
"Ayo kita segera kembali ke penginapan" ucap Maeli Su pada keempat bawahannya setelah perlombaan selesai.
Disepanjang perjalanan Maeli Su terlihat seperti tengah memikirkan sesuatu dan itu membuat para bawahannya pun menjadi khawatir, namun mereka tak berani menanyakan kepada nona mereka itu tentang apa yang kini tengah dipikirkan nona mereka hingga terlihat begitu serius.
"Sepertinya adik ketigaku mengalami hal yang tak terduga dipertandingannya kemarin, kenapa aku tak menyadari hal itu" batin Maeli Su sembari memikirkan keadaan adiknya itu.
Ketika hendak meninggalkan tempat pertandingan, Maeli Su sempat melihat Eli Su sedang dibantu berjalan oleh kedua adiknya yaitu Bryn Su juga Mira Su melihat hal itu tentu saja Maeli Su sangat terkejut dan menduga pasti ada hal yang tidak wajar telah menimpa adiknya sehingga dia pun bertekad akan mencari orang yang telah membuat adiknya seperti itu dan kemudian akan memberikan balasan dua kali lipat dari apa yang telah dilakukannya pada adiknya itu.
Maeli Su bukanlah orang yang arogan atau pun bersikap semena-mena namun ketika orang terdekatnya dilukai seseorang maka dia tak akan pernah tinggal diam, menurutnya jika ada orang yang berani mengusik orang-orang terdekatnya maka tak cukup hanya dengan mengganti mata untuk mata namun harus mengganti mata untuk dua buah anggota tubuh lainnya.
Tak terasa kini Maeli Su dan para bawahannya pun telah sampai di penginapan mereka dengan segera Maeli Su mengatakan pada para bawahannya jika dia ingin istirahat lebih dahulu karena terlalu lelah, setelah itu dia pun dengan segera masuk ke kamarnya dan berbaring di kasurnya setelah lebih dahulu mengunci pintu.
"Kalian bertiga tolong keluarlah" ucap Maeli Su pada ketiga hewan kontraknya dan dalam sekejap mata ketiga hewan kontraknya pun telah berada dihadapannya.
"Apakah terjadi sesuatu nona, hingga nona memanggil kami bertiga" ucap Mumu sembari menatap kearah Maeli Su dengan penuh penasaran sedangkan Momo langsung merebahkan tubuhnya disamping tubuh Maeli Su yang tengah berbaring sedangkan Mimi sendiri hanya berdiri di samping Mumu yang tengah hinggap dimeja.
Mendengar apa yang dikatakan Mumu, Maeli Su pun dengan segera menganggukkan kepalanya "Benar apa yang kau katakan telah terjadi sesuatu pada salah satu adikku dan aku ingin meminta bantuan kalian untuk menemukan pelaku yang membuat adikku Eli Su menjadi cedera seperti itu karena aku ingin membuat perhitungan dengan orang itu" ucap Maeli Su sembari menahan amarahnya.
__ADS_1
"Itu hal yang mudah serahkan saja padaku" ucap Momo dengan penuh percaya diri awalnya Momo tak tertarik sama sekali dengan apa yang dikatakan Maeli Su namun karena dia melihat besarnya kemarahan yang sedang ditahan oleh nonanya itu dia pun akhirnya memutuskan untuk ikut membantu selain itu Momo juga telah berencana akan melakukan sesuatu lebih dahulu kepada orang itu sebelum dia akan memberikannya pada Maeli Su.
Maeli Su sendiri kini telah sedikit tenang karena Momo ingin membantunya untuk mencari orang yang telah mencelakai adiknya itu, setelah itu mereka pun berbincang-bincang hingga larut malam dan tanpa sadar mereka pun telah tertidur begitu saja dikamar Maeli Su.
"Tok... Tok... Tok..."
Bunyi pintu yang diketuk, mendengar bunyi ketukan pintu Maeli Su pun terbangun lalu segera berjalan kearah sumber suara untuk membuka pintu yang semalam sempat dikuncinya sedangkan para hewan kontrak Maeli Su juga ikut terbangun dan segera kembali ke ruang dimensi.
"Selamat pagi nona, sudah saatnya kita harus bersiap-siap karena sebentar lagi pertandingannya akan segera dimulai" ucap Lili dengan senyum lembutnya.
Mendengar hal itu Maeli Su pun hanya menganggukkan kepala dan dengan segera membersihkan badannya setelah itu Lili pun membantu Maeli Su menggunakan pakaian serta berhias barulah setelah itu mereka berdua pun menuju ketempat dimana Nana dan yang lainnya telah menunggu mereka berdua untuk sarapan bersama.
"Tung... Tung... Tung"
Bunyi gong yang menandakan jika pertandingan akan segera dimulai dan kini Maeli Su beserta para bawahannya pun telah belah sampai ditempat pertandingan.
Perlombaan pertama pun dimulai yaitu dengan naiknya para ahli sihir ketempat yang telah disediakan, beberapa waktu pun berlalu hingga penentuan pemenang pun di umumkan dimana Alan berhasil mendapatkan juara pertamanya.
__ADS_1
Tak berselang lama perlombaan pun kembali dilakukan dengan naiknya para ahli samonir ke tempat yang disediakan dan untuk perlombaan kali ini pun tak perlu waktu lama sudah berhasil menemukan pemenangnya karena tak ada yang menggunakan trik atau pun cara yang licik dengan segera kasim pun mengumumkan pemenangnya dan Leo berhasil mendapatkan posisi pertama.
Setelah dua perlombaan itu selesai kini tinggal perlombaan terakhir yaitu arena petarung sekaligus sebagai pertandingan yang paling dinanti-nantikan siapa pun apalagi untuk pertandingan arena petarung ini memiliki satu persamaan dengan pertandingan ahli racun yaitu sama-sama boleh membunuh lawan mereka.
Keenam peserta lomba arena petarung pun dikumpulkan dan mereka diminta untuk mengambil nomor undian untuk menentukan urutan bertanding sekaligus juga lawan yang akan mereka jumpai, pada saat itu Maeli Su pun mendapatkan nomor undian dua.
Maeli Su dengan segera naik ketempat yang telah disediakan dan ternyata kali ini Maeli Su akan bertarung dengan peserta yang berasal dari kekaisaran barat yaitu Sa Long.
Sa Long langsung menatap tajam kearah Maeli Su bahkan dia dengan segera menyerang Maeli Su setelah pertandingan dimulai oleh kasim.
Maeli Su pun dengan santainya menghindari serangan-serangan yang diberikan Sa Long, melihat hal itu Sa Long mulai kesal "Jangan hanya menghindar apakah kau tak memiliki kemampuan" ucap Sa Long dengan meremehkan.
"Tentu saja aku punya" jawab Maeli Su dengan acuh tak acuh sebenarnya dari pertama kali melihat Sa Long Maeli Su sangat tidak menyukainya sebab terlalu banyak cara kotor yang digunakan lawannya itu hingga bisa berhasil maju sejauh ini dan membuat banyak orang menderita.
Setelah mendengar jawaban dari orang yang kini berada dihadapannya Sa Long pun mengetahui jika orang yang menggunakan jubah itu adalah seorang wanita "Ooo, ternyata kau seorang ****** lalu kenapa kau menggunakan jubah jelek itu apakah karena wajah mu tak kalah jelek dari jubah yang kau kenakan itu dan sepertinya kau diam-diam tengah mengagumi kecantikan ku ya makanya dari tadi kau hanya menghindar saja, asal kau tau ya kecantikan ku itu tak sebanding dengan wajah buruk rupa mu itu" ucap Sa Long dengan sombong dan sangat angkuh.
Maeli Su tersenyum sinis dibalik maskernya "Kau benar nona mana mungkin wajah ku akan sebanding dengan wajah mu itu, tentu saja wajah ku jauh berkali-kali lipat lebih baik dari pada wajah busuk milik mu itu" ucap Maeli Su dengan santai.
__ADS_1
"Kau, dasar kau ****** kurang ajar matilah kau" ucap Sa Long dengan penuh amarah sembari menyerang Maeli Su secara membabi buta dengan menggunakan pedang yang baru saja telah diolesinya racun.