
Di depan pintu, kak Ruby yang mendengar ucapan ini, wajahnya pun memerah, tertawa dan menutup pintu, awalnya dia masih khawatir Yenny akan tidak bisa tidur dengan baik karena shooting akan di berhentikan, sekarang Melvin berinisiatif datang mengunjunginya, dia sebagai asisten pun merasa tenang.
" Kenapa kamu bisa datang ? Apakah perusahaan tidak sibuk ?" Yenny memiringkan wajah dengan manja bertanya.
" Sibuk." Melvin dengan penuh makna memegang wajahnya, " Tapi kamu lebih penting."
Melvin mengundurkan 2 rapat, membawa berkas untuk di tanda tangan di perjalanan demi menemaninya semalam, walaupun tidak melakukan apapun dan hanya memeluknya.
" Aku sangat terharu." Yenny asalah orang yang sangat mementingkan perasaan, walaupun dia dan Melvin barusan mulai berhubungan, tapi dia percaya dengan ketulusan pria ini, dan juga percaya mereka akan memiliki akhirnya yang sempurna.
" Di perjalanan pasti sangat lelahkan, cepat pergi mandi, kita keluar makan malam." Yenny bersandar di bahunya dan tersenyum lembut.
" Hanya begitu ?" Melvin mengerutkan dahi, berpura - pura marah, " Aku sengaja datang ke sini melihatmu, apakah kamu tidak ingin melakukan apapun ?"
" Malam ini aku ....." Dia belum selesai berkata sudah di gendong, kedua kakinya terlepas dari lantai, secara refleks memeluk Melvin.
" Aku ingin sekarang ....... juga." Melvin tidak menunggunya menjawab, langsung dengan lantang menggendongnya masuk ke dalam kamar mandi, lalu memberikan ciuman yang tidak bisa di tolak olehnya.
Pelukan dan ciuman hangat yang datang tiba - tiba membuat tubuh Yenny menjadi panas, dia bersandar di dada Melvin, mengikuti gerakannya, tapi hanya mandi saja, tidak sampai ke sana.
" Melvin ....... aku ............." Yenny masih berada pada akal sehatnya.
Tangan Melvin pun meninggalkan tubuhnya, suaranya terdengar menggoda, dengan berbahaya mendekati Yenny, " Kamu kenapa ?"
Yenny menutup mata, bulu mata yang bergetar di ikuti dengan rasa berharapnya.
Melvin mengerti ucapan yang belum selesai di ucapkannya itu dan hanya membantunya mandi dan melepaskan tangannya.
Yenny perlahan membuka mata, bersandar di dada Melvin.
__ADS_1
Dan saat Yenny dan Melvin menikamti makan malam, kak Ruby menerima telepon dari Bayu.
" Ada apa ?" Kak Ruby dengan tidak senang mengangkat telepon, kalau bukan karena dalam waktu dekat Yenny masih akan berada di Cemerlang Entertainment, dia pasti akan memblok nomornya.
" Kamu ...." Bayu tidak bisa menahan kemarahannya, " Apakah Yenny masih ada di tim ?"
" Tentu saja, Yenny sangat profesional, tidak seperti artis wanita lain, tidak berakting dan malah sibuk makan, bergantung pada tampang untuk terkenal, oh, tidak hanya bergantung pada wajah saja."
" Aku tidak ada waktu mendengarkan mu memarahi orang, suruh Yenny angkat telepon."
Kak Ruby memancungkan mulut dan sangat ingin mengatakan masalah Melvin, tapi Yenny masih belum ingin melakukan ini, dia pun batuk dan berkata, " Yenny sedang ganti baju, nanti kami akan membicarakan adegan dengan sutradara, malam ini dia tidak ada waktu berbicara dengan direktur Bayu."
Setelah berkata, kak Ruby langsung menutup telepon.
" Pasti karena masalah video ingin melakukan sesuatu lagi, aku tidak akan membiarkanmu merusak kencan Yenny !"
Bayu tidak bisa menghubungi Yenny, dia pun duduk di kantor sampai tengah malam, dia seperti semut yang ada di panci panas, duduk punĀ sangat tidak tenang. Melihat berita di internet yang tidak berhenti bertukar, tapi video dia dan Joyce masih tetap berada di peringkat 3 ke atas.
Layar ponselnya tidak berhenti bersinar, semuanya adalah pesan dari Joyce, tapi Bayu sama sekali tidak membukanya.
Mengambil jas dan langsung pergi ke diskotik.
Dia perlu menenangkan diri agar bisa bernafas.
............
Di bandingkan dengan kekacauan Bayu, malam ini Yenny melewati malam yang sangat romantis, dia berbaring lembut di sofa, berkata, " Di sini sangat enak, aku bisa bergandengan tangan denganmu, memelukmu."
Tidak perlu khawatir ada wartawan yang mengambil foto secara diam - diam dan juga tidak perlu khawatir dengan berita yang tidak - tidak.
__ADS_1
" Setelah pulang juga bisa." Melvin memeluknya, seiring waktu berpisah semakin dekat, Melvin berharap Yenny bisa mendengar suara detak jantungnya, dengan suaranya yang menggoda, " Asalkan kamu mengatakan boleh, aku akan segera mengumumkan pernikahan kita."
Melvin menyerahkan hak mengambil keputusan pada Yenny, pria sepertinya bisa melakukan hal ini tidak lah mudah.
" Kamu seperti ini sudah terlalu memanjakanku." Yenny berkata tanpa memikirkan apapun, " Sekarang aku baru tahu, apa namanya terharu yang sebenarnya, apa yang di maksud dengan cinta sejati."
Dia sudah tidak begitu mudah terharu seperti dulu, tapi pria ini benar - benar memanjakannya seperti putri kecil.
" Kalau tidak memanjakanmu, aku harus memanjakan siapa ?" Melvin dengan serius memegang tangannya, " AKu lebih ingin mengumumkan hubungan ini dari pada kamu, tapi aku lebih jelas bahwa, asalkan kita saling menghargai, kita baru bisa menjalankan seumur hidup ini dengan bahagia."
Yenny mengangkat kepala melihatnya, " Aku tidak menduga pria yang begitu hebat sepertimu juga akan berharap pada pernikahan, aku kira kamu ......."
" Kamu kira aku apa ?" Melvin mengecilkan mata, lagi - lagi mencium Yenny, " Aku adalah milikmu, kamu tidak perlu meragukan hal ini."
Yenny dengan bahagia memejamkan mata, ada Melvin di sisinya, sudah cukup.
Keesokkan paginya, Melvin pun menaiki mobilnya dan pergi, setelah kak Ruby melihat Yenny mengantarnya pergi, dia pun mengatakan masalah Bayu meneleponnya semalam pada Yenny, " Apakah kamu ingin menghubunginya ?"
" Tidak mau." Yenny melihat naskah, dengan dingin menolak, " Sudah saatnya dia merasakan rasa di acuhkan."
" Benar ! 2 hari ini Jaoyce tidak datang ke tim, dengar - dengar dia minta cuti, aku dengar bagian sutradara sudah siap - siap mengganti peran wanita ke 3. Terserah apa yang ingin mereka lakukan, kamu hanya perlu memerankan adeganmu dengan baik, yang lainnya serahkan saja padaku."
" En, sudah merepotkanmu kak Ruby, jam berapa mulai shooting ?"
" Jam 9, aku pergi ke sana denganmu."
Saat Yenny berjalan masuk ke studio, karyawan sudah hampir selesai bersiap - siap, artis di studio hari ini terlihat semakin banyak, adegan ke 2 dan ke 3 adalah peran yang di perankan Yenny, Zessy dan pemeran utama pria.
" Orang yang memerankan peran utama pria adalah Jerome, artis dari perusahaan Ganda, yang tidak tenggelam dan tidak terkenal." Kak Ruby menjelaskan.
__ADS_1
" En, aku tahu." Yenny tidak pergi memberi salam, saat dia bekerja tidak akan mengikut campurkan dengan perasaan pribadi, tidak peduli teman aktingnya adalah orang terkenal atau orang baru, terhadapnya sama saja.
Setelah wakil sutradara melihat adegan hari ini, dia berjalan ke hadapan Yenny, " Adegan hari ini sedikit sulit, perlu mengambil adegan setelah kamu menangis langsung memerankan adegan kamu mengingat masa lalu, saat itu pemeran utama pria dan kamu adalah pasangan kekasih, apakah kamu bisa melakukannya ?"