
Namun di tengah malam, Kevin tetap muncul sesuai janjinya.
" Terima kasih.."
Prisca menunduk, alisnya mengerut, memakai erat mantelnya, dan naik ke mobil bersama Kevin.
Kevin baru saja menutup pintu mobil dan hendak menginjak pedal gas. Dia langsung mendengar Prisca menangis. Ketika mereka putus, Prisca bahkan tidak menitikkan setetes air matapun. Terlihat jelas bahwa dia benar - benar frustasi kali ini.
" Jangan menangis."
Kevin menatapnya dan mengoper tissue.
" Aku akui mereka menggunakan bekingan, aku tidak bisa melawan mereka, aku akan pergi, aku tidak bisa bekerja di sini lagi." Prisca sudah memiliki keinginan untuk pergi.
" Sebenarnya tidak perlu ? Kamu memiliki banyak koneksi di dunia hiburan ini. Meskipun kamu pada awalnya mungkin ada halangan, beberapa perusahaan kecil sekaligus pasti akan pakai kamu. Meskipun Elisha marah, dia tidak akan memecatmu."
Prisca menunduk, " Ini bukan masalah Elisha, ini tentang Yenny dan ada orang di belakang Yenny."
Dia mengambil napas dalam - dalam dan meraih tangan Kevin, " Kamu harus berdiri teguh secepatnya, dan menendang Matthew dan Yenny dari Ridge Entertainment, kalau tidak Elisha pasti akan berurusan denganmu lain kali."
" Latar belakang Yenny sungguh tidak terduga. Aku dan Crystin akan kalah parah karena orang Yenny sudah membantunya dari belakang."
Kevin kaget.
" Itu benar. Saya pergi menemui sutradara Jack. Dia sementara akan memutuskan kontrak dan mengubah perjanjian dengan saya. Dia lebih suka membayar kompensasi ganda untuk Yenny."
Prisca membanting tinjunya, " Aku benar - benar tidak bisa menahan napas ini, tapi aku tidak bisa menahannya dan aku tidak bisa melawannya. Aku harap semua berita ini akan membantumu."
Kevin mengangguk dan mengeluarkan kartu yang sudah di siapkan dari saku jasnya.
" Ambillah, aku tidak bisa bantu banyak, pergi sampai manapun apabila ada uang akan lebih tenang."
Prisca menangis sedih, " Jika kita tidak putus dulu, maka apakah keadaannya tidak akan seperti ini ?"
Setelah mengatakan demikian, ia segera memberhentikan mobil dan memasuki kegelapan.
Tersisalah Kevin yang terdiam, dia dari dulu tidak pernah melupakan perasaannya terhadap Prisca, tapi dia tidak ingin menjadi Matthew dan Cefra yang kedua.
Dia tahu betul hati busuk Prisca, juga mengerti peraturan di dunia ini, entah itu cinta, saling mencintai, semua itu dusta !
__ADS_1
Hanya kedudukan dan keuntungan yang benar - benar nyata.
Prisca bisa ada hari ini itu semua adalah jalan yang dia salah pilih.
Tapi dia tidak akan pernah mungkin !
Sekarang bawahannya ada Eartha, bawahan Matthew ada Yenny, kemampuan di Ridge Entertainment tidak berbagi, tapi bawahan Prisca Cadee itu rupanya di bawa oleh manajer utama Jonas.
Perang tanpa alat perang akan segera di mulai.
Dua sisi tidak ada yang mau kalah.
Tentu saja, ada seseorang di belakang Yenny, kalau tidak dia tidak akan dapat meninggalkan Cemerlang Entertainment tanpa cacat, tetapi orang - orang di belakangnya ada posisi ataupun kedudukan kekuasaan di situpun tidak ada gunanya.
Dalam dunia hiburan, ada banyak cara untuk membunuh orang tanpa berdarah.
Tapi Yenny sesungguhnya memang orang yang sangat cerdas. Dalam insiden ini, dia tidak berkelahi dan tidak memainkan latar belakangnya. Sebaliknya, dia memilih cara yang palong to the point untuk langsung membawakan laporan tes resmi.
Dia benar - benar musuh.
Di tengah - tengah angin yang mulai meredup, pamor Yenny justru malah menaik, banyak naskah bagus yang sedang di geluti, bahkan ada banyak film sejenis yang mengundang Yenny untuk menjadi artis wanita nomor satu.
Matthew malah mulai memikirkan cara licik untuk Yenny.
Matthew terakhir menelepon Yenny untuk menentukan waktu masuk grup dengan tidak terlalu yakin ia bertanya, " Kamu tidak perlu aku jemput kah ? Kalau terjadi apa - apa susah juga."
Yenny sedang berada di dalam rumah bersama Melvin ngobrol dan menjawab dengan serius, " Benar - benar tidak perlu."
" Baik, tapi kalau kali ini terjadi kesalahan kamu tidak akan pernah bergerak sendiri." Matthew kekeh.
" Boleh." Yenny tidak ragu sama sekali.
Matthew juga melihat ciri khas Yenny, ia sama sekali berbeda dengan artis wanita lainnya, dia sangat tahu apa yang dia inginkan, dia tidak mungkin berjalan miring, ini juga alasan mengapa Matthew tenang.
Hanya menjadi manajer, ada beberapa perkataan yang tetap dia harus sampaikan.
Ini juga demi diri sendiri, hanya butuh Yenny baik - baik saja, segalanya akan berjalan dengan lancar juga.
" Udah tidur kah ?" Melvin tersenyum dan berjalan ke mari, ia memeluk pinggang Yenny.
__ADS_1
" Belum mandi ????" Wajah Yenny memerah, ia mendorong Melvin, di detik kemudian Melvin memeluk seluruh badannya, " Ah !"
" Ya udah pergi mandi sana !" Melvin tertawa sambil menggendong ke kamar mandi.
Ketika mereka sudah mandi bersama, mereka berbaring di tempat tidur bersama, ia memegang tangan Yenny dengan lembut, " Nanti kamu akan semakin sibuk dengan pekerjaan, tapi harus tetap jaga badan, aku lihat jadwal yang di berikan oleh Matthew kepadamu, sangat jauh - jauh aku tahu kamu bisa melakukannya."
" Ke depannya kamu bukan seorang artis yang tidak punya manajer lagi, perusahaan yang tidak punya manajer untuk artisnya agak sedikit menyedihkan sih."
Yeny hanya tertawa, dia memandang wajah Melvin, terutama kedua matanya yang hitam, " Kalau begitu sangat bagus, nanti kamu bisa lengang sedikit."
Masalah Dahlia Entertainment sudah cukup banyak, di tambah dengan Melvin yang benar - benar memperhatikan urusan Yenny, Yenny sangat kasian dengan tubuh Melvin.
" Demi kamu melakukan sebanyak apapun, aku tidak lelah, aku sangat bersedia." Melvin menggendongnya, ia mulai mencium Yenny.
" Tapi aku sangat lebih baik apabila melihatmu banyak waktu kosong agar bisa menemaniku, aku percaya suatu hari tidak akan terlalu jauh." Dia pelan - pelan akan berdiri di lokasi yang dekat dengan Melvin, bersama Melvin menikmati kehidupan.
" Sekarang aku juga bisa menemanimu kok."
Melvin tertawa, demi dia, lelah pun apa artinya ?
Ketika dia memperlakukan Yenny, dari dulu kala selalu lemah lembut, dia sudah mengatakan kepada Yulianto, kalau atas nama Dahlia Entertainment secara diam - diam akan memberitahu perusahaan grup, yang jelas ketika Dahlia Entertainment sudah ikut campur dalam urusan ini, Prisca pasti habis dia !
Dia tidak mungkin tahan berada di dunia hiburan lagi, tidak ada manajer yang mengelilingi, ia merasa tidak ada apa - apanya.
Hari kedua, Matthew bersama Yenny pergi ke Rapat Ridge Entertainment.
Mobil baru saja berhenti, langsung bertabrakan dengan mobil artis perempuan di depannya, ia memakai baju kulit hitam dan celana kulit hitam, ia memakai kaca mata gelap abu - abu, rambutnya panjang sebahu, ia bersama dua body guard dan seorang manajer.
Mereka juga sudah memperhatikan Yenny.
Manajer berbisik di telinga artis perempuan tersebut, artis perempuan tersebut melepaskan kaca mata dan berjalan ke arah Yenny.
Kelima indranya sangat tajam, dia adalah wanita yang sangat cantik, ia tersenyum dan menjulurkan tangan kepada Yenny, " Halo, aku Cadee."
Dia dulunya adalah bawahan Prisca yang merupakan artis dengan kemampuan paling bagus.
Dari segi karakter dan postur badan, sungguh bisa bersaing dengan kriteria artis wanita internasional lainnya, di tambah lagi dia lemah lembut, sangat mudah mempengaruhi penonton.
" Hallo." Yenny menyapa dan membalas salaman tangannya terasa sangat damai.
__ADS_1
" Datang untuk rapat kah ?" Cadee melanjutkan pertanyaan.
" Oh, kalau begitu kita ngobrol di lain waktu, aku pergi syuting dulu." Cadee dan di sampingnya Matthew juga tersenyum, membalikkan badan dan pergi