
"Sepertinya sudah saatnya aku menemui kaisar yang arogan itu dan aku rasa dia telah mengetahui jika aku telah berhasil memenangkan pertandingan itu" ucap Caca Me di dalam hatinya sembari meninggalkan penginapan yang menjadi tempat tinggalnya beberapa waktu ini.
Di sepanjang perjalanan Caca Me merasa ada, beberapa orang yang mengikutinya, dia pun dengan segera mempercepat langkahnya menuju ke istana kaisar Hong, hingga tibalah di sebuah jalanan yang sepi mereka pun segera mengepung Caca Me.
"Buat dia terluka hingga tak dapat mengikuti perlombaan yang sebentar lagi akan dilaksanakan" ucap ketua kelompok dari orang-orang yang mengepung Caca Me.
Dengan sigap mereka pun menyerang Caca Me namun tak ada satupun dari mereka yang berhasil melukainya malahan banyak dari mereka yang terluka karena serangan balasan darinya.
"Kalian tidak akan dapat mengalahkan aku, lebih baik kalian katakan saja padaku siapa yang telah menyuruh kalian untuk melakukan ini, jika memang kalian masih ingin hidup lebih lama lagi" ucap Caca Me dengan penuh kekesalan.
Mereka pun tak menjawab pertanyaan Caca Me sama sekali hingga berhasil membuat Caca Me semakin bertambah kesal, dengan segera Caca Me menginjak tangan salah satu dari mereka agar mereka mau membuka mulut.
"Tolong lepaskan saya, saya berjanji akan mengatakan yang sebenarnya" ucap seseorang yang kini tengah memohon pada Caca Me untuk melepaskannya karena tangannya tengah diinjak dengan sangat kuat.
"Baguslah kalau begitu segera katakan yang sebenarnya, aku akan memberikan waktu padamu selama lima menit jika kau melebihi waktu yang telah kutetapkan maka bersiap-siaplah menerima kematianmu" ucap Caca Me sembari mengangkat kakinya dari tangan laki-laki tersebut.
__ADS_1
Melihat ada celah laki-laki tersebut pun dengan segera mengeluarkan bubuk racun dingin dari kantongnya dan dengan sigap melemparkan bubuk itu ke arah Caca Me sembari menutup hidungnya agar tak ikut menghirup bubuk tersebut.
Caca Me yang tak memiliki persiapan apapun dengan seketika terkena bubuk racun dingin tersebut bahkan dengan jumlah yang sangat banyak, melihat hal itu laki-laki tersebut pun tak ingin membuang-buang waktunya dia pun dengan segera menyerang Caca Me dengan seluruh kekuatan yang tersisa hingga membuat Caca Me memuntahkan darah kental dari mulutnya sedangkan laki-laki tersebut langsung tak sadarkan diri.
Caca Me yang mengetahui kondisi tubuhnya semakin buruk dengan segera lari dari tempat tersebut sembari mengambil giok dari dalam sakunya dan dengan segera menghancurkannya.
"Sedangkan para laki-laki tersebut berusaha untuk berdiri dan dengan sisa kekuatan mereka, mereka pun mencoba mengejar Caca Me namun mereka sama sekali tak berhasil menemukannya, karena Caca Me lebih dahulu menemukan tempat persembunyian yang aman.
"Aku harus bisa bertahan hingga dia datang dan membawa ku dari tempat ini, aku yakin dia pasti akan bisa menyembuhkan racun ini" ucap Caca Me di dalam hatinya sembari menggigit kuat bibirnya hingga mengeluarkan darah, hal tersebut dilakukannya karena dia tak ingin kehilangan kesadaran hingga membuat racun dingin tersebut tersebar dengan lebih cepat.
"Sialan lari kemana wanita itu kenapa sama sekali tak meninggalkan jejak sedikit pun, untunglah kita berhasil membuat bubuk racun dingin terhirup olehnya di tambah lagi dengan luka yang diterimanya tadi aku yakin dia tak akan bisa mengikuti perlombaan itu lagi" ucap ketua mereka dengan raut wajah senang karena dia dan para anak buahnya telah berhasil menyelesaikan tugas yang telah diberikan padanya, dengan begitu mereka akan mendapatkan bayaran yang sangat menggiurkan dari mentri Long.
Giok yang dimiliki kaisar Hong merupakan giok penghubung antara kaisar Hong dengan adik kandungnya Caca Me, giok tersebut akan pecah jika salah satu dari pemiliknya memecahkan giok yang berada di tangan mereka sebagai tanda jika mereka sedang dalam keadaan berbahaya, dan mereka juga akan dapat melacak posisi dari yang lainnya dengan cara memegang kepingan giok yang telah pecah tersebut.
Selama ini adiknya selalu hidup diluar istana hingga tak ada satupun orang yang mengetahui dengan pasti wajah dari tuan putri kekaisaran barat itu mereka hanya mengetahui jika kaisar Hong memiliki seorang adik perempuan.
__ADS_1
Selama adiknya Caca Hong tinggal diluar istana dia pun mengganti nama belakangnya menjadi bermarga Me hal tersebut dilakukan adiknya agar penyamarannya sempurna.
"Aku harap kau tidak apa-apa, bertahanlah aku pasti akan segera menuju ketempat kau berada dan aku juga akan membuat siapa pun yang telah melukai mu merasakan apa yang saat ini kau rasakan" batin kaisar Hong yang segera pergi meninggalkan sahabatnya di ruangan itu.
Melihat raut wajah kaisar Hong yang berubah dengan seketika itu, sahabatnya pun dengan sigap mengikuti langkah kaisar Hong mereka berdua pun pergi dengan menggunakan hewan spritual mereka masing-masing.
Tak berselang lama kaisar Hong dan sahabatnya pun telah tiba di tempat dimana adiknya berada dengan seketika kaisar Hong melihat sekelilingnya hingga pandangannya pun terhenti ke arah semak-semak yang lebat dan juga menjulang tinggi.
"Aku telah menemukan mu" ucap kaisar Hong sembari berjalan ke arah ******-semak tersebut yang sebelumnya telah diberikan tanda oleh adiknya Caca.
Sahabatnya pun hanya diam sembari terus mengikuti langkah kaisar Hong, jauh di dalam lubuk hatinya dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi hingga membuat kaisar Hong yang merupakan sahabatnya itu menjadi sangat khawatir namun dia sama sekali tak ingin bertanya apapun untuk saat ini, namun dia akan berusaha untuk berada disamping kaisar Hong tanpa perlu mengetahui apa yang terjadi, karena nantinya dia juga pasti akan tau.
Ketika kaisar Hong mematahkan bebera ranting dari semak-semak itu seketika tampaklah wajah adiknya yang terlihat sangat pucat sembari menggigit bibirnya sendiri hingga mengeluarkan banyak darah.
Caca Hong pun menatap ke arah kakaknya sembari tersenyum lemah dan berkata "Kakak akhirnya kau datang juga".
__ADS_1
Melihat keadaan adik kandungnya saat ini seketika kaisar Hong dan juga sahabatnya itu menjadi begitu panik, mereka pun segera mengeluarkan tubuh Caca Hong dari semak-semak itu sembari berkata "Adik bertahanlah, kakak berjanji akan berusaha mengobati semua lukamu dan kakak juga berjanji akan menghukum orang-orang yang telah berani melukai dirimu hingga seperti ini".
Mendengar perkataan kaisar Hong tersebut seketika Caca Hong pun mengangguk lemah sembari terus menerus mengeluarkan air mata, karena dia sama sekali tak pernah menyangka jika pertemuan yang selama ini dinanti-natinya akan berakhir dengan stragis ini.