
"Katakan ada tujuan apa kau datang mencari ku" ucap Ray Su dengan acuh tak acuh.
"Tuan besar, sebelumnya maaf saya telah mengganggu waktu berharga tuan, saya datang kemari ingin membahas tentang pernikahan antara Lira Su dan pangeran ke empat" ucap selir Zia Le yang menatap ke arah anaknya sekilas dan langsung menatap ke arah suaminya Ray Su dengan perasaan takut.
Selir Zia Le merasa takut sebab apa yang terjadi kali ini tak sesuai dengan apa yang telah di rencanakannya.
Awalnya dia berencana akan mengajak Mira Su untuk ikut serta bersama mereka sehingga selir Zia Le akan lebih berani mengutarakan apa saja maksud hatinya.
Namun ketika tadi pagi dia menuju ke kediaman anaknya itu, dia malah tak menemukannya sama sekali bahkan dia mendapatkan kabar jika anaknya itu saat ini tengah berada dikediaman Maeli Su karena dipanggil olehnya.
Awalnya dia berencana akan menjemput Mira Su ke kediaman Maeli Su, namun setelah menimbang-nimbang cukup lama dia pun akhirnya memutuskan untuk tidak menjemput Mira Su, karena jujur saja dia sendiri masihlah takut dengan apa yang terjadi kemarin di antara dia dan juga Maeli Su .
Di lain sisi dia juga takut, dengan dirinya datang dan menjemput Mira Su tanpa di undang itu akan sama saja dengan mencari perkara dengan Maeli Su dan hal itu tentu saja bisa membuat Maeli Su murka padanya.
Kata-kata dari Maeli Su masih sangat jelas tergambar dikepalanya yaitu untuk tidak mengganggu atau pun mengusik Maeli Su, jika dia dan anaknya masih berani melakukannya maka mereka harus bersiap-siap menerima balasannya, memikirkan hal itu saja membuat bulu kuduknya merinding ngeri.
Selir Zia Le segera memutuskan untuk ke kediaman anaknya Lira Su untuk membicarakan kembali soal pernikahan anaknya itu.
Lira Su terus menerus memaksa selir Zia Le untuk mencari jalan keluar atas pernikahannya hari ini juga yang akhirnya membuat dia mau tidak mau siap tidak siap juga harus bertemu dengan suaminya tuan besar.
Di sepanjang perjalanan dia sangat khawatir sebab selama ini dia belum pernah menemui tuan besar tanpa ditemani Mira Su yang merupakan kunci keberuntungannya.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain di kediaman utama Ray Su sedang menghabiskan waktunya bersama kedua putrinya Maeli Su dan juga Mira Su, mereka bertiga tampak sangat bahagia dengan perbincangan yang sedang mereka lakukan.
"Kakak tau, aku sengaja mengatakan kepada para pelayan ku jika aku di panggil kakak pertama dan harus segera menuju kediaman kakak" ucap Mira Su sembari memakan cemilannya.
"Kenapa adik berkata seperti itu?" tanya Maeli Su yang sangat penasaran dengan apa yang dilakukan adik bungsunya itu.
"Kalau aku tidak mengatakan seperti itu tentu saja selir Zia Le dan kak Lira Su pasti akan segera menuju ke tempat ku berada, ya tentunya untuk mengajak ku ikut serta dengan mereka bertemu ayah handa" ucap Mira Su yang paham dengan watak kedua orang tersebut.
"Apa mereka selalu memaksa mu nak menemani atau pun melakukan sesuatu untuk mereka?" tanya Ray Su dengan penuh penasaran akan perlakuan yang selama ini di dapatkan oleh anak bungsunya itu.
Mendengar perkataan Ray Su tersebut Mira Su pun menggelengkan kepalanya "Tidak ayah handa, mereka tidak pernah memaksa ku melakukan sesuatu bahkan aku bebas melakukan apapun yang ku mau, hanya disaat selir Zia Le ingin bertemu ayah handa saja maka dia akan mengajak ku bahkan terkadang dengan sedikit memaksa agar aku mau ikut serta" jawab Mira Su dengan guratan kecil di keningnya karena mengingat apa yang selama ini dilakukan selir Zia Le atau pun Lira Su terhadapnya.
"Kalau begitu sepertinya mereka sengaja mengajak adik ketika bertemu dengan ayah handa, karena mereka tau jika mereka pergi bersama adik peluang mereka untuk meminta sesuatu kepada ayah handa akan jauh lebih mudah" ucap Maeli Su sembari meminum teh yang ada di tangannya.
Ray Su yang mendengar perkataan anak bungsunya itu pun seketika memandang ke arah anak bungsunya dengan penuh heran "Untuk apa mereka mau menemui ayah handa nak, seharusnya mereka itu bersyukur belum ayah handa depak dari kediaman ini, asal kalian berdua tau ayah handa benar-benar sangat tidak suka melihat wajah kedua wanita ular itu" ucap Ray Su dengan penuh kebencian.
"Ayah handa biar kita dengarkan dulu apa yang akan mereka ingin lakukan dari adik" ucap Maeli Su yang berusaha menenangkan ayah handanya itu.
"Baiklah nak, maafkan ayah handa karena terlalu terbawa emosi" ucap Ray Su yang memikirkan perkataan dari anak pertamanya itu.
"Nak coba katakan pada ayah handa dan juga kakak pertama mu, kenapa mereka akan datang ke kediaman ini" ucap Ray Su lagi.
__ADS_1
"Ayah handa dan kakak pasti tau kan mengenai dekrit pernikahan kak Lira dan pangeran keempat" ucap Mira Su yang kemudian menatap ke arah ayah handa dan kakak pertamanya secara bergantian, mereka yang di tatap pun menganggukkan kepala.
Melihat ayah handa dan kakak pertamanya menganggukkan kepala Mira Su pun berkata "Sebenarnya kak Lira Su tidak setuju dengan pernikahan itu, karena dia hanya diangkat menjadi selir oleh pangeran keempat sedangkan dia hanya ingin menjadi permaisuri".
Mendengar hal itu Ray Su dan putri pertamanya Maeli Su pun terkejut karena mereka sangat tau bagaimana reputasi Lira Su saat ini, mereka juga yakin pasti Lira Su maupun selir Zia Le juga mengetahui hal itu lantas kenapa Lira Su malah melakukan hal tersebut.
Tok... Tok... Tok...
"Maaf tuan besar telah mengganggu waktu tuan bersama nona pertama dan nona keempat, aku ingin menyampaikan pesan jika selir Zia Le datang bersama nona kedua untuk bertemu dengan tuan besar, katanya akan ada hal penting yang ingin mereka bicarakan apakah tuan besar ingin menemui mereka?" ucap seorang pengawal.
Belum sempat Ray Su menghilangkan keterkejutannya terhadap sikap Lira Su kini dia malah mendapatkan kabar mengenai kedatangan dua wanita ular itu, sama seperti yang dikatakan anak bungsunya.
Ray Su pun menatap ke arah Maeli Su untuk meminta pendapat, melihat hal itu Maeli Su pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda jika ayah handanya harus menemui mereka berdua.
"Baiklah aku akan menemui mereka, namun jangan biarkan mereka masuk ke ruangan ini terlebih dahulu karena masih ada yang harus aku lakukan, nanti jika urusan ku telah selesai akan ada pelayan yang memanggil mereka masuk" ucap Ray Su.
Pengawal itu pun keluar dari ruangan itu dan segera mengabarkan kepada selir Zia Le dan Lira Su tentang apa yang dikatakan tuannya.
Sedangkan di dalam kediaman utama sendiri "Nak apa yang kau katakan benar, mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ayah handa" ucap Ray Su yang menatap ke arah anak bungsunya.
"Itu sudah pasti mereka lakukan ayah handa karena saat ini mereka percaya jika hanya ayah handa yang dapat membantu masalah mereka, lalu aku harus sembunyi dimana tidak mungkin aku akan bertemu mereka berdua di kediaman ayah handa karena jika itu terjadi pasti mereka akan curiga" ucap Mira Su.
__ADS_1
Melihat adiknya mulai khawatir Maeli Su pun berkata "Tenanglah dik, kita tetap di ruangan ini saja karena ayah pasti akan menemui mereka di ruangan samping, jadi adik tidak akan bertemu dengan mereka selain itu kita bisa mendengar apa yang akan mereka katakan pada ayah handa" ucap Maeli Su yang kemudian disepakati oleh ayah handanya juga adik bungsunya.
Setelah mempersiapkan ruangan samping, Ray Su pun memerintahkan pelayannya untuk memanggil selir Zia Le dan Lira Su untuk masuk ke ruangan dimana dia telah menunggu mereka.