
Melvin meraih pinggangnya yang ramping dan dengan mesra menciumi daun telinganya, " Pulanglah lebih awal."
Yenny mengedipkan matanya dan dengan sengaja bertanya, " Apakah kamu lebih suka aku berpakaian seperti ini ?"
" Aku menyukai dirimu dalam tampilan apapun." Dia memujinya dengan tulus dan secara pribadi mengantarnya ke mobil.
Yenny menurunkan jendela mobil, " Aku akan meneleponmu setelah aku selesai."
Melvin memandangnya dengan pandangan memanjakannya, " Oke, aku akan menunggumu,"
Mereka tidak pernah membutuhkan kata - kata yang terlalu mesra, dengan tatapan mata, mereka sudah dapat memahami isi hati satu sama lain.
Yenny melihat bayangan Melvin yang menghilang dan perlahan - lahan baru mulai memusatkan pikirannya tentang upacara penyambutan.
Masih ada satu jam sebelum upacara di mulai.
Yenny mengikuti instruksi Elisha untuk menunggu di ruang istirahat rahasia.
Segalanya sudah di siapkan, dan Elisha memberi tahu Matthew tentang surat pengunduran diri kedua orang itu, dan hanya merasa konyol.
Mereka berdua telah berlalu lalang dalam industri hiburan dan telah mengalami banyak pengkhianatan dan ujian mental sampai hari ini. Tetapi mereka masih belum membuat kemajuan. Ridge Entertainment yang telah mengangkat mereka, tetapi mereka tidak mempunyai rasa terima kasih sama sekali.
Keinginan akan ketenaran dan kekayaan telah sepenuhnya membutakan mereka.
" Selamat datang kembali." Staf lama dari Ridge Entertainment melihat Matthew dan menyambutnya dengan hangat. " Kami telah menunggu kamu kembali selama ini !"
Matthew tersenyum dan mengangguk lalu berjalan ke lift bersama.
Kebetulan, Prisca sedang berjalan bersama Kely dan suasananya menjadi agak canggung.
" Aku benar - benar menantikan upacara penyambutan nanti ! Direktur Matthew, kamu tidak akan pergi lagi setelah kamu kembali kali ini kan ?"
Di masa lalu, Matthew adalah direktur artis Ridge Entertainment, dan sampai sekarang posisi itu masih kosong, karyawan lama masih tetap memanggilnya begitu.
Matthew memandang Prisca yang berdiri di depannya, terlihat arogan dan matanya menampakkan emosi yang kompleks, " Ya, tidak pergi lagi."
Prisca mendengar kata - kata itu dan mendengus, dia berjalan keluar dari lift dan sengaja menunggu Matthew.
Matthew juga keluar.
" Simpan energimu. Ketika kamu meninggalkan Ridge Entertainment dulu, mana ukuran Ridge Entertainment tidak sebesar hari ini. Kami lah yang menemani direktur Elisha selangkah demi selangkah sampai hari ini. Kamu tidak berpikir bahwa kamu bisa kembali dan ikut menikmatinya kan !"
" Aku tidak berpikir seperti itu, jangan memaksakan pikiranmu kepadaku." Jawabnya acuh tak acuh.
" Oh ya ? Tunggu dan lihat saja." Prisca melirik kepadanya, menunjukkan senyum penuh arti.
__ADS_1
Matthew tahu apa yang sedang di pikirkannya dan memandangnya dengan datar, " Aku sudah menunggu selama lima tahun. Tidak peduli harus menunggu satu jam lagi atau lebih. Mengenai apa yang menjadi milikku, aku tidak akan pernah kompromi."
" Ridge Entertainment telah berkembang menjadi seperti hari ini, bukan karena jasa kalian berdua. Mungkin tanpa kalian, Ridge Entertainment akan lebih baik."
Jika Matthew mengatakan hal itu sebelum hari ini, Prisca mungkin akan khawatir karena perkataannya. Tetapi pagi ini dia dan Kevin sudah mengancam Elisha. Ringan atau berat masalah ini, Elisha tidak mungkin tidak memahaminya. Orang yang akan keluar dari perusahaan pasti adalah Matthew !
Berpikir demikian, Prisca menjadi lebih arogan.
Dia mengangkat dagunya dengan arogan, " Aku lihat, orang yang sedang bermimpi adalah kamu !"
" Kalau kamu memilih untuk pergi waktu itu, mengapa kamu kembali ?"
" Ridge Entertainment telah lama mengubah sistem di dalam. Direktur Elisha cuma menerimamu kembali karena melihat hubungan kalian dulu. Jika aku jadi kamu, aku akan mundur sesegera mungkin. Ini bagus untuk semua orang."
Prisca pergi bersama Kely, meninggalkan Matthew yang tetap di tempat.
Kata - katanya mengandung hinaan, Matthew mengerti dengan jelas, dan wajah tampannya itu menunjukkan senyum tak berdaya.
" Lima tahun sudah lewat, dan malah membuatmu menjadi tambah bodoh."
Waktu semakin dekat, kak Ruby terus mengawasi waktu, lebih gugup daripada Yenny.
" Masih ada dua puluh menit, kak Ruby, duduklah sebentar." Bisik Yenny.
" Kamu bilang, apa yang di pikirkan Prisca sebenarnya ? Setiap kali dia selalu berusaha untuk menjebak kita dan menghentikan kita. Pada akhirnya, dia mengancam Direktur Elisha dengan para artis Ridge Entertainment !" Kak Ruby merasa mereka sangat tidak masuk akal.
" Semakin tinggi kamu mendaki, kamu akan terjatuh dengan semakin buruk. Aku benar - benar menantikan ekspresinya nanti !" Kak Ruby menaruh tangannya di pinggang dan menuangkan secangkir air panas untuk Yenny. " Dia begitu arogan, dia berpikir bahwa direktur Elisha akan terancam olehnya. Dalam waktu dua puluh menit, dia akan terbangun dari mimpinya sendiri !"
Dia merasa sangat senang ketika mengingat Prisca akan jatuh dari surga ke neraka.
Semuanya di sebabkan karena ulah Prisca sendiri.
" Elisha tidak akan mentolerirnya lagi." Yenny menutup matanya dan suaranya sedikit dingin.
.....................
Tepat jam 3 sore, upacara penyambutan secara resmi di mulai.
Di laporkan bahwa mantan manajer peraih medali emas Ridge Entertainment, Matthew, kembali dari luar negeri, dan berita asmaranya dengan Cedra di gali kembali oleh para paparazzi. Upacara penyambutan ini memang awalnya sudah di penuhi oleh wartawan.
" Apakah kamu tahu apa yang terjadi ?"
" Aku tidak tahu, tapi Matthew sangat berpengaruh di luar negeri. Dulu dia pergi ke luar negeri karena sakit hati. Sekarang dia pasti kembali karena Ridge Entertainment membayar harga mahal !"
" Artis mana yang akan dia tangani dari Ridge Entertainment ?"
__ADS_1
" Prisca dan Kevin dari Ridge Entertainment sangat kuat, pasti bukan artis di bawah mereka, sulit di tebak."
Para wartawan saling bertukar spekulasi.
Prisca menghentikan Kevin di pintu masuk, " Karena direktur Elisha telah memutuskan untuk tidak menggunakan Matthew, mengapa kita harus melanjutkan upacara penyambutan ini ?"
Dia merasa sangat kesal setelah mengatakan ini.
Namun, Kevin sangat tenang. " Berita itu sudah di rilis. Pembatalan tiba - tiba akan membuat wartawan sembarang berspekulasi. Dan mungkin akan menulis berita yang tidak - tidak."
Setelah apa yang dia katakan, Prisca menjadi lebih tenang.
" Aku ingin melihatnya kehilangan segalanya lagi!"
Kevin tersenyum dan berbalik dan pergi ke siis lain untuk menunggu Elisha. Kemudian, Kevin menemani Elisha untuk bergabung dalam upacara penyambutan, dan Prisca berada di bawah panggung untuk mengoordinasikan pekerjaan.
Di tempat di atas panggung, yang duduk di tengah adalah Elisha, Kevin di sebelah kiri dan lapisan manajer tingkat tinggi Ridge Entertainment duduk di sebelah kanan.
Elisha melihat arlojinya, tersenyum ke orang - orang di bawah panggung dan mengambil mic.
" Semuanya, harap tenang, upacara penyambutan akan segera di mulai."
" Pertama - tama, aku berterima kasih kepada hadirin yang sudah datang. Hal - hal yang ingin aku umumkan selanjutnya sangat penting bagi masa depan Ridge Entertainment. Dan aku merasa terhormat karena bisa berbagi kegembiraan ini bersama kalian."
" Ridge Entertainment telah berkembang, selama bertahun - tahun dan memiliki kekuatan dan kemampuan perluasan bisnis yang menakjubkan. Ketiga anak perusahaan akan secara resmi di buka pada akhir bulan. Saat ini, anak perusahaan kami sedang dalam proses merekrut orang. Dan aku sekalian mengiklan di sini. Untuk yang berminat untuk bergabung dengan Ridge Entertainment, kami menjamin akan memberi kalian bayaran yang tinggi dan perlakuan yang baik."
Ketika mendengar Elisha mengatakan ini, hati Prisca yang menggantung langsung jatuh ke tanah.
Tampaknya dia tidak bermaksud untuk menyebut tentang Matthew. Di kerumunan, dia mendongak dan bertukar pandang dengan Kevin, dan rencana mereka berhasil !
Namun, Elisha sudah mengamati ekspresi mereka.
Ketika semua orang berpikir bahwa ini adalah tema hari ini, dia membuka mulutnya lagi dan memberikan pukulan fatal kepada Prisca.
" Yang paling penting adalah aku telah mengundang seorang teman lama hari ini. Dia dulu adalah direktur artis Ridge Entertainment. Dia juga akan menjadi direktur Ridge Entertainment di masa depan. Dia adalah Matthew, mari bertepuk tangan untuknya."
Elisha berdiri dan melihat ke arah pintu.
Semua orang menoleh dan berjalan ke sana untuk melihat, Matthew mengenakan jas berwarna putih, terlihat anggun, berjalan perlahan ke atas panggung, berdiri di samping Elisha.
Pada saat ini, Prisca dan Kevin keduannya tercengang, dan hati mereka sangat ketakutan.
Elisha tidak tunduk dengan ancaman mereka.
Dan juga memberi mereka tamparan di wajah dengan tindakannya.
__ADS_1
Tidak mungkin !
Apakah Elisha tidak khawatir sama sekali, kalau mereka akan membawa pergi para artis dari Ridge Entertainment ?