Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Berkah Dewa (Bonus)


__ADS_3

Tak terasa pernikahan antara kaisar Hong dan Maeli Su pun telah berlangsung selama lima bulan.


Di bulan kelima pernikahan mereka ini keluarga Su mendapatkan dua kabar bahagia yang pertama kabar bahagia dari Bryn Su yaitu tuan muda keluarga Su yang akan melaksanakan pernikahannya tiga hari lagi dengan putri Nara dan yang kedua kabar bahagia dari permaisuri Maeli Su yang sedang hamil saat ini.


"Aku benar-benar bahagia saat ini karena tidak lama lagi aku akan menjadi seorang kakek" ucap Ray Su sembari tersenyum senang di hadapan para anggota keluarga Su.


Nyonya rumah keluarga Su pun menganggukkan kepalanya "Benar apa yang tuan besar katakan, ini benar-benar kabar bahagia bagi keluarga Su kita ini" ucap nyonya rumah keluarga Su yaitu La Xia.


Tiga hari pun telah berlalu kini di kediaman keluarga Su sudah dihiasi dengan berbagai macam hiasan selain itu di sepanjang jalan pun juga telah berubah menjadi sangat indah dan juga sangat ramai karena di datangi oleh berbagai macam orang yang ingin ikut menyaksikan pernikahan antara calon kepala keluarga selanjutnya yaitu Bryn Su dengan putri dari kekaisaran timur yaitu putri Nara.


Acara pun berlangsung dengan dipenuhi kebahagian dari semua orang yang hadir, selain itu karena kehamilannya permaisuri Maeli Su pun akan kembali tinggal dikediaman keluarga Su karena permintaan dari ayahandanya Ray Su juga nyonya rumah keluarga Su La Xia.


***


Detik demi detik pun berlalu hingga tiba saat dimana Maeli Su akan segera melahirkan kedua buah hatinya, semua orang menanti dengan cemas sembari berharap tidak akan terjadi apa-apa kepada Maeli Su maupun kepada kedua anaknya yang akan segera lahir.


Kabar jika Maeli Su tengah hamil anak kembar baru diketahui disaat usia kehamilannya tujuh bulan, semua orang yang mengetahui kabar tersebut sangat senang karena menurut mereka anak kembar merupakan simbol dari berkah dewa.


"Oek...Oek...Oek..." bunyi suara bayi yang terdengar saling bergantian dari ruangan dimana Maeli Su melahirkan.

__ADS_1


Semua orang yang berada disana merasa sangat senang mendengar suara itu, mereka pun dengan segera masuk ke ruangan itu setelah tabib perempuan yang membantu Maeli Su keluar dan mempersilahkan mereka untuk masuk serta melihat keadaan Maeli Su juga anak-anaknya.


"Nak, bagaimana keadaan mu? Apakah kau baik-baik saja?" ucap Ray Su dengan cemas sembari menyentuh tangan Maeli Su dengan lembut, Ray Su sangat khawatir melihat wajah Maeli Su yang terlihat sangat pucat.


Maeli Su pun tersenyum lembut "Ayahanda aku tidak apa-apa, aku hanya kelelahan saja" ucap Maeli Su sembari menyentuh tangan Ray Su kembali.


"Ayahanda lebih baik kita membiarkan istriku istirahat dahulu, selain itu lihatlah kedua cucu ayahanda ini mereka begitu menggemaskan" ucap kaisar Hong sembari duduk menatap kedua buah hatinya itu, ia tak henti-hentinya takjub melihat bayi mungil yang berada di depan matanya itu.


Mendengar perkataan menantunya kaisar Hong, Ray Su pun segera menyuruh anaknya Maeli Su untuk beristirahat lalu ia pun dengan segera berjalan ke arah dimana kaisar Hong berada "Apakah kedua cucuku ini memiliki jenis kelamin yang sama?" tanya Ray Su sembari memegang lembut kedua tangan cucu-cucunya itu.


"Tidak ayahanda, yang sedang berada di pangkuan ayahanda berjenis kelamin laki-laki sedangkan yang sedang bersama ibunda berjenis kelamin perempuan" ucap kaisar Hong dengan sangat bahagia sembari tersenyum senang.


Perbincangan yang dipenuhi dengan kebahagiaan pun terus berlanjut di ruangan itu hingga tanpa sadar malam pun telah tiba dan mereka pun segera kembali ke kediaman masing-masing.


***


"Istriku terima kasih karena selalu ada di samping ku dan selalu ada untukku, aku tak pernah membayangkan akan menjalani kehidupan yang hangat seperti ini" ucap kaisar Hong kepada Maeli Su sembari memegang tangan Maeli Su dengan penuh kasih sayang bahkan sesekali dia pun mencium lembut tangan itu.


Mendengar perkataan suaminya itu, Maeli Su pun tersenyum dengan lembut "Suamiku aku juga sangat berterima kasih kepada mu, karena selama ini kau lah yang selalu menjaga aku juga seluruh keluarga ku, selain itu kau juga selalu lebih mengutamakan diriku dari pada hal lainnya" ucap Maeli Su sembari memeluk erat suaminya kaisar Hong dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


Detik demi detik pun telah berlalu kini kedua anak kaisar Hong juga Maeli Su pun telah berusia empat tahun, mereka berdua tumbuh dengan sangat baik hingga tak dapat dibandingkan dengan anak-anak seumuran mereka pada umumnya.


Kedua anaknya pun telah memiliki tingkat kultifasi yang cukup tinggi untuk anak-anak seumuran mereka, bahkan mereka berdua pun telah pandai membuat pil tingkat lima namun hal tersebut hanya diketahui oleh Maeli Su, kaisar Hong dan anggota inti keluarga Su saja, Maeli Su melakan hal tersebut sebab dia tak ingin anak-anaknya akan bersikap sombong nantinya.


***


"Suami ku, jika boleh aku ingin mengunjungi kediaman ayahanda besok bersama dengan anak-anak kita" ucap Maeli su dengan begitu lembut sembari menampilkan senyuman termanisnya.


Kaisar Hong pun dengan segera memeluk istrinya itu dengan sangat lembut "Sayang, apakah kau ingin meninggalkan aku disini sendirian?" ucap kaisar Hong dengan sedih.


Mendengar ucapan kaisar Hong tersebut Maeli Su pun dengan segera membalas pelukan suaminya itu "Suami tersayang, bukannya aku ingin meninggalkan mu disini sendirian, sebenarnya aku ingin sekali mengajak mu kesana untuk menghadiri acara kelahiran anak pertama Bryn Su dan juga Nara tapi sepertinya kau sangat sibuk akhir-akhir ini sayang makanya aku tak berani mengajak mu" ucap Maeli Su dengan terus terang.


"Sayang, akhir-akhir ini aku memang sangat sibuk, tapi itu semua karena aku ingin menyelesaikan semua pekerjaan ku lebih awal, hal itu aku lakukan agar aku dapat membawa mu dan anak-anak kita keacara kelahiran anak Bryn, tapi sepertinya istri ku yang cantik ini tak ingin membawa suaminya ini pergi juga" ucap kaisar Hong sembari merajuk.


Maeli Su yang melihat kaisar Hong merajuk dengan segera mengecup bibirnya "Sayang mana mungkin aku akan meninggalkan mu, aku berkata seperti tadi karena aku tak ingin kau menjadi repot dan meningglkan kewajiban mu sebagai seorang kaisar, walau bagaimana pun aku tak ingin kau di cap sebagai kaisar yang tidak kompeten" ucap Maeli Su dengan tulus.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan Maeli Su kaisar Hong pun tersenyum "Aku tau sayang apa yang kau khawatirkan, karena itulah aku lebih dahulu menyelesaikan semua pekerjaan ku" ucap kaisar Hong.


Maeli Su pun tersenyum mendengar apa yang dikatan suaminya itu, setelah beberapa lama berbincang-bincang mereka pun kini telah tertidur dengan sangat lelap.

__ADS_1


Bryn Su dan putri Nara menikah setelah lima bulan pernikahan antara kaisar Hong dan Maeli Su berlangsung, namun Bryn Su beserta istrinya baru di karuniai anak setelah empat tahun pernikahan mereka yang berjenis kelamin laki-laki.


Keterlambatan dalam hal anak tidak membuat pernikahan antara Bryn Su juga putri Nara merenggang malah mereka semakin terlihat sangat romantis dari waktu ke waktu, hingga lahirlah seorng anak laki-laki yang membuat keluarga kecil mereka menjadi semakin lengkap.


__ADS_2