Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Menyesal Sekaligus Malu


__ADS_3

"Aku sangat senang melihat anak-anakku begitu akur dan saling menyayangi" batin Ray Su di dalam hatinya sembari melihat kearah dimana anak-anaknya berada bahkan tanpa sadar dia pun ikut tersenyum dengan begitu hangat.


Ray Su yang tengah asik melihat kearah anak-anaknya berada tak sengaja tatapannya bertemu dengan mentri kekaisaran selatan "Tuan, aku rasa pengumuman tadi telah memberi tahumu siapa diantara kita yang telah memenangkan taruhan itu" ucap Ray Su dengan santai.


"Apa yang kau katakan benar tuan, aku ucapkan selamat atas menangnya kekaisaran mu tuan namun semua itu tak lepas dari dukungan keluarga Su yang merupakan panglima perang kekaisaran ini, aku yakin jika keluarga Su tak ikut serta sudah pasti kekaisaran mu ini tidak dapat memenangkan banyak pertandingan seperti saat ini" ucap mentri kekaisaran selatan tersebut dengan angkuhnya namun jauh di dalam hatinya dia pun merasa sedih karena dia tak akan dapat bertemu dengan orang yang sangat dikaguminya yaitu panglima perang kekaisaran timur.


"Tuan ini hadiah yang telah ku janjikan padamu" ucap kembali mentri kekaisaran selatan tersebut sembari mengeluarkan botol yang berisi beberapa tetes air suci.


Belum sempat Ray Su berbicara seseorang sudah lebih dahulu berkata "Hormat pada panglima, mohon maaf telah mengganggu waktu panglima saya datang menemui panglima karena kaisar saat ini ingin bertemu dan duduk bersama dengan panglima ditempat penjamuan khusus" ucap orang tersebut dengan penuh hormat, orang yang berbicara tersebut merupakan salah satu wakil panglima perang Ray Su.


Selama pertandingan berlangsung Ray Su memutuskan untuk bergabung bersama keluarganya setelah mendapatkan izin lebih dahulu dari kaisar, setelah itu dia pun memerintahkan salah satu wakilnya untuk duduk ditempat yang telah ditentukan untuknya yaitu berada ditempat yang cukup dekat dengan raja sehingga banyak orang dari kekaisaran lain mengira jika yang bersama kaisar itu adalah panglima perang kekaisaran timur yang sangat terkenal itu.


"Baiklah jika begitu aku akan segera menuju ketempat dimana kaisar berada" ucap Ray Su sembari berdiri dan dengan segera para pelayanannya memakaikan baju jiah miliknya saat itu juga.


"Tuan, mohon maaf aku tidak bisa menemani mu lagi karena kaisar telah menanti kedatangan ku dan untuk hadiah itu aku rasa lebih baik tuan menyimpannya kembali" ucap Ray Su yang kemudian segera berjalan menuju ketempat dimana kaisar timur berada bersama dengan beberapa anak buahnya.

__ADS_1


Maeli Su dan ketiga adiknya yang melihat ayahanda mereka akan pergi dengan segera berlari kearah ayahandanya itu dan dengan segera memeluk ayahanda mereka itu secara bersama-sama.


Mendapatkan pelukan tiba-tiba dari keempat anaknya membuat Ray Su sangat senang hingga dengan segera dia pun membalas pelukan anak-anaknya itu dengan hangat setelah beberapa saat dia pun berpamitan pada anak-anaknya itu untuk segera menghadap kaisar.


Melihat kedekatan Ray Su dengan anak-anaknya membuat semua orang yang berada disana tersentuh bahkan beberapa dari mereka telah berniat akan memperlakukan anak-anak mereka lebih baik lagi.


Ketika semua orang tengah tersentuh, mentri kekaisaran selatan malah merasa sangat menyesal sekaligus malu karena dia tak pernah menyangka jika orang yang selama ini dia pandang rendah adalah orang yang sangat dia kagumi, mengetahui kebenaran itu membuat dia tak henti-hentinya mengutuk kesombongan dirinya sendiri.


"Ternyata orang-orang yang menggunakan jubah itu adalah orang-orang dari kakak cantik" ucap putri Caca Hong di dalam hatinya sembari berjalan menuju kearah dimana Maeli Su berada.


Dengan perasaan bahagia dan juga gugup putri Caca Hong menemui Maeli Su yang kini tengah bersama dengan ketiga adik-adiknya juga para bawahannya "Kakak cantik, selamat atas kemenangan mu dan juga selamat atas kemenangan kalian semua" ucap putri Caca Hong dengan tulus sembari menatap kearah Maeli Su juga para bawahannya.


Sedangkan ditempat lain kaisar Hong kini tengah menatap kearah dimana adiknya Caca Hong berada "Bagaimana mungkin adikku yang nakal itu bisa mengenal wanita ku, sepertinya aku harus menanyakan langsung padanya nanti" ucap kaisar Hong sembari berjalan kearah dimana adiknya Caca Hong berada.


Maeli Su yang melihat keadaan Caca Hong semakin membaik dia pun merasa senang lalu dia menyuruh Lili untuk memberikan pil penyembuh meridian kepada Caca Hong agar Caca Hong dapat berkultivasi kembali.

__ADS_1


Lili pun dengan segera memberikan apa yang dikatakan nonanya pada Caca Hong, Caca Hong yang mendapatkan pil itu pun merasa sangat senang sehingga dia tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Maeli Su dan para bawahannya.


"Apa yang kau lakukan disini" ucap kaisar Hong yang berhasil membuat adiknya Caca Hong juga Maeli Su dan yang lainnya menatap kearahnya.


Caca Hong sama sekali tak menjawab pertanyaan kakaknya itu, dia malah berlari ketempat dimana kakaknya berada dan dengan segera memeluk kakaknya dengan begitu bahagia karena dia telah dapat menyembuhkan meridiannya yang terluka "Aku sangat senang kak karena kini meridian ku bisa sembuh, aku sangat menyayangi kakak" ucap Caca Hong dengan sangat bahagia.


Mendengar apa yang dikatakan adiknya tersebut kaisar Hong pun menjadi sangat senang sehingga dia pun membalas pelukan adiknya "Kakak juga sangat menyayangi mu" ucap kaisar Hong dengan begitu hangat.


"Ternyata kaisar Hong ini tidak ada bedanya dengan laki-laki lain, hanya mementingkan pembangunan haremnya saja" ucap Maeli Su di dalam hatinya sembari pergi meninggalkan kaisar Hong juga Caca Hong yang tengah berada dalam kebahagiaan.


Setelah beberapa saat kaisar Hong pun mencari keberadaan Maeli Su namun dia sama sekali tidak dapat menemukannya "Kemana perginya wanita ku itu, padahal aku sangat merindukannya" batin kaisar Hong sembari melihat sekeliling namun sayang dia tak menemukan keberadaan Maeli Su sama sekali.


Maeli Su kini telah berada dikediamannya sepanjang perjalanan dia hanya diam sembari mengingat kejadian yang tadi dilihatnya dan hal itu sangat membuatnya kesal hingga dia pun tak henti-hentinya mengutuk kaisar Hong di dalam hatinya.


"Kalian semua keluarlah, tolong jangan biarkan siapapun mengangguku" ucap Maeli Su dengan wajah datar, lalu dengan segera dia pun masuk kekamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya setelah lebih dahulu mengunci pintu kamarnya.

__ADS_1


"Ah, kenapa aku menjadi sekesal ini bukankah seharusnya aku bahagia karena aku dapat melihat sifat aslinya itu, benar-benar sangat menyebalkan" ucap Maeli Su sembari menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembusnya dengan kasar.


"Awalnya aku ingin memberikannya kesempatan untuk bersama dengan ku jika dia mampu memenuhi beberapa syarat yang nantinya aku ajukan, namun melihat hal tadi aku rasa aku tak perlu lagi memberikannya kesempatan apapun karena sudah pasti dia tak akan dapat memenuhi syarat yang aku tetapkan" ucap Maeli dengan perasaan tak menentu sembari mengingat-ingat syarat-syarat yang telah disiapkannya untuk kaisar Hong yang mana salah satu syaratnya yaitu kaisar Hong tak boleh memiliki istri selain dirinya baik itu seorang selir sekalipun.


__ADS_2