
"Kita pasti bisa menampilkan penampilan yang sangat memukau" ucap Eli Su pada adiknya Mira Su yang kemudian di jawab anggukan oleh adiknya itu, lalu dengan senyuman yang begitu lebar mereka berdua pun segera memulai pertunjukannya.
Semua orang yang melihat pertunjukan itu sama sekali tak dapat memalingkan pandangan mereka seolah-olah seperti tersihir dengan penampilan yang tengah ditampilkan nona-nona keluarga Su itu.
Setelah penampilan itu selesai semua orang pun segera bertepuk tangan sembari terus menerus memuji penampilan mereka berdua, hal itu tentu saja membuat beberapa orang merasa iri.
Ketika Eli Su dan Lira Su tengah berjalan ketempat duduk semula, tiba-tiba kaisar dari kekaisaran timur berkata "Mengapa aku tak melihat nona pertama keluarga Su padahal aku sangat ingin melihat penampilan darinya".
Mendengar perkataan itu seisi ruangan pun menjadi gaduh sebab bagi mereka yang belum mengetahui Maeli Su mereka saling bertanya-tanya siapakah orang yang dimaksud oleh kekaisaran barat tersebut, seperti apakah orangnya bahkan ada juga yang bertanya sehebat apakah dia hingga membuat seorang kaisar menanyakan keberadaannya.
Namun bagi mereka yang telah mengetahui siapa itu Maeli Su mereka pun terus menerus menatap ke arah keluarga Su sembari mencari-cari keberadaan Maeli Su.
"Ah, benar apa yang kau katakan kaisar timur aku juga sangat ingin melihat penampilan dari nona pertama keluarga Su" sambung kaisar selatan.
Perkataan kaisar selatan tersebut berhasil membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu menjadi semakin gaduh, karena tak hanya kaisar utara saja yang menanyakan keberadaan nona pertama keluarga Su tapi kaisar selatan juga menanyakan hal yang sama.
__ADS_1
Munculah berbagai macam spekulasi di kepala mereka masing-masing, Eli Su dan Mira Su pun dengan segera membalikkan badan mereka kembali menatap ke arah dimana para kaisar itu berada sembari menundukkan kepala "Kami memberi hormat kepada para kaisar, mohon maaf para kaisar kakak pertama kami tidak dapat hadir pada acara makan malam kali ini sebab kakak pertama tengah melakukan pelatihan tertutup" ucap Eli Su dengan sopan.
Mendengar perkataan tersebut semua orang pun menjadi kaget karena mereka tak pernah menyangka jika nona pertama keluarga Su juga berlatih ilmu beladiri, banyak yang semakin mengaguminya namun banyak juga yang mencemoohnya karena di umurnya yang sekarang sudah sangat terlambat untuk mulai berlatih beladiri dan mereka juga berspekulasi jika Maeli Su kini palingan hanya berada dilevel terendah.
"Ternyata calon istri ku benar-benar begitu sangat berbakat, aku memang harus dengan segera menikahinya" ucap kaisar Hong di dalam hatinya.
"Wah, kakak benar-benar luar biasa pantas saja dari tadi aku tidak dapat menemukan kakak dimanapun ternyata kakak tengah melakukan pelatihan tertutup, jika di bolehkan aku juga ingin ikut bersama kakak" ucap Zeze Mo yang juga berada di acara makan malam tersebut.
Setelah selesai memberikan hormat dan mendapat izin untuk kembali ketempat duduknya dengan segera Eli Su juga Mira Su kembali ke tempat dimana mereka duduk sebelumnya.
"Kalian berdua benar-benar luar biasa, kakak benar-benar sangat bangga kepada kalian dan kakak rasa kakak pertama juga pasti merasakan hal yang sama jika melihat penampilan yang rela kalian tampilkan" ucap Bryn Su kepada kedua adiknya dengan senyuman hangat dimana senyuman itu hanya dapat dilihat ketika dia tengah berada bersama keluarganya.
Kaisar utara yang sedari tadi memperhatikan putrinya tersebut pun tersenyum ketika mengetahui jika orang yang sedari tadi dilihat oleh anaknya merupakan anak dari orang kepercayaannya "Sepertinya aku harus membantu putriku satu-satunya ini untuk dapat menikahi laki-laki idamannya itu" ucap kaisar utara di dalam hatinya.
Bryn Su yang telah selesai berkata-kata pada adiknya tak sengaja bertatapan langsung dengan putri Nara dia pun hanya menganggukkan kepalanya saja dan kemudian langsung mengalihkan pandangannya ketempat lain.
__ADS_1
"Aduh, kenapa aku tidak tersenyum pada putri Nara padahal sangat sulit sekali untuk dapat bertatapan dengannya" ucap Bryn Su di dalam hatinya karena sebenarnya dia juga menyukai putri kekaisarannya itu namun dia sangat kaku untuk urusan seperti itu.
Putri Nara yang melihat Bryn Su menganggukkan kepala padanya pun menjadi sangat senang hingga tanpa sadar dia pun tersenyum dengan begitu lebarnya.
"Nak, apakah ada hal yang begitu menyenangkan hingga kau tak berhenti tersenyum sedari tadi?" tanya permaisuri kekaisaran utara yang merupakan ibu kandungnya.
Mendengar perkataan tersebut seketika putri Nara pun menjadi kikuk "Hahaha, tidak ada yang menyenangkan ibunda aku hanya tak sabar saja menunggu perlombaan besok, kan ibunda juga tau jika aku akan ikut dalam perlombaan kali ini, memikirkannya saja membuat ku sangat bersemangat" ucap putri Nara dengan tujuan mengalihkan pembicaraannya.
"Ternyata anak ibunda tetap tidak berubah ya, hanya mementingkan perlombaan saja padahal tadinya ibunda berharap jika putri satu-satunya ini tengah tersenyum kepada seorang pangeran dari kekaisaran lain atau mungkin pada salah tuan muda yang tengah berada di ruangan ini, jujur saja ibunda menjadi khawatir jika putri ibunda ini akan sangat sulit menemukan pasangan kedepannya" ucap permaisuri kekaisaran utara sembari menatap ke arah putri bungsunya itu.
"Tapi ibunda sudah memiliki rencana lain sih, jika kau juga belum mendapatkan pasangan maka ibunda akan meminta ayahanda untuk menjodohkan mu dengan tuan muda keluarga Su itu, jujur saja ibunda juga sangat menyukai kepribadiannya dan juga keluarganya ya walaupun ibunda tidak menyukai selir kakak keempat mu itu" sambung permaisuri kekaisaran utara tersebut sembari menatap ke arah dimana Lira Su berada.
"Ah ibunda, aku juga bisa mencari pasangan ku sendiri dan untuk selir kakak keempat bukan hanya ibunda saja yang membencinya kakak keempat juga sangat membencinya, karena itulah kakak keempat menjadikannya selir dengan tujuan menyiksanya" ucap putri Nara yang juga ikut menatap kearah Lira Su.
"Ya meskipun kematian kakak pertama bukan sepenuhnya kesalahannya sih, tapi tetap saja dia akan tetap di benci" sambung putri Nara kembali.
__ADS_1
Mendengar hal itu permaisuri kekaisaran utara pun langsung terdiam karena apa yang baru saja dikatakan putri bungsunya itu adalah sebuah kebenaran, jika anak pertamanya yang merupakan putra mahkota sebelumnya mati karena perbuatannya sendiri namun permaisuri kekaisaran utara itu selalu menyangkalnya dan melemparkan semua kesalahan anaknya itu pada Lira Su.
Meskipun jauh di lubuk hati permaisuri kekaisaran utara tersebut ada sedikit rasa bersalah atas perbuatan yang dilakukan anak pertamanya pada Lira Su.