Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
72


__ADS_3

Zahra pulang ke rumah nya sendiri ,Zahra juga tak ingin umi dan Abi nya tau kalau keluarganya kini sedang ada masalah ,dan Zahra mencoba menutup diri .


setiap hari Zahra hampir menangis jika teringat kejadian itu ,itu bagaikan mimpi buat Zahra namun kenyataan nya itu memang nyata buat hidup nya .


impian menikah ,mempunyai keluarga yang samawa ,hancur seketika karena kesalah faham man suaminya terhadap nya .


namun walau Zahra sedang di Landa Maslaah seberat ini baginya ,Zahra tak melupakan untuk meminta kepada sang maha pencipta dirinya ,iya terus mengangkat kedua tangan nya ,meminta agar dia di beri jalan untuk masalah nya saat ini .


sampai saat ini pun ,teman teman atau umi nya tidak tau kepulangan Zahra ke rumah nya ,karena Zahra juga jarang keluar rumah ,iya menghabiskan waktu nya berdiam diri dirumah ,melamun ,dan terus berdoa kepada sang maha kuasanya .


hampir dua Minggu ,suami nya juga tidak mencarinya ,jangan kan mencari ,menghubungi nya pun suaminya tidak melakukan nya ,meminta maaf atau menjelaskan apa yang terjadi .


"ya Allah hamba yakin engkau tidak akan memberi cobaan di batas kemampuan hamba mu ini ya Allah ,dan semoga engkau segera memberi hidayah dan jalan untuk hamba dan suami hamba "kata Zahra dalam doa nya.


hari mulai siang ,Zahra masih terlihat memakai mukenah nya ,tertidur di atas sajadah miliknya .wajah nya tampak pucat fasi ,mata nya juga tampak sebam .


tiba tiba saja ponsel Zahra berbunyi ,sehingga Zahra terbangun dari tidur nya .Zahra meraih ponsel nya yang ada di atas ranjang .


dengan mata yang masih kantuk Zahra mengangkat panggilan itu .


"assalamualaikum Zahra ".salam seseorang di sebrang sana .


"wa'alaikumussalam,ini siapa ".jawab Zahra ,suara nya terdengar serak dan lemas ,mungkin karena kebanyakan menangis akhir akhir ini .iya jga belum tau siapa sang penelpon karena dia juga tak melihat di layar ponsel nya tadi .


"Zahra ini mbak Anisa ,kamu gak papa kan Zahra ,terdengar nya suara kamu serak seperti orang sakit ".ujar Anisa menebak .


"oh mbak Anisa ,Zahra gak papa kok mbak ,ada apa mbak ".tanya Zahra


"beneran kamu gak papa deg ".tanya Anisa meyakinkan .


"Zahra benar benar gak papa kok mbak ".


"baiklah ,kamu sekarang ada dimana dek ,kita bisa bertemu siang ini ".


tiba tiba saja zahra merasakan kepalanya pusing ,terlihat Zahra mencoba menahan rasa sakit nya itu ,memijat perlahan kedua pelipis matanya dengan tangan nya .

__ADS_1


"zahra ".panggil bisa di sebrang sana ,karena pertanyaan ajakan nya tadi tidak di jawab oleh Zahra .


"emb iya mbak ,apa kata mbak tadi ".jawab Zahra lirih ,dengan mencoba menahan rasa sakit di kepala nya .


"kamu benar benar gak papa kan Zahra ,kakak dengar kamu juga merintih kesakitan ,apa kamu sakit ".tanya Anisa curiga.


"enggak kok mbak ,maaf ya mbak seperti nya Zahra gak bisa ,karena Zahra baru sampai di rumah Zahra yang lama ".jawab Zahra mencoba menghilangkan rasa khawatir Anisa .


namun setelah berucap seperti itu tiba tiba saja sambungan telefon terputus begitu saja .


"Tut.....Tut ... Tut...".panggilan itu pun terputus .


"kenapa mati ,aku coba telfon lagi ".kata Anisa ,namun panggilan nya tak terjawab oleh Zahra .beberpa kali iya mencobanya namun tetap tak ada jawaban dari Zahra .


"ada apa dengan Zahra ,aku merasa ada yang aneh dengan anak itu ,dan perasaan ku kenapa jadi gak enak gini ya ".kata Anisa berbicara sendiri .


"*apa yang harus Aku lakukan ,perasaan ku semakin tidak enak tentang Zahra ,apa perlu aku samperin kerumah nya ,tapi nanti aku ketemu suami nya dong ,tapi tadi dia bilang baru sampai di rumah nya sendiri ,apa Zahra pergi dengan suami nya apa tidak ya ".


"apa aku mintak bantuan putri saja ,untuk melihat Zahra di rumah nya atau tidak ,jarak mereka kan dekat ,kalau nunggu aku yang kesana aku takut benar benar terjadi apa apa sama Zahra ".kata Anisa terus berbicara sendiri* .


putri adalah teman seperguruan di pencak silat .seperguruan pencak silat terdapat 4 perempuan dan 10 laki laki yang mengikuti kegiatan itu ,termasuk Zahra ,Anisa ,putri dan Dinda .di antara 4 perempuan itu ,Zahra lah yang hanya memakai cadar dia juga yang paling muda di antara mereka .sedangkan yang laki laki ada 10 orang yang terdiri Dimas ketua atau pemimpin penyelenggara kegiatan pencak silat itu .Rafi ,Dika ,ucup dan yang lain nya ,umur mereka juga tak terlampau jauh ,hanya sekitar 1 Tahunan saja .


"assalamualaikum".salam putri di sebrang sana .


"wa'alaikumussalam".jawab Anisa .


"ada apa nis ,tumben kamu telfon aku " tanya putri .


"emb iya put ,aku bisa minyak tolong gak sama kamu ".


"mintak tolong apa Nis ,selam aku bisa aku akan bantu itu ".


"emb gini put ,tolong kamu pergi ke rumah Zahra ,lihat apakah Zahra ada di sana atau tidak ,dan cek apakah dia baik baik saja ".


"oh....bisa kok nis ,emang kenapa kamu suruh aku cek Zahra ".tanya putri .

__ADS_1


"emb iya put ,tadi aku telfon nan sama Zahra ,tapi tadi tiba tiba saja telfon kita terputus begitu saja ,setelah aku coba Bungo lagi malah tidak di angkat ,aku khawatir terjadi apa apa sama Zahra put ".


"oh gitu ,ya sudah aku coba tengok Zahra dulu deh ,nanti aku kabari lagi kamu nya ".


"emb iya put , terimakasih ya put ".


"sama sama ,ya sudah aku matiin ya telfon nya assalamualaikum".


"wa'alaikumussalam".jawab Anisa telfon itu pun terputus.


jangan tanya ya kenapa putri bisa membawa ponsel di pesantren ,karena putri dan Dinda sudah menjadi pengurus di sana atau lebih di kenal seperti ustadzah disana ,jadi mereka bisa memegang ponsel .


saat itu putri berada di kantor sekolah formal ,disana juga ada Dinda dimas dan yang lain nya ,yang hendak mengajar di kelas ,karena kebetulan juga putri tidak ada kelas pagi saat ini ,begitupun dengan dimas .


"siapa put ".tanya Dimas penasaran .


"emb itu Anisa ,tadi mintak tolong suruh aku jenguk Zahra di rumah nya ".jawab putri .


"jenguk Zahra ,emang dia pulang ke rumah nya ".tanya Dimas ,wajah nya tampak seperti bahagia mendengar nya .


"aku juga gak tau ,mangkanya aku mau cek dulu di rumah nya ".


"oh....".gumam Dimas .


"tunggu jangan bilang kamu masih menaruh rasa ke Zahra ya ,ingat dia sudah punya suami ".kata putri mengingatkan ,karena iya tadi sempat melihat wajah senang Dimas saat mendengar Zahra pulang kerumah nya .


"iya iya tenang saja ,aku sudah membuang perasaan itu jauh jauh ".jawab Dimas .tapi di dalam hati nya iya memang belum bisa membuang rasa suka kepada Zahra ,yang sudah iya pendam selama ini .


"ya udah aku mau kerumah Zahra dulu assalamualaikum".pamit putri


"wa'alaikumussalam".jawab Dimas sedikit kesal dengan sikap putri .


"Sabar sabar kayak gak tau sifat teman kamu itu aja ".sela Dinda yang melihat wajah kecewa Dimas.


Dimas memang sudah mempunyai rasa itu sejak Zahra baru masuk di sekolah formal di kelas 10 ,namun karena ke adaan Dimas memendam rasa itu ,apa lagi Zahra putri dari pendiri pesantren ,Dimas semakin memendam rasa suka nya terhadap Zahra .

__ADS_1


hingga suatu ketika Zahra gabung dalam organisasi pencak silat nya ,membuat Dimas semakin mengagumi perempuan bercadar itu ,hingga sekarang pun Dimas masih mempunyai rasa kagum itu ,walau iya sudah di kecewakan karena Zahra di jodohkan oleh umi Abi nya .


__ADS_2