Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
76


__ADS_3

di perjalan mereka tampak diam ,tidak ada pembicaraan tentang kabar kehamilan Zahra ,Dimas juga tampak diam ,dia hanya bisa mencuri curi pandang ke Zahra lewat kaca mobil .


sesampai nya di rumah Zahra ,mereka berdua langsung membawa Zahra masuk .


"Dimas ,kamu balik aja duluan ,kita masih mau urus Zahra dulu ,biar kita nanti pulang nya jalan kaki ".kata putri setelah keluar dari mobil nya .


Dimas hanya bisa mengangguk karena jika membantah itu hal percuma ,karena perempuan di hadapan nya bakalan tidak mengizinkan nya.


"baiklah ".jawab Dimas kecewa .


putri pun masuk menyusul Zahra dan Dinda .


Dinda menyuruh Zahra agar berbaring di kamar nya .


sebelum tidur jangan lupa minum vitamin dari dokter tadi ya ,biar kandungan kamu sehat ".pinta Dinda kemudia. namun tak ada jawaban dari Zahra .


"mending cadar nya di lepas ,lagian disini tidak ada siapa siapa ,cuman mbak putri sama aku ".kata Dinda kemudian ,membantu mencopot cadar Zahra .


melihat Zahra hanya diam saja mereka berdua jadi saling lempar pertanyaan dengan isyarat mata mereka .


"Zahra ,kenapa kamu diam saja dari tadi ,apa kamu gak senang dengan kabar kehamilan kamu ".tanya putri hati hati dan lembut ,takut Zahra sakit hati .


Zahra masih diam ,mata nya mulai berkaca kaca lagi ,pandangan nya juga kosong .


"Zahra ,mending kamu cerita sama kita berdua sekarang ,karena gak baik kalau kamu memendam masalah kamu sendiri ,apa lagi kamu sedang mengandung ,kamu harus ingat kata dokter tadi ,ibu hamil gak boleh banyak fikiran ".kata Dinda kemudia. membujuk .


air mata itu perlahan menetes membasahi pipi Zahra kembali ,mata nya juga tidak mau menatap ke arah mereka .


"Zahra bingung mbak ,haruskah Zahra senang atau sedih dengan kehamilan Zahra ".kata Zahra lirih dan hampir tidak terdengar oleh mereka .


"kenapa begitu Zahra ,kamu harus bersyukur dengan kehamilan kamu ,karena di luar sana masih banyak pasangan terutama wanita nya yang ingin segera di beri momongan ".kata Dinda lagi .


"Zahra gak tau kak ,Zahra bingung harus gimana selanjutnya hidup Zahra ".kata Zahra kini tangisan nya semakin menjadi .


putri yang melihat itu langsung memeluk Zahra ,iya benar benar tak tega melihat Zahra seperti ini ,apa lagi ini untuk pertama kali nya .


"ada apa Zahra ,cerita lah biar kami tau apa yang kamu rasakan saat ini ,sehingga kamu jadi seperti ini " bujuk putri mencoba menenangkan hati Zahra .

__ADS_1


"Zahra bingung harus cerita mulai dari mana mbak ,Zahra juga takut karena ini masalah suami Zahra ,ini aib suami Zahra ".kata Zahra dengan Tangis nya.


"kamu gak perlu takut Zahra ,cuman kita berdua saja ,dan kita janji tidak akan membocorkan nya kesiapa siapa ".bujuk putri lagi .


"sebenarnya ini juga salah Zahra mbak ,karena Zahra tidak jujur mulai dari awal ,hingga suami Zahra memilih untuk selingkuh dengan mantan pacar nya ".kata Zahra kemudian kini tangis nya semakin menjadi ,dan pastinya mengingat waktu malam itu .


"ya Allah zahra ,benarkah suami kamu selingkuh ,apa kamu tidak bertanya baik baik kepada nya ".


"Zahra melihat dengan mata kepala Zahra sendiri mbak waktu itu ".kata Zahra tak kuasa .


"jadi kamu melihat nya langsung ".tanya dinda sedikit kaget .


"iya mbak ,dan Zahra bingung kenapa disaat seperti ini ,Zahra harus mengandung benih mas Atha di rahim Zahra ".kata Zahra tak sadar dengan ucapan nya tadi .


"astaghfirullah Zahra ,kamu gak boleh bilang gitu ,ini sudah kehendak Allah ,dan ini juga petunjuk jika kalian tidak boleh berpisah ".kata putri mengingatkan .


"tapi Zahra takut suami Zahra tidak menerima kehadiran anak yang ada di kandungan Zahra mbak ".


"Zahra ,kamu tidak sendiri ,disini masih ada mbak putri dan mbak Dinda yang jagain kamu ,yang akan membantu kamu ".kata putri lagi .


"tapi mbak ,mungkin untuk sementara ini ,Zahra tak ingin umi sama Abi tau tentang kabar kehamilan aku dulu ,aku masih butuh waktu mbak ".kata Zahra tiba tiba .


"kenapa Zahra ".tanya putri .


"Zahra masih belum siap mbak ,dan Zahra juga tidak akan memberi tahu mas Atha dulu dengan kabar ini ".


"baiklah ,apapun keputusan kamu ,ingat jangan pernah lupa untuk berdoa agar kamu di beri kesehatan sama bayi dalam kandungan kamu ,dan jika kamu tidak ingin memberitahu suami kamu ,biar kami berdua menjaga kamu untuk sementara ini ,jadi jangan sungkan sungkan ke kita berdua jika kamu ingin apa apa ".kata dinda kemudian .


"terimakasih Mbak ,mbak Dinda dan mbak putri membantu Zahra ".kata Zahra bersyukur .


"sama sama Zahra ".


"kamu tenang saja Zahra disini juga ada aku yang akan jaga kamu dan anak kamu ".ucap seseorang tiba tiba ,sepontan mereka kaget saat tau siapa pemilik suara itu .


"Dimas ,sejak kapan kamu ada di situ ".sepontan putri.


"sejak pertama kalian membicarakan masalah Zahra ".

__ADS_1


"jadi kamu dengar semuanya ".tanya Dinda wajah nya terlihat kesal .


"iya ,dan aku gak nyangka Maslah seperti ini kalian enggan untuk bercerita sama aku ,kalian anggap apa aku ".kata Dimas wajah nya tampak memerah .


"dasar tukang kuping ,kan aku sudah suruh kamu pulang tadi ".kata putri kesal .


"aku gak perduli kalian berdua mau marahin aku kayak apa ,yang terpenting saat ini bagi ku adalah Zahra ,kalian berdua kan tau bagaimana perasaan aku ke Zahra ".kata Dimas suaranya mulai meninggi .


"bukan gitu maksud kita Dimas ,kamu kan tau Zahra sudah menikah ".kata Dinda mencoba menenangkan emosi Dimas .


"aku tahu Zahra sudah menikah ,tapi kalian dengar kan tadi ,dia di selingkuhi oleh suami nya ,dan di saat Zahra seperti ini suami nya malah tidak ada di samping nya ,suami macam apa dia ".kata Dimas .


"sabar dim ,kamu sama saja menghina suami Zahra di depan Zahra ".kata putri mengingatkan.


"aku gak perduli itu ,dan aku akan samperin itu laki laki tak bersyukur ,berani berani nya dia selingkuhi perempuan sebaik Zahra ".kata Dimas penuh dengan amarah .


"cukup ".kata Zahra terdengar nyaring ,dan mereka langsung diam ,mereka menatap ke arah zahra yang menunduk kan kepala nya ,tangan nya juga menutupi wajah nya dengan selimut nya .


"Zahra mohon sama kak Dimas ,tolong jangan samperin suami Zahra ,karena Zahra tak ingin semua nya semakin menjadi rumit jika kakak ikut campur urusan Zahra ".pinta Zahra .


"tapi Zahra ".kata Dimas namun segera terpotong dengan ucapan Zahra .


"Zahra mohon kak ,biar kan semua ini menjadi Maslah Zahra dan suami Zahra ,kak Dimas jangan ikut ikut ,jika kakak mau melindungi Zahra ,silahkan tapi Zahra minta jangan pernah kakak ikut campur urusan Zahra Sama suami Zahra ".kata Zahra berharap dimas mau mendengarkan permintaan nya .


Dimas terdiam ,mendengar permintaan Zahra yang terdengar memohon itu ,Dimas jadi merasa bersalah ,dan Dimas mengerti betapa Zahra sangat mencintai suami nya itu .


"baiklah ,jika itu yang kamu mau ,tapi izinkan kakak untuk menjaga kamu sampai kamu bisa naikkan lagi sama suami kamu ".


"terserah kakak " jawab Zahra .


suasana pun menjadi hening ,Dinda dan putri saling melempar pandangan.


"ya sudah mending kamu kembali dulu ke pesantren ,biarkan Zahra istirahat ".suruh putri mengusir .


"kalau gitu aku permisi dulu ,kalian jagalah Zahra baik baik , assalamualaikum".kata Dimas kemudian ,pergi meninggalkan mereka .


"wa'alaikumussalam".jawab mereka bersamaan .

__ADS_1


__ADS_2