Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Phonix


__ADS_3

Seketika tempat itu pun bergetar dan tiba-tiba terbukalah sebuah dinding yang menjadi pintu masuk ke dalam tempat tersebut.


"Waw, apakah kejadian seperti ini mungkin terjadi" batin Maeli Su dengan penuh tanda tanya karena mengalami hal sama seperti dikehidupan sebelumnya.


Dia pun segera masuk ke dalam tempat itu dengan seketika dinding itu pun tertutup kembali dan munculah cahaya di samping dinding tersebut sebagai penunjuk jalan.


Maeli Su pun terus berjalan ke dalam mengikuti cahaya di dinding tersebut, semakin dia memperhatikan tempat tersebut semakin dia merasa aneh karena dilihat dari sisi manapun tempat itu sangatlah sama dengan tempat rahasia milik penjahat internasional yang dulu sempat di kalahkannya dan membuatnya menjadi pemilik dari tempat itu.


"Benar-benar sangat mirip" ucap Maeli Su.


Maeli Su pun dengan seketika memandangi tempat itu secara sesama hingga dia melihat ada sebuah ukiran di sebuah dinding.


"ukiran apa ini, sepertinya ukiran ini tidak pernah ada dikehidupan sebelumnya" ucap Maeli Su sembari meraba-raba ukiran tersebut.


Tak perlu waktu lama dia pun dapat mengetahui jika ukiran tersebut merupakan ukiran phonix.


Ketika asik mengamati ukiran tersebut tanpa sengaja tangannya menyentuh mata phonix sehingga membuat dinding itu seketika terbuka dan memunculkan sebuah telur yang berada di atas kotak terbuka yang sangat indah.


"Wah, kau memang sangat beruntung segera teteskan darah mu di atas telur itu jika tebakan ku benar maka ini akan menjadi sangat luar biasa" ucap Momo yang seketika menampakkan dirinya di hadapan Maeli Su.


Mendengar hal itu Maeli Su pun segera berjalan mendekati telur tersebut untuk mengikuti apa yang dikatakan Momo.


Maeli Su pun segera mengambil salah satu hiasan yang berada di kepalanya dan dengan segera menusuk salah satu jari tangannya, seketika darah pun menetes keluar yang membuatnya dengan segera meneteskan darah tersebut di atas telur yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Cahaya pun tiba-tiba muncul dari telur tersebut dengan seketika telur itu pun pecah dan mengeluarkan seekor burung kecil yang memiliki warna seperti warna berlian yang sangat mengkilau.


Melihat burung kecil itu seketika Maeli Su merasa sangat gemas dan juga sangat takjub akan keindahannya.


"Karena kau berhasil menetaskannya maka dia kini akan menjadi hewan Kontrak mu juga, maka dari itu segeralah berikan dia nama agar ikatan di antara kita bertiga semakin kuat" ucap Momo.


"Mumu, iya aku namakan Mumu saja" ucap Maeli Su dengan asal.


Mendengar perkataan tersebut membuat Momo pun menggeleng-gelengkan kepalanya "Nasib baik nama ku tidak diberikan olehnya bisa-bisa aku dinamai mumi olehnya" batin Momo yang merasa sangat bersyukur atas nama pemberian dari ibunya Maeli Su itu.


Berbeda dengan Momo, burung kecil itu sangat senang atas nama pemberian dari tuannya itu, karena telah memiliki nama burung kecil itupun seketika berubah menjadi burung phonix dan di kepalanya terdapat ukiran setangkai mawar berwarna hitam sama dengan yang ada di kening Maeli Su dan juga Momo.


Melihat perubahan pada burung kecil itu membuat Maeli Su semakin kagum terhadap Mumu.


Maeli Su menjadi syok ketika mendengar Mumu dapat berbicara dengannya padahal mereka baru saja terikat kontrak.


"Apa dia bilang nama yang bagus? Bagus dari mananya coba yang ada pendengaran burung bodoh ini yang tidak bagus, andai saja burung bodoh ini tau jika tuan barunya itu asal memberikan nama padanya dapat dipastikan dia tak akan pernah mengucapkan kata terima kasih seperti saat ini" batin Momo yang merasa prihatin kepada Mumu.


"Senior aku memberi hormat kepada mu" ucap Mumu sembari menundukkan kepalanya kearah Momo.


"Aku menerima hormat mu, mulai sekarang dan seterusnya tidak perlu memberi hormat lagi ketika kita bertemu" ucap Momo acuh tak acuh sembari berkata di dalam hatinya "Bisa gawat jika setiap bertemu dengan burung bodoh ini dia selalu memberi hormat bisa-bisa aku trauma karena bisa dipastikan kami akan sangat sering bertemu kedepannya".


"Baiklah senior aku akan mengingat pesan dari senior" ucap Mumu dengan sangat sopan.

__ADS_1


Melihat sikap Mumu yang sangat hormat kepada Momo membuat Maeli Su pun bingung bukankah mereka sama-sama hewan spritual lalu kenapa Momo seperti sangat di hormati batin Maeli Su.


Di dalam dunia hewan spritual Momo berada di tingkat tertinggi dan dijuluki maha dewa, sedangkan phonix dan tiga hewan spritual lainnya berada di urutan kedua yang merupakan hewan dewa hal itulah yang membuat semua hewan spritual akan memberikan hormat kepada Momo saat bertemu.


Bayangkan saja jika dalam sehari Momo bertemu dengan Mumu lebih dari sepuluh kali bukankah berarti Mumu akan memberikan salam hormat lebih dari sepuluh kali juga membayangkan hal itu saja sudah membuat mood Momo rusak.


"Hai, ayo cepat simpan semua benda berharga yang ada di ruangan ini ke dalam kalung dimensi mu" ucap Momo yang membuyarkan Maeli Su dari lamunannya.


"Apa yang kau katakan benar, aku akan mengambil semuanya lihatlah betapa banyaknya koin emas dan juga perhiasan yang ada disini aku pasti menjadi orang terkaya saat ini bukan hanya itu saja bahkan disini juga ada bahan obat-obatan langka, pil obat kelas tinggi, berbagai jenis racun bahkan benda pusakanya saja berada di tingkatan tinggi, ini benar-benar hasil yang sangat memuaskan" ucap Maeli Su sangat senang dengan apa yang di dapatkannya di tempat itu.


Setelah berkeliling cukup lama di ruangan itu, Maeli Su pun telah menyimpan banyak sekali harta karun di dalam kalung dimensinya, ketika dia ingin keluar dari ruangan terakhir tanpa sengaja dia melihat air berwarna pelangi di sebuah tempat pemandian dengan segera dia pun berjalan ke arah pemandian tersebut.


"Waw air ini sangat indah sekali, benar-benar dapat memanjakan mata" ucap Maeli Su yang takjub akan apa yang dilihatnya.


Berbeda dengan Momo dengan sekejap dia telah masuk ke dalam pemandian itu dan hal itu membuat Maeli Su beserta Mumu merasa heran.


Momo yang mengetahui kebingungan mereka itu pun dengan seketika berkata "Kalian berdua segeralah kemari untuk berendam ke dalam air ini hingga air ini tidak berwarna lagi".


Mendengar hal itu Mumu pun seketika masuk kedalam pemandian itu seperti apa yang dikatakan Momo.


Berbeda dengan Maeli Su dia malah hanya diam saja dan tak terlihat akan bergerak sama sekali dan hal itu berhasil membuat Momo menjadi sangat jengkel.


"Cepat masuk kemari dasar benar-benar manusia yang tidak tau barang bagus, asal kau tau air pelangi ini sangatlah langka dan air pelangi ini jauh lebih berharga dari pada air surgawi apa kau tidak mau mendapatkan manfaat dari air ini" ucap Momo dengan nada mencemooh Maeli Su.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Momo tersebut membuat Maeli Su dengan segera masuk dan ikut berendam bersama mereka benar saja tak perlu waktu lama warna air pun perlahan mulai memudar, bukan hanya itu saja bahkan kini Momo memiliki warna yang sangat berkilau seperti warna permata.


__ADS_2