
sesampainya di rumah sakit ,Lisa ,Ika ,Abi ,Dinda dan putri langsung menuju ke ruangan Zahra berada ,mereka juga tidak lupa membawa Fahri dan aisyah .
"assalamualaikum".salam mereka seraya membuka pintu ruang ICU itu .
umi Ika yang melihat Zahra sedang duduk bersandar di ranjangnya langsung memeluk Zahra .
"sayang umi kangen sama kamu nak ,umi sangat mengkhawatirkan kamu ,umi takut kehilangan kamu sayang ".kata umi Ika di sela memeluk Zahra ,iya juga tampak menangis bahagia .
"maafin Zahra umi sudah membuat umi dan Abi khawatir dan merepotkan umi ".kata Zahra .
"kamu tidak pernah merepotkan umi dan Abi nak ,kamu putri umi dan Abi yang baik ,apapun kesulitan kamu umi berharap jangan lakukan ini lagi sayang ,ini sangatlah berbahaya buat kamu ".kata umi Ika .
"iya umi ,terimakasih umi dan Abi sudah melakukan banyak hal buat Zahra ".kata Zahra lagi .
"Zahra sayang ".kata mama Lisa kali ini ,iya juga tampak berbinar binar ,ada air mata yang sudah siap menetes di sudut mata Lisa ,terharu melihat Zahra sudah kembali lagi .
"mama".kata Zahra tersenyum .umi Ika mengerti dan minggir dari hadapan Zahra dan kini Lisa langsung memeluk menantu kesayangan nya itu ,iya juga tampak mencium kening Zahra ,iya benar benar bahagia melihat Zahra sudah kembali seperti dulu lagi .
"Zahra ,mama juga kangen sama kamu nak ,maafin mama nak,sebagai orang tua suami mu mama minta maaf atas perbuatan suami kamu yang sudaha menyakiti hati kamu ,membuat kamu kecewa ,dan mama janji setelah ini ,kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali nak ".kata Lisa menyakinkan menantunya .
"mama gak salah kok ,disini yang salah adalah Zahra ,jadi mama tidak perlu minta maaf sama Zahra ya".kata Zahra .
disaat mereka sedang berpelukan melepas rindu ,tiba tiba Asiyah menangis di dalam gendongan putri .putri tampak menenangkan nya dengan memberi susu formula biasa nya ,namun Aisya tidak mau diam .
"mbak bisa berikan Aisyah kepada Zahra ".pinta Zahra ,iya juga tampak tersenyum melihat kedua bayi nya yang lahir dengan selamat dan kini sudah bertumbuh .
putri mendekat dan perlahan memberikan Aisya ke dalam gendongan Zahra ,namun entah kenapa seketika Aisya terdiam dari tangisan nya ,iya juga tampak tersenyum ke arah zahra ,membuat Zahra semakin bahagia .
"mungkin Aisya sudah kangen sama ibu nya ,lihat lah dia langsung diam setelah ibunya menggendong nya ".kata Abi kali ini .
untuk pertama kali nya Zahra menggendong Aisya ,Atha yang melihat itu juga tampak senang dan bahagia ,putrinya Aisyah begitu lucu dan menggemaskan ,tak mau kalah ,terlihat Atha juga mengambil alih menggendong Fahri .
"mbak saya mau gendong Fahri ".kata Atha kepada Dinda ,dengan senang hati pun Dinda memberikan Fahri ke atha .
namun saat itu juga Fahri tampak menangis seketika .
__ADS_1
"u cup cup cup sayang ,ini ayah nak ".kata Atha mencoba menenangkan Fahri seraya mengayunkan gendongan nya .
mereka yang ada di ruang Ngan itu tampak tertawa kecil melihat Atha .
"mungkin dia lapar sayang ".kata Atha kepada istri nya .
"masak sih ".jawab Zahra menggoda suaminya .karena Atha juga terlihat kaku saat menggendong Fahri
"tok tok tok permisi ".suara ketokan pintu saat
di lihat nya di ambang pintu itu adalah suster .
"silahkan masuk sus ".kata mama Lisa .
suster itupun masuk .
"maaf pak buk ,Bu Zahra nya akan di pindah ke ruangan ibu nifas ".kata suster itu kemudian .
"oh baik sus ,kami minta kamar VIP ya sus ".kata Atha sepontan .
"baik pak ".kata suster itu ,kemudian pergi meninggalkan mereka lagi .
setelah di rawat intensif ,akhirnya hari ini Zahra di perbolehkan pulang .
walaupun sudah di izinkan pulang dokter juga berpesan agar Zahra tidak terlalu kecapean ,dan mengingatkan juga agar Zahra tidak boleh banyak fikiran .
Zahra pulang ke rumah nya sendiri ,rumah sederhana yang menurutnya nyaman dan aman baginya ,pastinya Atha ikut ,karena Atha menuruti apapun kemauan istrinya ,jika itu yang terbaik untuk Zahra .
setelah dapat kabar di perbolehkan nya Zahra pulang ,Atha menyuruh bi Darmi untuk membereskan beberapa pakaian nya dan barang barang yang di butuhkan nya dan menyuruh sekertaris Rey mengantarnya ke rumah Zahra .
Zahra terlihat di bantu oleh Atha mendorong kursi roda nya dan membawanya ke lobi rumah sakit ,di bawah juga sudah tampak Dimas yang menjemput mereka berdua .
sesampai nya di rumah Zahra ,disana sudah tampak umi ,Abi dan putrinya nazwa kakak nya Zahra ,ada mama Lisa ,Aira dan suami nya ,ada Rey ,putri dan Dinda pastinya .
mereka sengaja berkumpul disana untuk menyambut kedatangan Zahra .
__ADS_1
mobil atha sampai di depan rumah Zahra .
Atha pun langsung turun membukakan pintu mobil buat Zahra dan sedikit membantu Zahra untuk membawanya masuk kedalam rumah nya .sedangkan Dimas mengambil tas Zahra yang tadi di taroh di bagasi .
"assalamualaikum".salam Zahra dan Atha .
"wa'alaikumussalam".jawab mereka ,mereka tampak tersenyum melihat Zahra sudah semakin membaik kembali .
Zahra juga tampak tersenyum bahagia ,karena orang orang yang iya sayangi berkumpul di rumah nya ,menyambut kedatangan nya .
"sini sayang mama bantu ".kata Lisa perhatian .
"terimakasih ma ".kata Zahra
"iya sayang ".kata Lisa lagi ,kemudian .
suasana dalam rumah itupun tampak ramai dan penuh kebahagian .bercanda tertawa bersama .
dan berkat berkumpul dengan keluarga bos nya Rey menemukan seorang perempuan yang bisa membuat hati nya goyah siapa kah itu .
ya sejak Rey datang ke rumah istri bos nya ,Rey tak sengaja melihat putri sedang sibuk mempersiapkan makanan di meja untuk keluarga besar .
pandangan Rey tak lepas melihat ke arah putri ,yang memang terlihat cuek ,karena putri tidak kenal dengan Rey ,namun putri sadar kalau dirinya sedang di perhatikan oleh Rey .
"lagi liatin apa mas Rey ".kata Aira kepada Rey .
"eh mbak Aira ,gak ada mbak ".kata Rey malu dan membuang pandangan nya itu.
"cie mas Rey lagi jatuh cinta ya ".goda Aira yang memang dari tadi menyadari Rey terus memperhatikan putri .
"mbak Aira bisa aja ".kata Rey tersipu malu .
"Udah mas jangan lama lama ,gas sebelum ada yang punya ".kata Aira bercanda .
"mbak Aira bisa aja ,saya jadi malu ".kata Rey malu malu seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu .
__ADS_1
"gak usah malu mas Rey ,kalau mas Rey merasa cocok cepet cepet di Pepet biar gak di ambil orang ,nanti nyesel loh ".goda Aira lagi .
Rey hanya tersenyum salting saja .