Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Coba Saja


__ADS_3

"Alan, Nana jangan terlalu memaksakan diri, cukup lakukan yang kalian bisa saja" ucap Maeli Su kepada keduanya, Maeli Su sengaja mengatakan hal tersebut sebab dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka berdua nantinya karena dalam perlombaan ahli racun bukanlah hal yang mudah begitu pula dengan ahli sihir jika tidak hati-hati bisa saja merenggut nyawa mereka berdua.


"Baik nona, kami pasti akan berhati-hati" ucap mereka berdua sembari menundukkan kepala sebagai tanda hormat untuk nona mereka itu dan mereka semua pun memutuskan untuk segera menuju ketempat perlombaan.


Sesampainya disana Maeli Su dan para bawahannya pun menjadi pusat perhatian semua orang, baik itu rakyat biasa, para bangsawan, pihak-pihak kekaisaran di benua tengah juga para kelima guru besar yang hadir sebagai juri.


Berbeda dengan beberapa peserta lomba lainnya mereka mulai berharap nantinya tidak berada di babak yang sama dengan mereka, bahkan ada juga yang berharap untuk tidak berada dalam satu perlombaan dengan mereka, selain itu bagi para peserta lomba yang menganggap diri mereka lebih kuat dari pada Maeli Su serta bawahannya pun tak memperdulikan hal-hal seperti itu, namun mereka berusaha mencari cara ataupun celah jika nantinya bertemu dengan Maeli Su ataupun bawahannya.


"Tung... Tung... Tung..."


Bunyi gong pun telah terdengar sebagai tanda perlombaan hari keempat telah dimulai.


Pada hari keempat ini akan diadakan perlombaan untuk para ahli racun dan juga ahli sihir, ketentuan perlombaannya pun berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya.


Untuk perlombaan racun, mereka akan diberikan tujuh buah tanaman beracun setelah itu mereka harus dapat menebak nama tanaman itu beserta efek dari racunnya selain itu juga mereka harus membuat obat penawar racunnya.


Berbeda dengan para ahli sihir, mereka akan langsung berhadapan satu lawan satu dan siapa yang akan bertahan sampai akhir dia lah yang akan menuju ke babak berikutnya, selain itu tidak ada peraturan khusus selain tidak boleh membunuh lawannya saja.

__ADS_1


Perlombaan ahli racun hanya diikuti oleh dua puluh orang saja dan juga merupakan perlombaan dengan paling sedikit peserta yang ikut, berbeda dengan ahli sihir ada sebanyak empat puluh orang yang ikut serta.


Perbedaan jumlah peserta keduanya itu terjadi karena tak banyak orang yang bisa mempelajari tentang racun karena mereka haruslah memiliki sumber daya yang cukup selain itu juga tubuh yang kuat, jika tidak sewaktu-waktu nyawa mereka bisa hilang karena ulah mereka sendiri.


Untuk ahli sihir sendiri banyak yang ikut serta karena di benua tengah tersebut dulu merupakan salah satu benua yang menghasilkan penyihir hebat, namun lama kelamaan walaupun banyak ahli sihir di benua tengah tetapi paling tinggi hanya mencapai tingkat enam saja dan orang itu merupakan guru besar akademi bintang, hal itu terjadi karena mereka tak mengetahui cara menaikkan tingkatan sihir mereka ke tingkatan selanjutnya berbeda dengan Alan yang memiliki pendukung, berbagai pengetahuan, serta sumber daya yang banyak dari nonanya.


Urutan perlombaan pun telah ditentukan dimana setiap sepuluh babak perlombaan ahli sihir akan diselingi dengan berlombanya sepuluh orang ahli racun yang nantinya akan ada dua babak untuk para ahli racun dan disetiap babaknya hanya akan terpilih tiga orang saja untuk maju ke babak selanjutnya, sedangkan untuk ahli sihir sendiri mereka akan terus bertanding hingga tersisa enam orang saja.


Pertandingan pun berlangsung dengan sangat menegangkan ketika ahli sihir sedang berlomba, semua orang pun terus memberikan dukungan kepada peserta yang mereka sukai, hingga tak terasa kini tibalah giliran Alan untuk ikut bertanding.


Alan pun segera menuju ketempat perlombaan setelah lebih dahulu memberi hormat kepada nonanya, sesampainya disana dia bertemu dengan lawan yang sangat sombong.


"Ah, aku sarankan padamu lebih baik kau menyerah saja selagi aku masih bersikap baik" ucap seorang perempuan yang merupakan perwakilan dari kekaisaran timur dan juga merupakan putri dari kekaisaran tersebut.


Putri kekaisaran timur tersebut sudah sangat terkenal dengan kesombongan dan kesemena-menaannya, hal itu terjadi karena sang kaisar kekaisaran timur juga permaisurinya sangatlah menyayangi dan juga memanjakan anaknya yang satu itu, bahkan mereka juga akan menuruti semua kemauan putrinya itu, hal itu terjadi karena kaisar kekaisaran timur itu menganggap jika putrinya yang satu itu sangatlah berbakat.


Kaisar kekaisaran timur sendiri telah berencana akan memasukkan putri kesayangannya itu ke akademi matahari melalui turnamen kali ini, sehingga dia pun telah menghabiskan begitu banyak modal dan juga sumber daya untuk meningkat kemampuan putrinya hingga menjadi penyihir tingkat tiga.

__ADS_1


Alan sama sekali tak menanggapi perkataan putri kekaisaran timur tersebut dan hal itu membuat putri kekaisaran timur tersebut marah "Dasar sampah, percuma aku berbelas kasihan padamu seharusnya aku langsung melenyapkan mu saja" ucapnya dengan lantang sembari mengeluarkan auranya dengan tujuan untuk mengintimidasi lawannya.


Namun sayang, Alan sama sekali tak terpengaruh dengan aura dari putri kekaisaran timur tersebut karena baik dari tingkat pelatihan maupun tingkat sihir Alan jauh berada diatasnya.


Putri kekaisaran tersebut telah beberapa kali mencoba mengecek tingkat kultifasi dan juga tingkat sihir milik Alan namun sama sekali tidak bisa dirasakannya sehingga dia pun menyimpulkan jika Alan bukanlah orang yang harus ditakuti, meskipun sebelumnya ayahandanya kaisar timur telah berpesan padanya untuk bersikap hati-hati ketika bertemu dengan lawan dari orang-orang yang menggunakan jubah.


Kaisar timur mengatakan seperti itu karena dia telah melihat bagaimana kehebatan Lili ketika mengikuti perlombaan kemarin dan karena hal itu dia pun menyimpulkan jika tidak menganggap remeh mereka berlima selain itu tidak ada satu orang pun dari orang yang diperintahkannya berhasil melihat tingkat pelatihan dan kemampuan khusus dari Maeli Su dan para bawahannya itu.


Pertempuran pun kini tengah terjadi, putri kekaisaran timur tersebut terus menerus menyerang dengan membabi buta sebab sedari tadi tidak ada satu pun sihirnya yang dapat menyentuh Alan dan hal itu membuat dia marah dan kehilangan kendali.


"Sial, aku pasti akan bisa melukai mu sekaligus membunuh mu" ucap putri kekaisaran timur tersebut dengan tatapan mengancam.


Alan pun hanya memandang dengan datar "Silahkan coba saja" ucap Alan dengan acuh tak acuh dan semakin membuat putri kekaisaran utara tersebut bertambah marah.


Sedangkan disisi lain guru besar akademi bintang yang merupakan orang paling ahli dibidang sihir sedari tadi tak henti-hentinya menatap ke arah Alan, karena dia tau jika Alan belum sama sekali memberikan serangannya kepada putri kekaisaran timur tersebut, Alan hanya menghindari serangan itu dengan mudahnya.


"Benar-benar orang yang sangat menarik, aku rasa aku harus bisa menjadikannya murid ku" ucap guru besar akademi bintang tersebut dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


__ADS_2