Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Terlalu Bahagia


__ADS_3

"Duduklah istriku" ucap Ray Su kepada La Xia, mereka baru saja tiba di ruang kerja kepala keluarga Su.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan suaminya La Xia pun dengan segera duduk sembari berkata "Terima kasih suamiku" dengan sangat lembut.


"Hai ibunda" ucap Maeli Su yang sudah dari tadi duduk di sudut ruang kerja milik ayahandanya itu, mendengar suara yang begitu sangat ingin dia dengar selama setahun lebih ini, nyonya rumah La Xia pun dengan segera menatap ke arah dimana suara itu berasal, setelah melihat Maeli Su beberapa saat dengan kedua matanya sendiri nyonya rumah La Xia pun dengan segera bangkit dari tempat duduknya dan berlari ke arah dimana Maeli Su berada lalu nyonya rumah La Xia pun dengan segera memeluk Maeli Su dengan sangat kuat hingga tanpa dia sadari dia pun menangis sejadi-jadinya.


Mendengar tangisan nyonya rumah La Xia itu Maeli Su pun mencoba menenangkannya "Ibunda aku baik-baik saja, ibunda tidak perlu khawatir pada ku lagi, ibunda aku sangat sedih jika melihat ibunda menangis seperti ini" ucap Maeli Su dengan sangat sedih.


"Maafkan ibunda putri ku, ibunda sama sekali tak bermaksud membuat mu sedih, ibunda hanya terlalu bahagia karena dapat melihat mu kembali dan tanpa ibunda sadari air mata ibunda pun mengalir sebanyak ini" ucap nyonya rumah La Xia sembari menghapus air matanya yang juga di bantu oleh Maeli Su.


"Iya ibunda aku tau, ibunda sangat menyayangiku seperti putri ibunda sendiri jadi sudah pasti ibunda tidak akan mungkin ingin melihat kesedihan di wajah ku ini" ucap Maeli Su dengan senyum tulusnya.


Melihat Maeli Su tersenyum nyonya rumah La Xia pun ikut tersenyum pula "Aduh bagaimana ini, kenapa putri ku menjadi secantik ini bakan dewi pun tak akan dapat menandingi kecantikan mu ini" ucap nyonya rumah La Xia yang begitu kagum dengan kecantikan yang Maeli Su miliki saat ini.


"Ayolah ibunda jangan membuat ku besar kepala" ucap Maeli Su sembari cemberut dan hal itu membuat Ray Su, Bryn Su serta nyonya rumah La Xia tertawa dengan sangat kencang.

__ADS_1


Mereka pun berbincang dengan asiknya hingga sekali-kali terdengar suara tawa yang keras dari ruang kerja tuan besar keluarga Su itu.


"Tok...Tok...Tok..." suara pintu yang di ketuk oleh seorang pengawal yang kemudian diikuti dengan terbukanya pintu itu "Aku memberi hormat kepada tun besar" ucap pengawal tersebut sembari menundukkan kepalanya.


Ray Su pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia telah menerima hormat dari pengawal itu, setelah itu pengawal itu pun berkata "Tuan besar maaf mengganggu waktu tuan besar, aku membawa kabar jika kaisar timur beserta rombongannya telah tiba di depan gerbang kediaman keluarga Su selain itu kaisar Hong beserta rombongannya juga telah tiba di depan gerbang keluarga Su.


"Baiklah, kalau begitu bawa mereka semua masuk ke aula utama dan perintahkan kepada para pelayan untuk menyiapkan jamuan untuk mereka makan selama aku menuju kesana" ucap Ray Su.


"Aku akan melaksanakan perintah" ucap pengawal tersebut yang kemudian menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Suamiku mengapa mereka mendatangi kediaman kita" ucap nyonya rumah La Xia dengan khawatir karena ia mengira jika kedatangan kedua orang kaisar itu adalah untuk membuat keributan di kediaman mereka.


"Apa yang dikatakan ayahanda benar ibunda, ibunda tidak perlu khawatir dan jika ibunda tidak percaya ibunda dapat ikut bersama ayahanda ke aula utama" ucap Maeli Su dengan lembut.


Mendengar apa yang dikatakan suami juga putrinya itu nyonya rumah La Xia pun merasa sedikit tenang namun dia pun tetap meminta kepada Ray Su untuk membawanya ke aula utama dan Ray Su pun menerima permintaannya itu, selain Ray Su juga nyonya rumah La Xia, Bryn Su pun ikut serta menuju aula utama sedangkan Maeli su pun memilih kembali ke kediamannya dengan menggunakan kemampuan teleportasinya setelah lebih dahulu melihat ayahanda, ibunda juga adik laki-lakinya berjalan ke arah aula utama.

__ADS_1


Sesampainya di kediamannya Maeli Su pun memutuskan untuk berbaring di kamar tidurnya, hingga dia pun terpaksa bangun dari pembaringannya ketika suara ketukan pintu di kediamannya tak kunjung berhenti.


Ketika Maeli Su membuka pintunya Maeli Su pun terkejut "Kenapa kau bisa berada disini bukankah seharusnya kau berada di aula utama" ucap Maeli Su dengan serta merta.


"Aku masuk" ucap kaisar Hong yang langsung masuk dan duduk di kursi tamu yang ada di ruangan itu tanpa menjawab satu pun pertanyaan yang Maeli Su lontarkan.


"Aku sangat senang melihat kau baik-baik saja permaisuriku" ucap kaisar Hong dengan sangat tulus sembari menatap lekat ke arah Maeli Su.


Mendapat tatapan seperti itu Maeli Su pun sedikit gugup namun dengan cepat dia dapat mengendalikan ke gugupannya "Kenapa kau tak menjawab apa yang baru saja ku tanyakan" ucap Maeli Su yang berjalan ke arah kaisar Hong.


"Aku sanga merindukan mu, itulah alasan kenapa saat ini aku berada disini bukan di tempat lain" ucap kaisar Hong yang langsung bangkit dari duduknya dan memeluk Maeli Su dengan begitu lembut.


Mendapatkan perlakuan seperti itu Maeli Su pun mematung untuk sesaat namun dengan segera dia pun meminta kaisar Hong untuk melepaskan pelukkannya, kaisar Hong pun menuruti apa yang diminta Maeli Su "Tunggulah sebentar lagi, aku janji kau akan menjadi satu-satunya wanita dihatiku"ucap kaisar Hong yang kemudian keluar dari ruangan itu.


Belum sempat Maeli Su mengatakan sepatah kata pun kaisar Hong sudah hilang dari pandangannya "Kenapa dia menghilang secepat itu padahal aku belum mengatakan apapun" ucap Maeli Su dengan kesal namun jauh di lubuk hatinya dia juga merasakan getaran yang tak biasa saat tadi matanya tak sengaja menatap langsung ke mata kaisar Hong.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain di jalan menuju aula utama keluarga Su, kaisar Hong terlihat sangat bahagia seolah-olah dia telah menemukan separuh jiwanya yang hilang.


Sesampainya di aula utama keluarga Su semua orang pun terlihat heran dengan perubahan aura kaisar Hong yang sebelumnya begitu dingin juga mengerikan bagi mereka semua.


__ADS_2