Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Membuat Takut Saja


__ADS_3

"Sial, bagaimana bisa aku tak melihat ada kakak dikamar ini bahkan keberadaan kakak pun tak aku rasakan benar-benar membuat takut saja, ah kenapa aku jadi seceroboh ini" batin Caca Hong di dalam hatinya.


"Bukan begitu kak, aku hanya ingin menyambung kembali mimpi indah ku yang sempat tertunda tadi, apakah itu salah" tanya Caca Hong dengan kikuk karena baru sadar memberikan jawaban yang tak masuk akal pada kakaknya yang dingin itu.


"Bodoh, bodoh, bodoh kenapa aku mengatakan hal yang memalukan seperti itu, ah sudahlah sepertinya aku sudah harus memasrahkan diriku menerima hukuman apapun dari kakak" batin Caca Hong kembali dengan penuh sesal karena tak dapat merangkai alasan yang lebih baik lagi.


"Apakah orang yang baru saja kau temui telah membuat mu menjadi sebodoh ini?" tanya kaisar Hong dengan tatapan yang sangat menusuk.


Caca Hong dengan seketika berkata "Bagaimana kakak tau jika aku telah bertemu dengan seseorang", setelah berkata seperti itu barulah Caca Hong pun tersadar kembali jika dia telah terjebak oleh ucapan kakaknya itu.


"Dasar adik bodoh hanya dengan dua pertanyaan saja kau langsung mengatakan yang sesungguhnya" batin kaisar Hong.


"Baiklah kak aku mengaku salah, sebenarnya aku hanya ingin berjalan-jalan di pasar karena aku berfikir mungkin diperayaan turnamen ini akan ada tabib hebat yang datang ataupun akan ada obat mujarab yang di jual namun belum begitu lama aku berjalan racun dingin itu malah menyerangku" ucap Caca Hong dengan serius.


Mendengar penyakit adiknya kambuh dia pun dengan segera berjalan ke arah adiknya dan dengan segera meletakkan tangannya di pipi adiknya juga kepala adiknya, setelah melakukan hal itu dia pun mengernyitkan alisnya sebab dia sama sekali tak merasakan hawa dingin lagi di tubuh adiknya itu.


"pengawal segera panggilkan tabib kekaisaran untuk datang ke kamar putri" ucap kaisar Hong yang ingin memastikan apakah dugaannya tepat.


Setelah mendengar perintah dari kaisar, pengawal itu pun segera mengundurkan diri untuk memanggil tabib kekaisaran.

__ADS_1


"Kakak tidak perlu repot-repot mencari tabib kekaisaran karena racun dingin itu kini tidak ada lagi di dalam tubuhku" ucap Caca Hong dengan sangat senang karena dia telah sembuh dari penyakit yang langka dan juga mematikan itu.


Kaisar Hong pun tidak dapat lagi menyembunyikan rasa penasarannya "Bagaimana bisa hal itu terjadi coba katakan pada kakak tabib hebat dari manakah yang telah berhasil menyembuhkan penyakit itu, kakak pasti akan memberikan kekayaan dan juga kekuasaan untuknya sebagai bentuk terimakasih karena telah menyembuhkan penyakit mu" ucap kaisar Hong dengan antusias.


Caca Hong pun hanya menggelengkan kepalanya "Kakak tidak perlu melakukan hal seperti itu karena dia sudah pasti tak akan menerimanya, dia juga mau menyembuhkan penyakit itu karena nonanya yang memerintahkannya padanya" jelas Caca Hong.


"Apakah dia seorang budak? Jika ia mari kita tekan pemiliknya agar mau menyerahkannya kepada kita setelah itu kita akan memberikan kebebasan kepadanya" ucap kaisar Hong.


"Aduh kakak jangan seenaknya saja mengatakan sesuatu, dia itu bukan seorang budak namun dia itu seorang bawahan dari seorang kakak cantik" ucap Caca Hong dengan kesal, karena dia tak pernah menyangka jika kakaknya itu dapat berpikir terlalu jauh seperti itu.


"Tok... Tok... Tok..."


"Mohon maaf kaisar apakah kaisar memanggilku?" tanya tabib tersebut yang sebelumnya telah lebih dahulu memberikan hormat pada kaisar Hong.


"Iya benar, masuklah dan cepat periksa keadaan putri sekarang juga pastikan kau melakukannya dengan benar" ucap kaisar Hong langsung.


"Baik kaisar saya akan melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan kaisar" ucap tabib tersebut yang kemudian langsung berjalan kearah Caca Hong dan dengan segera memeriksa keadaannya.


Beberapa saat berlalu dengan rasa terkejut tabib kekaisaran itu berkata "Kaisar, racun dingin yang ada di dalam tubuh putri telah tiada bahkan kini tubuh putri menjadi semakin sehat dari pada sebelumnya".

__ADS_1


"Kan sudah kukatakan kak tidak perlu memanggil tabib kekaisaran lagi karena racun itu memang sudah disembuhkan oleh pelayan dari kakak cantik itu" ucap Caca Hong dengan santainya.


Tabib kekaisaran sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan putri kerajaannya itu "Apa? Seorang pelayan apakah aku salah dengar atau memang itu yang dikatakan putri" batin tabib itu.


Karena rasa penasaran tabib itu semakin besar dia pun memberanikan diri bertanya "Mohon maaf putri bolehkah putri mengatakan kembali siapa yang telah menyembuhkan racun dingin yang ada di dalam tubuh putri" ucap tabib tersebut dengan sopan karena dia tak ingin membuat putri kekaisarannya itu tersinggung karena mengulang kembali apa yang telah dikatakannya.


"Racun dingin itu disembuhkan oleh seorang pelayan dari kakak cantik, aku tau kenapa kau meminta ku untuk mengulang kembali apa yang telah kukatakan karena kau tak yakinkan dengan apa yang kau dengar tadi, maka dari itu aku pun dengan senang hati mengulang kembali apa yang kukatakan tadi" ucap Caca Hong dengan santainya.


"Oh iya aku hampir lupa mengatakannya kepada kakak dan juga kau tabib, pelayan kakak cantik itu juga memberikan kepada ku pil untuk titik meridianku yang terluka, pelayan kakak cantik itu berkata kepadaku meskipun dia tidak dapat menyembuhkan titik meridianku yang terluka tapi dia dapat membuat lukanya tak akan bertambah lagi" sambung Caca Hong kembali sembari mengingat-ingatnya lagi.


Tabib itu pun semakin terkejut hingga dia pun terus menerus memuji kehebatan orang yang dikatakan putri kekaisarannya itu, kemudian tabib kekaisaran berkata "Putri kau sangat beruntung hingga dapat bertemu dengan orang sehebat itu, jika nanti kau bertemu lagi dengannya dapatkah kau memperkenalkan aku dengan orang hebat tersebut, aku sangat ingin belajar banyak hal kepadanya jika memungkinkan aku juga ingin menjadikannya guruku".


Mendengar apa yang baru saja dikatakan tabib kekaisarannya Caca Hong pun tertawa di dalam hatinya sembari berkata "Aku rasa tabib kekaisaran ini menduga jika pelayan kakak cantik adalah seorang pelayan yang berumur lebih tua dari dirinya, andai saja dia tau umur pelayan kakak cantik lebih muda dari diriku mungkin saja tabib kekaisaran ini bisa pingsan dan merasa gagal menjadi seorang tabib".


"Baiklah nanti jika bertemu lagi dengan pelayan kakak cantik itu aku pasti akan memperkenalkan kau dengannya" ucap Caca Hong santai.


Perkataan Caca Hong tersebut berhasil membuat tabib kekaisaran itu menjadi sangat senang dan karena tak ada lagi yang dilakukannya dia pun meminta izin untuk mengundurkan diri dari ruangan itu kepada kaisar Hong dan juga putri Caca setelah mendapatkan izin tabib itu pun segera keluar dari ruang itu.


"Kak apakah kakak tau tekad seperti apa yang dapat membuat orang lain merasakan apa yang kita inginkan" tanya Caca Hong kepada kakaknya kaisar Hong dengan sangat serius dan wajah yang penuh dengan rasa penasaran.

__ADS_1


__ADS_2