
sesampainya di depan rumah sakit ,Atha segera turun untuk membantu Zahra berjalan ,karena di lihat dari luka Zahra juga cukup parah di lutut nya .begitupun dengan yoga ,yoga juga ingin membantu saudara nya itu namun Atha mencegahnya ,apalagi Atha tidak tau siapa yoga bagi istrinya .
"biar saya bantu".kata yoga seraya hendak mengangkat tangan kiri Zahra ke pundak nya .
"gak perlu biar saya saja ,saya suami nya ".kata Atha sepontan ,Zahra yang melihat sikap posesif Atha hanya diam karena bagaimanapun suami nya masih belum tau siapa yoga .
karena tidak boleh membantu ,yoga tiba tiba berlari ke dalam rumah sakit dan kembali lagi dengan membawa kursi roda buat Zahra .
saat ada di hadapan Atha dan Zahra dengan membawa kursi roda itu ,yoga tak berkata apa apa hanya mata Atha terlihat tak suka dan terpaksa mendudukkan Zahra di kursi roda itu .dan Atha mengambil alih ganggang kursi roda untuk mendorong Zahra .yoga hanya diam dan berjalan di belakang mereka .
Zahra terlihat sedang di rawat di ruang IGD itu ,Atha dan yoga juga terlihat ada disitu juga menemani Zahra .sedangkan perawat yang sedang menangani Zahra sedikit curi curi pandang ,apa lagi 2 laki laki yang membawa Zahra itu sama sama tampan .
"siapa 2 laki laki ini ,beruntung sekali perempuan ini ,di perhatikan 2 laki laki tampan seperti mereka ".kata perwat itu dalam hati dan tangan nya sedang membersihkan luka Zahra .
setelah selesai mereka bertiga keluar dari ruang IGD itu .dan luka Zahra juga sudah di perban ,sebenarnya Zahra tidak perlu di perlakukan berlebihan seperti ini ,karena Zahra juga sudah terbiasa dulu jadi tahan sakit .namun karena suami nya memaksa dan gak bisa di tolak apalah daya Zahra .
"Zahra ,mas bayar administrasi dulu ya kamu tunggu di disini" Kata Atha kemudian ,mata nya sedikit melirik ke arah yoga dengan tatapan sama saat pertama bertemu tadi.
Atha meninggalkan Zahra dengan yoga ,sambil mengantri membayar adminitrasi sesekali Atha menatap ke arah istri nya itu .
"ayo sayang".kata Atha kemudian saat sudah selesai membayar adminitrasi nya dan mendorong kursi roda Zahra .
"mas mending Zahra jalan sendiri aja ya ,kan Zahra gak papa".kata Zahra sepontan .
"tapi kalau kamu masih sakit".kata Atha tak mengizinkan .
"gak papa mas ,Zahra kuat kok ya".kata Zahra menyakinkan .
"baiklah ,kalau gitu biar mas bantu jalan".kata Atha kemudian mengalah dan mencoba membantu Zahra berdiri dari kursi roda nya .
dengan sedikit menahan sakit ,Zahra berjalan di gandeng oleh Atha ,yoga yang melihat itu juga tampak senang juga ,karena adik keponakan nya itu mempunyai seorang suami yang begitu perhatian ,walau yoga tau saat mereka menikah tidak di undang ,jangan kan di undang kabar pun Zahra tak kasih .
mereka bertiga masuk ke dalam mobil atha ,Zahra duduk di samping Atha dan yoga duduk di kursi belakang ,dengan masih penasaran nya ,Atha menatap ke arah yoga saat ini ,karena di masih belum tau siapa yoga .
"sayang kita kan belum makan siang ,kita jadi makan di restauran ,apa langsung pulang " kata Atha kemudia mengingat rencana makan siang nya gagal dan rencana Atha juga gagal .
"mending kita pulang saja mas ,ada sesuatu yang Zahra ingin jelaskan ke mas atha ,tentang kak yoga ".kata Zahra kemudian .
__ADS_1
"baiklah ,mas turuti permintaan istri mas ,sekarang kita pulang ".kata Atha mata nya lagi lagi sekilas menatap yoga di kaca .
suasana pun kembali sunyi lagi ,hanya deru mobil yang terdengar dari luar mobil sana .
"atha mengetok pintu rumah nya yang besar itu.tak beberapa lama kemudian bi Darmi yang membukakan pintu .
yoga yang sedari tadi yang baru masuk mulai gerbang rumah Zahra yang menjulang tinggi dan terbuka secara otomatis ,masih dengan kekaguman nya ,sepupu nya benar benar telah menjadi orang sukses ,hidup nya benar benar sudah berbeda saat di kampung dulu .yoga terlihat bengong mata nya terus memperhatikan rumah Atha yang besar dan mewah itu .dengan rasa kagum yang tak terkira .
"den atha ,non Zahra " kata Darmi sedikit terkejut karena tumben jam segini mereka sudah pulang ,apa lagi ini masih jam kantor .
"non Zahra kenapa den ".kata Darmi kemudian saat melihat Atha membantu Zahra berjalan .
"Zahra tadi hampir di tabrak mobil bik ".kata Atha .Darmi mengikuti langkah Atha dan Zahra ,wajah Darmi juga terlihat khawatir .
"kok bisa den ,tapi non Zahra gak papa kan ".kata Darmi kemudian suara nya terdengar panik .
"gak papa Bu ,cuman lecet dikit saja kok ".sela Zahra terlihat tenang dan mencoba menghilangkan rasa khawatir Darmi .
Atha membiarkan Zahra duduk di sofa panjang ruang tamu rumah nya ,dan membiarkan kaki Zahra yang terluka selonjoran di sana .
"gak usah mas "tolak Zahra ,saat Atha hendak ingin mengangkat kedua kaki nya agar di taruh di sofa itu .
"loh kemana kak yoga mas".kata Zahra kemudia. ,yang sadar kalau yoga tak ada di samping mereka .
"mungkin masih di luar".jawab Atha dengan mengangkat kedua bahunya .
"Bu ,tolong suruh kak yoga masuk ya ".pinta Zahra ,karena tak mungkin jika Zahra yang memanggil nya sendiri .
"baik non ".jawab Darmi dan pergi memanggil yoga yang masih terdiam memandangi rumah itu di luar .
"maaf den ,kata non Zahra di suruh masuk kedalam ".kata Darmi kemudian saat sudah ada di depan yoga ,sepontan yoga sadar dari lamunan nya dan menggangguk ,kemudian mengikuti langkah Darmi .
"kenapa gak langsung masuk kak ".tanya Zahra kemudian setelah yoga ada di depan nya .
"kak yoga kagum dengan rumah kamu yang besar ini Zahra ,baru kali ini kakak masuk ke rumah sebesar dan semewah ini ".puji yoga ,mata nya juga terus memperhatikan isi rumah itu .
"kak yoga bisa aja ,ini bukan rumah Zahra kak ,ini rumah suami Zahra ,rumah nya mas atha ".kata zahra dengan senyum lucu di balik cadar nya . Atha yang melihat mereka berbicara dengan begitu akrab nya sedikit ada rasa cemburu di hati nya .
__ADS_1
"oh iya mas ,kenalin ini kak yoga ,kak yoga ini kakak sepupu Zahra ".kata Zahra kemudian ,iya tak ingin suami nya berlama lama salah faham .
"Atha ,suami Zahra".kata Atha kemudian seraya mengulurkan tangan kanan nya .dengan pasang wajah sedikit sombong nya .
"yoga ".kata yoga kemudian membalas jabatan Atha .
Zahra terlihat tersenyum di balik cadar nya melihat mereka berdua tidak saling penasaran .
"oh ya kak ,kakak Sama siapa ke kota,dan tinggal dimana ".tanya Zahra kemudia.
"kakak sendiri ke kota,kakak juga tinggal di kos san teman kakak ".jawab yoga ,raut wajah nya mulai berubah .
"mulai kapan kakak ada di kota ini dan ada urusan apa kak kalau boleh tau " tanya Zahra lagi .
"baru kemarin Ra ,aku kesini ada urusan sama kamu ,kakak mau cari kamu ".kata yoga kemudian .
"cari Zahra ,ada keperluan apa kak yoga cari Zahra ".tanya Zahra sedikit penasaran .
"ini masalah ayah dan ibu ".kata yoga lagi ,raut wajah nya kini sudah benar benar berubah menjadi murung .
"bude sama bude kenapa kak ,oh iya kabar mereka gimana apakah sehat " .tanya Zahra lagi.
yoga terlihat diam sejenak .
"ibu sama ayah sehat sehat saja ,tapi ......?".kata yoga menggantung ucapan nya ,kemudian diam ,yoga bingung mau bercerita mulai dari mana dulu ke Zahra .
sedangkan Atha ,wajah nya juga tampak penasaran saat yoga menggantung ucapan nya dan diam .
"tapi apa kak".tanya Zahra kemudian .
"tapi mereka sekarang tak seperti dulu lagi Ra ,mereka sering bertengkar kadang ayah juga sering memukul ibu jika ibu tidak memberi uang ke ayah ,ayah sekarang sudah benar benar berubah ,sejak kamu pergi dan rencana ayah gagal ,ayah sering main judi dan mabuk ".kata yoga ,mate nya terlihat berbinar binar ,menahan air mata yang hendak jatuh ,kala mengingat ayah nya memukuli ibunya .
"aku kesini juga tanpa sepengetahuan ayah ,aku juga ingin meminta bantuan sama kamu Ra ".kata yoga lagi melanjutkan .
mata Atha langsung menatap ke arah yoga ,dengan tatapan tidak suka ,kemudian melangkah ke arah zahra dan duduk di samping Zahra .
"kak yoga mau mintak bantuan apa ke Zahra ,selama Zahra bisa ,ing sha Allah Zahra bantu ".kata Zahra kemudian .
__ADS_1
"aku mau minta tolong sama kamu Zahra ,tolong bujuk ayah ".kata yoga kemudian sepontan Zahra tertengun ,dan teringat satu hal pada 7 tahun yang lalu .