Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Kerinduan


__ADS_3

"Sepertinya aku harus segera menemuinya" ucap kaisar Hong sembari menatap ke arah luar jendela kamarnya.


Kerinduan membuat kaisar Hong tak dapat memejamkan mata semalaman, bahkan bagi kaisar Hong waktu terasa berjalan sangat lambat saat ini dan bukan hanya itu kaisar Hong juga merasakan kegelisahan yang kian memuncak dari waktu kewaktu.


Dengan kerinduan yang memuncak kaisar Hong pun dengan segera menggunakan kekuatannya untuk pergi ke kediaman Maeli Su namun yang dicari tak kunjung muncul hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk kembali ke kaisarannya sebab dia tak ingin membuat adiknya cemas karena tidak menemukannya dikekaisarannya


Saat kaisar Hong ingin meninggalkan kediaman Su, tiba-tiba dia pun mendengar suara yang sangat dia kenal dan juga sangat dia rindukan, dengan segera kaisar Hong membalikkan badan ke arah sumber suara itu dia pun memandangi Maeli Su sesaat dan setelah itu segera kembali kekaisarannya.


Jauh dilubuk hati kaisar Hong dia masih ingin memandang Maeli Su lebih lama lagi atau bahkan berbicara dengannya namun apa bisa dikata keadaan saat ini tak memberikannya kesempatan untuk melakukan hal-hal tersebut.


"Secepatnya kita akan bertemu kembali" ucap kaisar Hong di dalam hatinya sembari melanjutkan langkahnya untuk segera kembali kekaisarannya.


Sedangkan di sisi lain, Maeli Su yang ingin pergi ke kediaman ayahandanya tiba-tiba merasakan aura yang sangat dia kenal yaitu aura milik kaisar Hong namun Maeli Su bertingkah seolah-olah dia tak mengetahui kehadirannya.


Beberapa langkah Maeli Su berjalan dia pun menyadari jika aura kaisar Hong telah menghilang, dia pun tak mengambil pusing hal itu dan terus melangkahkan kakinya menuju kediaman ayahandanya.


"Ayah apakah kau tengah sibuk" tanya Maeli Su yang kini telah berada di ruang kerja ayahandanya sembari memperhatikan ayahandanya yang tengah membaca sembari memegang beberapa tumpukan kertas.


Mendengar suara anak kesayangannya Maeli Su dengan segera Ray Su pun menghentikan kegiatannya "Ayah tidak sibuk hanya sedang membaca ketentuan turnamen yang akan diadakan dua hari lagi" jawab Ray Su sembari menatap anaknya itu.

__ADS_1


Mendengar jawaban ayahandanya Maeli Su pun dengan seketika duduk di kursi yang berada dihadapan ayahandanya itu sembari berkata "Ayah aku ingin memberikan botol ini padamu".


Ray Su pun mengambil botol pemberian anak kesayangannya itu sembari terus menerus memperhatikannya "Nak botol apakah ini?" ucap Ray Su yang penasaran dengan isi di dalam botol yang kini telah dipegangnya.


"Itu adalah botol ramuan tingkat tinggi ayahanda dan ramuan di dalamnya dapat membantu ayahanda mencapai tingkat epic bintang satu" ucap Maeli Su dengan santai.


Ray Su yang mendengar perkataan Maeli Su pun terkejut hingga tanpa sadar membuka mulutnya karena dia tidak pernah menyangka akan dapat melihat dan bahkan memiliki ramuan tingkat tinggi karena dikekaisaran utara hanya terdapat beberapa botol saja yang merupan ramuan tingkat tinggi.


Ray Su pun dengan segera menutup mulutnya dan dia pun berkata pada anak kesayangannya itu "Nak ayahanda rasa ramuan ini lebih baik kau gunakan saja, siapa tau dengan menggunakan ramuan ini kau dapat meningkatkan kultifasi mu dan memiliki kemampuan beladiri".


"Maaf ayahanda karena aku belum bisa memberitahukan kepada mu tentang kultifasi ku saat ini, akan ada saatnya ayahanda mengetahuinya dan bahkan mungkin dalam waktu dekat ini" batin Maeli Su sembari menatap lekat ayahandanya.


"Tidak ayahanda ramuan itu memang khusus untuk ayahanda, aku ingin ayahanda semakin disegani dikekaisaran utara ini dan dengan begitu keluarga Su kita akan jauh lebih maju lagi" ucap Maeli Su.


Karena sangat sedikit sekali orang yang dapat berkultifasi hingga mencapai tingkat epic, walaupun para bawahan Maeli Su semua telah berada ditingkat epic tapi tak ada satupun yang mengetahui hal itu selain mereka berempat dan juga Maeli Su.


Ketika mereka asik berbicara tiba-tiba datanglah seorang pengawal kediaman utama yang menyampaikan pesan jika pangeran keempat beserta selirnya Lira Su ingin bertemu dengan tuan besar.


Sebenarnya Ray Su tak ingin bertemu dengan mereka berdua namun ketika Ray Su menatap kearah Maeli Su, Maeli Su pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda agar ayahandanya mengizinkan mereka masuk dan bertemu dengan Ray Su dan juga dengan dirinya.

__ADS_1


Karena anggukan dari Maeli Su tersebut akhirnya dengan berat hati Ray Su pun mau menemui mereka, Ray Su pun memerintahkan pengawalnya itu untuk membawa pangeran keempat beserta selirnya ke ruang tamu utama.


Setelah kepergian pengawal itu Ray Su pun berkata "Sebenarnya ayahanda sama sekali tak ingin bertemu dengan mereka berdua, ayahanda hanya ingin menghabiskan waktu dengan kau saja nak".


"Maafkan aku ayahanda karena telah membuat ayahanda bertemu dengan mereka, sebenarnya aku hanya ingin memastikan apa yang membuat pangeran keempat menemui ayahanda pada saat-saat seperti ini" ucap Maeli Su yang mulai mencurigai pangeran keempat.


Mendengar apa yang dikatakan anaknya barusan Ray Su pun mulai merasa heran dengan sikap pangeran keempat yang ingin bertemu dengannya ketika turnamen benua tengah akan dilaksanakan dua hari lagi, seharusnya pangeran keempat tidak menemuinya disaat-saat seperti ini kecuali ada maksud lain dari pangeran keempat dipertemuan itu.


Pengawal pun mengantarkan pangeran keempat dan selirnya Lira Su menuju ruang tamu utamu dan mempersilahkan mereka berdua untuk duduk terlebih dahulu karena tuan besar masih menyelesaikan sedikit pekerjaan sehingga tuan besar akan tiba beberapa saat lagi.


Dengan segera para pelayan di kediaman utama itu pun dengan cepat menghidangkan teh dan juga beberapa cemilan untuk dinikmati sembari menanti kedatangan tuan besar mereka Ray Su.


Pangeran keempat dan selirnya Lira Su pun dengan segera meminum teh dan memakan cemilan yang telah disediakan untuk mereka, tak berselang lama Ray Su pun datang menemui mereka sembari didampingi oleh putrinya Maeli Su.


"Hormat pada pangeran" ucap Ray Su sembari menundukkan kepalanya, sedangkan Maeli Su hanya menundukkan kepalanya saja tanpa mengucapkan apapun.


"Tidak perlu sungkan ayah mertua, duduklah" ucap pangeran keempat dengan nada yang angkuh.


"Dasar manusia sampah benar-benar menyebalkan" batin Maeli Su sembari ikut duduk disamping ayahandanya.

__ADS_1


Melihat sikap pangeran keempat yang arogan pada ayahandanya, membuat Maeli Su menatap dengan sangat lekat kearah mereka berdua sembari berkata di dalam hatinya lagi "Kau kira hanya karena kau seorang pangeran kau dapat bersikap seperti itu, apakah kau lupa jika kau hanya pangeran sampah yang bahkan tak dilirik kaisar sedikit pun".


"Ayah mertua maksud kedatangan ku kemari adalah untuk meminta ayah mertua membantu ku agar membuat ku menjadi pemenang pada perlombaan yang aku ikuti nantinya di turnamen benua tengah" ucap pangeran keempat langsung tanpa rasa bersalah sama sekali.


__ADS_2