
sesampainya di rumah Zahra ,putri mendapati rumah itu tampak sepi ,pintu rumah juga terkunci .
"assalamualaikum, Zahra ,Zahra kamu di dalam kah ".salam putri seraya menggedor pintu rumah Zahra .
namun tidak ada jawaban ,putri tampak tak putus asa .dan melihat lampu rumah Zahra Zahra yang di teras masih menyala .
"lampu rumah Zahra tumben ya masih menyala ,apa bener dia di dalam ".pikir putri .
kemudian melihat kedalam rumah Zahra lewat sela sela jendela ,di dalam juga lampu masih terlihat menyala .
sesaat kemudian putri samar samar mendengar suara ponsel di dalam rumah Zahra ,dan putri juga ingat Suara ponsel itu milik siapa itu .
"kayak nya aku dengar ponsel berdering ,dan itu seperti milik Zahra waktu itu ,iya aku masih ingat ".kata putri kemudian berlari kecil ke samping rumah Zahra ,tepat di jendela kamar Zahra .
saat melihat nya di sela sela jendela ,terlihat lampu juga masih menyala ,dan suara ponsel itu semakin terdengar jelas .
"aku yakin Zahra pasti ada di dalam ,tapi kenapa dia tak angkat telfon nya ya ".pikir putri mulai curiga .
"Zahra ........Zahra .....kamu masih tidur kah ".panggil putri seraya menggedor jendela kamar Zahra ,namun lagi lagi tidak ada sahutan dari dalam .
"apa jangan jangan terjadi sesuatu sama Zahra ".curiga putri wajah nya mulai panik .
"aku coba lewat pintu belakang saja mungkin tidak terkunci ".ujar putri seraya berlari kecil memutar RI rumah Zahra menuju dimana pintu rumah Zahra berada .
Putri mencoba membuka nya namun di sayangkan ,pintu belakang juga terkunci dari dalam .
"maafin aku ya Zahra ,aku seperti nya harus dobrak pintu kamu ".kata putri merasa bersalah .
"bismillahirrahmanirrahim".kata putri
"bug .....bug ......bug.....".3 tendangan pintu itu akhirnya bisa terbuka .
"Alhamdulillah".syukur putri kemudian segera masuk kedalam rumah Zahra ,berlarian kecil menuju kamar Zahra berada .
"Zahra ".kaget putri sepontan ,karena mendapati Zahra tergletak di bawah lantai dengan masih menggunakan mukenah nya ,wajah nya juga tampak sangat pusat .
"Zahra ,kamu kenapa Zahra ,bangun Zahra ".kata putri panik seraya mengoyah pipi Zahra ,dan suhu badan Zahra juga sangat panas .
"ya Allah Zahra ,apa yang terjadi sama kamu ,kenapa kamu jadi seperti ini ".kata putri lagi seraya membantu Zahra naik ke atas ranjang nya dan menidurkan nya di sana .
putri mencari sesuatu untuk bisa menyadarkan Zahra dari pingsan nya di sekitar kaca rias milik Zahra ,di sana juga terdapat peralatan perawatan Zahra tertata rapi ,membuat putri sedikit bingung juga .
"kenapa barang barang Zahra ada di sini apa mungkin Zahra pulang kerumah ini ,tapi kenapa bukan kah Zahra mempunyai suami ,apa jangan jangan , astaghfirullah putri jangan mikir aneh aneh " kata putri berbicara sendiri lagi seraya menepuk nepuk pipinya .
setelah menemukan minyak angin aromatherapy milik Zahra di sana ,putri segera mengoleskan nya di hidung Zahra dan di kepala Zahra ,agar Zahra bisa mencium bau itu dan tersadar .
setelah itu putri juga mengambil air dingin di baskom dan tak lupa juga handuk kecil milik Zahra ,untuk mengompres Zahra ,agar panas nya sedikit menurun .
"Zahra ,kenapa bisa seperti ini sih ,kenapa kamu gak bilang ke mbak ,kalau kamu ada di rumah sendirian ".kata putri berbicara ke Zahra ,namun Zahra masih pingsan dan pastinya tidak mendengarnya .
sesaat kemudian Zahra tampak mulai membuka mata nya yang terlihat berat itu .
"Zahra kamu sudah sadar ".kata putri lega yang melihat Zahra .
__ADS_1
"mbak putri ,kenapa mbak putri disini ".tanya Zahra lirih suara nya sangat serak dan kering .
"udah jangan tanya apa apa dulu ,kamu minum aja dulu ,tenggorokan kamu pasti panas mangkanya suara kamu jadi kering gini " kata putri seraya membantu Zahra meminum air putih yang sudah di ambilnya tadi .
"terimakasih Mbak ".kata Zahra kemudian setelah meminum beberpa teguk kan .
Zahra bersandar di kepala ranjang nya .
"apa gak tidur saja kamu Ra ".kata putri.
"gak papa kok mbk Zahra hanya sedikit pusing saja ".
"apa perlu kita kerumah sakit Ra ".
"gak perlu mbak ,nanti juga enak kan".jawab Zahra suara nya masih terdengar lemas namun Zahra terlihat masih tersenyum kepada putri.
"maaf Ra aku tanya ini sama kamu ,Ra kenapa kamu pulang ke rumah ini gak bilang bilang sama mbak ,dan kenapa juga kamu pulang bukan nya kamu sudah tinggal sama suami kamu ,apa kalian baik baik saja ".tanya putri hati hati .
Zahra tampak tersenyum ,mendengar pertanyaan putri itu .
"cerita nya panjang mbak ,kalau di ceritakan gak akan selesai hari ini ".jawab Zahra dengan masih bisa mengukir senyum .
"kamu ya tetep aja kayak dulu ,gak berubah ,yang sini tanya serius serius situ malah jawab nya bercanda ".kata putri .
"iya mbak maafin Zahra ya ".kata Zahra wajahnya mulai murung kembali dan mencoba menahan air matanya .
"Zahra kamu gak papa kan ".tanya putri khawatir setelah melihat wajah Zahra yang sedih .
"Zahra gak papa kok mbak ,oh ya mbak ,kenapa mbak bisa disini ,siapa yang kasih tau mbak putri ".tanya Zahra .
"emb ...."jawab Zahra dengan mengangguk kan kepalanya yang masih terasa sakit itu .
"hehe Zahra ,maafin mbak ya tadi pintu belakang mbak dobrak ,jadi rusak ,habis nya mbak tadi khawatir kamu di panggil gak ada sahutan ,ternyata benar setelah masuk kamu sudah tergletak pingsan di Lantai .
"iya mbak gak papa ,Zahra yang harus nya terimaksih sama mbak ,karena mbak tadi nolongin Zahra ".jawab Zahra dengan mengukir senyum lagi .
"oh iya kamu gak hubungi mbak mu Anisa lagi ,tadi dia sangat panik loh saat kamu matiin telfon nya tiba tiba ".
"emb iya mbak biar Zahra telfon lagi ".kata Zahra seraya mencoba turun dari tempat tidurnya untuk mengambil ponsel nya di lantai tadi .
"biar mbak ambilkan ".cegah putri ,kemudian mengambilkan ponsel Zahra .
"ini ,kalau mau apa apa ,mintak ambil Lin mbak aja ,kamu kan lagi sakit Zahra ".
"iya mbak terimakasih".
"jangan sungkan sungkan sama mbak ,kayak gak pernah kenal saja ".ngomel putri .
"iya mbak aku yang cantik ".jawab Zahra sedikit menggoda.
"kamu ini ya masih sakit gini masih saja goda mbak ".kata putri gemes kemudian mencubit ringan hidung Zahra .
Zahra hanya tersenyum ,setidak nya iya bisa sejenak melupakan kejadian itu .
__ADS_1
Zahra tampak menghubungi Anisa lagi .
dan tak lama panggilan itu pun tersambung .
" assalamualaikum Zahra".salam Anisa di sebrang sana .
"wa'alaikumussalam salam mbak Nis ".
"akhir nya kamu telfon juga dek ,kemana aja dari tadi mabuk khawatir sama kamu ".
"maafin Zahra ya mbak ,tadi Zahra ke kamar mandi kebelet jadi gak bisa angkat telfon mbak ".kata Zahra berbohong ,putri yang mengetahui Zahra berbohong mencoba ingin ikut berbicara ,namun Zahra langsung memberikan isyarat pada putri ,hingga putri menuruti kebohongan yang di buat Zahra .
"emb ya sudah kalau gitu ,tapi benar kan kamu gak papa Ra ".tanya Nisa menyakinkan .
"iya mbak ,Zahra gak papa "
"oh iya dek kamu bisa kan hari ini ketemu mbak ".
"seperti ya gak bisa mbak ,Zahra hari ini ada ujian UAS jadi Banyak kerjaan ".
"oh gitu ,ya sudah lain kali aja kita ketemu nya ".
"gimana kalau kita chat an ja ya mbak ,untuk beberapa hari Zahra gak bisa kemana mana karena ,kuliah Zahra juga sudah di ganti dengan kuliah online ,jadi sewaktu waktu dosen Zahra lakukan penjelasan di sana ".
"oh gitu ,ya sudah kalau gitu kita chat an saja ,karena mbak mau kasih kabar penting sama kamu ".
"iya mbak ,ya sudah dulu ya mbak ".
"*iya Zahra , assalamualaikum".
"wa'alaikumussalam*".
panggilan itu pun terputus .
"hayo kenapa tadi kamu berbohong sama mbak Annisa mu itu ".kata putri kemudian .
"hehe iya mbak ,Zahra cuman gak ingin mbak Anisa khawatir Rin aku ,kan mbak tau sendiri gimana mbak Anisa ".
"ya tapi gak harus gitu Zahra ,kamu emang sakit ,kamu harus ada yang jaga ,biar kejadian seperti tadi tidak terulang kembali ".ujar putri menasehati .
"iya mbak lain kali Zahra gak gitu lagi ".jawab Zahra lagi lagi iya terlihat tersenyum .
"oh iya mbak harus cepat cepat balik ke pesantren Ra ,karena mbak ada kelas hari ini ".
"iya mbak ,zahra gak papa kok di tinggal sendiri ,Zahra udah gede " jawab Zahra .
"iya udah gede ,tapi urasan begini masih aja bercanda ,ya udah mbak pamit dulu ,oh ya kamu hutang penjelasan sama mbak ,dan mbak akan menagih nya nanti ,nanti mabuk juga akan kesini lagi bawain kamu makanan ".kata putri terlihat terburu buru ,setelah melihat jam di tangan nya .
"iya mbak ,hati hati di jalan ya ".
"iya , assalamualaikum".
"wa'alaikumussalam".jawab Zahra ,tak lupa iya mengukir senyum di wajah nya .
__ADS_1
"terimakasih ya Allah meskipun engkau memberi cobaan ini kepada hamba mu ini ,engkau masih memberi orang orang yang perduli kepada Zahra ,saat Zahra terpuruk seperti ini ".kata Zahra bersyukur ,air mata yang di tahan nya tadi akhirnya menetes juga ,membasahi pipi nya itu .
☘️sabar ya jangan marah dulu ,karena indah pada waktunya ,jadi di tunggu ya 🙏☺️☘️