
malam pun berganti ,terlihat mata mereka masih mengantuk ,setelah sholat subuh mereka juga kembali tidur .
karena hampir semalaman Dinda dan putri tak bisa tidur ,karena keadaan Zahra yang terus mual mual .
baru saja mereka terlelap tidur ,tiba tiba mendengar zahra sudah mual mual terus ,jadi mereka tidak tega kalau meninggalkan Zahra .mereka memutuskan untuk tidak tidur agar bisa mengawasi Zahra .
untung saja hari ini hari Jum'at ,sekolah formal libur ,jadi mereka bisa kembali lambat untuk ke pesantren .
terlihat Zahra masih tertidur pulas ,wajah nya juga tampak semakin pucat .
"put kita ajak Zahra ke rumah sakit aja ya ,aku jadi kasian lihat dia kayak gitu ".usul Dinda .
"aku juga mau nya gitu Din ,tapi kamu dengar kan Zahra gak mau di ajak ke rumah sakit .
"kita paksa aja dia ,kalau kayak gini terus bisa bahaya ".kata Dinda .
"kita coba saja lagi nanti ,mungkin nanti dia mau ,tapi sebelum kita ngantar zahra kita harus izin dulu ,dan kamu gak ganti baju dulu emang nya ".
"oh iya ,gimana kalau aku saja yang balik ke pesantren ,nanti biar aku bawakan aja baju kamu dan kebutuhan kamu yang lain nya ,kamu tunggu sini jaga si Zahra ".ide Dinda .
"ide yang bagus ,ya udah segera gih balik ke pondok ,mumpung Zahra masih tidur ,dan jangan lupa minta izin bawa mobil sekolah untuk bawa Zahra ke rumah sakit ".
"ya sudah kalau gitu aku pamit assalamualaikum".kata Dinda tergesa gesa dan pergi meninggalkan putri disana.
"wa'alaikumussalam" .jawab putri terlambat karena Dinda sudah hilang dari pandangan nya .
dinda terlihat bejalan dengan buru buru ,sehingga hampir saja iya menabrak seseorang ,saat di lihat nya.
"hayo dari mana kamu ".kata Dimas mengagetkan Dinda ,Dinda yang saat itu jalan merunduk kan kepala sepontan kaget.
"astaghfirullah,Dimas kebiasaan banget sih kamu ".kesal Dinda .
"dari mana kamu pagi pagi gini kok udah dari luar ,jalan nya buru buru lagi ".tanya Dimas lagi .
"aku dari rumah Zahra ,udah ah jangan ganggu aku ".kata Dinda kemudian melangkah pergi ,namun Dimas mencegah nya .
"tunggu ,tumben kamu sepagi ini dari rumah Zahra ,emang dia beneran sakit ".tanya Dimas penasaran .
"iya dia sakit ,mangka nya aku buru buru ,aku mau antar Zahra kerumah sakit sama putri ".jawab Dinda dengan wajah kesal karena Dimas terus mengganggu nya .
"kalau gitu biar aku antar ya ".kata Dimas menawarkan diri .
"oh iya aku hampir lupa ,ya sudah kamu ikut kamu yang bawa mobil nya ya ".kata Dinda baru ingat .
"baiklah " jawab Dimas dengan senang hati .
"ya udah kamu langsung ke rumah Zahra aja ,nanti aku jalan kaki kesana nya ".titah Dinda .
"iya iya bawel ".kata Dimas .
"apa katamu dasar....".kata Dinda menggantung perkataan nya ,kemudian pergi begitu saja.
__ADS_1
"aneh ".ujar Dimas kemudian .
Dimas pun juga pergi dari situ ,dan buru buru mengambil mobil sekolah ,dan tak lupa iya juga izin terlebih dahulu .
setelah izin ,Dimas langsung menuju kerumah Zahra .sesampai nya di depan rumah Zahra ,putri mengira jika itu Dinda dan pengemudi .
"assalamualaikum".salam Dimas .
"wa'alaikumussalam,Dimas kamu kok ada disini ,mana Dinda ".kata putri tak memberi kesempatan Dimas menjawab salah satu pertanyaan nya .
"pelan pelan Napa kalau tanya ,Dinda masih ada di pondok ,aku di suruh kesini dulu sama dia ".jawab Dimas .
"oh gitu ya sudah kamu tunggu saja di luar ya ".kata putri tak berperasaan .
"kenapa aku gak boleh masuk ,dimana Zahra ".
"dasar ,udah jangan cari cari kesempatan ya ,dia masih dikamar nya ,kamu tunggu di luar aja ".kata putri lagi .
"ya elah gini amat hidup ku jadi laki laki ".kata Dimas kemudian .
Dimas pun menunggu di teras rumah Zahra ,tak beberpa lama kemudian Dinda sudah kembali di tangan nya juga ada tas berisi baju dan beberapa keperluan putri yang iya minta tadi .
"kamu mandi aja dulu put ,biar aku gantiin baju Zahra dulu ,dan rapi in Zahra ".kata Dinda kemudian ,yang baru datang dan menyerahkan tas itu ke putri .
"ya sudah ,aku mandi dulu ".pamit putri .
Dinda mendekati Zahra yang tampak begitu lemas itu ,membantu nya bangun ,badan nya juga kembali panas .
"Zahra kita kerumah sakit ya ,sebelum kita kerumah sakit mbak akan gantiin baju kamu dulu ,baju kamu kotor " kata Dinda lembut .
kali ini Zahra tak berbicara apa apa ,dia juga tak menolak ajakan dinda ke rumah sakit .
"kamu tiduran aja dulu ya ,kita tunggu mbak putri dulu ,iya masih sedang mandi ".pinta Dinda ,Zahra hanya bisa menurut dengan perkataan Dinda.
tak beberapa lama semua nya pun sudah siap ,mereka berdua membantu Zahra untuk berjalan ,karena Zahra yang begitu lemas ,mungkin karena dia gak makan sama sekali apa lagi dia mual mual terus .
sedang kan Dimas sudah membuka pintu mobil di belakang .
"Pelan pelan ".kata Dinda saat Zahra hendak naik kedalam mobil .Meraka bertiga duduk di belakang kemudi ,posisi Zahra ada di tengah tengah ,biar Zahra bisa bersandar di antara mereka.
"kalau kamu pusing ,kamu sandaran saja sama mbak ".kata putri begitu perhatian nya.
Zahra menurut dan bersandar di bahu putri ,iya juga terdengar merintih kesakitan ,entak mereka juga tidak tau apa yang di rasakan Zahra saat ini .
Dimas yang melihat Zahra sedari tadi hanya diam dan lemas ,jadi sedikit iba ,iya juga berfikir tentang suami nya ,namun kata kata yang ingin di tanyakan kepada Zahra iya simpan karena takut iya akan menyakiti hati Zahra ,sesekali Dimas melirik ke arah zahra di kaca depan .
hampir setengah jam perjalanan ,mobil mereka pun sampai di halaman rumah sakit ,Dimas turun terlebih dahulu ,membukakan pintu buat mereka ,setelah itu berlari kedalam ruang sakit untuk mencari beberapa perawat agar membatu dinda dan putri .
setelah itu ada 2 perawat perempuan dan laki laki ,mereka membawa kursi roda .
dengan cepat pun perawat perempuan itu langsung membawa kursi roda di hadapan Zahra ,Zahra terlihat menurut saja dan duduk di kursi roda itu.
perawat itu membawa Zahra masuk ke dalam .
"mbak tolong daftar terlebih dahulu ya ".kata perawat laki laki itu kepada Dinda .
__ADS_1
"oh iya mas ".jawab Dinda sepontan .
sedangkan putri mengikuti Zahra tadi .
"Din aku parkir mobil dulu ya ,nanti kamu telfon aku ".kata Dimas kemudian saat Dinda bedak masuk .
"iya "jawab Dinda .
setelah mendaftar ,Dinda mencari keberadaan Zahra dan putri tadi di dokter umum .
mereka terlihat menunggu karena mereka juga harus mengantri .
tak beberapa lama kemudian akhirnya kini tinggal giliran Zahra ,putri dan Dinda segera masuk membawa Zahra kedalam .
dan untungnya dokter itu seorang perempuan jadi Zahra bisa leluasa dan tak perlu malu .
dokter itu tampak memeriksa kertas yang berisi tentang keluhan keluhan Zahra ,yang tadi Dinda jelas kan .
"silahkan berbaring di sana ".pinta dokter perempuan itu.
putri dan Dinda pun membantu Zahra untuk berbaring disana .
kemudian dokter itu pun memeriksa Zahra dengan alat stetoskop nya .
"apa masih merasa pusing dan mual mbak ".tanya dokter itu ramah .
"iya dok "jawab Zahra lirih
"mbak punya suami ".tanya dokter itu lagi .
"emb iya dok ".jawab Zahra agak sedikit ragu .
"emb kalau gitu apakah menstruasi mbak nya sudah telat beberapa hari ini ".
"emb iya dok kalau gak salah sudah 3 Minggu saya telat nya ".jawab Zahra matanya tampak tegang .Dinda dan putri yang mendengar pertanyaan dokter itu kepada Zahra semakin yakin dengan tebak an nya .
"ya sudah kalau gitu ,silahkan bangun biar saya jelaskan di meja saya ".kata dokter itu kemudian ,iya juga tampak tersenyum dan meninggalkan Zahra ,duduk di meja kerja nya.
Dinda dan putri membantu Zahra ,membiarkan Zahra duduk di kursi hadapan dokter itu .
Dinda dan putri tampak semakin penasaran yang akan di jelaskan oleh dokter itu .
"tidak ada yang serius ,itu hanya hal wajar untuk para ibu hamil muda dan ini akan di alami kurang lebih 3 bulan ,tergantung kesehatan ibu nya "kata dokter itu .
"sepontan mata Zahra membulat ,iya bingung harus kah dia senang atau sedih ,Zahra juga tampak diam saja .
"jadi adik saya benar benar hamil dok ".tanya putri meyakinkan ,mereka juga tampak senang .
"iya ,dan saya berharap mbak Zahra nya rutin untuk memeriksa kandungan nya ,dan di harus bersama suami ya Bu ,biar suaminya mengerti ".kata dokter itu memberi tahu .
Zahra masih diam ,iya terlihat mencoba menahan air mata yang sudah mau jatuh itu .
"kalau begitu ,nanti biar saya urus untuk pendaftaran ibu hamil ya ,dan Minggu depan mbak Zahra nya bisa langsung periksa di dokter kandungan langsung ,dan gak perlu kesini lagi " jelas dokter itu .
"terimaksih ya Bu ".ujar putri ramah .
__ADS_1
"Sam sama mbak ".jawab dokter itu .
setelah selesai mengurus semua nya di rumah sakit ,dan mereka juga menunggu resep obat yang mereka akan tebus juga ,mereka langsung mengantarkan Zahra pulang .