Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
54


__ADS_3

taxi yang di tumpangi Aisha sampai di depan pagar rumah nya ,Aisha bernafas lega ,dan tak henti hentinya bersyukur kepada sang pencipta nya ,Karena dia selamat sampai rumah .


taxi itu masuk ke halaman rumah Aisha ,suasana rumah nya kini tampak sepi .


"pak bisa tunggu sebentar ,saya mau ambil uang nya di dalam ".kata Aisha saat hendak keluar dari sana .


"baik non ".jawab supir taxi itu .


Aisha keluar dari sana ,berlari kecil menuju pintu utama rumah nya .kebetulan rumah tak terkunci juga ,Aisha segera masuk .


"assalamualaikum ,Abi umi kak Fahri ".seru Aisha seraya berjalan masuk kedalam rumah nya ,namun tidak ada yang menjawab salam Aisha ,bahkan rumah begitu sepi .


"non Aisha ".seru seseorang yang tiba tiba muncul dari arah dapur .


"bik ,kemana umi dan Abi ,kenapa rumah sepi ".tanya Aisha sepontan .


pembantu itu tampak diam ,wajah nya juga tampak bingung dan sedih .


"bik ada apa ,kemana umi dan Abi ,kak Fahri juga ".tanya Aisha lagi .


"Aisha ".seru Dhea ,dari atas sana ,berlari kecil menuruni anak tangga ,Aisha yang melihat itu melakukan hal yang sama .


mereka saling berpelukan .


"sha kamu kemana aja sih ,kami semua khawatir cariin kamu ".kata Dhea dalam pelukan nya .


detik berikutnya Dhea melepas pelukan nya ,menatap mata Aisha ,kemudian memeriksa badan Aisha.


"kamu gak papa kan sha ,kamu gak ada yang luka kan ,mereka gak ngelakuin apapun sama kamu ".tanya Dhea penuh khawatir .


Aisha tampak menyipitkan matanya .


"Dhea aku gak papa ,mereka gak ngapa ngapain aku ".jawab Aisha .


"Alhamdulillah ,syukurlah sha ".seru dhea ,iya tampak begitu senang kemudian memeluk Aisha lagi .


"Dhea kemana umi ,Abi dan kak Fahri ".tanya Aisha dalam pelukannya .


tangan Dhea yang saat itu mengusap punggung Aisha sepontan berhenti ,kemudian menjauhkan pelukan nya ,memegang kedua pundak Aisha ,menatap nya dengan serius .


"ada apa Dhea ,kemana umi dan Abi ,mereka gpp kan ,kenapa kamu diam ".tanya Aisha lagi .


Dhea diam ,iya terlihat menarik nafas nya kemudian membuangnya.


"tapi kamu janji ya jangan panik ".seru Dhea mencoba menenangkan Aisha yang dirasa sudah tak tenang .


"ada apa Dhe ,apa terjadi sesuatu sam mereka ".tanya Aisha lagi ,dia tampak sudah tak tenang .


" sha sebenar nya ,sebenarnya (gelagapan bingung harus bilang apa )umi dan Abi ada di rumah sakit ,kemarin mereka mengalami kecelakaan ,saat mencari kamu ".ucap Dhea seketika ,Aisha tampak tertengun ,tatapan nya seketika kosong ,bahkan kini disana sudah tergenang air di kelopak matanya .


"apa? gak mungkin ,gak mungkin kamu bercanda kan Dhe ".kata Aisha seraya mengguncang tubuh Dhea ,bahkan kini Aisha sudah menangis .


melihat aisha sudah kehilangan kendali ,Dhea mencoba menenangkan Aisha .


"sha kamu harus tenang sha ,aku tau kamu pasti terpukul ,tapi ini semua benar benar terjadi ,ini bukan mimpi sha ".kata Dhea seraya memegang kedua pundak Aisha dan menenangkan nya ,detik berikutnya dhea memeluk tubuh Aisha yang dirasa sudah bergetar .

__ADS_1


Aisha menangis dalam pelukan Dhea ,dia tampak begitu tak percaya ,dia sangat terpukul.


"trus bagaimana keadaan umi dan Abi sekarang Dhea ,apa mereka baik baik saja ".tanya Aisha di sela tangis nya .


"kamu jangan khawatir sha ,mereka saat ini baik baik saja ,setelah kemarin melewati masa kritis "jawab Dhea ,mempererat pelukan nya ,berharap agar Aisha bisa lebih tenang .


merasakan tangis Aisah sudah lebih tenang dari tadi ,Dhea melepas pelukan nya ,memegang kedua pipi Aisah yang terbalut cadar ,menatap mata Aisah yang terlihat Basah ,Dhea menyeka sisa air mata Aisha tersebut dengan jarinya .


"udah jangan nangis lagi ,kalau gitu ,mending kita ke rumah sakit ,pasti mereka senang karena kamu sudah pulang ok ".ajak Dhea kemudian .


Aisha menatap Dhea balik ,kemudian mengangguk .


"ya udah ,kalau gitu kamu ganti baju dulu ,atau kamu mau mandi ,aku lihat baju kamu sudah kotor ".seru Dhea .


Aisha diam ,hanya anggukan saja yang di lakukan nya .detik berikutnya Aisha melangkah pergi meninggalkan Dhea disana .


"eh Dhea apa kamu pegang uang sekarang ".tanya Aisha ,berbalik .


"iya ,kenapa !".


"di depan ada taxi ,tadi belum sempat aku bayar ,pinjam uang kamu boleh ,dan tolong kasih kan ke supir taxi nya ".


"oh gitu ,ya sudah biar aku bayarin ,kamu cepat mandi ".


Aisha mengangguk "terimakasih Dhea ".


"sama sama ".jawab Dhea .


Aisha pun melanjutkan langkahnya untuk pergi ke kamar nya .melihat Aisha sudah pergi ,Dhea berjalan keluar untuk menghampiri supir taxi itu .


terlihat diluar sana ,supir taxi sudah lama menunggu .


"150 ribu non ".jawab supir itu .


Dhea merogoh saku nya ,di sana iya terlihat mengeluarkan uang pecahan 100ribu. dan kemudian memberikan nya ke taxi itu.


"ini pak ".kata Dhea .


"terimakasih non ".kata supir itu .mengambil uang itu ,dan memasukkan nya kedalam saku nya ,setelah itu dia tampak menghidupkan mesin mobil nya dan melaju pelan meninggalkan Dhea disana .


"sama sama pak ".kata Dhea kemudian dengan senyum ramah nya .


Aisha dan Dhea berjalan melewati koridor rumah sakit ,kemudian naik lift untuk menuju lantai dimana orang tua nya di rawat .


"Ting" pintu lift itu terbuka ,mereka keluar dan melewati koridor rumah sakit itu .kamar VIP ,di sanalah mereka dirawat .


terlihat di depan kamar berdiri beberapa seseorang yang pastinya tak asing lagi buat mereka berdua .


menyadari kedatangan Aisha ,Fahri yang saat itu duduk sepontan beranjak ,wajah nya tampak sedih ,detik berikutnya Fahri melangkah cepat ke arah Aisha .


"dek kamu kemana aja sih ,kami semua cariin kamu ,kami semua khawatir sama kamu ".ucap Fahri memeluk erat tubuh Aisha ,terlihat Aisha pun menangis disana ,di dekapan kakak nya ,menenggelamkan wajah nya di dada Fahri .


"maaf fin Aisha kak ,maaf fin Aisha ".seru Aisha dalam tangisnya .


Fahri melepas dekapan nya ,memegang kedua pundak Aisha ,menatap Aisha ,menyeka air mata yang menggenang di kelopak mata Aisha .

__ADS_1


"dek kamu gak salah ,kenapa kamu harus minta maaf ".ucap Fahri .


"enggak kak ,ini salah Aisha ,ini semua gara gara Aisha ,Aisha yang telah membuat umi dan Abi celaka ".tangis Aisha .


"enggak dek ,ini bukan salah kamu ,ini sudah suratan ,kamu gak boleh menyalahkan diri sendiri ".ucap Fahri lagi mencoba menenangkan rasa bersalah Aisha .


Aisha mendekap tubuh kekar Fahri ,menenggelamkan wajahnya disana menangis .


"sekarang yang terpenting kamu sudah kembali dek ,pasti umi dan Abi senang lihat kamu pulang dengan ke adaan baik baik saja .ucap Fahri kali ini dengan mengusap kepala Aisha yang di balut dengan hijab .


"bagaimana keadaan Abi dan umi kak sekarang ".kata Aisha melepas pelukan nya ,menatap wajah Fahri yang dirasa nya merasakan kesedihan yang saat ini iya alami .


tanpa ada jawaban ,Fahri menggenggam tangan Aisha dan kemudian masuk kedalam ruangan dimana orang tua nya saat ini tertidur pulas di sana .


sebelum itu mereka menggunakan baju steril kemudian masuk ,saat Aisha melihat ke arah kedua orang tua nya yang tertidur ,dengan alat oksigen yang terpasang di mulut mereka masing masing ,Aisha duduk di antara mereka ,menatap mereka secara bergantian ,Aisha terdengar sesegukan ,ia benar benar tidak bisa menahan air mata nya untuk tidak menangis .


Fahri berdiri tepat Dimana Aisha duduk ,mengusap lembut pundak Aisha ,agar Aisha bisa tabah dan menguatkan dirinya .


"kita harus banyak berdoa dek ,agar Abi dan umi cepat sadar dan sembuh ".kata Fahri .


Aisha diam masih menatap wajah mereka dengan iba ,tak kuasa menatap wajah mereka Aisha tampak menyembunyikan wajah lagi di perut kakak nya itu .menangis sejadinya disana .


rasa bersalah kini menghampiri nya kembali "maaf kan Aisha mik ,Abi ,andai Aisha tak datang ke acara itu semuanya tidak akan terjadi sampai sini ,pasti semuanya akan baik baik saja ,umi dan Abi saat ini juga ada di rumah bercanda tawa bersama Aisha dan kak Fahri ,maaf kan Aisha mik ,maafkan Aisha Abi,ini semua gara gara Aisha ".tangis Aisha disana ,rasa bersalah terus menghantui nya .


merasa puas memaki dirinya ,Aisha menatap wajah abunya yang tampak pucat itu "bi bangun bi ,bangun ,Aisha sudah pulang bi ,Aisha pulang dengan selamat ,Aisha kangen suara Abi ,bangun bi ".seru Aisha seraya menggenggam tangan Atha ,menyatukan jari miliknya ke sela sela jari milik Atha ,Aisha juga tampak menciumi punggung tangan Atha .


setelah mencoba ,kini Aisha mencoba membangunkan umi nya ,meski itu mustahil baginya .


Aisha melakukan hal yang sama , menggenggam tangan umi nya ,menciuminya ,menempelkan nya ke pipi nya .


"mik ,Aisha pulang umi kapan bangun ,Aisha kangen bercanda sama umi ,bangun mik ".kata Aisha dan tangisan nya pun kini pecah ,iya benar benar tak kuasa melihat mereka yan tak merespon sama sekali .


"dek yang sabar ,kita harus sabar ,kita cukup berdoa agar umi dan Abi secepatnya sadar ,dan tahu kalau kamu sudah kembali ".seru Fahri menguatkan ,meski perasaan nya juga sama sakitnya melihat orang tua nya hanya tertidur disana .


"mending kita keluar dari sini ,biarkan umi dan Abi istirahat ok ".ajak Fahri kemudian menatap wajah mereka bergantian .


Aisha melakukan hal yang sama ,setelah merasa puas ,iya mengangguk .


Fahri merangkul pundak Aisha ,dan membawa Aisha keluar dari sana ,meski terlihat jelas dari matanya ,iya tampak berat meninggalkan mereka disana .


"udah yuk ".kata Fahri lagi ,saat Aisah berhenti dan menoleh ke arah kedua orang tuanya .


merekapun keluar dari ruangan kedua orang tuanya .


saat tepat keluar dari pintu itu ,Aisha baru menyadari bahwa ternyata disana sudah ayah nya ,dan terlihat disana juga ada fazal .


Aisha menatap fazal sebentar ,kemudian menangkupkan kedua tangan nya ke arah fazal dan mengangguk ,fazal juga melihat ke arah Aisha kemudian tersenyum kepada Aisha .


detik berikutnya Aisha melangkah ke arah Dimas ,dan memeluknya menangis ,ya itulah yang hanya bisa Aisha lakukan sekarang .


"kamu yang sabar ya sayang ,umi sama Abi pasti sembuh ,mereka juga pasti senang melihat kamu sudah kembali dengan sehat ".kata Dimas ,mengusap lembut pundak Aisha .


Aisha menjauh melepas pelukannya menatap wajah ayah nya ,kemudian mengangguk tegar ,meski tau itu hanya pura pura tegar .


"ayah yakin kamu putri ayah yang kuat ,kamu gak boleh lemah ok ".kata Dimas memegang kedua pipi Aisha ,menatap matanya yang terlihat membengkak itu .

__ADS_1


☘️HAY MAAF MENGHILANG DARI KEMARIN GAK BISA UP ,KARENA SAKIT, HABIS SUNTIK ITU ,DAN DI TAMBAH MASALAH KU DI DUNIA KU SEBENAR NYA ,KALIAN YANG MAU BERTEMAN DENGAN AKU ,AKU BUTUH TEMAN CURHAT 😁☘️


NEXT CHAPTER YA DI TUNGGU 🤗


__ADS_2