Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
36


__ADS_3

Zahra Atha dan Fahri tampak duduk tak jauh dari Aisha .mereka menunggu kesadaran Aisha dari pingsan nya .menatap wajah Aisha yang pucat dan sebam.


Fahri duduk di sofa ,menunduk kan kepala kemudian menatap setiap detik wajah Aisha .rasa penyesalan itu kembali muncul dalam hati nya .


Zahra tak henti henti nya memegang tangan putri nya itu ,menggenggam menciumi telapak tangan Aisha .


Atha hanya bisa menatap saja ,betapa khawatir nya Zahra pada Aisha .


di sebuah ruangan yang begitu gelap dan seram ,Aisha terlihat ketakutan ,tangan nya terikat ke belakang kursi ,kaki nya di ikat ,ada seseorang datang dengan membawa sebuah pistol yang di arahkan pada dirinya ,Aisha menangis ,berteriak meminta tolong ,namun tidak ada satupun orang yang mendengar nya .


"enggak lepaskan **saya**,lepas kan saya ,saya takut disini ,saya mohon lepas kan saya ".


mengigau Aisha ,di wajah nya juga banyak keluar keringat ,menggeleng ketakutan ,dalam tidur nya .


"Aisha bangun Aisha bangun ,ini umi Aisha ".panggil Zahra mencoba membangunkan Aisha dari mimpi buruk nya itu .


laki laki itu terus mendekat ke arah nya ,jarinya menarik pelatuk pistol yang di tangan nya ,siap siap membidik ke arah mangsa nya .


"aku mohon jangan sakiti saya ,lepaskan saya ".ucap Aisha lagi ,kali ini dia sangat ketakutan sekali .Zahra terus mencoba membangunkan Aisha .Fahri hanya bisa menahan air mata di kelopak mata nya itu ,tidak tega dengan apa yang di alami Aisha saat ini .


"sha bangun sha ,ini umi ,jangan takut sha ada umi ,Abi dan kak Fahri ,bangun sayang jangan bikin kita khawatir ".ucap Zahra Air mata nya sudah tidak bisa terbendung lagi ,membasahi cadar nya ,sedikit mengguncang tubuh Aisha ,agar Aisha bisa bangun dari mimpi buruk nya .


laki laki itu menembakkan peluru ke tubuh Aisha "dor dor ".


"tidak ".teriak Aisha ,tersadar dari pingsan nya ,nafas nya juga memburu .


Aisha menatap ke arah umi nya dengan tatapan takut .


"umi Aisha takut mi Aisha takut ".ucap Aisha memeluk Zahra dengan erat menangis dalam pelukan nya ,tubuh nya juga bergetar.

__ADS_1


"tenang sayang ,disini ada umi Abi dan kak Fahri yang akan jagain kamu ,".mencoba menenangkan Aisha .


"Aisha sayang kamu yang tenang ya ,umi Abi dan kak Fahri akan jagain kamu kok .ucap Fahri kali ini dengan mengelus kepala Aisha .


karena Aisha tak berhenti menangis dan ketakutan Fahri memencet tombol darurat ,namun karena tak ada respon akhir nya Atha menyuruh Fahri untuk memanggil dokter Nadia.


"Fahri panggil dokter Nadia ".pinta Atha .


"baik bi ".ucap Fahri kemudian keluar .


di depan ruangan Aisha ,tampak fazal masih setia menunggu kabar dari Aisha ,begitupun Dhea ,dia juga khawatir dengan keadaan sahabat nya itu .


mereka berdua juga tak sengaja mendengar suara Aisha yang ketakutan ,membuat mereka berdua jadi terlihat panik juga .


disisi lain mereka lega karena Aisha akhir nya sadar dari pingsan nya .


"kak Fahri gimana keadaan aisha ,apakah dia baik baik saja ".ucap Dhea sepontan ,menghampiri Fahri .


"Alhamdulillah Dhea ,Aisha sudah siuman ".


"kakak mau kemana ".tanya Dhea .


"kakak harus panggil dokter Nadia ,kamu tunggu disini saja ".pinta Fahri kemudian pergi .


fazal yang mendengar percakapan mereka ,terlihat senang karena akhir nya Aisha bangun .


tak beberapa lama kemudian Fahri kembali dengan dokter Nadia dan satu perawat .


Dhea ikut masuk juga ,namun tidak dengan fazal ,karena fazal menghormati keadaan Aisha yang saat ini pasti tak mengenakan cadar nya .

__ADS_1


"kak fazal gak ikut masuk ".tanya Dhea .


"gak usah Dhea ,aku nunggu di luar saja ,nanti kasih tau saja saya bagaimana keadaan Aisha selanjut nya ".


"ya sudah ,kalau gitu Dhea masuk dulu ".kemudian pergi meninggalkan fazal di luar sana.


dokter Nadia mulai memeriksa keadaan Aisha ."Aisha kamu tenang ya ,kamu gak usah takut ,disini aman untuk kamu ".ucap dokter Nadia yang merasakan bagaimana bekerjanya jantung Aisha yang berdetak begitu cepat dari orang normal lain nya .


Aisha terlihat diam namun lagi lagi air mata itu menetes di sudut mata Aisha .


"bagaimana dok keadaan nya ".tanya Zahra .


"bisa kita bicara di luar ".


"bisa dok ".ucap Zahra .


"Fahri jaga adik mu ".pinta Zahra kemudian keluar .


dokter pun keluar di ikuti Zahra dan Atha juga .


"mungkin kejadian 3 tahun lalu membuat Aisha seperti ini ,saat ini dia mengalami trauma yang membuat dirinya ketakutan .dan saya saran kan agar Bu Zahra sama pak Atha menjaga Aisha secara ekslusif agar Aisha bisa melupakan kejadian tadi yang di alami nya itu ,dan sepertinya Aisha juga akan takut dengan ruangan yang gelap ,dan itu bisa memicu kejadian 3 tahun lalu muncul kembali ".jelas dokter Nadia .


Zahra meneteskan air mata ,Atha menarik kepala istri nya kedalam pelukan nya ,Zahra tampak menangis di sana .


"yang mi ,semua nya akan baik baik saja ,Aisha anak yang kuat ".kata Atha mencoba menenangkan Zahra .


di kejauhan fazal tampak mendengarkan ucapan dokter itu .


"pantesan Aisha sangat ketakutan tadi waktu di gudang ".ucap fazal dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2