
"Aku akan ikut serta dalam perlombaan yang berbeda dengan kalian" ucap Maeli Su yang sukses membuat keempat bawahannya itu pun menarik napas karena merasa lega.
"Kalian segeralah beristirahat dan mulai besok berlatihlah lebih giat lagi" sambung Maeli Su.
Mereka berempat pun mengikuti apa yang dikatakan nonanya meskipun sebenarnya jauh di dalam hati mereka, mereka sangat ingin tau perlombaan apa yang akan di ikuti nonanya itu.
***
Di tempat lain di kekaisaran Hong, kini kaisar tengah mendengarkan laporan dari mata-mata yang ditugaskannya untuk memata-matai kediaman Su.
"Hormat pada kaisar" ucap mata-mata tersebut sembari membungkukkan badannya.
"Aku menerima hormat dari mu, berdirilah dan segera katakan pada ku informasi apa saja yang telah kau dapatkan" ucap kaisar Hong sembari menatap lekat ke arah mata-mata tersebut.
Mendapatkan tatapan seperti itu, mata-mata itu pun menelan ludahnya dan dia mulai berpikir agar informasi yang akan dikatakannya tidak membuatnya berada dalam masalah.
"Kaisar selama aku berada di kediaman keluarga Su, belum ada keputusan dari nona pertama keluarga Su tentang surat lamaran siapa yang akan diterimanya" ucap mata-mata tersebut sembari memperhatikan rawut wajah kaisar, setelah melihat tak ada perubahan pada rawut wajah kaisar dia pun dengan segera melanjutkan kata-katanya.
"Namun beberapa hari yang lalu pangeran keempat dari kekaisaran Lu yang kini telah menjadi adik ipar nona pertama keluarga Su memberi hadiah kepada nona pertama berupa sepasang anting dan juga sebuah gelang" ucap mata-mata tersebut yang belum sempat melanjutkan kembali kata-katanya karena lebih dahulu dipotong oleh sang kaisar.
"Kurang ajar, berani-beraninya dia ingin mendekati wanita ku setelah dia mendapatkan adik dari wanita ku itu, aku pasti akan membuat perhitungan dengan laki-laki brengsek itu" ucap kaisar Hong dengan lantang karena tak terima jika wanitanya Maeli Su diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
Mendengar kemarahan kaisar, seketika semua orang yang berada diruangan itu pun menjadi takut hingga tak ada yang berani mengeluarkan suara sedikit pun.
"Tapi nona pertama keluarga Su sama sekali tak menerima pemberian pangeran keempat tersebut malahan nona pertama keluarga Su mengatakan jika dia telah menerima hadiah yang jauh lebih bagus dari calon suaminya dari pada apa yang dibawakan pangeran keempat" sambung mata-mata tersebut dengan keringat dingin yang terus mengalir.
Dengan seketika kaisar Hong pun tersenyum mendengar kata-kata yang baru saja dikatakan mata-mata tersebut karena dia tau betul jika sepasang anting dan juga gelang yang dikatakan oleh mata-matanya itu adalah hadiah yang di berikannya kepada nona pertama keluarga Su itu.
Mereka yang berada diruangan itu merasa sedikit lega ketika melihat kaisar mereka yang tiba-tiba tersenyum seperti itu, bahkan mereka sangat memuji apa yang telah dilakukan nona pertama keluarga Su karena telah berhasil menyelamatkan mereka semua dari amarah kaisar Hong.
Setelah selesai mengatakan informasi tersebut kaisar Hong pun memerintahkan kepada mata-matanya tersebut untuk kembali memata-matai kediaman keluarga Su.
"Hormat kami pada kaisar" ucap seorang mentri yang baru saja masuk kedalam ruangan itu bersama dengan putrinya sembari membungkukkan badan.
"Saya datang kemari karena ingin membahas soal turnamen benua tengah yang akan di adakan di ke kaisaran utara, dan saya sengaja membawa putri saya agar kaisar dapat mempertimbangkannya ikut serta dalam perlombaan arena petarung karena putri saya terkenal dengan bakatnya dalam ahli samonir selain itu dia juga telah mencapai tingkat epic bintang satu" ucap mentri tersebut.
Sedangkan putrinya sedari tadi hanya menatap ke arah kaisar Hong sembari tersenyum lebar "Benar-benar laki-laki yang sangat tampan dan juga berbakat, akan aku pastikan tak lama lagi dia akan tergoda dengan kecantikan dan juga bakat ku, disaat itu terjadi pasti dia akan siap berlutut untukku" batin Sa Long putri dari mentri yang bertemu dengan kaisar Hong.
"Jika memang putri mu berbakat maka biarkan saja dia ikut serta dalam penyeleksian peserta yang akan mewakili kekaisaran barat yang akan diadakan dua hari lagi" ucap kaisar Hong dengan sangat tegas.
Mendengar perkataan tersebut Sa Long pun berbicara di dalam hatinya "Benar-benar laki-laki yang sangat menarik membuat ku semakin ingin mendapatkannya saja, bahkan aku rela jika harus menyerahkan diriku kepadanya".
"Baiklah kaisar jika seperti itu, putri saya pasti akan ikut serta dalam penyeleksian tersebut dan dia juga pasti akan dapat mewakili kekaisaran barat ini" ucap mentri tersebut dengan mantap walaupun sebenarnya dia merasa kesal karena kaisar tak langsung memilih putrinya sebagai perwakilan dari kekaisaran barat.
__ADS_1
"Baguslah jika seperti itu, jika tak ada keperluan yang lain kalian bisa segera meninggalkan ku, aku masih memiliki banyak pekerjaan" ucap kaisar Hong dengan acuh tak acuh.
"Sombong sekali dia jika bukan seorang kaisar sudah pasti ku potong lidahnya itu agar tak berkata kasar seperti itu" batin mentri tersebut.
"Baiklah kaisar jika begitu kami berdua pun mengundurkan diri terlebih dahulu dan maaf karena telah mengganggu waktu kaisar yang berharga" ucap mentri tersebut sembari membungkukkan badannya, kemudian dengan segera berlalu bersama putrinya dari ruangan itu tanpa menunggu jawaban dari kaisar.
"Benar-benar orang yang sombong, apa dia mengira jika dengan kedudukannya sebagai mentri itu dapat dengan mudah memasukkan siapa saja ke dalam turnamen itu tanpa perlu ikut serta dalam penyeleksian" ucap kaisar Hong dengan tatapan kesalnya.
Para bawahan yang menyadari perubahan wajah pada kaisarnya pun dengan seketika menundukkan kepala bahkan mereka tak berani bergerak sama sekali karena takut kaisar mereka itu akan terganggu sehingga melimpahkan kekesalannya kepada mereka.
"Kalian dengar baik-baik selama aku menjadi kaisar jika aku mendengar ada pejabat yang berani melakukan hal seperti tadi maka jangan salahkan aku jika jabatannya akan ku cabut dan bahkan seluruh keluarganya akan kehilangan nama keluarganya sehingga mereka hanya bisa hidup dengan status rakyat biasa" ucap kaisar Hong dengan penuh penekanan.
"Kami tidak akan berani melakukannya yang mulia" ucap mereka serentak dengan dipenuhi keringat yang bercucuran.
Beberapa dari mereka sempat ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang akan dilakukan mentri Long tadi, namun setelah mendengar perkataan kaisar Hong barusan mereka pun dengan seketika membatalkan niat untuk melakukan hal tersebut.
"Aku juga tak ingin kedepannya ada wanita yang dengan mudahnya masuk ke istana ku ini tanpa izin dari ku lebih dahulu jika hal seperti tadi terjadi lagi maka kalian semua bersiap-siaplah untuk menerima hukuman dari ku" ucap kaisar Hong dengan tegas.
"Baik kaisar kami akan pastikan tidak ada satupun wanita yang bisa masuk ke istana ini tanpa izin dari kaisar terlebih dahulu" ucap salah satu pengawal istana tersebut, sedangkan beberapa mentri dan pengawal yang lainnya hanya diam dan menundukkan kepalanya saja.
"Wanita tadi benar-benar membuat ku sangat muak, dari tatapannya saja aku bisa tau jika dia bukanlah wanita yang baik sangat berbeda sekali dengan wanita ku" batin kaisar Hong sembari mengingat Maeli Su.
__ADS_1