Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Hampir Saja Lupa


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...


"Kak Bryn apakah kakak tidak mau ikut bersama kami ke kediaman kakak pertama" ucap Eli Su yang sedang berada di depan pintu kamar Bryn Su sembari mengetuk kuat pintu itu.


"Jika kakak tak bangun-bangun maka kami akan segera meninggalkan kakak" sambung Mira Su.


Namun sama sekali tak ada jawaban dari orang yang dipanggil-pangil.


"Baiklah jika begitu, kami tidak akan memberi tahu kakak apakah para pengawal kakak pertama mengikuti lomba yang sama dengan kakak atau tidak, siapa tau dengan begitu kakak akan berada di perlombaan yang sama dengan mereka" ucap Mira Su yang sudah mulai kesal menanti Bryn Su.


Mendengar kata pengawal kakak pertama dan juga perlombaan Bryn Su pun segera terbangun dan mengingat sesuatu "Aduh aku hampir saja lupa jika hari ini kami harus bertemu dengan kakak pertama untuk melanjutkan pembahasan mengenai perlombaan yang sebentar lagi akan dilaksanakan" ucap Bryn Su pelan sembari mengusap-usap matanya.


"Iya iya aku sudah bangun, kalian tunggulah sebentar aku akan segera bersiap-siap" ucap Bryn Su dengan sedikit kencang agar kedua adiknya itu mendengar apa yang dikatakannya.


Mereka berdua pun akhirnya merasa lega karena Bryn Su telah bangun dan mereka pun memutuskan untuk duduk di ruang tamu yang ada di kediaman Bryn Su tersebut, sebelum pergi mereka pun berkata "Jangan lama-lama ya kak".


Sudah lelah mereka menunggu akhirnya yang dinanti-nanti datang juga "Kakak tau tidak kami itu sudah lumutan nungguin kakak" ucap Eli Su dengan wajah yang ditekuk karena merasa sangat kesal.


"Padahal kakak kan laki-laki kenapa malah lebih lama bersiap-siapnya dari pada kami berdua sih, ah aku tak akan pernah lagi mau menunggu kakak dan satu lagi sudah selama itu kakak bersiap-siap kenapa wajah kakak masih juga sama persis seperti wajah orang yang baru bangun tidur sih, dasar buang-buang waktu saja" sambung Mira Su yang tak kalah kesalnya.


Bryn Su menjadi kesal melihat kedua adiknya terus menerus mengoceh tanpa henti dan dia juga semakin kesal karena wajahnya dikatakan masih sama seperti orang yang baru bangun tidur padahal menurutnya dia sudah tampil dengan penampilan yang sangat maksimal.


"Ayo pergi sekarang jika kalian tak mau aku tinggal" ucap Bryn Su dengan raut wajah kesalnya sembari berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Hah, apa-apaan itu kenapa jadi kak Bryn yang marah sih padahal kan kita yang sudah menunggunya selama ini, harusnya kita yang marah dong" ucap Eli Su yang tak terima dengan sikap Bryn Su itu.

__ADS_1


"Sudahlah kak biarkan saja mungkin kak Bryn lagi datang bulan, ayo kak lebih baik kita segera susul saja dari pada tertinggal semakin jauh nantinya" ucap Mira Su sembari memegang tangan Eli Su dan mereka berdua pun segera melangkah ke arah Bryn Su.


Di tengah perjalanan mereka bertiga pun bertemu dengan pangeran keempat yang sedang berjalan-jalan bersama dengan selirnya Lira Su.


"Ah, benar-benar sial kenapa bisa bertemu dengan mereka sih menyebalkan sekali" batin ketiganya.


Karena telah bertemu dan berpapasan mereka pun memberi hormat kepada keduanya dan berniat segera melanjutkan perjalanan mereka, namun mereka pun harus mengundurkan niat mereka itu karena tiba-tiba saja pangeran keempat bertanya.


"Mau kemana kah kalian para adik ipar" tanya pangeran keempat.


Mereka bertiga pun saling pandang satu sama lain seolah memberi kode "Kami ingin pergi ke kediaman utama untuk bertemu dengan ayah handa, apakah kakak ipar juga ingin kesana" ucap Mira Su.


Mendengar jawaban dari Mira Su pun membuat pangeran keempat merasa kecewa karena awalnya dia berharap para adik iparnya itu akan pergi ke kediaman nona pertama keluarga Su sehingga dia pun berencana untuk ikut bersama mereka agar dapat bertemu dengan Maeli Su.


Sudah beberapa kali pangeran keempat mendatangi kediaman Maeli Su namun selalu saja tak membawakan hasil.


"Kak dari wajahnya saja kita bisa tau kalau dia merasa kecewa karena kita tak menjawab jika kita bertiga akan pergi ke kediaman kakak pertama" ucap Eli Su yang tidak suka dengan pangeran keempat.


"Iya kau benar dik, bagaimana pun caranya kita tidak boleh membiarkan laki-laki brengsek itu mendekati kakak pertama biar dia bersama selirnya itu saja" ucap Bryn Su yang sangat membenci pengertian keempat.


Mendengar kedua saudaranya berkata seperti itu Mira Su pun ikut berkata "Apa yang kak Bryn katakan benar aku sama sekali tak akan pernah bisa menerima jika kakak pertama bersama dengan orang seperti itu".


Setelah mengeluarkan keluh kesah mereka mengenai pangeran keempat mereka bertiga pun kini melanjutkan perjalanannya ke kediaman kakak pertama mereka Maeli Su.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


"Kakak pertama ini kami apakah kakak pertama ada di dalam" tanya Mira Su.


"Masuklah kakak sedang memakan cemilan" jawab Maeli Su yang mengetahui jika yang berada di luar pintu adalah ketiga adiknya.


Mereka bertiga pun membuka pintu itu dan segera masuk serta menuju keruangan dimana kakak pertama mereka berada.


"Kak cemilan itu apa" tanya Eli Su yang tak pernah mendengar kata-kata tersebut.


"Aduh aku lupa jika di zaman ini mereka tak menggunakan kata cemilan" batin Maeli Su lalu dia pun berkata "Maksud kakak makanan ringan ayo dimakan kakak yakin kalian pasti akan menyukainya"


Mereka bertiga pun segera memakan satu persatu makanan ringan yang ada di hadapan mereka itu.


"Wah kakak pertama ini benar-benar sangat enak dan aku baru pertama kali memakan makanan ringan seenak ini" ucap Mira Su yang sedang mengunyah makanannya.


"Hei, jangan berbicara sambil makan itu bisa berbahaya untuk mu" ucap Bryn Su yang melihat kelakuan adiknya itu.


Sedangkan Maeli Su sendirinya hanya tersenyum melihat semua kelakuan adik-adiknya itu "Baguslah jika kalian menyukainya ayo dimakan semua jangan sangkan" ucap Maeli dengan lembut.


Mereka bertiga pun menganggukkan kepalanya serentak dan terus menerus mencoba semua yang ada di atas meja itu.


"Kakak pertama aku perhatikan kediaman kakak sepi sekali, kemana para pengawal dan juga pelayan kakak" tanya Bryn Su sembari meminum secangkir teh.


"Mereka tengah berlatih untuk ikut serta dalam perlombaan turnamen benua tengah yang akan segera diadakan itu" ucap Maeli Su dengan santai.


Mendengar perkataan kakak pertamanya itu seketika mereka pun menghentikan perbuatan mereka dan dengan segera menatap lekat ke arah Maeli Su "Kakak pertama berarti mereka semua akan ikut serta dalam perlombaan turnamen benua tengah" tanya Eli Su.

__ADS_1


Maeli Su pun hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan adiknya itu.


__ADS_2