintang mana pun.


Beriringan dengan perkenalan oleh pembawa acara, Melvin hadir di panggung dengan berpakaian baju setelan.


Pandangannya berhenti sejenak baru mulai berbicara.


Dahlia adalah perusahaan manajer yang paling top di profesi ini, tetapi ambisi Melvin tidak hanya sampai di sini.

__ADS_1


Dia ingin memimpin artis di bawah naungannya terbang lebih tinggi, seperti elang yang menjajah angkasa.


Yenny sedang memperhatikan prianya yang sedang bersinar di atas panggung, dia berjanji pada dirinya untuk bisa berdiri di sampingnya dengan cepat.


" Tuan Melvin pasti sudah nonton banyak film bagus, kami ingin tahu film apa dan aktor mana yang bisa mendapat nilai 10 ?" Dengan nilai tertinggi adalah 10.


" Untuk pertanyaan ini, aku akan memberikan contoh." Melvin tidak berpikir panjang, " Aku rasa film yang bisa mendapatkan nilai 10 adalah fil yang mengharukan, kalau aktor yang bisa mendapat nilai 10 adalah aktor yang jujur, misalnya film Mimpi dalam Lautan Bunga yang baru aku nonton akhir - akhir ini, aku merasa ini adalah karya yang sangat bagus, setiap aktornya sangat menonjol.


Pembawa acara tersenyum dan melihat ke arah Yenny, " Setau aku, pemeran utama wanita juga menghadiri acara kita sekarang ini, dan dia adalah Yenny !"


Pada saat itu juga, sebuah lampu berwarna merah muda menerangi Yenny, berlian di gaunnya bersinar gemilang.


Yenny berdiri dan menerima mic dari petugas, " Terima kasih atas perhatiannya Tuan Melvin."


Dia mengetahui maksud Melvin yang memberikan dia kesempatan untuk tampil.


Tetapi hanya satu kalimat saja sudah menjadi topik pembicaraan semua orang. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa Melvin, presiden direktur Dahlia Entertainment adalah tokoh yang legendaris dan dia paling tidak suka sekali di dekati oleh artis. Dia hanya mengungkit nama film, ternyata Yenny berani berbicara dengannya, semua orang merasa Yenny sedang mencari kesempatan untuk mendekati Melvin.


" Dia pasti akan di permalukan sok cantik banget."


" Sungguh menarik......"


" Ratu film yang sudah tidak populer harus menggunakan cara ini untuk menunjukkan diri."


Dari atas panggung, Melvin memandang ke arah Yenny, dia tahu apa yang akan di pikirankan orang lain. Tetapi dia harus membuat Yenny tampil.


" Nona Yenny, orang asli lebih cantik."


Kata - kata Melvin sangat tulus dan memuji, tetapi presiden direktur Dahlia Entertainment memuji seorang artis di depan publik, apakah....


Dari pandangan dan nada bicara membuat semua orang merasa dia benar - benar kagum dengan Yenny.


Pada saat ini, pembawa acara melihat ke pakaian mereka berdua, " Ternyata tuan Melvin dan nona Yenny memiliki selera yang sama dalam memilih pakaian, sungguh serasi, bagaimana jika kita mempersilahkan nona Yenny untuk naik ke atas panggung ?"


Melvin tidak mungkin memakai pakaian kelas bawah, semua busananya di desain untuk kelas tinggi, tetapi pakaian Yenny ternyata serasi dengan jasnya. Semua orang mulai merasa Yenny pasti memiliki latar belakang yang luar biasa dan semakin misterius juga.

__ADS_1


__ADS_2