Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
32


__ADS_3

meliahat Zahra yang akan pergi dari restoran itu ,Atha dengan cepat buru buru pamit juga untuk segera kembali ke kantornya .


"eh temen temen sori ya ,gueh harus pamit dulu ,soal nya gueh lupa kalaw hari ini gueh ada meeting dengan Klein ".kata Atha terlihat terburu buru .


"buru buru amat tha ".sela Dito


"sorry dit gueh bener bener ada meeting hari ini ,dan sebagai gantinya biar makanan kalian aku yang bayar".kata Atha lagi seraya mengambil uang cash di dompet nya dan menaruh nya di meja restoran itu .tanpa menghiraukan mereka bertiga Atha main cabut aja .


"kenapa sih tuh anak ,dari tadi aneh banget ".kata Arga kemudian .


"biarin saja ,mungkin dia benar benar sibuk". sela Raka membela Atha ,dan sebenarnya tau kenapa Atha buru buru cabut dari mereka .


mereka bertiga pun melanjutkan makan nya ,dan tak menghiraukan Atha ,yang sudah hilang dari pandangan mereka .


 


Atha terlihat terburu buru dengan langkah nya ,iya benar benar tak ingin kehilangan jejak istri yang mulai iya cintai itu .


 


Atha terus memperhatikan Zahra yang asik berjalan dan mengobrol dengan Fikri ,hati nya begitu semakin terbakar cemburu melihat mereka begitu akrab .


kantor masih tampak begitu sepi kariyawan ,karena mereka masih tampak menikamati makan siang mereka di kantin kantor dan juga restoran terdekat .


saat Zahra hendak masuk ke dalam ruangan nya ,tiba tiba dari arah belakang ada yang menarik tangan Zahra ,Zahra sepontan memutar tangan orang itu dan menatk nya keblakan ,dan orang itu langsung merintih kesakitan .


"Aw...AW sakit ".kata orang itu


"mas Atha ".kata Zahra dengan segera melepas tangan Atha .

__ADS_1


"kamu kok kasar banget sih ".kata Atha dengan mengelus tangan nya yang sakit .


"maaf mas Zahra reflek,Zahra juga gak lihat kalau itu mas ".kata Zahra merasa tidak enak hati .


"udah itu gak penting ,kamu sekarang ikut aku ".kata Atha seraya menarik tangan Zahra dengan sedikit kasar ,langkah Zahra yang kecil itu ,kewalahan saatengikuti langkah Atha yang panjang itu .Atha menarik Zahra dan membawa nya masuk kedalam life khusus presider .


dan melihat keadaan terlihat sepi ,Atha kembali menarik tangan Zahra keluar dari life dan membawa nya ke ruangan nya .


Atha menyuruh Zahra yang terlihat ngos ngosan itu untuk duduk di sofa .sesaat diam mengatur nafas dan kata kata yang ingin iya ucapkan ke Zahra .


Zahra yang melihat Atha bersikap aneh hanya bisa menatap ke arah suaminya itu ,iya benar benar tak mengerti dengan perubahan sikap suaminya itu kepadanya .sikap nya yang berbalik 180° itu membuatnya nya jadi berfikir apakah dirinya melakukan kesalahan terhadap nya .


Atha mendekati Zahra yang terlihat tenang duduk di sofa ,kemudian duduk di hadapan Zahra.


"aku minta maaf".kata Atha kemudian seraya memegang tangan Zahra dengan lembut .Zahra yang mendengar Atha meminta maaf semakin bingung .


"tapi kenapa di saat aku mulai bisa mencinta kamu ,kamu malah jalan dengan laki laki lain kenapa ".kata Atha kini suara nya jadi meninggi dan mengguncang tubuh Zahra .


Zahra semakin tidak mengerti dengan ucapan suaminya itu ,karena baru saja dia minta maaf ,tapi kini malah bersikap lebih kasar lagi .Zahra hanya bisa diam karena iya benar benar tidak mengerti ,dan yang di maksud berselingkuh ,Zahra juga tak merasa melakukan nya .


"kenapa kamu diam ,kenapa? ".sentak Atha suara nya semakin meninggi .membuat Zahra semakin takut untuk menatap wajah Atha .


"kamu tatap aku ,jangan merunduk saja ,bukan kah kamu sendiri yang bilang akan menunggu ku sampai aku mempunyai rasa cinta dan menerima adanya pernikahan kita ,tapi apa !,di saat aku benar benar memutuskan akan menerima pernikahan ini kamu malah berselingkuh dengan kariyawan ku sendiri ,dan dengan terang terangan kamu melakukan nya di depan umum ".kata Atha


"mas Atha dengar dulu ,mungkin mas Atha salah faham ".kata Zahra kemudian ,mencoba menenangkan Atha yang sudah tersulut emosi ."


"salah faham kamu bilang ".dengus Atha ,dan tanpa di sadari oleh akal fikiran atha ,tiba tiba Atha menarik cadar Zahra hingga terlepas dan mencium paksa bibir Zahra yang terlihat natural dan polos itu


Zahra yang belum ada persiapan apapun dan belum berpengalaman dengan ciuman ,Zahra mencoba menolak ciuman Atha yang terasa memaksa itu .Atha terus mencium bibir Zahra ,iya tak memberi celah zahra untuk bicara ,kedua tangan Zahra terlihat mencoba menjauhkan dan melepaskan ciuman itu ,tapi semakin dia membrontak ,Atha semakin mengeratkan dan terus ******* bibir Zahra dengan kasar ,Zahra terlihat kehabisan nafas dengan ciuman yang di lakukan Atha itu ,hingga tak terasa air mata Zahra pun menetes di sudut kelopak matanya .suami nya benar benar sudah di kuasa i oleh amarah nya .

__ADS_1


saat merasakan Zahra tak memberontak lagi ,dan Atha juga melihat air mata Zahra yang menetes di sudut mata nya ,Atha mulai merengangkan ciuman nya ,namun tangan Atha masih ada di antara wajah Zahra .


"maafkan aku ".kata Atha kemudian yang tak kuasa melihat Zahra menangis .


bukan karena Zahra tak ingin memberi ciuman untuk suaminya itu ,tapi Zahra merasa harga dirinya begitu rendah saat suaminya sendiri mencium paksa dirinya dan melakukan nya dengan kasar, apalagi itu adalah ciuman pertamanya .


"mas Atha salah faham sama Zahra ,jika mas Atha tadi melihat Zahra sedang jalan berdua di lobi ,itu hanya kebetulan saja ,sebenarnya kita tidak berdua ,Zahra dan temen satu ruangan Zahra tadi ke restoran terdekat kantor ,namun mereka malah ada urusan yang benar benar harus di urus saat itu ,karena aku hanya berdua sama kak Fikri ,Zahra memutuskan untuk kembali ke kantor,Zahra juga berfikir jika dilihat orang sersa tak pantas ,apalagi Zahra tau ,kalau Zahra Sudah mempunyai suami .


"jelas Zahra mencoba menjelaskan kesalah fahaman Atha itu. Atha yang mendengar Zahra menjelaskan kronologi nya ,hanya bisa diam sesekali iya terlihat menahan air mata yang akan jatuh dari kelopak matanya .dan tak bisa berkata apa apa lagi Atha langsung memeluk Zahra .dan untuk pertama kalinya mereka terlihat saling membalas pelukan itu.


"maaf kan aku ,aku benar benar laki laki tidak berguna ,aku selalu mendahulukan emosi ku dulu ,tanpa mau mendengarkan penjelasan dari istriku ".kata Atha seraya mempererat pelukan nya ke Zahra.


"gak papa mas, Zahra mengerti dengan semua yang telah terjadi ,jadikan ini untuk pembelajaran buat mas Atha dan Zahra kedepan nya".kata Zahra terlihat mengelus punggung milik Atha dengan tanggan.


"terimakasih ,kamu sudah memaafkan aku ".kata Atha kemudian .Zahra mencoba melepas pelukan erat Atha itu ,terlihat tangan Zahra sedang memegang wajah Atha itu itu ,dan pandangan mereka saling bertemu ,Zahra menatap mata Atha itu ,iya mencoba mencari kebenaran ,


"Zahra sudah memaafkan mas Atha ,dan mas Atha tidak salah ,yang salah adalah Zahra andai Zahra tak membuat mas Atha cemburu dan salah faham ,semuanya tidak akan begini ".kata Zahra menyalahkan diri sendiri .mendengar Zahra sudah memaafkan nya ,Atha kembali memeluk zahra,Zahra juga terlihat membalas pelukan suaminya itu .


"terimakasih ,aku janji ,aku tidak akan melakukan hal seperti itu lagi ".kata Atha kemudian melepas pelukan nya ,terlihat tangan Atha membelai lembut wajah Zahra yang putih mulus itu. terima kasih ,kamu sudah mau hadir di hidupku "kata Atha kemudian.


"sama sama mas"jawab Zahra di sertai senyum di bibir nya


"terimakasih".kata Atha kemudian


"sama sama mas ,".jawab Zahra .


Atha pun kembali memeluk Zahra .


☘️maaf ya jika ada kata kata yang tidak pantas ☺️🙏☘️

__ADS_1


__ADS_2