Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
49


__ADS_3

beberapa hari setelah memikirkan semua nya ,ada baik nya bahwa dirinya akan memberitahu ibu nya .meski fazal akan mendapat kekecewaan karna ibu nya pasti tidak akan datang .


sore itu setelah pulang dari kantor lebih awal ,fazal membersihkan diri dan Menganti pakaian formal nya .dengan pakaian santai nya .


"fazal ".panggil Susi yang kebetulan bersantai di ruang tamu .


"ibu".melangkah menghampiri Susi berada .


"kamu mau kemana nak ".tanya Susi perhatian.


"emb fazal akan ke rumah ibu fazal Bu ".wajah fazal tampak murung ,ada kekecewaan yang terpancar di wajah nya .


Susi mengusap lembut Punggung fazal.


"apakah kamu sudah benar benar siap untuk bertemu dengan ibu kamu nak ".tanya Susi meyakinkan nya ,Susi juga faham bagaimana perasaan fazal saat ini .


"in shaa Allah Bu ,fazal sudah siap ,apapun keputusan ibu fazal nanti fazal akan menerima nya ".Jawab fazal menundukkan kepalanya ,kemudian menarik nafas nya dan menghela nafas nya .


"kamu pasti bisa nak ,setidak nya kamu sudah memberi tahu ibu mu ".dengan mengukir senyum di wajah nya .fazal menatap wajah ibu nya kemudian tersenyum dan mengangguk .


fazal beranjak dari duduk nya .


"Bu fazal akan berangkat sekarang ".


"iya nak hati hati ,kalau ada apa apa kabari ibu dan ayah segera ".


"iy Bu pasti ,kalau gitu fazal berangkat assalamualaikum".dengan mencium punggung tangan Susi .


"wa'alaikumussalam".


fazal berlalu ,meninggalkan Susi di tempat nya .sesekali fazal menoleh kebelakang Susi tampak tersenyum dan melambaikan tangan nya .


gerbang yang menjulang tinggi ,halaman nya juga sangat luas ,di depan gerbang ada 2 scurity yang menjaga ,mobil sederhana fazal berhenti disana .


melihat mobil fazal scurity itu menghampiri fazal .


"ada yang bisa saya bantu ".tanya scurity itu penuh selidik.


fazal terdiam ,kemudian melirik ke dalam gerbang atau rumah mewah menjulang tinggi itu ,fazal juga samar samar melihat ada penjaga di depan pintu rumah itu .


"apakah ibu lestari ada di rumah ".tanya fazal hati hati .


"ada keperluan apa anda mencari nyonya lestari ".tanya scurity itu ,mengabaikan pertanyaan fazal .


fazal diam dia bingung harus bilang apa ,karena pasti mereka akan melarang dirinya untuk bertemu dengan ibu nya .


lagi lagi fazal menatap ke arah rumah besar itu ,ada rasa menyerah dalam hati nya "apa aku kembali saja ,tapi aku harus bertemu dengan ibu ,tapi Meraka pasti tak mengizinkan nya ".kata fazal berbicara dengan dirinya sendiri .


"maaf jika tidak ada keperluan ,mohon untuk pergi dari sini ".kata scurity itu kemudian yang secara dia mengusir nya mentah mentah .


"tin.....tin ....tin"suara klakson mobil yang baru datang ,pertanda menyuruh seseorang untuk membuka pintu pagar .fazal sedikit menepi dan memperhatiakan mobil tersebut ,namun fazal tak bisa melihat siapa pemilik nya di dalam mobil .


masih setia disana ,fazal memikirkan cara agar bisa masuk kedalam dan bertemu dengan ibu nya .


mobil tersebut masuk dengan mudah nya dan pagar itu di tutup kembali oleh scurity . scurity itu menghampiri fazal yang masih tidak pergi dari tempat nya .


"pak tadi itu siapa ".tanya fazal tanpa ragu .


"dia tuan muda ,putra nya bos Marco ".


"sepertinya mobil itu tidak asing ,tapi siapa ya ".pikir fazal .


"ada apa ini ".tanya teman scurity itu ,yang tadi sempat di panggil oleh tuan muda yang di maksud scurity tadi .


"ini ,mas ini mau bertemu dengan nyonya lestari,tapi dia tidka mau jelas kan ada keperluan apa dengan nyonya ".jelas scurity itu .


"kalau gitu masuklah "ucap scurity itu kemudian .teman nya menatap ke arah nya dengan tanda tanya .


"apa gak papa saya masuk ".ulang fazal ada rasa lega dalam dirinya ,namun itu terdengar aneh .namun fazal tak ingin membuang kesempatan dan harus tetap hati hati .


"apa yang Lo lakukan "Tegur teman nya .


scurity kedua itu hanya memberi isyarat ,menandakan bahwa kamu tenang saja .


scurity kedua itu berlari membukakan pagar ,dan dengan segera fazal menyalakan mesin dan masuk ke halaman rumah tersebut .

__ADS_1


"semoga apa yang aku khawatir kan tidak pernah terjadi ".ucap fazal dalam hati nya .


fazal menghentikan mobil nya tepat di belakang mobil yang menurutnya tidak asing itu .setelah itu segera keluar dari mobil nya ,fazal mengamati di sekeliling nya .rumah mewah bersih dan luas itulah yang fazal pikirkan .


tersadar dari kekaguman dari rumah itu ,fazal melihat ke arah pintu yang menjulang tinggi itu ,disana berdiri 2 penjaga berbadan kekar memakai baju hitam hitam ,berkacamata hitam .


fazal tampak terlihat tegang dan menyiapkan dirinya jika terjadi apa apa .


fazal melangkahkan kakinya untuk mendekat ,namun saat sampai di hadapan pintu ,aneh nya mereka mempersilahkan fazal begitu saja .dengan penuh was was fazal memasuki rumah mewah itu .lagi lagi fazal di buat kagum dengan rumah tersebut ,rumah yang sudah jauh berbeda dengan dulu saat dirinya tinggal disini .


"ada perlu apa kamu datang kemari ".ucap seseorang ,suara itu tak asing bagi fazal ,fazal mencari asal suara itu ,disana tepat di sofa mewah dan besar ,membelakangi Dimana fazal berada ,fazal masih tak melihat nya dan tetap tenang ,fazal mendekat ke sofa tersebut .


fazal memundurkan satu langkah kaki nya ke belakang saat tebakan dirinya dengan pemilik suara tadi .


dia benar benar Tristan ,yang duduk santai dengan satu kaki di lipat kan ke kaki satu nya .


Tristan tampak tersenyum remeh ,dan sesekali menghisap rokok di tangan nya .


"kenapa kamu ,apa kamu kaget melihat aku berada disini ".masih dengan wajah remeh dan datar nya .


"pantas scurity dan penjaga rumah ini mengizinkan aku masuk ternyata benar dugaan ku selama ini ,bahwa Tristan adalah putra dari Marco Reus ".kata fazal masih dalam hati nya .


"cih ,aku sudah tebak kamu pasti tidak Taukan kalau aku adalah putra dari papa kamu juga ,oh lupa kamu kan hanya anak angkat nya ,dan kamu gak punya seorang ayah ".ejek Tristan yang pastinya itu telah melukai hati nya .


fazal mengepalkan kedua tangannya nya ,namun fazal masih mencoba menenangkan dirinya agar dia tidak keblabasan .


"ada apa kamu kemari ".tanya Tristan lagi dengan wajah datar nya.


"aku ingin bertemu dengan ibu ku ,ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya ".


Tristan tersenyum remeh lagi mendengar ucapan fazal .


"eh ,semuda itukah bertemu dengan orang tua itu ".


fazal diam dan hanya menerima nya ,yang terpenting buat fazal saat ini adalah bertemu dengan ibu nya dan memberi nya kabar .


fazal juga tak habis pikir kenapa ibu nya bisa betah tinggal di sini ,jelas jelas dirinya tak bahagia disini ,fazal juga menyadari bahwa tinggal di rumah mewah seperti ini tak sebahagia yang di lihat ,dan pastinya ibu nya di perlakukan tidak baik disini .


"ok ,gueh akan pertemukan elo dengan orang tua itu ,tapi ada satu syarat yang harus elo lakukan ".Tristan menghentikan ucapan nya .


fazal masih diam mendengarkan apa syarat yang akan diberikan oleh Tristan .


fazal menundukan kepala nya ,mengepalkan kedua tangan nya .itu adalah pilihan yang jelas jelas tidak bisa di penuh i nya .


"aku tak bisa janji karena ".potong fazal menghentikan ucapan nya yang pastinya akan semakin memperburuk keadaan .


"karena apa ? karena kamu sangat mencintai nya ".potong Tristan .


fazal masih diam ,ini benar benar sulit bagi nya ,alasan apa yang harus iya katakan pada Tristan .


"ya Allah maafkan aku,aku tak bermaksud berucap seperti ini ,maaf kan aku ya Allah ".ucap fazal dalam hati nya lagi .


Tristan masih menatap ke arah fazal yang tampak bingung dan kalut .


fazal menarik nafas nya dan membuang nya dengan kasar .


"ok ,aku akan menuruti apa yang kamu ingin kan ,sekarang izinkan aku bertemu dengan ibu ku ".ucap fazal kemudian .


Tristan tersenyum remeh mendengar jawaban fazal itu ,Tristan tak menyangka juga kalau fazal itu akan lebih memilih bertemu dengan orang tua yang tidak berguna itu baginya .namun bagi fazal ibunya masih segala nya .


Tristan tertawa senang ,dan pastinya tertawa dengan keberhasilan nya .


"ha ha ha ha ha".


"kalian,antar dia ke kamar orang tua itu ".titah Tristan kemudian .


anak buah papa nya itu mengangguk .


"ayo ".ajak orang itu dengan wajah datar nya .


fazal melirik ke arah Tristan kemudian melangkah mengikuti langkah orang tersebut ,dan mengekori nya .sesekali fazal melihat di sekeliling nya ,fazal menyadari 1 hal dari mulai iya masuk tadi iya tidak menemukan satupun foto ibunya terpajang di dinding .yang fazal lihat hanyalah foto yang fazal kenal yaitu orang tua Tristan dan Tristan .


orang itu menghentikan langkah nya tepat di sebuah kamar,yang fazal yakini itu pasti kamar ibu nya .


"tok tok tok ".orang itu mengetok pintu nya .

__ADS_1


"ada apa ".sahut seseorang di dalam ,dan fazal mengenali suara itu .


"ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda ".kata orang itu .


"sebentar ".teriak orang itu .


kenop pintu itu mulai berputar ,dan pintu itu terbuka ,menampilkan orang yang sudah iya sangat rindu kan ,namun ada yang berbeda disana .


orang tersebut membulatkan mata nya ,dan mata tersebut terlihat berkaca kaca .


"fazal ".panggil orang itu yang pastinya adalah ibu fazal .


"ibu ".panggil fazal kemudian memeluk erat erat tubuh ibu nya yang sangat kurus itu .


mereka berpelukan ,melepas rasa rindu mereka masing masing ,dan mengabaikan anak buah Tristan itu .


"Bu fazal kangen sama ibu ".kata fazal air mata yang iya tahan kini sudah tak terbendung lagi ,dan membiarkan nya membasahi pipi fazal .


"ibu juga nak ,ibu juga sangat kangen sama kamu ".balas lestari .


lestari menjauhkan pelukan nya ,menyadari kalau mereka berada di tengah pintu .


"nak kita masuk ke kamar ibu ".ajak lestari seraya memegang kedua pipi putra nya ,menghapus air mata yang tadi nya membasahi .


fazal mengangguk .


mereka masuk dan tak lupa lestari menutup pintu tersebut .


meraka masih berpelukan melepas rasa rindu yang mereka miliki ,kemudian setelah beberapa saat ,lestari menyuruh putra nya untuk duduk di sofa milik nya .


"nak duduk lah biarkan ibu membuatkan minum untuk mu ".kata lestari .


fazal mengangguk ,dan lestari meninggalkan fazal sendiri ,fazal memperhatikan setiap inci ruangan itu,ruangan yang begitu luas jauh lebih luas dari kamar nya namun terlihat aneh .


tak beberapa lama lestari kembali dengan sebuah minuman di tangan nya .


"apakah ruangan ini kamar ibu ".tanya fazal .


"kamar ibu ada di sana nak "dengan menunjuk ke arah sudut belakang fazal yang tak jauh dari nya .


"trus ini ".matanya menandakan ruang Ngan yang di singgah i nya .


"ini ruang tamu ibu ".jawab lestari .


"tunggu jangan bilang ibu berhari hari berada di ruangan ini ,dan ibu gak pernah keluar ".tebak fazal ada rasa sakit yang iya rasakan .


lestari mengangguk .


fazal beranjak dari duduk nya ,melangkah ke arah ibu nya keluar tadi mengambil minum buat nya .


jelas dalam ruang Ngan ini ada dapur nya juga.


fazal menghela nafas nya tak percaya ,hati nya begitu sakit ,ibu nya di perlakukan seperti bukan manusia disini .


fazal menghempaskan tubuhnya nya ke sofa dengan keras .


"apakah mereka melakukan ini semua kepada ibu ,Meraka tak mengizinkan ibu keluar dari ruangan ini ,Meraka mengurung ibu seperti hewan disini ".tanya fazal bertubi tubi ,hati nya begitu teriris melihat hidup ibu nya .


lestari hanya diam ,dengan menahan tangis nya .fazal menghampiri ibu nya yang pasti merasakan tekanan batin yang sangat besar .


"Bu pulanglah sama fazal ,fazal kan menjaga ibu ,fazal akan merawat ibu ,fazal akan mencari nafkah buat ibu ,membahagiakan ibu fazal akan ".menghentikan ucapan nya .


"nak tenangkan hati mu nak ,ibu bahagia disini ,ibu baik baik saja disini ".


"bagaimana bisa ibu bilang ibu baik baik saja disini ,ibu bahagia disini ,jelas jelas ibu di perlakukan seperti tahanan disini Bu ,aku harus kasih tau mereka bahwa ibu adalah manusia disini ibu bukan hewan disini ".emosi fazal pun tak terkendali .


lestari memeluk putra nya ,mencoba menghentikan fazal ,agar fazal tak melakukan apa yang ingin di lakukan nya .


"fazal tenangkan dirimu nak ,ibu mohon tenangkan dirimu ,ibu tak ingin terjadi apa apa sama kamu ,ibu mohon nak ".tangis lestari memohon .


fazal terduduk di lantai ,masih di pelukan ibu nya ,fazal menangis melihat ibu nya memohon ,fazal tak bisa membayangkan bagaimana ibu nya bisa hidup disini .


"Bu pulanglah bersama fazal Bu ,kita bisa hidup bahagia ".kata fazal mencoba nya ,meski tau itu akan ditolak oleh ibu nya .


lestari diam dan masih memeluk fazal dengan tangan nya ,agar fazal bisa menenangkan dirinya untuk tidak gegabah .apalagi ini berada dalam kekuasaan Marco yaitu suami nya .

__ADS_1


☘️**JANGAN LUPA YA LIKE AND VOTE ☘️


🤗🙏 TERIMAKASIH🤗🙏**


__ADS_2