Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
74


__ADS_3

sesampai nya di kantor sekolah atau pesantren .di sana putri melihat Dinda dan Dimas ,mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing .


"assalamualaikum".salam putri setelah Sampai dan segera masuk dan duduk di meja nya .


"wa'alaikumussalam".jawab mereka bersamaan .


"kok lama banget put ,kamu gak ngajar ".tanya Dinda ,karena memang sudah hampir habis waktu putri untuk mengajar di kelas 7 itu .


"iya Din ,ternyata Zahra ada dirumah nya ,dia sakit mangkanya aku lama urus Zahra dulu tadi ".


"apa Zahra sakit ".sepontan Dimas .


"biasa aja kali dim ".kata putri .


"jadi benar Zahra pulang ke rumahnya ".tanya Dimas kepo .


"seperti nya sih gitu dim ,kayaknya Zahra lagi ada masalah sama suami nya ,mangkanya dia balik kerumahnya sendiri ".kata putri hanya menebak .


"emang kamu udah tanya sama dia put".tanya Dinda.


"emb tadi aku udah tanya ,tapi gak di jawab sama tuh anak ,malah aku di bercanda in sama dia ".kesal putri.


"kamu kayak gak tau sifat Zahra aja ,dia kan sangat tertutup kalau usaha masalah keluarga ,apa lagi ini suaminya ".sahut Dimas .


"iya gak gitu juga dim ,kita kan sebagai orang terdekat nya ,apa salah nya sih berbagi cerita ,mungkin kita bisa bantu masalah dia ".


"udah lah mungkin Zahra perlu waktu ,kalau semua sudah iya rasakan terlalu berat untuk di pikul nya sendiri ,dia akan berbagi cerita nya ke kita ".sela Dinda .


"emb ".jawab putri hanya anggukan .


"trus gimana ke adaan nya Zahra sekarang ".tanya Dimas .


"kalau ke adaan nya sudah sedikit membaik tadi soalnya setelah pingsan tadi dia udah aku beri obat pusing ".jawab putri .


"apa dia pingsan ,kok bisa sih ".tanya Dinda kali ini .


"aku juga gak tau Din ,kalau dilihat dari ekspresi wajah nya tadi seperti nya dia lagi menyembunyikan sesuatu ke aku ,tapi dia tetap mencoba terlihat baik baik saja dengan senyum nya ".


"emb.".angguk Dinda .


"nanti aku mau kesana ,elo ikut gueh ya ".ajak putri .


"pastinya dong ".jawab Dinda.


"aku ikut juga boleh ya ".kata Dimas kemudian .


"boleh asal jangan baper lagi ".jawab putri sedikit mengejek Dimas .


"ye dasar ".kata Dimas kemudian tidak terima .


di karenakan banyak tugas di pesantren dan harus mengajar terlebih dahulu ,mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Zahra setelah selesai kegiatan pesantren .


jam menunjukkan pukul setengah 9 malam ,mereka baru saja selesai mengajar di pesantren .


"eh din kamu jadi ikut kan ke rumah Zahra ".tanya putri setelah kembali ke kamar nya.

__ADS_1


"ya jadi dong put ,emang kenapa ".tanya balik Dinda.


"gak papa ,takut nya kamu gak jadi ,karena udah malam ".


"trus kalau aku gak ikut ,emang kamu mau jalan sendirian kerumah Zahra ".


"ya enggak sih ".jawab putri .


"ya udah mending kita langsung berangkat kesana aja ,keburu si Zahra tidur ".ajak dinda .


"ya sudah yuk ".


mereka berjalan sambil mengobrol kan sesuatu yang mungkin tidak penting juga ,menyusuri jalan setapak yang di kelilingi pepohonan besar .


rumah Zahra tak jauh dari pesantren ,cukup berjalan beberapa meter saja mereka sudah sampai ,dan itu gak Sampek setengah jam menuju ke rumah Zahra ,asal jalan nya gak kayak siput .


"lampunya masih nyala put ".kata Dinda saat sudah melihat rumah Zahra .


"iya ,semoga aja tuh anak gak tidur ".berharap putri .


"assalamualaikum".salam mereka berdua .


masih belom ada jawaban dari sana .


"assalamualaikum ,Zahra ".salam mereka lagi .kali ini putri mencoba memegang ganggang pintu rumah Zahra ,saat di buka nya ternyata rumah Zahra tak terkunci .


"pintunya gak ke kunci Din ".


"iya apa kita langsung masuk saja put ".


mereka memutuskan untuk langsung masuk saja ,namun sesaat mereka mendengar suara Zahra lagi muntah muntah ,suara itu berasal dari kamar mandi Zahra .


"Din kamu dengar itu kan ".tanya putri.


"iya put ,jangan jangan itu Zahra lagi ".tebak Dinda mulai panik .


mereka langsung berlari ke kamar mandi ,dimana Zahra juga ada di sana .


"Zahra kamu gak papa" kata putri panik seraya tangan nya memijat leher belakang Zahra .


namun Zahra tak menjawab iya terus mual mual namun tidak ada yang di muntah kan oleh Zahra .


"Din ambillin minyak angin di kamar Zahra ,mungkin dia masuk angin ".kata putri .


"udah mbak Zahra gak papa kok ,Zahra mau kembali ke kamar saja ".kata Zahra Suaranya terdengar lemas.


"ya sudah mbak bantu kamu ".kata putri kemudian ,membantu Zahra berjalan menuju kamar nya.


sesampainya di kamar ,putri langsung merebahkan Zahra di ranjang nya .


putri juga terlihat mengecek suhu tubuh Zahra ,apakah dia masih demam atau tidak .


dan saat mengecek nya suhu badan Zahra juga sudah tak panas lagi .


"kamu minum dulu ".kata Dinda ,yang tak tega melihat wajah Zahra sangat pucat ,iya juga sangat lemas .

__ADS_1


"Ra kita pergi ke rumah sakit saja ya ".kata putri kemudian.


"gak papa kok mbak ,Zahra cuman mual mual saja dari tadi ".jawab Zahra dengan menahan rasa sakit di perut nya.


"apapun itu Ra ,seperti nya kamu perlu di periksa biar tau penyakit apa ,kita jadi khawatir ninggalin kamu ".


"kenapa di saat saat seperti ini suami kamu kok gak ada buat kamu sih Ra ".kata dinda kesal .


sesaat Zahra diam ,iya teringat lagi dengan kejadian malam itu ,mata nya mulai berkaca kaca lagi ,hingga iya tidak bisa menahan nya ,sepontan Zahra menangis menumpahkan rasa beban nya dalam tangis nyA ,putri yang melihat itu langsung memeluk tubuh Zahra.


"Zahra apa yang sedang terjadi ,kenapa kamu menangis setelah mendengar suami kamu".tanya putri khawatir mata nya melotot ke arah Dinda ,karena ucapan nya tadi Dinda jadi menangis begini .


"mbak Zahra bingung harus cerita apa sama mbak putri ,tapi yang jelas Zahra tak bisa menahan rasa sakit Zahra ini ".kata Zahra di sela sela tangis nya yang semakin parah .


"Zahra maafin mbak ya ,bukan maksud mbak nyakitin hati kamu tadi ".kata Dinda kali ini merasa bersalah .


"mbak Dinda gak salah ,ini memang kesalah an Zahra ,Zahra sudah mencoba untuk menyimpan rasa sakit ini ,tapi semakin Zahra menahan nya Zahra semakin rapuh mbak ".jawab Zahra .


"sabar Zahra ,kita berdua akan tunggu kamu siap dulu untuk bercerita tentang masalah kamu ,lebih baik kamu tenangkan dulu hati kamu ya ,udah jangan nangis lagi ,kita berdua jadi gak tega lihat nya ".kata putri seraya mengusap usap pundak Zahra .


Zahra mengangguk melepas pelukan nya tadi ,menghapus air matanya yang membasahi pipi nya itu .


"udah jangan nangis lagi ,mending kamu istirahat ,tidur lah ,malam ini kita nginep disini ,kita akan jaga kamu ".kata putri menenangkan Zahra .


"terimakasih Mbak Putri mbak Dinda ".kata Zahra.


"ya sudah ,oh ya kamu sudah makan ".tanya putri kemudian .


"Zahra lagi gak enak makan mbak ,tadi udah coba makan tapi makanan nya balik lagi ".jawab Zahra .


"ya sudah kamu tidur saja ".kata putri seraya membenahi selimut Zahra .


"kita tinggal dulu ya ,kalau ada apa apa kamu panggil kita berdua ".kata Dinda kemudian .


Zahra hanya menggangguk mengerti dengan senyum man nya.


merekapun meninggalkan Zahra di kamar nya ,agar Zahra bisa istirahat .


Dinda dan putri duduk di ruang tamu rumah Zahra .


"eh put kamu ngerasa aneh gak sama Zahra ".kata Dinda sedikit mengecilkan volume suara nya .


"jangan bilang kita punya pemikiran yang sama ".kata putri menebak .


"emang apa yang kamu ok pikirkan tentang Zahra ".tanya Dinda .


"aku kepikiran kalau Zahra saat ini sedang hamil ,kalau kamu ".jawab putri


"iya aku juga gitu put ,apa jangan jangan emang Zahra hamil ya ".ujar Dinda menebak nebak .


"tapi kalau emang dia hamil ,kenapa saat seperti ini suaminya gak ada buat Zahra ,dan malah Zahra pulang kerumah nya ".pikir putri .


"kayak nya mereka benar benar ada masalah deh put ,kamu tadi juga lihat kan saat aku sebut nama suami ,dia langsung magis kayak gitu ".


"kayak nya iya Din ,Aku jadi kasihan sama Zahra ,kalau ini emang terjadi sama dia,gak kebayang gimana perasaan nya saat ini ".kata putri wajah nya jadi murung.

__ADS_1


__ADS_2