
"Ah, aku jadi merindukan cucu perempuan ku yang telah tiada, sungguh malang sekali nasib cucu ku itu bahkan hingga saat ini aku sama sekali belum dapat menemukan jasadnya" ucap tetua agung akademi matahari sembari memejamkan matanya karena hari telah larut malam.
Ditempat lain, Lili kini tengah berada di salah satu desa yang tidak jauh dari kekaisaran utara, dia sangat beruntung karena dapat menemukan desa itu sebelum malam tiba hingga dia pun dapat beristirahat dengan aman juga nyaman disebuah penginapan yang ada di desa itu.
"Bagaimana keadaan nona dan yang lainnya ya, aku selalu berharap mereka semua baik-baik saja semoga saja kami juga dapat berkumpul kembali" ucap Lili dengan lirih sembari membayangkan pertempuran yang baru saja dilaluinya.
Lili pun menarik napasnya dengan begitu berat "Andai saja aku menjadi lebih kuat pasti aku tak perlu meninggalkan nona dan teman-teman ku begitu saja, aku benar-benar menyesal" ucap Lili kembali dan tanpa terasa karena terlalu lelah dia pun tertidur dengan lelapnya.
"Sial, Bagaimana ini apa yang harus kulakukan sekarang, percuma saja aku memiliki banyak uang namun aku sama sekali tak menemukan sebuah perkampungan pun" ucap Alan dengan nada suara yang dipenuhi kekesalan.
Setelah cukup lama dia berjalan ditengah hutan dengan arah yang tak menentu akhirnya dia pun melihat ada beberapa obor yang menyala di depan sebuah gubuk yang sangat kecil.
"Akhirnya aku selamat, tapi ini sangat aneh bagaimana mungkin ada orang yang tinggal ditempat seperti ini" batin Alan dengan penuh tanda tanya namun dia tetap berjalan kerumah tersebut dan mengetuk pintu itu.
Tak berselang lama terdengarlah suara langkah yang semakin mendekat ke arahnya berada dan pintu pun mulai terbuka muncullah seorang kakek tua "Hohoho tak ku sangka aku akan dapat bertemu dengan orang lain disini, ini benar-benar hal yang sangat menyenangkan" ucap kakek tua tersebut di dalam hatinya sembari memegang jenggot panjangnya.
__ADS_1
"Akhirnya ada juga orang yang menemukan keberadaan ku di tempat terpencil ini, aku benar-benar sangat senang, karena kami berjodoh aku akan menurunkan ilmu ku padanya, walau tua-tua begini aku juga merupakan seorang ahli benda pusaka yang melegenda" batin kakek tua tersebut sembari tersenyum senang.
"Masuklah anak muda aku tau kau sedang kekalahan anggap saja gubuk kecil ini sebagai rumah mu sendiri" ucap kakek tersebut sembari mempersilahkan Alan masuk.
"Terima kasih kek, karena telah membiarkan aku tinggal dirumah kakek" ucap Alan dengan sangat tulus karena dia benar-benar sangat senang telah diizinkan untuk tinggal dirumah itu untuk malam itu, Alan yang baru saja melangkahkan kakinya di dalam gubuk itu terlihat begitu terkejut ketika melihat bagian dalam gubuk itu yang sangat berbeda sekali dengan keadaan luarnya "Ini benar-benar tempat tinggal yang begitu mewah" ucap Alan di dalam hatinya dan dia pun berjalan mengikuti kakek tua tersebut menuju ke kamar yang akan di pakainya.
Sedangkan ditempat lain kini Leo tengah berusaha mencari keberadaan nonanya di bantu dengan singa emas yang merupakan hewan kontraknya "Seharusnya aku tak meninggalkan nona, padahal aku telah kembali ke tempat dimana kami diserang namun aku sama sekali tidak menemukan keberadaan nona dan juga yang lainnya" batin Leo sembari melihat sekelilingnya saat ini.
Dalam kegelapan malam Leo terus menerus menelusuri hutan dengan bantuan dari hewan kontraknya singa emas, beberapa waktu pun telah berlalu kini tubuh Leo pun begitu lelah, akhirnya dia pun memutuskan untuk mencari tempat yang cocok untuk beristirahat, cukup lama mencari akhirnya Leo pun menemukan sebuah gua yang sangat misterius, ketika Leo masuk ke dalam gua itu tiba-tiba saja pintu guanya tertutup.
Leo yang panik pun dengan segera berlari kearah pintu gua itu sembari terus menerus mengeluarkan serangan-serangan yang begitu dahsyat namun sayang tak satu pun dari serangannya itu menimbulkan efek pada pintu gua itu bahkan tak ada satu goresan pun yang terlihat.
Leo yang putus asa pun bersandar di atas pintu lalu tiba-tiba saja ada suara yang muncul dan mengatakan "Selamat datang di tempat ini karena kau telah memenuhi syarat sebagai penerus maka kau berhak menerima warisan dari ku yang merupakan seorang ahli samonir dan orang-orang dulu memanggil ku dengan sebutan dewa samonir".
"Jika kau telah berhasil menerima seluruh warisan dariku pintu gua itu pun akan terbuka dengan sendirinya, selamat berjuang wahai penerus aku benar-benar sangat menunggu hasil pewarisan ini" ucap kembali suara misterius tersebut dan setelah itu sebuah pintu lain terbuka yang mana di dalamnya terlihatlah tempat yang sangat indah dan di dalamnya dipenuhi dengan energi spritual yang sangat melimpah.
__ADS_1
Melihat hal itu membuat Leo semakin bertekad "Baiklah karena aku juga tak dapat keluar sebelum menyelesaikan pewarisan ini maka aku akan menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-sebaiknya untuk meningkatkan kultivasi dan kekuatan hewan spritual ku ini" batin Leo dengan penuh keyakinan.
Leo pun dengan segera masuk ke tempat itu dan seketika lelah yang dirasakannya pun hilang, malahan kini tubuhnya seperti dipenuhi energi yang sangat melimpah yang membuat Leo dengan segera duduk bersila dan mulai menyalurkan semua energi itu keseluruh tubuhnya.
Di tempat lain di kekaisaran barat, baru saja seorang pengawal bayangan kaisar Hong tiba di kekaisaran barat itu, dia mendapatkan tugas sari kaisar Hong untuk menjaga Maeli Su dari kejauhan.
"Hormat saya kaisar" ucap pengawal bayangan tersebut sembari menundukkan kepala, kaisar Hong pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda telah menerima penghormatan dari pengawal bayangannya itu.
Kaisar Hong mengernyitkan alisnya "Bukankah kau pengawal bayangan yang aku perintahkan untuk menjaga calon permaisuriku lalu kenapa kau sekarang berada disini" ucap kaisar Hong dengan aura yang mengintimidasi.
Mendengar perkataan kaisar Hong, pengawal bayangan itu pun dengan segera menceritakan apa yang baru saja di alami oleh Maeli Su tanpa terlewat sedikit pun.
"Kurang ajar siapa yang begitu beraninya menyerang calon permaisuri ku bahkan mereka juga ingin menculik calon permaisuri ku, ini benar-benar tidak dapat dibiarkan" ucap kaisar Hong dengan sangat marah sehingga tanpa sadar kaisar Hong mengeluarkan aura mengintimidasi yang begitu pekat hingga membuat seluruh pengawal bayangan miliknya berkumpul ditempat itu.
Para pengawal bayangan yang baru saja datang pun bertanya-tanya dalam hati mereka apakah yang terjadi hingga membuat tuan mereka ini begitu murka, namun tak ada satu pun yang berani mengeluarkan suara untuk menanyakan hal itu, karena mereka merasa jika mereka berani berbicara sepatah kata saja saat ini maka nyawa merekalah yang akan menjadi taruhannya.
__ADS_1
"Tenanglah tuan, kau harus dapat mengendalikan aura mu itu lihat saat ini orang-orang yang berada disekitar mu mulai gemetaran" ucap naga yang baru saja keluar dari ruang dimensinya.
Mendengar perkataan dari naga yang merupakan hewan kontraknya itu kaisar Hong segera sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan dan dia pun dengan segera menarik kembali auranya.