
8 bulan 2 Minggu ,itu umur kandungan Zahra saat ini ,dan kurang satu bulan lagi di akan melahirkan anak kembar nya ,yang di perkirakan mereka berjenis laki laki dan perempuan .
Zahra juga sudah mengecek kandungan nya saat masih 7 bulan kemarin dan dokter mengatakan bahwa anak yang ada di dalam kandungan Zahra kembar .
Zahra juga tak menyangka di saat rumah tangga nya seperti ini ,Allah memberikan 2 sekaligus cahaya dalam hidup Zahra .
dan Zahra juga sudah menyelesaikan kuliah nya .hari ini dia sudah mengerjakan sekripsi kemudian sidang .
Zahra tampak begitu senang dan bahagia ,walau di harus berjuang sendiri saat ini Zahra sudah mulai menerima dengan semua yang telah terjadi dan mengikhlaskan semua nya .
namun Sampai saat ini orang orang yang di sayangi Zahra belum tahu tentang kehamilan Zahra ,bahkan umi dan Abi nya juga belum tahu ,dan pasti nya Zahra menutupi semua nya .
apa lagi di usia kandungan Zahra yang terbilang sudah tua ini ,perut Zahra tidak terlihat begitu menonjol , baju yang di kenakan Zahra terbilang sangatlah longgar juga , jadi mereka yang bertemu Zahra tak menyadari kalau di dalam perut Zahra ada 2 bayi yang kini Zahra sangat menjaganya .
satu bulan Zahra tak mengunjungi toko kue nya ,karena sibuk dengan sekripsi nya .
Zahra memutuskan untuk melihat toko kue nya itu .dan nampak sekali kebahagian Zahra saat berada di toko kue nya .
"assalamualaikum".salam Zahra yang baru datang .
"wa'alaikumussalam".jawab mereka bersamaan .
"mbak Zahra ".sapa sari,dia juga tampak senang melihat Zahra .
"wah wah lagi apa nih ".tanya Zahra setelah melihat yang di lakukan para kariyawan nya .
"ya membuat kue dong mbak ".jawab sari dengan ketawa kecil nya .
"lama mbak gak kesini ".tanya sari .
"iya sari aku sibuk dengan kuliah aku ,jadi gak sempet kesini ".jawab Zahra .
"oh iya Zahra aku lupa ,kemarin ada seseorang yang nitipin amplop ini di toko ,katanya buat kamu ,jadi aku simpan dulu nunggu kamu kesini ".kata Arum tiba tiba dan mengambil sebuah amplop berwarna coklat ,dan memberikan nya kepada Zahra .
"dari siapa ini mbak ".tanya Zahra .
"emb aku juga gak tau Ra ,coba kamu buka aja mungkin penting ".
"emb kalau gitu aku ke ruangan aku dulu ya mbak ,kalian lanjutin aja dulu ".kata Zahra kemudian ,iya melangkah meniggalkan mereka dan masuk kedalam ruang kerja sekaligus kamar nya itu .
tak beberapa lama kemudian Zahra sudah keluar lagi ,dan menghampiri mereka .
Zahra melupakan amplop tadi yang di berikan Arum kepada nya .
"sudah kamu baca Ra ".tanya Arum .
"emb nanti aja mbak di rumah ".jawab Zahra .
"oh gitu ".mengerti Arum .
mereka pun tampak menghias kue kue itu bersamaan dengan canda tawa bersama .
sesampai nya di kediaman nya Zahra membersihkan diri terlebih dahulu ,kemudian pergi sholat magrib .
setelah selesai sholat magrib Zahra baru ingat dengan amplop coklat yang di beri Arum tadi siang .
Zahra mengambil amplop itu di tas miliknya .
kemudian segera membuka nya .
sesaat Zahra terdiam ,tak percaya dengan isi amplop itu ,tubuhnya juga serasa lemas seperti tak ada tenaga .
bagaimana Zahra tak kaget karena isi amplop coklat itu adalah surat cerai dari suami nya .
Zahra meneteskan air mata nya untuk sekian kali nya ,hatinya begitu sakit dengan keputusan Atha yang ingin menceraikan nya .
"ya Allah cobaan apa lagi yang engkau berikan kepada hamba ,Hamba benar benar tidak sanggup ya Allah ".kata Zahra dengan Tangis nya .
__ADS_1
"kenapa kamu lakukan ini sama Zahra mas ,apa kamu benar benar melupakan Zahra ".tangis Zahra .
"di saat aku mulai menerima kenyataan ini ,kamu malah memilih berpisah sama aku dan memilih dia mas ,kenapa kamu tega sama aku ".kata Zahra tak terima dengan semua yang sedang terjadi .
Zahra menenggelamkan wajahnya di bantal miliknya itu ,iya menangis sekencang kencang nya disana .
meratapi semua yang telah terjadi pada dirinya ,keputusan suaminya itu benar benar membuat Zahra kembali terpuruk ,Sama seperti pertama melihat suaminya tidur dengan orang lain ,dan mungkin ini lebih parah ,Zahra juga terlihat tak memikirkan bayi dalam kandungan nya saat ini .
iya hanya bisa menangis dan menangis .
malam berganti pagi ,hampir semalaman Zahra terlihat menangis hingga mata nya kini menjadi bengkak ,setelah selesai sholat subuh Zahra juga terlihat masih menangis lagi hingga iya tertidur untuk sesaat .
setelah bangun dari tidur nya Zahra melihat surat cerai itu lagi dan lagi lagi iya menangis .
Zahra juga tak mengerti kenapa dirinya begitu rapuh saat ini .
Zahra hanya berdiam diri di kamar nya ,pandangan nya kosong ,pikiran nya entah tak tau dimana ,sesekali iya juga terlihat meneteskan air mata nya .
Zahra juga seharian tak makan makanan apapun .membuat wajah Zahra terlihat sangat pucat ,mata nya bengkak karena kebanyakan menangis .
"assalamualaikum ".salam seseorang dari luar rumah Zahra .namun tak ada jawaban dari sang pemilik rumah .
mereka adalah putri dan Dinda .
"kenapa gak ada jawaban ya ,apa Zahra tidak ada di rumah ".pikir Dinda .
"emb masak sih ,kan ini udah sore ,mana mungkin dia keluar ,dia kan lagi hamil juga ".kata putri .
"emb iya ya ,coba kamu buka pintu nya ,mungkin dia tidur ".titah Dinda .
putri pun memegang ganggang pintu rumah Zahra saat di buka nya ternyata pintu itu benar benar tidak terkunci .
"tuh kan tidak di kunci ,berarti dia ada di dalam ".yakin Dinda .
"ya sudah kita masuk aja ,mungkin Zahra lagi tidur ".kata putri .
sesampai nya di kamar Zahra ,mereka mendapati Zahra sedang duduk bersandar di dinding ranjangnya ,wajah nya sangat pucat ,mata nya bengkak dan pandangan Zahra juga kosong ,membuat mereka jadi panik dan langsung menghampiri Zahra .
"Zahra ,kamu kenapa Zahra ,kenapa kamu pucat begini ".panik putri dan pastinya Dinda juga .
"Zahra hanya diam tak merespon ".
"Din gimana ini ,ada apa dengan Zahra kenapa dia diam aja ".tanya putri ke Dinda panik .
"aku juga gak tau put ,Zahra ,Zahra kamu dengar kita kan ".panggil Dinda mencoba mengalihkan pandangan Zahra ,namun masih tetap sepeti tadi.
"gimana ini Dinda ,apa yang harus kita lakukan ,ini bisa berbahaya buat Zahra dan calon bayi nya".panik putri .
saat adinda hendak mengambil sesuatu di almari kecil di samping Zahra ,Dinda tak sengaja melihat surat cerai itu ,sepontan Dinda langsung mengambil nya .
"put put lihat ini ".kata Dinda seraya memberikan surat itu .
"apa surat cerai , bagaimana bisa ,pasti ,pasti Zahra begini karena surat cerai itu ".pikir putri semakin panik .
"trus apa yang harus kita lakukan put ,kalau Zahra seperti ini terus ,ini bisa benar benar bahaya buat Zahra ".bingung Dinda .
"mending kita bawa Zahra kerumah sakit saja ,biar Zahra bisa di tangani di sana ".ide putri ,dan mungkin itu jalan satu satu nya .
"kamu benar ,trus gimana kita bilang nya ,kalau kita mau antar Zahra ke rumah sakit .
"seperti nya tidak ada jalan lain Din ,kita harus bilang semua nya kepada umi dan Abi Maslah Zahra ,kalau tidak ...".kata putri tiba tiba ucapan nya terpotong .
"jangan bilang umi dan Abi ,biarkan Zahra sendiri disini ,Zahra ingin menenangkan diri ".sahut Zahra tiba tiba dan pandangan nya masih sama seperti tadi .
"tapi Ra ,ini bisa bahaya buat kamu ".ujar putri .
tiba tiba Zahra merasakan sakit di perutnya ,benar benar sangat sakit ,hingga Zahra merintih kesakitan seraya memegangi perut nya .
__ADS_1
"AW ...sakit sekali ,perut Zahra sakit mbak ".rintih Zahra .
"Zahra kamu kenapa Zahra ".panik putri seraya memegang pundak Zahra agar Zahra tak terlalu menekan perutnya .
"sakit mbak ...perut Zahra sakit ".rintih Zahra lagi .
"put apa mungkin Zahra mau lahiran ".pikir Dinda .
"mana mungkin Din ,kehamilan Zahra masih 8 bulan 2 Minggu ".
"put ayu jangan jangan Zahra keguguran ".pikir Dinda lagi membuat putri semakin panik .
"mbak sakit mbak ,perut Zahra sakit".rintih Zahra lagi iya juga terlihat meneteskan air matanya .
"mending kita bawa Zahra kerumah sakit sekarang put ,mumpung belum terlambat ".saran Dinda lagi .
"iya kita harus cepat cepat bawa Zahra kerumah sakit ,sekarang kamu hubungi Dimas suruh dia kesini dengan membawa mobil juga "titah putri dengan kepanikan .
Dinda pun segera mengambil ponsel milik Zahra dan menghubungi Dimas di ponsel itu .
".halo assalamualaikum Ra ".salam Dimas di sebrang sana .
"wa'alaikumussalam dim ,dim ini aku Dinda ".
"Dinda kenapa kamu ....".terpotong
"udah itu gak penting dim ,sekarang kamu cepat cepat kesini ,bawa mobil juga ,kita harus bawa Zahra ke rumah sakit ,kemungkinan Zahra mau melahirkan sekarang ".titah Dinda dengan panik .
"apa ,kenapa bisa secepat ini Din ".
"udah kamu jangan banyak ngomong ,turuti aja permintaan aku ".kata Dinda agak kesal .
"iya iya ,aku segera kesana ".jawab Dimas kemudian .
tak beberapa lama pun Dimas datang dengan membawa mobil pesantren .
"pasti itu Dimas ".tebak putri .
"mbak perut Zahra sakit mbak ,Zahra gak kuat ".rintih Zahra mulai putus asa ,tubuhnya juga terasa mulai melemas .
"kamu yang sabar ya Ra ,kita pasti bawa kamu ke rumah sakit ,kamu harus kuat Ra ".kata putri .
"dim bantu kita bopong Zahra ".titah putri .
"namun saat Dimas hendak membantu Zahra tiba tiba Zahra pingsan ,membuat mereka semakin panik .
"Zahra ...Zahra bangun Zahra ".kata putri mencoba membangun kan Zahra namun sia sia .
"biar aku gendong Zahra "kata Dimas yang sudah tak tega .
mereka pun hanya bisa diam karena keadaan yang darurat ini ,bukan waktu nya untuk melarang Dimas .
saat Zahra hendak di gendong Dimas ,Dimas merasakan basah di kasur dan di baju Zahra ,saat Dimas menarik tangan nya kembali ,bertapa kaget nya mereka melihat tangan Dimas yang penuh dengan darah .
"mereka saling pandang ".
"ya Allah Zahra ".kata mereka bersamaan ,merak tampak sedih hingga meneteskan air mata .
"cepat bawa Zahra kerumah sakit ,gak ada waktu lagi ".titah putri .
Dimas pun melanjutkan niat nya dan segera membawa Zahra masuk kedalam mobil dan penuh dengan kecepatan tinggi mereka menuju rumah sakit .
βοΈjangan lupa vot ya ππππππβοΈ
"
"
__ADS_1