
sesampai nya di kantor suaminya ,suasana kantor sudah tampak sepi ,karena ini juga sudah waktu nya jam pulang kantor untuk kariyawan Atha .
hanya beberapa orang saja yang terlihat ,di lantai ruangan suami nya ,terlihat sekertaris Rey juga masih tampak sibuk di meja kerjanya.
Zahra tak ingin mengganggu Rey dan segera masuk kedalam ruangan suaminya .
namun saat sudah sampai di sana ,Zahra tak mendapati suaminya di meja kerja nya .
"mas Atha ".panggil Zahra ,dan terus mencoba mencari keberadaan Atha .
"mungkin mas ada di kamar nya ".kata Zahra dan mencoba melihat Atha disana .
"mas Atha ".panggil Zahra lagi seraya membuka pintu kamar Atha .
mata Zahra sepontan membulat ,iya atk menyangka itu benar benar suaminya apa bukan ,itu bagaikan tamparan buat Zahra ,bagaikan mimpi buat Zahra .
"mas Atha ".kata Zahra lirih ,air mata nya tak terbendung lagi ,saat mendapati Atha tidur dengan telanjang dada ,satu selimut bersama perempuan lain ,kepercayaan yang iya bangun seketika hancur berkeping keping .Zahra tak bisa menahan air matanya ,iya membiarkan air mata itu membasahi kain cadar nya .
"kenapa mas lakukan ini ke Zahra ,apa salah Zahra mas ,apa mas sudah tak menginginkan Zahra lagi ".kata Zahra hati nya begitu sakit melihat semuanya .
iya pun lari meninggalkan suaminya itu ,berlari sekuat tenaganya dengan air mata yang terus mengalir membasahi cadar nya .
namun saat sampai di luar Zahra tak sengaja menabrak sekertaris Rey .hingga Zahra tersungkur .
"braaak ".
"mbak Zahra ,mbak Zahra gak papa " kata Rey mencoba membantu Zahra ,namun Zahra menolak nya .
"biar kan saya berdiri sendiri " kata Zahra .
"mbak Zahra benar benar gak papa kan ".tanya Rey yang sempat melihat Zahra sesegukan ,dan mendapati cadar nya juga basah .
"saya gak papa ,kalau gitu saya permisi dulu ".kata Zahra kemudian lari begitu saja ,tak menghiraukan Rey .
"kenapa dengan mbak Zahra ,kenapa dia menangis ,apa mungkin lagi bertengkar sama bos nya ".pikir Rey berbicara sendiri .
__ADS_1
"ya sudah lah mending aku ngantar ini dulu ke bos ".kata Rey kemudian melangkah masuk kedalam ruangan Atha .
namun Rey juga tak mendapati bos nya di sana .
"bos ,apakah anda di sana ".panggil Rey namun tak ada sahutan .namun saat Rey menemukan pintu kamar bos nya terbuka sedikit ,Rey mengira jika bos nya ada di sana .
sama seperti Zahra ,Rey terlihat kaget saat mendapati bos nya sedang tidur telanjang dada di atas kasur bersama Serly .
"bos Atha ".kata Rey .
"jadi mbak Zahra tadi ".kata Rey lagi mengingat kepergian suami bos nya tadi dengan menangis .
Rey memberanikan diri mendekati bos nya dan kencana membangunkan bos nya .
"bos ,bangun bos ".kata Rey seraya menggoyang pelan lengan Atha ,namun Atha tidak ada respon sekali pun. berkali kali iya mencoba membangunkan bos nya namun iya gagal ,hingga yang terbangun Serly .
"Rey ngapain kamu ".tanya Serly .
"seharusnya aku yang tanya ke kamu ,ngapain kamu sama bos ".balik tanya Rey.
Serly membenahi baju nya kemudian bangun dari tidur nya.
"itu bukan urusan kamu ".
"kamu jangan coba coba ikut campur urusan saya ya ,kalau kamu ikut campur jangan salah kan saya kalau kamu kehilangan pekerjaan kamu".ancam Serly .
"saya tidak takut dengan ancaman kamu ".kata Rey
"lihat saja nanti ,jika kamu Samapi bilang ke mas Atha ,jangan salah saya jika kamu harus kehilangan pekerjaan kamu ".ancam Serly kemudian pergi .
Rey tampak tak menghiraukan Serly ,iya terus mencoba membangun kan bos nya.
Zahra tampak terus menangis hingga sesegukan ,di perjalanan pun iya terus menangis .
sesampai nya di rumah bi Darmi yang saat itu belum tidur ,mengetahui kalau majikan nya baru datang ,dan mendapati Zahra menangis .
"nak Zahra ,ada apa nak " kata Darmi seraya menghampiri Zahra yang sedang menangis di balik pintu.
"Bu. ......".kata zahra tak kuasa dan langsung memeluk Darmi .
__ADS_1
"nak ada apa ,kenapa nak Zahra menangis seperti ini ,apa yang terjadi ".tanya Darmi khawatir namun Zahra enggan menjawab nya ,iya terus saja menangis .
tanpa ada jawaban Zahra melepas pelukan nya ke Darmi kemudian pergi ke kamar nya .
"nak Zahra ".kata Darmi mencoba mencegah nya dan mengejar langkah Zahra .
untuk pertama kalinya Darmi melihat Zahra menangis seperti itu ,membuat nya sangat khawatir ,apa lagi melihat hubungan nya sama suami nya akhir akhir ini sangat lah dingin .
"apa yang terjadi sama nak Zahra ".pikir Darmi khawatir .
Zahra masuk kedalam kamar nya .Darmi berhenti seketika tepat di depan pintu kamar Zahra .
"ya Tuhan ada apa dengan nak Zahra ".kaget Darmi saat Zahra menutup pintu dengan kerasnya .
"nak ,apa kamu baik baik saja ".tanya Darmi tak putus asa .
namun lagi lagi Zahra tak menjawab nya .
"den Atha kemana sih ".gerutu Darmi .
tak beberapa menit kemudian Zahra membuka pintu kamar nya ,namun di tangan nya sudah ada tas koper dan tas selempang yang tidak terlalu besar .
"nak Zahra ,akhirnya kamu bukakan pintu nya ".kata Darmi lega ,namun belum sadar jika Zahra sudah mengemasi barang banrang nya di tas yang di bawa nya saat ini .
"Bu ,Zahra minta maaf ya sama ibu " kata Zahra ,air mata nya masih terlihat menetes di sudut matanya .
"nak Zahra ,kenapa nak Zahra bawa tas ,dan nak Zahra mau kemana malam malam begini ".tanya Darmi yang sudah menyadari tas koper yang di bawa Zahra .
"maaf Bu ,untuk sementara waktu Zahra akan pulang kerumah orang tua Zahra ".
"kenapa emang nya nak ,apakah nak Zahra ada masalah dengan den Atha ".
"enggak kok Bu ,Zahra cuman ingin menenangkan diri Zahra saja disana ,dan Zahra titip mas Atha ,jaga dia baik baik ".kata Zahra kemudian .
"tapi kenapa nak ,apa nak Zahra tak ingin menunggu den Atha pulang dulu ,nanti takut nya den Atha mencari nak Zahra ".
"gak perlu bi ,mas Atha gak mungkin cari Zahra kok ,Zahra sudah pamit sama mas Atha ,jadi bibik tenang saja ya ".
"tapi nak ".
__ADS_1
"maaf Bu Zahra harus cepat cepat pergi ,jaga diri ibu baik baik ,kalau ada apa apa ibu bisa telfon Zahra ".kata Zahra buru buru .
Darmi hanya bisa meneteskan air mata nya saat melihat majikan yang begitu baik seperti Zahra meninggalkan nya ,dan Darmi tampak sangat sedih ,untuk pertama kalinya iya melihat Zahra menangis seperti itu ,dan kemauan nya tidak bisa di cegah .