
Kalau ada yang menanyakan apakah aku baik-baik saja setelah kejadian itu? Tidak. Mentalku tidak baik-baik saja, setiap bertemu orang lain, aku pasti ketakutan. Kalau ada perempuan yang melihat, aku langsung siaga melindungi diri seolah-olah ia akan menyakiti entah dengan cara apa. Sementara jika ada laki-laki asing yang tak sengaja melihat maka seperti seorang maling yang takut tertangkap maka aku akan lari tunggang langgang sebab takut dilecehkan lagi.
"Kamu lihat ini baik-baik, Tira, mereka benar-benar memojokkan kamu habis-habisan, dan mencari keuntungan darinya." Mas Bagus menunjukkan sebuah podcast padaku, di sana tampil mbak Lina dan seseorang yang entah siapa menemaninya. Ternyata tak hanya satu podcast, tapi ada di beberapa podcast, bahkan masuk realiti show sehingga jantungku nyaris berhenti berdetak saking ketakutan. Semua orang satu negeri ini sudah tahu dan menjudge aku sebagai pelakor cantik yang tidak punya hati. Sungguh terlalu!
"Ya, saya sangat trauma. Perempuan itu tak hanya mengambil harta dan suami saya, tapi juga membuat mental saya dan anak-anak hancur. Ia dengan tidak tahu malu mengatakan sudah mencuri ayahnya anak-anak pada anak kecil yang bahkan tidak salah apa-apa." Dilayar tampak mbak Lina menangis. Selain itu ia juga mengarang cerita lain yang membuatku benar-benar meradang. "Gadis itu sangat lihai, orang-orang melihat pertama akan mengira ia adalah bidadari cantik tapi hatinya bak iblis. Ia benar-benar pintar berkamuflase."
"Kenapa ia harus berbohong seperti itu?" aku tak habis pikir. Menurut penyelidikan mas Bagus, mbak Lina hanyalah seorang ibu rumah tangga, namun ia bukan perempuan sembarangan sebab ia terlahir dari keluarga berada. Pernikahannya dengan Andre terjadi karena perjodohan, kesepakatan kedua orang tua yang sempat menjadi sahabat lama.
"Kita laporkan juga istrinya " Kata mas Bagus, ini bisa kena UU ITE sebab sudah menyebut nama kamu dengan jelas lengkap dengan fotonya. Jadi mereka tak bisa lagi mengelak.
"Ta ... tapi apa tidak Kasihan?" aku mengingat bahwa ia punya dua anak yang masih kecil-kecil.
"Kita harus memberi efek jera, Ra. Supaya tak ada lagi yang macam-macam. InshaAllah besok semuanya akan terbuka. Jadi kamu sabar menunggu ya. Berdoa yang terbaik. Kamu harus teguh pendirian Tira, ingat, efeknya akan sangat panjang. Jejak digital sangatlah tidak baik, apalagi kalau nanti kamu menikah dan punya anak maka mereka bisa saja membacanya kan? Kalau tidak ada perlawanan maka bisa saja anak-anak menganggap ibunya memang seperti itu. Apa kamu tega?" kata mas Bagus, untuk menguatkan keputusanku. "Tak perlu iba pada mereka yang sama sekali tidak peduli padamu, Tira."
__ADS_1
"Baiklah."
"Oke tunggu besok. Polisi akan bertindak.
💐💐💐
Peperangan dimulai. Polisi sudah bergerak, menciduk pemilik akun yang pertama kali memviralkan kasus ini dengan terang-terangan. Ternyata orangnya adalah temannya mbak Lina sendiri. Saat kami bertemu di kantor polisi ia mati -matian menjelaskan bahwa semuanya bukan atas idenya sendiri sebab ia merasa tak punya kepentingan. Ia hanya mengikuti keinginan dari mbak Lina dan keluarganya. Istilahnya numpang tenar untuk menaikkan pamor, kebetulan ia juga jualan online, dengan memviralkan kasus ini lewat media sosialnya harapannya omset dagangannya juga bisa naik, tapi apesnya sekarang ia malah bermasalah.
Selain ia, aku juga memperkarakan beberapa netizen yang jarinya ku nilai sudah sangat berlebihan. Sebenarnya semuanya rata-rata menulis sangat kejam, tapi mereka berlima yang paling kejam.
Kami seperti reuni. Bertemu antara korban dan pelaku untuk dimediasi oleh pihak polisi. Pagi ini sudah berkumpul dari pihak aku; mas Bagus, Bu Widi dan timnya selaku pengacaraku, Ciya dan tentunya pak Saka. Ia mengizinkan aku libur kerja sekaligus ingin tahu kelanjutan kisah ku.
Sementara dari pihak yan yg dilaporkan ada penulis kasus pertama kali dan juga lima netizen yang paling kasar kata-katanya. Ada yang mengancam akan membunuhku, ada yang menyumpahi aku dan keluargaku akan sengsara selamanya sampai mati membusuk ada juga yang melecehkan aku secara terang-terangan.
__ADS_1
Kejadian yang sudah berlangsung selama dua pekan ini sukses membuatku hancur-hancuran. Aku selalu ketakutan, was-was, sehingga harus sembunyi tinggal di apartemen milik Pak Saka sendirian. Selain itu aku tak bisa tidur nyenyak, kehilangan nafsu makan hingga wajahku berjerawat, lemas dan berat badanku turun drastis hingga delapan kilogram hanya dalam waktu dua pekan..sangat drastis sekali. Semua itu karena ulah Andre Winata.
💐💐💐
Andre Winata muncul di hadapanku. Benar-benar nyata sehingga aku langsung berusaha kabur, menutup pintu apartemen sekuat mungkin tapi ia berhasil masuk..Tenaganya lebih kuat dariku sebab sekarang kondisiku sangatlah lemah. Aku tak bisa berbuat apa-apa sebab ia sudah membekap mulutku kuat-kuat. Aku hanya bisa menangis sambil berdoa agar ada keajaiban. Menyesal tadi tak mengintip dulu dari lubang kunci.
Teeet teeet. Hpku berbunyi. Pak Saka. Aku ingin meraihnya tapi dilempar oleh Andre. Aku sempat menjerit minta tolong tapi kembali mulutku di bekap olehnya. Dalam keadaan putus asa seperti ini aku hanya bisa berharap ada yang mendengar suara teriakanku dan segera membuka pintu yang tidak dikunci, meski Pak Saka sudah mengatakan kalau tetangga kiri kanan kosong, jadi kalau ada apa-apa aku diminta untuk menghubungi security.
"Aku sudah lama menanti waktu seperti ini sayang. Aku datang untuk mendapatkan hakku sebagai suamimu. Selama ini aku selalu menjagamu, menahan diri untuk tidak menyentuh tapi kau malah meninggalkan aku. Tidak sia-sia aku mengikutimu selama beberapa hari ini hingga akhirnya aku bisa mendapatkan kamu.
Tira istriku, tak mengapa jika kamu mau meninggalkan aku. Termasuk ingin menggugat ku. Aku menerimanya. Tapi kamu harus memberikan hakku malam ini. Setelah itu kita akan ke neraka bersama -sama." Ia tertawa persis di telingaku, membuatku sangat ketakutan.
"Apapun caranya ya Allah, Tolonglah hamba. Entah amalan apa yang bisa mengabulkan doa hamba, tapi selama ini hamba selalu berusaha tak menyakiti siapapun meski hidup hamba selalu disakiti. Tolong hamba Tuhan!"
__ADS_1