Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Mendengar Pembicaraan


__ADS_3

Beberapa waktu pun telah berlalu kini para bawahan Maeli Su telah berkumpul kembali ditempat semula, karena para bawahannya telah berkumpul kembali Maeli Su pun memutuskan untuk segera kembali ke kediamannya karena ada sesuatu yang harus dia lakukan.


Sesampainya dikediamannya, Maeli Su pun memerintahkan para bawahannya untuk segera duduk karena ada hal penting yang ingin dia sampaikan.


Maeli Su pun mulai mengeluarkan empat buah botol ramuan dengan ukuran sedang dari ruang dimensinya sembari meletakkannya satu persatu dihadapan para bawahannya, melihat hal tersebut membuat para bawahannya semakin lebih mengaguminya, ditambah lagi mereka sangat senang karena dapat melihat dengan langsung nona mereka memiliki ruang dimensi sendiri.


"Segeralah ambil botol yang telah ku letakkan dihadapan kalian masing-masing, dengan bantuan dari ramuan yang ada di dalamnya aku yakin kalian akan dengan lebih cepat meningkatkan kemampuan kalian" ucap Maeli Su sembari menatap ke arah para bawahannya satu persatu.


Mereka pun merasa sangat terharu meskipun hal seperti itu bukan baru pertama kali dilakukan oleh Maeli Su "Terima kasih banyak nona kami berjanji akan menghadiahkan kemenangan dalam turnamen benua tengah nantinya" ucap mereka secara bersamaan dengan penuh kesungguhan.


Maeli Su pun hanya tersenyum sembari berkata "Aku akan senang jika kalian dapat memenangkan perlombaan itu, namun aku akan khawatir jika kemenangan itu membuat kalian terluka dengan sangat parah, yang aku inginkan hanyalah melihat kalian terus tumbuh dan semakin berkembang dan hal itulah yang menjadi kebanggaan tersendiri bagiku".


Mereka berempat pun merasa sangat tersentuh dengan apa yang barusan dikatakan oleh nona mereka itu, mereka sama sekali tak pernah membayangkan akan mendapatkan tuan yang sangat baik dan bahkan membantu mereka hingga menjadi seperti saat ini.


Setelah berbicara cukup lama, mereka pun segera berpamitan kepada Maeli Su karena hari sudah mulai malam, setelah berjalan beberapa langkah Leo pun kembali menemui Maeli Su.


"Nona, saat aku tengah melihat-lihat barang antik tanpa sengaja aku menemukan kotak dengan ukiran mawar ini nona, aku pun ingin memberikannya kepada nona sebagai hadiah" ucap Leo dengan penuh ketulusan.


Maeli Su pun dengan segera mengambil kotak itu sembari mengucapkan kata terima kasih, setelah itu Leo pun segera meminta izin untuk kembali ketempat tinggalnya.


Setelah kepergian Leo kini Maeli Su tengah duduk di atas tempat tidurnya sembari terus menerus memperhatikan kotak yang baru saja diberikan oleh Leo, walau kotak itu terlihat usang namun simbol mawar yang berada di atas kotak tersebut berhasil membuat Maeli Su menjadi sangat penasaran.

__ADS_1


"Kotak apakah ini, entah mengapa saat melihat kotak ini aku merasa seolah-olah kotak ini juga termasuk bagian dari diriku" batin Maeli Su sembari membuka tutup kotak usang yang kosong itu.


"Apakah kau sudah menjadi linglung hingga terus menerus membuka tutup kotak usang itu" ucap Momo dengan acuh tak acuh.


Mendengar perkataan Momo Maeli Su pun menjadi kesal namun dia sangat malas menanggapinya dan hal tersebut berhasil membuat Momo berjalan ke arah kotak itu berada, sedangkan Mumu hanya memperhatikan mereka berdua saja.


"Padahal aku termasuk hewan tingkat dewa, namun kenapa harus bernasip seperti ini" batin Mumu.


Mumu berfikir demikian karena Mumu sangatlah mengetahui bagaimana hewan spritual tingkat dewa dihormati oleh hewan spritual lainnya bahkan bukan hanya itu saja beberapa manusia pun sangat menghormatinya hingga menjadikannya dewa dan terus-menerus memuja-mujanya.


Siapa yang akan menyangka jika hewan spritual tingkat dewa yang biasanya bersifat arogan kini malah memiliki nasib seperti Mumu yang malah dipertemukan dengan samonir yang lebih dahulu menjalin kontrak dengan hewan spritual yang tingkatannya lebih tinggi dari dirinya dan juga bahkan berada ditingkat tertinggi.


***


Ditempat lain tepatnya di kekaisaran Hong


"Kurang ajar berani sekali dia menyakiti adikku" ucap kaisar Hong dengan sangat murka dan tidak mengetahui jika adiknya Caca Hong juga tengah mendengar pembicaraan antara dirinya dengan seorang pengawal bayangan yang ditugaskan untuk memberikan laporan terkait perintah yang telah diberikan kaisar Hong.


"Sepertinya pak tua itu sudah tidak ingin lagi keluarga Long ada di kekaisaran barat ini, maka dari itu biarkan aku mewujudkan apa yang diinginkannya" Sambung kaisar Hong.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan kakaknya itu dengan seketika Caca Hong pun berjalan dengan tertatih-tatih kearah kakaknya itu.

__ADS_1


"Kak, apakah boleh jika aku ikut serta menghukum mereka, aku ingin mereka merasakan apa yang telah mereka lakukan kepadaku selain itu aku juga ingin membuat mereka mengetahui apa itu namanya penyesalan" ucap Caca Hong yang telah mengetahui kebenaran akan tragedi yang telah menimpanya.


Dengan segera kaisar Hong pun menganggukkan kepalanya sembari berkata "Tentu saja kau boleh melakukan apapun kepada mereka, ingatlah kau itu adikku tak ada siapapun yang boleh mengusikmu dan jangan pernah lupakan status mu".


Mendengar perkataan kakaknya itu dengan seketika Caca Hong memeluk erat tubuh kaisar Hong sembari terus menerus mengucapkan terima kasih karena telah selalu ada untuknya, Caca Hong benar-benar merasa sangat bersyukur karena telah memiliki saudara seperti kaisar Hong.


"Kak apakah aku boleh ikut bersama kakak menghadiri acara turnamen benua tengah, aku ingin ikut bersama kakak sebagai putri dari kekaisaran Hong" ucap adiknya dengan penuh harapan.


Kaisar Hong pun sangat senang mendengar apa yang baru saja dikatakan adik satu-satunya itu "Tanpa kau minta pun kakak sudah pasti akan membawa mu kesana " ucap kaisar Hong dengan perasaan bahagia sebab baru kali ini adiknya berinisiatif untuk ikut serta bersamanya.


"Kak aku telah memikirkan sebuah rencana untuk menghukum mereka semua" ucap Caca Hong yang kemudian dengan serta merta mengatakan apa yang telah dia pikirkan.


Kaisar Hong pun menjadi semakin bersemangat setelah mendengar rencana apa yang telah disiapkan adiknya "Aku tak pernah menyangka jika kau juga memiliki sisi yang sama denganku" ucap kaisar Hong di dalam hatinya sembari tersenyum tipis hingga tak ada yang menyadarinya.


Setelah berbicara beberapa lama, Caca Hong pun meminta izin kepada kakaknya untuk kembali ke kediamannya, kaisar Hong pun dengan segera mengantarkan adiknya itu kembali kekediaman adiknya.


"Tidurlah dik, kakak berjanji akan menemukan tabib yang bisa mengobati semua lukamu" ucap kaisar Hong dengan sangat tulus.


Setelah memastikan adiknya tertidur kaisar Hong pun dengan segera meninggalkan kediaman adiknya disepanjang perjalanan dia pun tanpa sadar mengingat Maeli Su dan hal itu berhasil membuat hatinya terasa hangat hingga tanpa sadar dia pun tersenyum disepanjang perjalanan.


"Kau memanglah obat terbaik yang telah dikirimkan kepadaku, hingga mampu membuat hatiku menghangat di atas kejadian yang memilukan ini, aku semakin tak sabar untuk segera bertemu denganmu" batin kaisar Hong dengan penuh kerinduan.

__ADS_1


__ADS_2