Perempuan Bercadar

Perempuan Bercadar
89


__ADS_3

sebenarnya umi Ika dan suaminya juga bingung karena sahabat sekaligus besannya itu selalu menanyakan Zahra kepada nya ,Ika juga merasa ada yang janggal dengan ketidak ada nya kabar tentang Zahra , Ika juga heran karena sejak Zahra tidak pernah ke kediaman nya ,ponsel Zahra jadi sulit di hubungi ,namun di saat itu juga Zahra selalu mengirimkan pesan kepada nya ,kalau dirinya saat ini sedang sibuk dan meminta maaf tidak bisa menerima panggilan nya .


Ika dan suami nya tampak duduk bersantai di ruang tengah,karena mereka juga baru saja selesai dari mengajar diniyah di pesantren .


sebelum nya Ika tadi saat hendak ke kediaman nya menyuruh salah satu santri agar memanggil ustdazah Dinda dan ustdazah putri ,menyuruh mereka menghadap nya di kediaman nya .


tak berselang waktu mereka berdua sudah datang menghadap ,mereka berjalan setengah berlutut (sopan) menuju mereka .


"ustazah putri dan ustazah Dinda ,maaf umi mengganggu waktu istirahat kalian berdua ,karena umi ingin menanyakan satu perihal kepada ustazah putri dan Dinda ,ini tentang Zahra ".kata umi Ika to the poin .


"dan umi Inging bertanya apakah ustazah putri atau Dinda pernah melihat Zahra akhir akhir ini di pesantren ,atau di rumahnya ,karena mertuanya selalu menanyakan Zahra pada umi ".


"maaf umi ,kami berdua tidak tau ".jawab putri perlahan dan sopan .


"apakah kalian masih ada kontak dengan Zahra ".tanya umi Ika lagi .


"maaf umi ,kami sudah tak pernah melakukan kontak sama neng Zahra ".jawab Dinda kali ini ,iya juga tampak sedikit gugup .


"emb baiklah itu saja sebenarnya yang ingin umi tanyakan , seandainya ustazah putri dan Dinda tau atau dia mengabari anda berdua tolong beri tahu umi ,atau langsung tanyakan kepada nya ,apakah dia baik baik saja ".jelas umi Ika ,yang sebenarnya hatinya sering gelisah.


"baik umi ".jawab mereka .


"ya sudah ,kembalilah ke asrama ,dan beristirahat".pinta umi Ika .


"baik umi assalamualaikum".kata mereka berdua bersamaan .


"wa'alaikumussalam" jawab umi Ika dan Abi .


"ada apa dengan Zahra umi ,kelihatan nya umi sangat memikirkan Zahra ".tanya abi .


"umi juga gak ngerti Bi ,seperti nya ada sesuatu yang terjadi dengan putri kita ,dan umi juga heran karena mertua Zahra selalu menanyakan apakah Zahra ada disini ".kata umi Ika heran.


"kenapa jadi begitu ".tanya Abi.


."umi juga gak ngerti Abi ,umi juga ngerasa ada sesuatu yang saat ini terjadi pada Zahra ".

__ADS_1


"udah mending umi berdoa saja buat putri kita itu ,semoga apa yang umi rasakan saat ini hanya perasaan khawatir saja ,semoga dia sehat dan baik baik saja ".kata Abi .


"iya Abi ,kalau itu sih umi selalu mendoakan untuk yang terbaik buat putri putri umi ".jawab umi Ika sedikit memanyunkan bibir nya .


"put gimana nih seperti nya umi dan Abi sudah curiga ,kita harus cepat cepat bilang Dimas ".panik Dinda .


"aku juga ngerasa gitu Din ,cepat atau lambat semuanya akan terbongkar ".panik putri lagi .


"mending kita telfon Dimas aja sekarang ".ide Dinda .


"iya ".


mereka tampak menelfon Dimas .


"assalamualaikum dim".salam Dinda .


"wa'alaikumussalam din ,ada apa malam malam telfon ".tanya dimas .


"dim gawat ,seperti nya umi dan Abi sudah curiga dengan kepergian Zahra ,kita harus gimana sekarang ".


"kita juga GK ngerti dim ,tadi kita di panggil suruh menghadap ke umi ,dan umi bertanya tentang kabar Zahra ".kata Dinda .


"sini biar aku yang ngomong ".kata putri seraya mengambil ponsel .


"dim seperti nya ini sudah saat nya deh kita bilang ke umi ,kita gak mau berbohong terus kepada beliau ,bagaimanapun mereka berhak tau keadaan putri nya ".


"tapi put gak segampang itu ".


"kita gak mau tau dim ,kita sudah banyak berbohong tentang Zahra ,serapat rapat nya kita menutupi masalah ini ,cepat atau lambat beliau pasti tau karena beliau orang tua nya Zahra ".


"Dimas diam ,mendengar ocehan putri itu ,iya tampak bingung ,jika orang tua nya tau ,berarti kesempatan dia untuk menjaga putra putri Zahra akan berakhir .


"dim kita berharap kamu memikirkan ini semua ,kita disini sudah capek ,aku gak mikirin pesan Zahra dulu ,yang terpenting sekarang untuk kebaikan dia ,karena orang tuanya sangat khawatir .


"assalamualaikum".salam putri kemudian mematikan panggilan itu sebelum mendengar jawaban Salam dari Dimas .

__ADS_1


"dimas tampak terdiam ,dan melangkah menghampiri putra putri Zahra itu yang saat ini tidur terlelap ,Meraka begitu tampak menggemaskan ,Dimas benar benar tak ingin kehilangan mereka berdua ,tapi di sisi lain mereka masih mempunyai keluarga .


"maafkan aku Zahra ,seperti nya cukup sampai disini aku merawat putra putri mu ".kata Dimas iya tampak sedih.


ke eso kan baru nya ,Dimas membereskan barang barang Fahri dan Aisyah ,Dimas akan mengajak mereka pindah dari rumah itu ,ke kediaman Zahra disana ,dan setelah itu ,Dimas akan memberi tahu umi Abi nya Zahra .


sesampainya di rumah Zahra ,sebelum nya Dimas juga menyuruh Dinda dan putri agar membersihkan rumah Zahra terlebih dahulu sebelum mereka membawa putra putri Zahra .


"mbak kalian bawa masuk Fahri dan Aisyah ya ,dan barang barang mereka kalian rapikan juga di kamar yang sebelah kanan ,dan mulai sekarang kalian pindah kesini ".pinta Dimas .


"baik mas ".jawab mereka menurut .


"ya sudah kalau gitu ,saya tinggal dulu ,Karen saya masih ada urusan ,jika ada apa apa hubungi saya langsung ".


"baik mas ".


"assalamualaikum".salam dimas ,tak lupa iya mengecup kening kedua bayi mungil itu sebelum pergi


"wa'alaikumussalam".jawab mereka bersamaan .


Dimas meninggalkan mereka dan menuju ke pesantren .


sesampainya di pesantren ,Dimas langsung menuju ke kantor ,karena disana sudah pasti ada Dinda dan putri ,mereka berniat menyusun cara untuk memberi tahu kepada umi Abi Zahra ,dan menjelaskan semua nya .


"assalamualaikum".salam Dimas yang baru datang .saat itu kebetulan hanya ada Dinda dan putri.


"wa'alaikumussalam dim ".jawab mereka .


"gimana kamu sudah memikirkan nya kan dim ".tanya putri .


"sudah ,aku sudah memutuskan kalau aku akan beri tahu umi dan Abi tentang Zahra ,tapi untuk putra putri Zahra ,aku sangat seperti kehilangan ,jika aku kasih tau tentang anak Zahra otomatis aku sudah tak bisa merawat dia .dan mungkin aku gak bisa bertemu mereka lagi ".kata Dimas wajahnya tampak sedih .


"dim kamu harus kuat ini demi Zahra ,keluarganya juga berhak merawat anak anak Zahra ".kata putri menguatkan hati sahabat nya itu .


"ya sudah sekarang kita menghadap umi dan Abi kita jelaskan semua nya ".ajak Dimas ,iya juga tampak menguatkan hati nya itu .

__ADS_1


__ADS_2