
setelah beberapa hari di rumah sakit akhirnya Aisha sudah di perbolehkan pulang oleh dokter .
Aisha pulang di jemput oleh kedua orang tua nya dan Fahri juga .
"dek untuk sementara kamu gak usah ikut acara bakti sosial dulu ya ,biar badan kamu cepat pulih dan sembuh total ".pesan Zahra saat sudah di perjalanan pulang .
"iya mik ".jawab Aisha
*****************************************
Tristan duduk di balkon kamar nya menikmati hembusan angin malam dengan meneguk segelas kopi di tangan nya .menghisap sebatang rokok di tangan nya .
Tristan mencoba mengingat kembali awal pertemuan nya dengan kedua orang tua Aisha ,perempuan yang diam diam telah membuat hati nya bertekuk lutut padanya .
meski Tristan tak tau jelas wajah Aisha seperti apa ,tristan yakin bahwa gadis yang disukai nya itu berbeda dengan yang lain nya .
"kenapa mesti harus musuh papa sih ,gak bisa apa yang lain nya ,kalau Aisha tau apa lagi orang tua nya tau ,jelas mereka juga gak bakalan ngizinin aku dekat dengan Aisha ,jangan kan mendekat melihat nya pun aku gak bakal bisa ".kata Tristan .
"kalau aku gak segera cari cara deketin Aisha bisa bisa fazal yang duluan mendapatkan Aisha ,tapi aku harus apa cobak ,apa lagi kakak nya Aisha ,dia sangat posesif banget ke Aisha ".
"gimana pun cara nya aku harus cepat cepat dapatin hati Aisha ".
"maaf tuan ,ada tuan Marco datang mencari tuan ".ucap anak buah nya .
"apa ?papa kemari ".
"benar tuan ,sekarang ada di bawah ".
"iya sebentar lagi aku turun ".
__ADS_1
"baik tuan ,saya permisi ".
"eh ".
"papa tumben kesini ,ada masalah apa ,biasa nya juga nyuruh aku pulang ".kata mematikan rokok itu ke asbak kemudian beranjak menemui papa nya .
Marco tampak duduk di kursi mewah milik putra nya itu .dengan wajah yang tak biasa nya buat Tristan .
Tristan yang baru datang duduk di kursi hadapan papa nya ,memasang wajah seperti biasa biasa aja .
"pleass" ,tidak ada angin tak ada hujan ,Marco menampar pipi putra itu dengan keras nya.
"papa !!! papa apa apaan sih ".tak terima Tristan bangkit dari duduk nya ,mengelus lembut pipi nya yang terasa sakit itu .matanya menatap dingin ke arah Marco .
"jangan pura pura tidak tau kamu Tristan ".meninggi suara nya .
"apa perlu papa jelaskan tristan kesalahan kamu ".
"oh Tristan ngerti papa marah gak jelas gini karena papa dengar Tristan dekati anak musuh papa kan ".
"Marco diam ".hati nya sangat sakit mendengar ucapan putra nya itu .
"kenapa papa diam ! pa ini kehidupan Tristan ,Tristan gak suka papa larang larang Tristan seperti itu ".
"tapi Tristan papa gak ingin kamu sakit hati seperti yang papa alami dulu ".
"pa ,kalau papa takut tristan mengalami seperti yang papa alami ,Tristan mohon sama papa ,berhenti lah untuk mengganggu keluarga wanita yang Tristan suka i ".
"tidak bisa Tristan ,masalah nya mama mu juga akan marah kalau dia tahu kamu suka sama anak orang yang dia benci ".marah Marco .
__ADS_1
"kenapa tidak bisa pa ,kenapa juga mama marah ,sebenar nya apa yang mereka lakukan ke mama dan papa di masa lalu ,kalau mereka memang pernah membuat hati papa ,mama sakit ,sakiti mereka tapi jangan anak anak nya mereka gak tau apa apa pa ".
"Marco terdiam ,menghempaskan tubuh nya di kursi ,seraya memijat tulang hidung nya ,dia benar benar tidak pernah berfikir kalau putra nya akan melawan nya demi seorang perempuan yang baru iya kenal ".
begitupun Tristan iya benar benar tak mengerti dengan jalan pikir papa nya ,kenapa papa nya memiliki rasa dendam begitu mendalam kepada keluarga wanita yang iya cinta i .
Marco bangkit kemudian pergi begitu saja .di ikuti anak buah Marco juga .
melihat papa nya pergi Tristan sudah tak bisa mengendalikan dirinya .
"sial sial ".murka Tristan seraya melempar vas bunga yang ada di meja itu .
anak buah Tristan yang melihat tuan nya marah hanya bisa diam dan mati kutu .
"kenapa jadi seperti ini sih ".masih marah Tristan kali ini rambut nya sendiri yang di acak acak .
"siapa di antara kalian yang lapor ke papa".ucap Tristan tatapan tajam tertuju satu persatu ke anak buah nya .
mereka hanya diam dan menunduk kan kepala nya .
"siapa ,jawab aku ".gerang Tristan seraya mencengkram kra baju anak buah nya .
"ka....kami tidak tau bos ".jawab anak buah nya ketakutan .
"bug ".pukul pukul Tristan di bagian perut anak buah nya hingga tersungkur .
"kalau kalian tidak ada yang mengaku ,baik gak papa tapi kalau sampai aku dengar sendiri dari telinga ku ,jangan harap kalian tenang ".ancam Tristan kemudian pergi begitu saja .
"Lo gak papa bro ".kata teman nya kemudian setelah bos nya tidak ada ,membantunya berdiri .
__ADS_1