
Tidak peduli bagaimana pandangan Bayu terhadapnya, baginya dia akan tetap berjuang untuk mencapai mimpinya.
" Tidak tertolong lagi !"
Bayu menggandeng Joyce meninggalkannya, melihat kepergian mereka, Yenny juga sama sekali tidak keberatan.
Yenny yang baru saja duduk di mobil, juga mendapatkan telepon dari Juli.
" Setelah pemotretan terakhir, kamu secepatnya pulang, jangan menambah masalah untuk perusahaan lagi." Dia dengan dingin berkata kepada Yenny.
" Biaya makan dan tinggal juga di keluarkan olehku sendiri, tidak menggunakan uang perusahaan, aku balik atau tidak, itu adalah pilihanku."
Juli berhenti sejenak, " Yenny, tunggu ' Di Balik Layar ' tersiarkan, perusahaan akan mengeluarkan dana untuk mendukung karir Joyce, sampai saat itu, dunia entertainment juga tidak ada tempat kamu lagi, kalau aku jadi kamu, lebih baik mengundurkan diri dulu, kalau tidak sampai saat itu kamu apa pun juga tidak punya."
" Kalian kira Joyce adalah kartu yang sangat sempurna, maka kalian tunggulah, lihat saja apa yang terjadi di akhir nanti !" Yenny dengan tenang dan anggun juga mengucapkannya.
Juli dengan kejam menatapnya terus karena sifatnya dia juga sangat marah, dia pasti akan menghancurkan Yenny, tidak akan membiarkannya kembali ke dunia entertainment, dengan begitu dia hanya akan menjadi bom untuk Cemerlang Entertainment dan keluarga Bayu, tidak akan membiarkan Yenny kembali lagi, kalau tidk dia pasti akan menginjak mereka semua.
" Kamu akan membayar atas hal keterlaluan yang sudah kamu lakukan hari ini !" Juli dengan kejam melemparkan kata tersebut dan menutup teleponnya.
" Yenny, aku lihat Juli tidak akan membiarkannya begitu saja." Kak Ruby dengan khawatir berkata.
" Keadaan hari ini bukan hanya saya sendiri yang melakukannya, tidak peduli apa yang akan dia lakukan, aku juga tidak akan mundur." Yenny sangat jelas setelah acara ini tersiarkan, kak adik keluarga ini akan lebih benci dirinya lagi, tetapi dengan begitu, dia juga tidak menyesal dengan apa yang sudah di perbuatnya.
Aku akan terus pantau gerakan sana, kamu juga tidak usah khawatir dan baik - baik bekerja saja." Kak Ruby menepuk bahunya, saat ini, dia dan Cindy akan mendukung Yenny dengan sepenuh hati.
" Dan juga, ada Dahlia Entertainment yang mendukung kita, pasti tidak akan ada masalah !"
Teringat cowok itu, pandangan Yenny juga pelan - pelan melembut, mobilnya memasuki taman. juga sudah melihat koridor yang di selimuti oleh bunga, Melvin yang memakai kemeja, duduk melihat pekerjaannya di bangku, mendengar suara asistennya, dia juga mengangkat kepalaya, dan menatap terus Yenny yang turun dari mobil, dia juga meletakkan pekerjaan ke samping, dan memesan beberapa hal juga melangkah cepat untuk berjalan ke arah Yenny.
" Kamu pasti sudah capek." Dia menundukkan kepalanya sedikit, memegang tangannya dan berjalan bersamaan ke arah meja makan.
__ADS_1
" Tidak tahu kamu kapan pulang, jadi aku juga sudah mempersiapkan beberapa makanan pembuka...."
Melihat makanan yang sudah tertata rapi di meja, hatinya juga menjadi lembut.........
Cowok yang seperti raja ini tidak hanya berpergian jauh demi dia, tetapi tiap kali juga mempersiapkan sesuatu hal untuknya, dia tidak hanya bisa membawanya keliling dunia merasakan kemewahan, dia juga memedulikan setiap detail yang ada di hidupnya, di dunia ini, tidak peduli, dia sampai mana, tetap ada orang seperti ini yang menganggapnya sebagai barang berharga.
Mata Yenny juga memerah, capek badannya saat kerja juga terlupakan, di saat ini, dia hanyalah perempuan yang di miliki oleh Melvin.
" Melvin....." Dia berbalik, mengangkat kepala dan memandangnya, mendekat ke telinganya, dan berkata ringan satu ucapan.
Pandangan Melvin makin terbakar, dia dengan serius memegang bahu Yenny bertanya dengan serius, " Kamu yakin ?"
Yenny tidak menggunakan kata - kata untuk menjawabnya, dia menggunakan tatapan jelas untuk mengatakan segalanya.
Dia tidak perlu waktu untuk membuktikan bahwa Melvin adalah pria sempurna untuknya, dia ingin sepenuhnya menjadi miliknya, tidak ingin merasakan susah hidupnya sendirian lagi, dia percaya bahwa pria ini bisa memberinya masa depan yang lebih baik untuknya.
Dari pertama kali mereka menikah, dia yang berusaha sekuatnya untuk memberikannya keamanan, dia tidak ingin tunggu lagi.
Pandangannya yang lembut jatuh ke wajahnya, " Kamu sudah siap ?"
Yenny memberanikan dirinya, menekan kegugupan yang bermunculan d hatinya, memeluknya dengan erat, " Karena kasih sayang dan cintamu, aku bisa melewati hidupku dengan sebahagia ini, kecuali kamu, aku tidak akan bersama dengan orang lain, aku benar - benar menyukaimu, dan merasa rela untuk berbuat seperti ini !"
Ekspresi wajahnya yang penuh dengan kepercayaan, sama sekali tidak pernah ada kegugupan seperti ini, dia sangat menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kesukaannya tidak tercampur hal apa pun, seperti yang di katakannya, kalau sudah mulai, maka tidak akan dengan mudah melepaskannya.
Setelah melangkah sampai sini, dia juga tidak akan menyesal lagi.
Melvin yang tenggelam dalam pernyataan cintanya, juga perlahan - lahan memeluk pinggangnya, menjatuhkan ciuman yang ringan di bibirnya.
" Aku selalu menunggumu...... menunggu untuk memilikimu."
__ADS_1
Penantiannya juga tidak di sembunyikan di depannya, aura di kedua orang ini pelan - pelan memanas, sentuhan dan getaran tubuh mereka membuat suasana semakin kental.......
Aura cinta juga memenuhi suasana kamar ini, Yenny mengerutkan dahinya, tangannya yang memegang kepalan tangan Melvin, " Saya..."
" Jangan katakan apa pun, biar aku ....."
Dia menundukkan kepalanya, keringatnya berjatuhan mengikuti arah mukanya, dan jatuh di kulit Yenny.
Hari ini, penuh dengan kebahagiaan Yenny bersandar di dadanya, kedua orang ini juga saling memeluk satu sama lain dengan dekat Yenny memandang wajah Melvin, bibirnya yang merah mulai memanggil namanya....
Jarinya juga mengelus bibirnya, selanjutnya, juga di pegang ke dalam tangannya.
Dia berbalik, dan menekan Yenny ke bawah, " Kelihatannya, aku belum membuatmu capek."
Dia masih ingin beberapa kali lagi, tetapi takut Yenny tidak tahan, jadi dia menahannya, tetapi tidak di sangka bahwa moster kecil ini mempunyai tenaga yang banyak.
Yenny dengan seksi tersenyum, menghembus telinganya, pandangan Melvin juga mulai gelap, badannya juga condong ke depan, dan setelah itu semua yang terjadi juga di penuhi dengan aura cinta.
Paginya di hari kedua.
Yenny yang membuka mata, juga melihat Melvin yang sedang menatapnya, setengah badannya juga terpampang jelas, begitu mengundang dan menarik sehingga membuatnya tersenyum.
" Tidak habis pikir, priaku sangat ganteng."
" Ganteng ?" Dia dengan dingin juga menanyakan, da memegang ujung hidung Yenny, " Bangunlah, kamu harus lihat pria ini untuk seumur hidup, asalkan kamu tidak bosan saja."
Yenny memeluk punggungnya " Selamanya juga tidak bisa bosan."
Bisa bangun di sampingnya, melihat matahari yang terang membuatnya penuh dengan harapan.
Kedua orang ini memakan sarapan bersamaan, suasana manis juga menyelimuti sekitaran mereka.
__ADS_1