Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
22


__ADS_3

setelah melaksanakan sholat dhuhur di masjid ,mereka berdua mampir ke sebuah caffe ,caffe biasa nya yang mereka kunjungi,untuk membahas mengenai pernikahan Zahra yang begitu tertutup hingga sahabatnya tidak di kasih tau .Rina benar benar menuntut Zahra agar segera bercerita .


mereka pun sampai di caffe langganan mereka ,seperti biasa mereka duduk di pinggir jendela kaca besar itu ,hingga terlihat dari arah luar mereka juga bisa melihat para pejalan kaki dari dalam .


"mas seperti biasa nya ya".kata Rina kemudian setelah mereka duduk dan di hampiri oleh pelayan caffe itu. pelayan itupun juga sudah faham apa yang di pesan kedua orang itu .


"sekarang kamu ceitain mulai dari awal kamu ketemu sama suami mu itu".tanya Rina to the poin iya benar benar tidak sabar ingin mendengar Zahra bercerita .


"jadi gini ,waktu itu yang kamu aku ajak ke rumah umi kan ada seorang wanita paruh baya ,kamu ingat gak ".kata Zahra memulai ceritanya dan bertanya mengingat wanita yang di maksud Zahra .


"heem ,gueh ingat ".jawab Rina


"beliau adalah mertua aku sekarang ".


"apa!!!!!".kaget Rina


"iya ,sejak itulah beliau ingin menjodohkan aku dengan putra nya dan sehingga kami menikah ".


"jadi kamu baru kenal suami mu itu belum bulan ini udah mutusin nikah gitu aja ".kata Rina tidak percaya.


"iya ,malah aku ketemu suami aku waktu acara ijab Qabul ".


"apa!!!!".kaget Rina lagi hingga sekitar mereka yang mendengar ucapan Rina memperhatikan mereka berdua .


"husttt biasa aja kalik ".kata Zahra .

__ADS_1


"bener bener ya ,guah gak habis pikir kenapa coba secepat ini untuk mutusin minikah ,apa gak terlalu cepat ,apa lagi kamu gak pernah tau siapa suami kamu ,gimana sifat nya ,dan dia tampan apa tidak ,emang gak ada acara pertunangan gitu ,biar kalian bisa saling mengenal satu sama lain dulu ".kata Rina emosi nya mengebu gebu ,seperti tidak terima ,tapi bagaimanapun juga itu semua juga sudah terjadi .


"Rin ,kamu kok marah marah gitu sih ,mending kamu doa ini aku biar keluarga aku baik baik saja dan bahagia ".


"yeeeee boro boro doa in kamu ,aku aja belum ketemu jodoh aku dimana ,siapa dan kapan "kata Rina dengan raut wajah kesal nya .


"kamu sih ,marah marah ".kata Zahra


"tapi suami kamu ganteng kan Ra ,aku jadi gak trima kalau suami kamu jelek ,jadi gak sepadan sama kamu ,kamu udah cantik ,pinter ,baik ,tidak sombong ".puji Rina


"udah udah ,muji nya jangan kelewatan gak Baik ".potong Zahra .


tak beberpa lama pun pesanan mereka datang .


"permisi mbak ,ini pesanan nya ".kata pelayan itu ramah ,seraya menaruk pesanan yang di bawa nya tadi di meja mereka .


"selamat menikamati ".kata pelayan itu kemudian pergi .


"oh iya kamu punya fotonya kan ,aku boleh liat ".kata Rina yang masih penasaran dengan suami sahabat nya itu .


"punya ,tunggu bentar".kata Zahra seraya mengambil ponsel nya di tas kecil nya .


"ini ".kata Zahra kemudian seraya menyodorkan ponsel nya ke arah Rina .terlihat wajah Rina begitu tidak percaya ,pasal nya suami Zahra begitu tampan dan keren .


"ini beneran suami kamu Ra ".tanya Rina tidak percaya .

__ADS_1


"iya itu suami aku ".meyakinkan


"duhhh kalaw di jodohin pas laki nya gini mah aku juga mau Ra ".kata Rina kemudian membuat Zahra tertawa kecil .


"kamu ini ada ada saja Rin ".kata Zahra dengan tertawanya.


"emang kenapa Ra ,kamu kok ketawa sih ".bingung Rina .


"ya iya lah aku ketawa ,kamu sih ,kalau udah liat yang ganteng aja langsung mau gitu aja ,aku bilangin ya sahabat ku tersayang ,yang lebih penting dalam mencari jodoh adalah akhlak nya dan seberapa besar taat dia kepada sang pencipta nya ,agar suatu saat nanti dia bisa membimbing kita ke jalan Allah yang lebih baik ,percuma nanti orang nya ganteng tapi akhlaq nya gak baik ".kata Zahra mencoba menasehati sahabat nya .


"iya juga sih Ra ,tapi kamu beruntung Ra dapat jodoh kaya tampan mapan seperti suami kamu itu ,semoga Allah masih nyisak in satu buat aku ".


"dia memang ganteng Rin , akhlaq nya juga baik ,tapi dia tak pernah bisa mencintai aku ".kata Zahra dalam hati .


"woy. ....,bengong aja ,tenang gueh gak bakal rebut suami elo ".kata Rina bercanda membuyarkan lamunan Zahra .


"ohhh kamu ini bisa aja".


"kamu sih bengong gitu ".


ya sudah kita makan yuk ".ajak Zahra


kemudian .


"yuk ".timpal Rina

__ADS_1


merekapun menikmati makan siang mereka ,tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua dari tadi .


☘️maaf jika banyak kata yang salah atau tidak di mengerti ,mohon di maklumi ya🙏☘️


__ADS_2