Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
49


__ADS_3

 


jarak kota A ke kota D membutuhkan waktu sekitar 4 jam ,dengan cara mengemudi Zahra yang begitu ngebut mereka bisa sampai lebih awal .


 


sesampainya di depan rumah yoga ,yoga terlihat lansung turun dari mobil Zahra dan berlari ke dalam rumahnya iya begitu khawatir dengan ke adaan ayah nya ,kemudian Zahra terlihat menyusul dengan terburu buru juga .


" yoga".kata Wulan setelah melihat yoga datang ,iya juga langsung memeluk yoga dan menangis .


"gimana keadaan ayah Bu" tanya yoga melepas pelukan ibu nya dan menghampiri ayah nya yang terbaring lemah di atas kasur kecil ,wajah nya juga babak belur wajahnya putih pucat .


"begitulah keadaan ayah kamu nak ,ibu sangat bingung ,ibu harus bagaimana ".kata Wulan di Sertai tangis nya .


"ibu tenang saja ,kita bawa ayah ke rumah sakit saja".usul yoga.


"tapi nak kita gak punya uang ".kata Wulan


"assalamualaikum".salam Zahra .


"wa'alaikumussalam".jawab Wulan sedikit bingung dengan perempuan bercadar di hadapan nya .


"siapa ini nak ".tanya Wulan kepada yoga iya juga terlihat menyeka air mata yang membasah i pipi nya itu .


Zahra yang melihat keadaan Wulan yang begitu kurus dan tak terurus itu merasa iba dan langsung memeluk Wulan .


"siapa kamu nak".tanya Wulan ,karena pertanyaan nya tadi tak di jawab oleh yoga .


"aku Zahra bude ,keponakan bude ".kata Zahra kemudian merenggangkan pelukan nya .


"Zahra ,benarkah itu kamu nak ".kata Wulan tak percaya ,gadis kecil yang manja dulu kini tumbuh dewasa ,dan memeluk nya lagi .


"iya bude ,Zahra kangen sama bude ".kata Zahra .


"bude juga nak ,kenapa kamu baru muncul setelah beberapa tahun nak ,bude sangat mengkhawatirkan mu".


"maaf bude ,gimana ke adaan paman bude ".kata Zahra mencoba mengalihkan pembicaraan.


"oh iya ,paman dari tadi malam gak bangun nak ,dan badan nya juga panas dingin ,bude bingung mau berbuat apa".

__ADS_1


"kenapa gak bude bawa ke rumah sakit ,kasihan paman bude ".kata Zahra sesekali melihat ke arah Santoso


"pengen nya gitu nak ,tapi bude udah gak punya uang ".kata Wulan kini wajahnya semakin murung .


"ya sudah gimana sekarang kalau kita bawa paman ke rumah sakit ".kata Zahra kemudian .


"tapi nak ".


"gak papa bude ,soal biaya ing sha Allah Zahra ada ,bude jangan khawatir ya ".kata mencoba menenangkan kekhawatiran Wulan .mendengar keponakan nya berucap seperti itu Wulan terlihat mengangguk dan mencoba menenangkan pikiran nya .


yoga dan Zahra terlihat membantu Santoso ,membopong badan Santoso menuju ke mobil Zahra ,Wulan terlihat menyiapkan beberpa keperluan yang untuk di bawa ke rumah sakit .


"itu mobil kamu nak ".tanya Wulan saat sudah ada di depan rumah nya.


"iya bude tolong bukakan pintu belakang ".kata Zahra yang menahan rasa berat di pundak nya .


Wulan pun segera membuka pintu mobil nya dan masuk kedalam .setelah semuanya sudah siap Zahra segera masuk kedalam mobil duduk di kursi pengemudi sedangkan yoga duduk di sebelah Zahra .


"udah siap ".tanya Zahra kemudian .


"sudah nak ".jawan Wulan .


rumah sakit itu tepat berada di pinggiran kota ,jarak yang di tempuh juga tak memakan waktu yang banyak ,dan mereka kini sudah sampai di depan gedung rumah sakit itu .


"biar aku panggil petugas dulu".kata yoga segera turun dan berlari ke dalam .Zahra juga terlihat turun ,kemudian menghampiri Wulan di belakang ,tak lama kemudian yoga datang dengan beberapa perawat ,mereka membantu Santoso untuk keluar dari mobil Zahra ,kemudian menaruhnya di ranjang pasien .mereka pun mendorong ranjang itu membawa nya ke ruang IGD rumah sakit itu untuk melakukan pemeriksaan .


mereka bertiga menunggu di luar ruangan .terlihat jelas raut wajah Wulan sangat lah khawatir .


"bude tenang ya ,paman pasti baik baik saja kok ".kata Zahra mencoba menenangkan kegelisahan Wulan seraya mengelus lembut pundak Wulan .Wulan terlihat mengangguk saja .Zahra mengajak Wulan untuk duduk di kursi rumah sakit itu ,lagi lagi iya terlihat mencoba menenangkan Wulan .


"bude sebenarnya apa yang telah terjadi ,kenapa paman bisa di pukuli ".tanya Zahra yang masih penasaran .


"paman mu sebenarnya mempunyai utang piutang nak ".kata Wulan yang malu hendak menceritakan hal ini kepada Zahra .


"trus ,cobalah bude cerita sama Zahra ,mungkin Zahra bisa bantu ".kata Zahra .


"sebenarnya ini kesalahan paman di masalalu nak ,ini juga menyangkut kamu ,bude malu untuk menceritakan nya sama kamu ".kata Wulan sungkan .


"gak papa bude ,Wulan bisa mengerti kok ,sekarang bude cerita sama Zahra ,gak usah malu ".kata Zahra iya terlihat mengukir senyum di balik cadarnya ,terlihat saat mata nya menyipit .

__ADS_1


Wulan pun mencoba menceritakan semua yang telah terjadi peristiwa 7 tahun lalu ,namun satu yang belum Wulan ceritakan yaitu peristiwa kematian kedua orang tua Zahra.


"memang paman punya utang berapa bude ".tanya Zahra kemudian .


"paman punya hutang 60 juta nak ,itupun dengan bunga nya,jika paman tidak segera membayarnya hutang itu akan semakin bertambah karena bunga nya".kata Wulan iya merasa begitu malu .


"apakah bude tau rumah orang itu ".tanya Zahra .


"setahu bude pak Lukas sudah pindah ke kota ,iya sekarang tinggal bersama anak nya ,kenapa kamu tanya hal itu nak ".kata Wulan kemudian .


"gak papa bude ,bude tenang ya ,Zahra akan mengurus semua nya ,bagaimana pun ini juga salah Zahra ,keluarga bude jadi terjerat masalah utang piutang dengan pak Lukas itu ".


"enggak nak ini bukan salah kamu ,ini murni kesalahan paman dan bude ,andai paman kamu tidak terobsesi dengan menjodohkan mu ke pak Lukas dan tidak menerima uang pemberian nya semua ini tidak akan pernah terjadi".


"gak papa bude ,semuanya sudah terjadi ,sekarang bolehkah Zahra mintak alamat beliau yang sekarang ,Zahra ingin bertemu dengan nya ".kata Zahra membuat Wulan dan yoga terlihat kaget .


"kamu mau ngapain nak bertemu dengan pak Lukas ,dia orang yang sangat kejam nak ,ibu takut terjadi apa apa dengan kamu " kata Wulan mencoba mencegah niat Zahra .


"iya Zahra ,kamu mau ngapain bertemu dengan pak Lukas ".timpal yoga ,juga ingin mencegah niat Zahra .


"gak papa kak yoga ,Zahra akan pergi sama kakak kok ,jadi bude tidak usah khawatir jika masalah ini tidak segera di selesaikan semuanya akan semakin rumit ".kata Zahra yang terlihat tenang dengan rencana nya .yoga dan Wulan terlihat saling pandang ,mereka sama sama mengkhawatirkan Zahra .


"dan satu lagi Maslah ini jangan samapi paman tau dulu ,dan jangan bilang Zahra yang melakukan nya ,Zahra masih tidak ingin paman tau kalau bude sama kak yoga sudah bertemu dengan Zahra ".kata Zahra kemudian .


"kenapa nak ".tanya Wulan penasaran .


"gak papa bude ,Zahra masih tidak ingin saja paman tau Zahra yang sekarang ".kata Zahra .


mereka terlihat mengangguk mengerti .


"ya sudah kak temenin Zahra ke rumah pak Lukas sekarang ya ,dan bude tunggu disini jaga paman sampai dia sadar ya ,bude gak usah khawatir Rin Zahra ".kata Zahra kemudian berdiri dari duduk nya .


"iya nak ,kamu hati hati ,bude gak mau terjadi apa apa sama kamu ,yoga tolong jaga Zahra ya ".kata Wulan yang masih tidak bisa merelakan keputusan Zahra untuk bertemu dengan pak Lukas ,apalagi Zahra tidak tau sifat asli dari pak Lukas .


"iya Bu ".jawab yoga dengan yakin .


"ya sudah Zahra brangkat dulu Sam kak yoga ,yuk Kak yoga ".kata Zahra kemudian .


"assalamualaikum".salam Zahra sebelum meninggalkan Wulan dan tak lupa mencium punggung tangan kanan Wulan di ikuti yoga juga .

__ADS_1


"wa'alaikumussalam,hati hati di jalan nak ".jawab Wulan .Zahra dan yoga terlihat mengangguk dan tersenyum kemudian pergi meninggalkan Wulan sendiri .


__ADS_2