Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Tidak Buruk


__ADS_3

"Sepertinya tawaran ini tidak terlalu buruk, aku juga telah menemukan hal yang nantinya akan aku minta sebagai imbalan menyembuhkan pangeran, selain itu aku juga tak memiliki pilihan saat ini karena aku harus segera bertambah kuat, aku sangat yakin jika yang lainnya juga akan berfikir begitu" batin Lili.


"Baiklah, saya akan ikut bersama tuan, tolong tunjukkan jalannya tuan" ucap Lili dengan sopan, mendengar apa yang dikatakan Lili panglima perang kekaisaran utara itu pun menjadi sangat senang dengan segera dia pun memerintahkan para bawahannya untuk menyiapkan kereta kuda untuk Lili setelah semua persiapan selesai barulah mereka melanjutkan perjalanan ke istana kaisar utara.


Di tempat lain, kini Alan sedang berpamitan pada kakek tua yang telah memberikan dirinya tempat untuk beristirahat "Kakek terima kasih karena telah mengizinkan saya bermalam dirumah ini, sekarang saya akan melanjutkan perjalanan saya" ucap Alan dengan sopan sembari menundukkan kepalanya sebagia bentuk penghormatannya.


"Tunggu anak muda, aku rasa kau harus tinggal di tempat ini untuk beberapa bulan ke depan karena aku rasa saat ini kau tengah membutuhkan kekuatan, karena kita berjodoh maka aku akan mewariskan semua ilmuku padamu" ucap kakek tersebut.


Mendengar hal itu Alan pun dengan segera menundukkan kepalanya sebagai bentuk permintaan maafnya "Mohon maaf kakek, saat ini aku benar-benar sedang dalam keadaan yang sangat mendesak karena aku harus segera bertemu dengan nonaku dan juga teman-temanku, mereka semua pasti sedang berusaha untuk kembali ketempat itu" ucap Alan sembari mengingat penyerbuan yang telah mereka alami dan itu membuat perasaan Alan terguncang.


Kakek tua yang melihat perubahan pada aura Alan pun dengan segera menyadari jika Alan merupakan seorang ahli sihir dan itu sama dengan dirinya "Anak muda bukankah seharusnya kau meningkatkan kekuatanmu lebih dahulu sebelum kau kembali ketempat yang akan kau tuju nantinya, aku rasa teman-teman mu juga pasti akan berfikiran seperti itu karena aku yakin kalian pasti telah melewati masa yang sulit" ucap kakek tua itu dengan tujuan untuk membuat Alan mau menerima warisan darinya.


"Selain itu aku juga merupakan seorang ahli sihir sama dengan mu, bukankah pertemuan kita ini merupakan sebuah takdir selain itu aku merasa kau memang orang yang telah dipilih oleh dewa untuk menerima warisan dariku" ucap kakek tersebut sembari menatap kearah Alan.


Alan pun mulai memikirkan apa yang baru saja kakek tua itu katakan, sudah pasti teman-temannya akan berusaha menjadi semakin kuat karena penyerangan itu pasti telah meninggalkan luka dihati teman-temannya begitu pula dirinya "Sepertinya apa yang kakek katakan benar, jika begitu saya mohon kakek bersedia memberikan pelajaran pada saya" ucap Alan sembari menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Karena kau telah setuju untuk menerima warisan dariku maka mulai sekarang panggil aku guru" ucap kakek tua tersebut sembari tersenyum senang karena telah berhasil menemukan seorang pewaris setelah sekian lamanya.


Alan pun dengar segera menundukkan kepalanya sebagai bentuk penghormatan "Baiklah guru aku akan melakukan seperti yang guru katakan" ucap Alan dengan perasaan senang karena dia akan dapat segera meningkatkan kekuatannya.


Kakek tua itu pun dengan segera mengajak Alan ketempat yang biasa digunakannya untuk berlatih "Jika begitu mulai hari ini kau akan mendapatkan pelatihan yang sulit dan kau tak akan bisa berhenti dari pelatihan ini sebelum kau benar-benar dapat mewarisi semua ilmu ku, jika kau berhenti di tengah jalan maka kau akan kehilangan kemampuan mu sebagai seorang ahli sihir, bagaimana anak muda apakah kau masih ingin melanjutkan pelatihan ini" ucap kakek tua itu sembari menatap lekat kearah Alan.


"Aku akan melanjutkan pelatihannya guru meskipun nyawa ku sebagai taruhannya" ucap Alan dengan penuh keyakinan dan kakek tua yang melihat keyakinan Alan pun merasa sangat yakin jika Alan akan mampu menyelesaikan pelatihan sebagai pewarisnya.


Setelah itu Alan pun mengikuti gurunya untuk memulai pelatihannya, dengan tekadnya yang kuat Alan pun mengikuti pelatihan itu dengan sungguh-sungguh bahkan dia tak menghiraukan luka-luka yang kini ada di tubuhnya.


***


"Huft, aku mulai bosan berada di kamar saja sepertinya aku harus berkeliling untuk melihat-lihat lingkungan perguruan matahari ini karena belum tentu di waktu lain aku akan dapat melakukannya" ucap Nana sembari bangun dari tempat duduknya dan berjalan-jalan disekitar tempat tinggal tetua agung.


"Wah tempat ini benar-benar sangat indah, entah mengapa aku merasa sangat nyaman berada di tempat ini" batin Nana sembari tersenyum terus menerus.

__ADS_1


Beberapa murid perguruan matahari yang melewati kediaman tetua agung pun menatap kearah Nana, melihat Nana mereka pun menjadi penasaran karena mereka belum pernah melihatnya sebelumnya.


"Siapakah nona muda itu, kenapa dia berada di kediaman tetua agung, apakah dia kerabat dari tetua agung yang sedang datang untuk berkunjung, selain itu dia juga sangat cantik" ucap murid-murid akademi tersebut antara satu dan yang lainnya.


Kehadiran Nana telah membuat banyak murid dari akademi matahari diam-diam melewati kediaman tetua agung hanya untuk melihat sosoknya karena orang-orang yang telah lebih dahulu melihatnya mengatakan betapa cantiknya wajah Nana kepada yang lainnya.


"Apakah aku tak salah lihat" ucap seorang murid senior sembari mengusap-usap matanya, murid senior itu juga ikut serta sebagai peserta pada turnamen benua tengah sebagai perwakilan dari kekaisaran barat.


Setelah beberapa kali memastikan murid senior itu pun dengan segera berjalan ke ruang guru besar dengan tergesa-gesa "Aku harus segera melaporkan hal ini pada guru besar, aku yakin guru besar pasti akan merasa sangat senang mendengar hal ini" ucap murid senior tersebut di dalam hatinya sembari terus menerus mempercepat langkah kakinya.


Tak berselang lama murid senior itu pun telah sampai di depan ruang guru besar dia pun dengan segera meminta izin untuk masuk ke dalam, setelah mendapatkan izin dia pun dengan segera berjalan ke arah dimana guru besar berada.


"Hormat guru besar" ucap murid senior tersebut sembari menundukkan kepalanya, guru besar pun menganggukkan kepala sebagai tanda hormatnya telah diterima.


Guru besar pun menatap ke arah murid senior tersebut dengan tatapan yang aneh "Apa yang terjadi padamu, kenapa nafas mu tersengal-sengal seperti orang yang baru saja dikejar singa" ucap guru besar tersebut sembari melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Tidak terjadi apapun pada diriku guru besar, hanya saja aku tadi tak sengaja bertemu dengan salah satu dari lima orang yang ingin kau jadikan murid pribadi mu di perguruan ini" ucap murid senior tersebut sembari menormalkan hembusan nafasnya.


__ADS_2