
"Jangan memanggil orang lain dengan kata ****** jika dirimu sendiri melebihi seorang ******" ucap Maeli Su sembari mematahkan semua serangan yang dilakukan Sa Long secara membabi buta.
"Sepertinya kau juga orang yang tidak akan sadar dengan kesalahan yang kau buat, yah mau bagaimana lagi aku harus benar-benar manghabisimu disini sebagai tanda penghormatan untuk orang-orang yang telah kau curangi dengan kelicikkan mu itu" sambung Maeli Su sembari mengeluarkan sedikit auranya untuk menekan Sa Long.
Mendengar apa yang dikatakan Maeli Su, Sa Long pun menjadi sedikit takut di tambah lagi kini dia merasakan tekanan yang mengerikan dari orang yang berada dihadapannya itu, hingga dia pun sangat terkejut ketika sebuah pedang sudah mendekati lehernya hanya tinggal beberapa senti lagi sudah dapat dipastikan kepalanya akan terlepas dari badannya.
"Tunggu, aku minta padamu untuk jangan membunuhnya karena aku memiliki urusan menyangkut nyawa dengannya, sebagai gantinya aku akan memberikan apapun yang kau mau " ucap kaisar Hong kepada Maeli Su dengan menggunakan telepati.
Mendengar suara itu Maeli Su pun tidak jadi memenggal kepala Sa Long tapi dia hanya membuat Sa Long tak sadarkan diri setelah lebih dahulu memberikan Sa Long racun untuk melumpuhkan kakinya.
Maeli Su melakukan apa yang diminta kaisar Hong sebagai bentuk balas budi padanya karena kaisar Hong pernah memberikannya barang yang berharga "Aku tak memerlukan apa pun dari mu tapi mulai sekarang kita sama sekali tak memiliki utang satu sama lain" ucap Maeli Su kepada kaisar Hong masih dengan menggunakan telepati.
"Apa maksud dari perkataan orang ini, apakah dia mengenal ku? selain itu ternyata dia seorang wanita" batin kaisar Hong yang masih bingung dengan kata-kata yang baru saja dia dengar.
Pemenang pun telah diumumkan dan Maeli Su berhasil menuju ke babak akhir dimana dia bertemu dengan seorang ahli sihir namun karena lawannya ini tak menggunakan cara licik Maeli Su pun tak membuat lawannya itu terluka sangat parah dan hanya tak sadarkan diri saja hingga membuat Maeli Su menjadi pemenang dalam pertandingan arena petarung itu.
__ADS_1
Semua orang pun bersorak dan bertepuk tangan dengan sangat meriah untuk kemenangan Maeli Su mereka sangat mengagumi Maeli Su meskipun mereka tak mengetahui siapa orang yang menggunakan jubah itu.
Semua pertandingan pun telah selesai dilaksanakan dan para pemenang perlombaan pun telah didapatkan hanya tinggal penyerahan hadiah saja yang akan dilakukan keesokan harinya.
Beberapa orang mulai meninggalkan tempat pertandingan karena tak ada lagi yang dapat disaksikan, berbeda dengan para guru besar mereka pun berkumpul untuk memutuskan akan membuat peraturan baru agar para orang-orang yang menggunakan jubah menunjukkan identitas mereka yang sebenarnya pada saat pengambilan hadiah keesokan harinya.
Sedangkan Maeli Su sendiri bersama dengan keempat bawahannya kini tengah berjalan kearah dimana adiknya Eli Su berada, Maeli Su sudah dari kemarin ingin melakukan pengobatan pada adiknya itu namun dia terpaksa menahannya karena tak ingin menarik perhatian orang lain dan berbeda untuk saat ini meskipun akan menarik perhatian orang lain tapi tak akan memengaruhi jalan pertandingan atau pun keselamatan adiknya sendiri.
"Nona bolehkah aku melihat pergelangang kaki mu? " tanya Maeli Su ketika sampai di tempat dimana Eli Su berada sembari menatap mata adiknya itu dengan lekat.
Eli Su yang heran pun hanya dapat menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang ditanyakan oleh orang misterius yang kini ada dihadapannya itu.
"Kami akan segera pergi nona sampai bertemu kembali" ucap Maeli Su pada Eli Su dan langsung pergi dari hadapan adiknya itu diikuti dengan para bawahannya, setelah cukup jauh jarak antara Eli Su dan orang yang mengobatinya itu Eli Su pun baru tersadar jika dia belum mengucapkan kata terima kasih hingga tanda dia sadari dia pun berdiri dan langsung berlari mengejar rombongan orang itu namun sayang usahanya tak membuahkan hasil sebab rombongan itu sudah lebih dahulu menghilang dari matanya.
"Kak kenapa kau berlarian seperti itu, apa kau lupa jika kakimu tengah cedera" ucap Mira Su yang menghampiri kakaknya dengan wajah penuh khawatir.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan adiknya itu Eli Su pun tersadar jika kini kakinya telah sembuh sepenuhnya hingga dia pun langsung memeluk adiknya itu dengan erat "Kakak telah sembuh sepenuhnya tadi salah satu dari orang yang menggunakan jubah telah mengobati cedera kakak" ucap Eli Su dengan begitu bahagianya.
Mendengar kakaknya telah sembuh Mira Su pun merasa sangat senang dan kembali membalas pelukan kakaknya itu dan Mira pun tak henti-hentinya terus bersyukur atas kesembuhan cedera kakaknya itu.
Ditempat lain kini Maeli Su telah sampai dipenginapan mereka "Bagaimana Momo apa kau telah berhasil menemukan orangnya" tanya Maeli Su dengan penuh penasaran namun berbeda dengan para bawahannya mereka berempat pun bertanya-tanya apakah yang sebenarnya terjadi.
"Tentu saja, nanti malam orang tersebut akan bertemu dengan orang yang memberikan perintah padanya untuk melukai adik mu itu" jawab Momo sembari memberitahukan kepada Maeli Su dimana tempat pertemuannya itu.
Para bawahan Maeli Su pun sangat geram mendengar hal itu berani-beraninya seseorang mengusik keluarga nona mereka dan mereka pun berencana akan membuat perhitungan dengan orang itu, namun niat mereka itu pun terpaksa harus disimpan karena Maeli Su berkata kepada mereka akan menyelesaikan masalah itu sendiri dan akan langsung memberikan pelajaran yang tak akan dapat orang itu lupakan sepanjang hidupnya.
Waktu yang dikatakan Momo pun telah tiba kini Maeli Su sedang berada di atas pohon di dekat salah satu penginapan yang tidak jauh dari tempat Maeli menyewa penginapannya, dia pun mengawasi gerak gerak setiap orang.
Hingga muncullah dua orang yang sangat mencurigakan dimana orang tersebut adalah salah satu nona muda dari keluarga bangsawan kekaisaran yang sama dengannya tengah memarahi seorang perempuan lainnya.
"Apa yang sebenarnya kau lakukan kenapa bisa Eli Su itu sudah dapat berlari, apakah kau tak menyelesaikan tugas mu dengan baik" ucap nona muda itu dengan penuh amarah.
__ADS_1
Mendengar hal itu Maeli Su pun sangat marah dengan segera dia keluar dari tempat persembunyiannya "Ternyata kalian yang telah melakukan hal sekeji itu kini terimalah balasan kalian" ucap Maeli Su sembari melemparkan racun pelumpuh kaki dan juga memasukkan masing-masing ke mulut keduanya racun dingin agar membuat mereka terus menerus tersiksa.
Momo yang melihat apa yang dilakukan Maeli Su pun tertawa "Hahahaha, aku juga sangat puas melihat itu karena sebelumnya aku telah membuat gadis itu kehilangan wajah yang tak seberapa cantik itu namun selalu di bangga-banggakannya" ucap Momo dengan senyum jahatnya.