Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
92


__ADS_3

"☘️ flash back on ☘️


sesampainya di rumah sakit Zahra terlihat sadar dari pingsan nya tadi ,dan terlihat Dimas putri dan Dinda tampak panik melihat keadaan Zahra yang semakin pucat .


"mbak ".panggil Zahra lirih hampir tidak terdengar saat mereka mendorong tempat tidur Zahra itu .


"tenang Zahra kami akan membantu kamu menyelamatkan kamus an kedua bayi kamu ".kata putri yang mendengar suara lirih Zahra yang terlihat kesakitan juga .


saat hendak masuk di ruang IGD .


"mbak jika terjadi sesuatu terhadap Zahra ,Zahra mohon sama kalian ,tolong selamatkan bayi Zahra saja ,dan tolong jaga mereka ,dan beri tahu mas Atha bahwa mereka adalah anak anak nya ".kata Zahra lirih dan meringis kesakitan .


"kamu gak boleh ngomong gitu Zahra ,kita yakin kamu perempuan yang kuat ,kamu pasti bisa melewati ini semua ,kamu harus bertahan demi anak anak kamu ".jawab Dinda .


"Zahra masih sempat tersenyum ,berjanjilah mbak untuk yang terakhir kami nya buat Zahra ".kata zahra kemudian .


"kamu harus kuat Zahra ,kakak gak mau kamu menyerah begitu saja ,kamu masih mempunyai masa depan yang panjang ".kata Dimas kali ini ,iya juga tampak sangat khawatir dengan keadaan Zahra .


"lagi lagi Zahra tersenyum .


"terimakasih Mbak kak Dimas ,sudah menjaga Zahra selama ini ,memberi Zahra semangat menjalani cobaan hidup yang Zahra selama ini ".kata Zahra kemudian .


"kami akan melakukan apa pun untuk kamu Zahra ,asal kamu jangan menyerah begitu saja ,yakin lah kalau kamu akan baik baik saja ".kata putri kemudian .


"terimakasih mbak ".jawab Zahra tersenyum .


setelah berbicara dengan mereka .kedua suster itu pun membawa Zahra masuk kedalam ruang pemeriksaan .


"maaf mbak mas ,kalian tunggu disini " cegah suster itu yang saat itu mereka hendak ikut masuk ".


"tapi mbak dia butuh kami ".kata Dimas .


"maaf mas ,ini sudah peraturan rumah sakit ".kata suster itu kemudian .


"sudah Dimas biar kan para dokter itu memeriksa keadaan Zahra terlebih dahulu ".kata putri kemudian ,putri tau bagaimana perasaan Dimas saat ini ,apalagi Zahra adalah perempuan yang di cintai nya dari dulu ,pasti sahabatnya itu sangat terpukul melihat keadaan Zahra .


setelah beberpa menit kemudian Zahra di dalam para perawat yang sedang menangani Zahra keluar ,itupun mereka membawa Zahra keluar juga dari situ .


"gimana keadaan adik saya sus ".tanya putri sepontan .


"maaf mbak ,dimana suami dari mbak Zahra ".tanya suster itu .


putri ,Dinda dan Dimas saling pandang.


"saya suami nya dok ".jawab sepontan Dimas .


mereka berdua tampak kaget saat mengakui dirinya adalah suami Zahra ,namun apa daya mereka tak bisa berbuat apa apa lagi saat ini .


"baik pak sekarang bapak ikut kami ,karena kami ingin meminta persetujuan anda untuk menjalan kan operasi buat pasien ".

__ADS_1


"apa operasi mbak ".kata mereka bersamaan dan kaget .


"iya mas mbak ,karena keadaan pasien sangat tidak memungkinkan untuk mempertahankan kandungan nya ,kalau tidak segera di operasi ,ini akan membahayakan nyawa pasien dan kedua bayi dalam kandungan nya ".jelas Suter itu .


"terus apa yang harus kita lakukan dok ,kami tidak ingin terjadi apa apa dengan mereka semua ".kata Dimas semakin panik .


"mas yang sabar ya ,mangkanya kami meminta persetujuan dari bapak agar menyutujui operasi ini ,agar kami bisa menyelamatkan ibu dan bayi ".jelas suster itu lagi .


mereka saling pandang lagi ,bertanya dengan bahasa isyarat mata mereka .


"baiklah sus ,lakukan yang terbaik buat ibu dan bayi ,kami mohon selamatkan mereka semua ".kata Dimas kemudian .


"baiklah mas ,kalau gitu ikut kami ,dan kami akan segera memindahkan pasien ke ruang operasi".kata suster itu lagi .


"baik".kata Dimas menurut dan mengikuti langkah suster itu .


sedangkan Zahra kini di pindah ke ruang operasi ,terlihat Dinda dan putri yang mengikuti Zahra .hingga sampai di ruangan operasi mereka berdua di suruh menunggu di luar .


"semoga zahra dan kedua bayi nya baik baik saja Din ,aku takut terjadi apa apa dengan mereka ".kata putri ,iya tampak begitu tidak tenang ,mereka juga terlihat mondar mandir di depan ruang operasi itu .


"dimana Zahra ".tanya Dimas yang baru datang .


"dia masih ada di dalam dim ".jawab putri .


"ya Allah selamatkan Zahra dan kedua bayi nya ,hilangkan rasa sakit yang di alami Zahra ya Allah ,hamba benar benar tidak tega melihat orang yang hamba sayangi kesakitan ".kata Dimas berdoa .


"kamu tenang dim ,kita yakin Zahra bisa melewati ini semua ".kata Dinda kemudian .


"gimana dok dengan keadaan mereka ".tanya mereka bersamaan dan menghampiri dokter itu .


"Alhamdulillah , operasi berjalan dengan lancar ,kedua bayi nya juga lahir dengan selamat ,namun karena berat badan mereka belum cukup di atas rata rata dengan bayi umum nya ,kami masih harus menaruh mereka di inkubator ,apa lagi keadaan ibunya saat ini tidak memungkinkan ".jawab dokter itu.


"maksud dokter tidak memungkinkan . ".tanya Dimas tidak sabar.


"em gini mas ,keadaan istri mas saat ini sedang terpengaruh dengan obat bius ,dan kita harus menunggu ibu nya sadar dulu ,nanti jika setengah jam ibunya tidak sadar kita perlu melakukan tindakan lainnya ".jelas dokter itu .


mereka diam ,memikirkan ucapan dokter itu yang menurutnya masih membingungkan .


"maaf Dok ,pasien sudah siuman dia ingin berbicara dengan mereka bertiga secara langsung ".kata suster itu .


"emb baiklah sus terimakasih ".kata dokter itu kemudian.


"sekarang kalian bertiga ikut kami ".kata dokter itu .


sebelum mereka masuk ,mereka di persilahkan untuk memakai pakaian medis terlebih dahulu .


"Zahra ".kata putri iya begitu iba melihat wajah pucat Zahra itu ,bagaimanapun saat ini Zahra sudah tak memakai cadar lagi .


"mbak ".panggil Zahra tersendat sendat dan hampir tidak terdengar juga ,apa lagi saat ini iya memakai oksigen .

__ADS_1


"iya Zahra ,kamu tenang ya kami ada disini buat kamu " kata Dinda .


"terimakasih mbak ,dan tolong jaga putra putri Zahra ,selama Zahra tidak ada disisi mereka rawatlah mereka mbak ,dan tolong salam kan kepada mas Atha juga ,suruh mas Atha merawat anak anak nya dengan penuh kasih sayang salam kan kepadanya juga Zahra minta maaf karena tidak bisa menjaga mereka berdua bersama sama ".kata Zahra suaranya terputus putus ,dan semakin melemah .


"kamu jangan ngomong gitu Zahra ,kamu pasti kuat melewati ini semua ,mereka membutuhkan kamu Zahra ".kata Dinda yang saat ini menangis ,begitupun dengan putri dan Dimas ,mereka tak kuasa mendengar pesan Zahra .


tiba tiba saja tubuh Zahra mengguncang


sepontan para dokter dan mereka bertiga panik .


"Zahra kamu kenapa Zahra ".kata mereka panik dan khawatir juga.


"maaf mbak mas ,tolong biar kan para dokter menangani pasien ,kalian di mohon keluar dulu ".kata suster itu .


"tapi dok Zahra buruh kita ".kata Dimas yang tak tega melihat Zahra .


"maaf mas kami mengerti ,tapi ini demi kebaikan Pasiran juga ,jadi kalian di mohon keluar dulu ".kata suster itu lagi .


"biarkan dokter dokter itu yang menangani Zahra dim ".kata putri hanya menurut saja .


merekapun keluar dari ruang operasi itu .


para dokter tampak mengunakan alat denyut jantung ,karena di layar monitor tampak terlihat denyut jantung Zahra semakin melemah juga ,beberapa kali dokter itu berusaha mengembalikan denyut jantung Zahra kembali normal hingga akhirnya mereka berhasil .


Zahra nampak tenang lagi ,dan tidak mengguncang seperti tadi .


salah satu dari mereka pun keluar untuk memberi kabar kepada mereka bertiga .


"ceklek "suara pintu ruang operasi itu di buka .


"dokter gimana keadaan Zahra ,dia baik baik saja kan ".tanya Dimas sepontan lagi .


"Alhamdulillah ,tapi saat ini pasien sedang mengalami koma ,karena tadi iya sempat terguncang Mungin ini efek setres yang di alami pasien saat hamil hingga berpengaruh kepada syaraf syaraf otak nya ".


"trus sampai kapan Zahra akan koma dok ".


"maaf mas ,kami belum bisa memastikan sampai kapan pasien akan mengalami koma ,semoga tuhan segera memberi keajaiban untuk Pasiran ,sehingga pasien segera sadar ".jawab dokter itu .


"kalau begitu kami permisi dulu ,dan untuk selanjutnya pasien akan di pindahkan di ruang ICU ".kata dokter itu lagi kemudian pergi .


"terimakasih dok ".kata putri .


Dimas yang mendengar itu langsung bersimpuh tak berdaya ,iya benar benar tak kuat melihat orang yang di sayangi nya mengalami hal seperti ini .


"ya Allah kenapa Zahra harus mengalami hal seperti ini ,dia perempuan yang baik dan Sholihah dia tak pantas mendapatkan cobaan seperti ini ya Allah ".kata Dimas seraya menahan tangis .


"kamu gak boleh bicara seperti itu dim ,ini sudah kehendak Allah ,kita harus menerimanya ,itu sama saja kamu menentang kehendak Allah , istingfar dim ".kata putri .


sejak itulah dimas bertekad menyembunyikan keberadaan Zahra .apa lagi saat mengetahui isi ponsel Zahra ,karena setelah Zahra di nyatakan koma ,Dimas pulang ke kediaman Zahra dan menemukan ponsel Zahra di kamar nya ,Dimas juga memeriksa semua isi pesan chat wasapp Zahra.

__ADS_1


disana Dimas melihat beberapa foto suami Zahra yang di kirim oleh seorang perempuan ,dan Dimas mengira yang mengirimkan foto itu adalah selingkuhan suami Zahra sendiri .


☘️ flash back off ☘️


__ADS_2