
"Ternyata kemampuan Alan telah meningkat hingga ketahap ini, benar-benar diluar ekspektasi ku" batin Maeli Su sembari menatap kearah dimana bawahannya sedang berlomba.
Beberapa menit telah berlalu kini putri kekaisaran timur tersebut pun telah banyak kehilangan tenaganya karena menyerang secara membabi buta mengikuti amarah yang berada di dalam hatinya.
"Aku benar-benar tidak bisa bertahan lagi jika terus menerus bertarung seperti ini, aku rasa aku harus menggunakan itu dan segera mengakhiri pertandingan ini, ya meskipun sangat disayangkan karena awalnya aku berencana akan menggunakannya di babak terakhir nanti" batin putri kekaisaran timur tersebut.
Dengan segera putri kekaisaran timur tersebut mengeluarkan bola kristal yang berisi kalajengking beracun yang sangat mematikan, semua orang pun terkejut dengan apa yang dilakukan putri kekaisaran timur tersebut namun tak ada satu pun orang yang berani menghentikan perlombaan tersebut.
Hal tersebut bukanlah hal baru dalam perlombaan turnamen yang selalu dilakukan dalam empat tahun sekali dan hal itu juga tidak dilarang dalam sebuah perlombaan selama lawannya tidak mati.
"Benar-benar wanita yang licik, namun sayang dia berhadapan dengan orang yang salah, ah aku jadi khawatir dengan dia" ucap Maeli Su yang juga didengar olah orang-orang yang berada disekitarnya dan membuat mereka semua bertanya-tanya apakah Maeli Su tidak tau jika salah satu dari orangnya tengah berada dalam bahaya.
Berbeda dengan Alan dia pun yang mengetahui hal tersebut masih terlihat sangat santai namun dia dengan serta merta menatap ke arah Maeli Su, Maeli Su yang melihat Alan pun dengan segera menganggukkan kepalanya dan hal itu membuat Alan segera bergerak.
Tak banyak orang yang menyadari hal itu hanya kaisar kekaisaran barat yaitu kaisar Hong serta guru besar dari akademi bintang dan matahari saja yang melihatnya.
Mereka pun dengan segera berasumsi jika orang yang menganggukkan kepala tersebut merupakan pimpinan dari yang lainnya, selain itu mereka pun mulai menyadari jika simbol yang berada di jubah orang yang saat ini berbeda dengan simbol orang yang berjubah sebelumnya.
"Apakah ada arti tersembunyi dari simbol yang berada dibelakang jubah mereka" batin kaisar Hong sembari berusaha melihat kearah orang yang menggunakan jubah lainnya.
"kalajengking serang dia dan lumpuhkan dengan segera" ucap putri kekaisaran timur tersebut setelah membangunkan kalajengking tersebut dengan cara meneteskan air pada bola kristal yang berisi kalajengking beracun tersebut.
__ADS_1
Mendengar perintah tuannya kalajengking itu pun dengan serta merta menuju ka arah Alan dan hendak mengeluarkan racunnya, namun sayang sebelum kalajengking tersebut lebih dekat lagi dengan Alan tiba-tiba saja kalajengking tersebut pun terbakar hingga menjadi abu.
"Kenapa bisa seperti ini, padahal dia tidak mengucapkan mantera apapun" batin putri kekaisaran timur tersebut dengan penuh tanda tanya.
Sedangkan guru besar akademi bintang pun tampak sangat terkejut karena dia tak menyangka jika orang yang kini tengah berlomba tersebut sangatlah hebat bahkan mungkin melebihi dirinya.
Awalnya guru besar tersebut heran kenapa kalajengking itu bisa tiba-tiba terbakar namun ketika dia melihat kearah Alan dia pun baru mengetahui penyebabnya "Aku rasa aku harus membujuknya untuk menjadikan aku sebagai muridnya" batin guru besar akademi bintang tersebut.
Seorang penyihir biasanya akan mengeluarkan tongkat sihirnya untuk menyerang lawannya selain itu juga harus merapalkan beberapa mantera namun berbeda dengan Alan dia sama sekali tak perlu mengeluarkan tongkat sihirnya dan juga dia tak perlu merapalkan mantera lagi seperti orang lainnya.
Alan tak mengeluarkan tongkat sihirnya bukan karena dia tak memilikinya namun lawannya tidak memiliki kualifikasi yang pantas untuk berhadapan dengan tongkat sihirnya, selain karena tingkatan lawannya yang lebih rendah darinya tongkat sihir yang dia punya pun merupakan salah satu dari lima tongkat sihir terkuat diseluruh benua.
"Ternyata penyihir seperti itu bukanlah hanya legenda namun juga benar-benar ada" batin guru besar akademi bintang yang pernah mambaca tentang penyihir-penyihir kuat dimasa lalu yang dapat mengeluarkan sihirnya tanpa perlu merapalkan mantera dan juga tongkat sihirnya.
Alan pun dengan segera mengeluarkan aura sihirnya hanya sampai ditingkat empat saja karena lawannya yang masih berada ditingkat tiga jadi Alan pun merasa tidak akan terlalu mencolok nantinya.
Putri kekaisaran timur pun merasa tertekan karena mengetahui dirinya sudah tak memiliki kesempatan, dia pun dengan segera mengambil bubuk racun dari ruang dimensinya dan langsung melemparkannya kearah Alan.
"Hahahahah, memangnya kenapa jika kau berada ditingkat yang lebih tinggi dariku selama aku memiliki persiapan tentu saja aku akan dengan mudah mengalahkan mu" ucap putri kekaisaran timur tersebut dengan sangat lantang sontak membuat semua orang pun semakin tak menyukainya karena bisa-bisanya seorang tuan putri dari sebuah kekaisaran bersikap sekejam itu.
Alan pun mulai kesal pada sikap tuan putri kekaisaran timur tersebut hanya karena demi ingin memenangkan sebuah pertandingan dia pun tak sungkan-sungkan menggunakan cara yang kotor seperti itu.
__ADS_1
"Apakah kau sudah puas berbicara" ucap Alan sembari mengeluarkan sebotol pil dari cincin ruang dimensi pemberian nonanya Maeli Su dan cincin dimensi itu bukan hanya diberikan kepada dirinya saja tetapi juga kepada yang lainnya.
"Kau memandang dirimu sendiri terlalu tinggi, asal kau tau racun pelumpuh itu tidak memberikan efek apa-apa padaku dan satu hal lagi yang harus kau tau botol kecil ini berisi pil yang dapat menyembuhkan racun mu itu jika nanti aku tidak dapat bertahan dengan kekuatan ku sendiri" ucap Alan dengan tatapan yang seolah-olah ingin memangsa putri kekaisaran timur tersebut.
Alan sama sekali tidak meminum pil itu, sebab ditubuh Alan dan kedua temannya yang lain racun kelas rendah tersebut sudah bukan masalah untuk mereka karena meskipun Alan dan kedua temannya yang lain bukan seorang ahli racun namun nona mereka telah membuat tubuh mereka bertiga kebal terhadap racun dengan tingkat rendah seperti racun yang kini digunakan putri kekaisaran utara tersebut. Alan, Leo juga Lili melewati proses yang sangat mengerikan untuk mendapatkan tubuh seperti itu, berbeda dengan Nana yang merupakan ahli racun saat ini tidak ada satu pun racun yang dapat mempengaruhi tubuhnya.
Dengan sedikit kesal Alan pun mengeluarkan sihir ilusi tingkat menengah yang hanya bisa dilihat oleh putri kekaisaran timur saja, ilusi itu berhasil membuat putri kekaisaran timur ketakutan hingga berteriak-teriak memohon ampun sembari terus menerus menangis ketakutan hingga membuat dia lari dari tempat dimana lomba sedang dilangsungkan.
"Tolong... Tolong selamatkan aku, aku tau aku telah melakukan banyak kesalahan ku mohon maafkan aku" ucap putri kekaisaran utara sembari terus berlari tak tentu arah.
Kasim pun segera berkata "Yang melaju kebabak selanjutnya adalah peserta dengan nomor undian dua puluh tujuh".
Di sela-sela pengumuman pemenang itu semua orang pun terkejut melihat Apa yang terjadi pada putri kekaisaran utara termasuk para guru besar dan juga para kaisar dari ke empat kekaisaran yang ada "Apa yang terjadi pada putri ku kenapa dia menjadi seperti itu" tanya kaisar timur dengan penuh tanda tanya namun sama sekali tak menemukan jawaban apa pum.
Berbeda dengan guru besar akademi bintang dia pun tersenyum "Benar-benar anak yang luar biasa bahkan dia telah mampu menggunakan sihir ilusi dengan begitu mudah" batin guru besar akademi bintang.
Melihat hal seperti itu dipertandingkan ahli sihir guru besar akademi matahari pun melirik kearah guru besar akademi bintang dia pun kaget melihat orang tua itu tersenyum "Aku yakin pasti dia telah menemukan sesuatu pada anak itu, sepertinya tidak akan mudah mendapatkan anak itu namun aku akan tetap berusaha mendapatkannya jika perlu aku akan menjadikannya pengajar di akademi ku nanti" batin guru besar akademi matahari tersebut.
Mendengar pemenang lomba telah diumumkan Alan pun dengan segera menghilangkan sihir ilusinya dan langsung berjalan menuju kearah dimana teman-temannya juga nonanya berada.
"Apa yang terjadi, kenapa dia bisa menjadi seperti itu, ah jangan-jangan kau menggunakan sihir itu ya" tanya Lili kepada Alan.
__ADS_1
Alan pun tersenyum "Kau benar aku menggunakan sihir itu tapi hanya tingkat menengah saja" jawab Alan dengan serta merta karena sebenarnya Alan juga pernah menggunakan sihir yang sama pada ketiga temannya ketika berlatih namun yang dia gunakan sihir ilusi tingkat tinggi bukan tingkat menengah seperti yang dia gunakan tadi.