Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 95


__ADS_3

Namun, dalam situasi seperti itu, masih ada berita baik. Karena klarifikasi dari penyelenggara, kru yang tidak percaya kepada Yenny telah meminta maaf. Mengatakan bahwa mereka akan mencari kesempatan untuk mengundang Yenny untuk berpartisipasi dalam pertunjukkan mereka. Dan juga ada talk show yang mengundang Yenny.


" Yenny, apakah kamu akan pergi ?" Kak Ruby harus terlebih dahulu menanyakan maksud dari Yenny, jadi baru bisa membuat rencana perjalanan.


" Pergi, lebih baik saat ini aku memunculkan wajahku." Yenny tersenyum dan bangkit, " Kak Ruby, tolong atur jadwalku."


Kak Ruby setuju, dan mengatur waktu dengan pihak lain, besok sore akan siaran akan di rekam, di siarkan hari berikutnya.


Menurut cara kerja biasa dari program ini, beberapa artis lain juga akan di undang untuk menjadi tamu. Kak Ruby khawatir bahwa para tamu undangan yang hadir bersama akan memberi pengaruh kepada Yenny. Dia pergi memeriksanya dan menemukan bahwa ada artis Ridge Entertainment yang di undang.


" Tidak apa - apa, aku hanya perlu menajdi diriku sendiri dengan baik."


" Tapi ......" Kak Ruby sedikit khawatir.


" Aku mengerti bahwa dunia luar sedang tersebar rumor dan pembawa acara pasti akan mengajukan pertanyaan - pertanyaan itu, tetapi itu adalah kesempatan langka yang bagus."


Dia membutuhkan platform semacam itu untuk mengatakan beberapa kata untuk dirinya sendiri.


Melihat Yenny bersikap keras, kak Ruby tidak membujuk lagi. Sore berikutnya, dia membawa Yenny ke stasiun TV pagi - pagi.


Namun, mobil baru saja berhenti dan mereka menerima telepon dari tim sutradara.


" Kenapa kalian masih belum datang, kami sedang menunggu kalian !" Dia berkata dengan marah.


Kak Ruby tercengang dan melihat waktu, " Bukankah masih ada setengah jam dari waktu yang sudah di tentukan ?"


" Apakah artis tidak perlu berganti pakaian dan melihat - lihat tempat siaran sebelumnya ? Mengapa kamu begitu tidak profesional, jika kamu membuat jadwal syuting terlambat, bisakah kamu bertanggung jawab ? Sangat menarik ........"


Dia masih belum menutup telepon di sana, dan suara tertawa di sekeliling terdengar.


Kak Ruby menggelengkan kepalanya dengan kesal, " Yenny, aku rasa hari ini akan sangat melelahkan."


Yenny tersenyum, tidak banyak bicara, menekan tombol lift, " Kita tidak akan pernah bisa bersembunyi dari hal yang akan datang."

__ADS_1


karena tujuan telah di pastikan, dia perlu untuk memberikan yang terbaik, jika tidak, dia akan benar - benar merasa bersalah kepada dirinya sendiri.


" Itu bagus, aku akan berjaga di pintu sebentar. Jika ada sesuatu panggil aja aku langsung." Kak Ruby mengambil tas Yenny dan berbisik, " Tadi yang meneleponku adalah asisten sutradara yang bernama Raharjo, hati - hati dengannya."


" Oke, jangan khawatir, ini bukan yang pertama kali aku melakukan wawancara semacam ini, tidak akan ada masalah, percayalah padaku." Yenny tersenyum lembut dan memakai sepatu hak tinggi ke studio syuting.


Begitu dia muncul, semua orang di lokasi memandanginya.


Kemudian terdengar suara marah, " Mengapa kamu belum berganti pakaian !"


Yenny melirik, rupanya seorang yang memakai baju sutradara, tertulis asisten pria muda, kira - kira itu yang di bilang oleh kak Ruby sebagai wakil asisten sutradara.


" Kamu gak dengar perkataanku ?"


Dia menyerang Yenny sambil berjalan ke mari, dari atas ke bawah memperhatikan Yenny, mulutnya sangat tajam, " Jangan kamu kira meraih beberapa penghargaan lalu bisa seenaknya, kalau misalnya membiarkan orang lain menunggumu, apakah kamu gak malu ?"


Yenny kesal.


Kalau pun sengaja menyusahkan, kalimat yang di sampaikan sungguh menyakitkan.


Wakil asisten tersebut termenung, semua orang hanya terpaku kikuk melihat respon Yenny dan menertawakan Yenny, " Dia benar - benar mengira dirinya ratu turun dari surga, dia tidak sungkan dengan yang lainnya ?"


Yenny hanya dengan tenang melihatnya, " Itu adalah masalahku, tak perlu orang lain mengomentari, jangan - jangan ini acara fashion show bikini sehingga harus dengan persiapan matang baru bisa mulai shooting kah ?"


" Kamu ........ Ternyata kamu bisa mengatai acaraku !" Wakil asisten ini seperti penanggung jawab utama, ia marah besar dengan Yenny.


" Kamu dengan semua sutradara menjalin hubungan yang baik, sehingga dengan itu kami mengundangmu yaitu itikad baik, kamu jangan kira kamu itu hebat !"


Orang sekitar banyak yang terpancing suasana mulai kisruh.


Yenny tidak terpengaruh dengan perkataannya, tapi jika masih ribut seperti itu sungguh akan mengganggu shooting tersebut.


Dia melihat ke arah wakil asisten itu, " Orang stasiun televisipun juga bisa tidak berdasarkan fakta mengatakan kebohongan kah ? Aku lihat kamu asisten selamanya tak akan naik pangkat, kamu di departement mana ?"

__ADS_1


Di luar, kak Ruby mendengar ribut - ribut, ketika ia masuk ke dalam.


orang yang di suruh datang oleh Yulianto terhenti, dan berkata, " Direktur Melvin yang menyuruhku ke mari."


Ternyata Melvin dari awal tahu bahwa ada orang ketika shooting akan cari masalah dengan Yenny.


Kak Ruby mendengarnya dan mengangguk, " Oke, aku akan di sini."


" Maksud Direktur Melvin adalah acara ini tidak perlu untuk partisipasi lagi, ada kalanya memainkan kartu As itu sangat perlu."


Di dalam dunia dan kondisi seperti ini, jika mengabaikan untuk berbuat baik, maka akan di masukkan ke hati untuk beberapa orang, berdasarkan pamor Yenny yang sekarang, dia tidak perlu terlalu merasa bersalah, Melvin juga tak perlu mengawasi dia seperti itu.


" Oke, aku akan tunggu di mobil." Kak Ruby merasa harus memberikan beberapa orang pelajaean itu lebih baik.


Yulianto melihat kak Ruby meninggalkan, ia tak langsung masuk tapi melihat waktu, ia mundur dua langkah, semenit kemudian ada seorang sutradara dan penanggung jawab acara mendekat.


" Sekretaris Yulianto, anda kenapa bisa hadir ? Direktur Melvin akhir - akhir ini sibuk kah ?" Mereka seketika melihat Yulianto segera tertawa padanya.


Yulianto mengangguk kepala, " Direktur menyuruhku datang untuk menjemput satu orang, tapi di dalam sepertinya ada masalah."


" Masalah ? Direktur Melvin ingin menjemput orang ? Tentu tidak ada masalah lain !"


Penanggung jawab acara tersebut juga tersadar bahwa di dalam sangat ribut, kemudian mendorong pintu dan berteriak, " Ribut apa sih !" Kemudian membalik badan dan berkata pada Yuliantom Sekretaris Yulianto, anda ingin menjemput siapa ? Saya lihat tamu di undang masih di ruang istirahat, belum datang ke mari."


Yulianto melihat ke arah Yenny yang sedang melihat ke arah kamera, " Dia sudah datang, Direktur Melvin menyuruhku untuk menjemput nona ini."


Satu kalimat, penanggung jawab tersebut hampir tersedak.


Ini .........


Siapa yang bisa menyangka bahwa Direktur Melvin menyuruh orang untuk menjemputnya ?


" Tapi, acaranya belum di shooting semua, dia kalau mau meninggalkan tempat ini, justru akan melanggar kontrak." Suara wakil asisten tersebut membalasnya.

__ADS_1


Yenny tidak tahan, ia mengambil jaket tersebut dan berjalan ke arah pintu, " Oke, aku bersedia melawan kontrak, grup kalian yang kekanak - kanakan dan tidak berpengatahuan seperti ini, aku sangat meragukan kualitas shooting kalian."


__ADS_2