Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Terimalah Kekalahanmu


__ADS_3

"Ayahanda, kak Bryn, kalian tak perlu khawatir dengan cedera ini karena aku yakin sebelum menjadi cacat aku sudah lebih dahulu sembuh, sebenarnya ada hal lain yang lebih penting dari cedera ini yaitu keberadaan kakak pertama jujur saja aku sangat khawatir sebab pertandingan sudah hampir selesai namun kakak pertama sama sekali belum menampakkan keberadaannya" ucap Eli Su dengan wajah yang dipenuhi rasa khawatir.


Bryn Su beserta Mira Su yang mendengar apa yang baru saja dikatakan Eli Su pun secara bersamaan berkata "Kami juga sangat mengkhawatirkan kakak pertama Ayahanda".


"Sebenarnya Ayahanda juga khawatir pada kakak pertama kalian namun Ayahanda yakin jika kakak pertama kalian pasti dalam keadaan baik-baik saja bukankah kalian tau bagaimana kuatnya kakak kalian itu" ucap Ray Su yang berusaha membuat anak-anaknya tidak khawatir lagi walaupun sebenarnya dia juga sangat khawatir.


"Ayahanda juga akan segera memerintahkan seseorang untuk memanggil seluruh tabib yang ada di kekaisaran ini untuk mengobati cedera mu itu, jika tidak berhasil maka ayahanda akan mendatangkan seluruh tabib dari benua tengah ini" sambung Ray Su.


Eli Su yang mendengar perkataan ayahandanya itu pun tanpa sadar meneteskan air matanya karena dia tak pernah menyangka jika ayahandanya akan mengeluarkan usaha yang begitu besar hanya untuk kesembuhan cederanya "Terima kasih banyak ayahanda aku sangat senang mendengarnya" ucap Eli Su sembari menatap penuh haru pada ayahandanya.


Ray Su yang melihat tatapan haru dari anaknya itu dengan segera berjalan ketempat dimana anaknya itu berada lalu dia pun langsung memeluk anaknya itu sembari mengusap pelan kepalanya "Tak perlu ucapkan terima kasih bukankah kita ini keluarga dan kau juga janganlah lupa jika kau itu adalah putriku" ucap Ray Su dengan penuh kasih sayang.


Bryn Su dan Mira Su yang melihat hal itu pun sangat terkejut karena mereka tak pernah mengira jika ayahanda mereka memiliki kasih sayang yang sebesar itu pada mereka hingga tanpa sadar mereka berdua pun ikut tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


Setelah berbicara beberapa saat kini ketiga anak Ray Su pun telah kembali ke kediaman mereka masing-masing dan itu membuat Ray Su kembali memikirkan keberadaan putri pertamanya itu.


Sedangkan ditempat lain Maeli Su tengah mempersiapkan dirinya untuk pertandingan besok begitu juga keempat bawahannya hingga tanpa mereka sadari kini telah larut malam "Sudah cukup untuk latihannya kalian semua segeralah beristirahat dan persiapkan diri kalian untuk pertandingan besok selain itu jangan pernah takut akan kekalahan namun terimalah kekalahan jika kalian memang benar-benar telah kalah karena itu akan menjadi titik pijakkan baru untuk diri kalian kedepannya" ucap Maeli yang kemudian langsung dianggukan oleh keempat bawahannya setelah itu dia pun langsung berjalan ketempat dimana kamarnya berada.


***


"Tung... Tung... Tung"

__ADS_1


Terdengar bunyi gong sebagai tanda pertandingan hari ini akan segera dimulai.


Pertandingan dimulai dengan naiknya enam orang ahli senjata ke atas tempat yang telah disediakan dan masing-masing dari mereka pun dengan segera membuat senjata handalan mereka untuk dapat memenangkan pertandingan itu.


Beberapa waktu pun berlalu kini waktu yang diberikan untuk para peserta telah habis dan dewan juri pun telah selesai melakukan penilaian barulah setelah itu diumumkan para pemenangnya yang mana pangeran kedua dari kekaisaran utara berhasil mendapatkan peringkat pertama, mendengar hal itu membuat masyarakat kekaisaran utara senang karena dengan kemenangan itu ada enam orang dari kekaisaran mereka yang telah memenangkan pertandingan itu.


"Syukurlah taruhan kami berlaku untuk tujuh orang jika tidak sudah pasti aku akan kalah, selain itu tidak ada lagi perwakilan dari kekaisaran timur ini pada pertandingan yang lainnya, aku benar-benar sangat senang karena dapat memenangkan taruhan itu" batin mentri kekaisaran selatan sembari tersenyum licik.


Pertandingan selanjutnya ditandai dengan naiknya para ahli ramuan, mereka disuguhkan dengan berbagai macam bahan ramuan untuk membuat pil, tidak ada ketentuan untuk membuat jenis pil selain itu mereka dapat membuat pil apapun yang mereka suka sedangkan penilaiannya berdasarkan jenis pil dan tingkatan pilnya.


Beberapa saat telah berlalu pertandingan ahli ramuan pun telah selesai dan Lili berhasil memenangkan pertandingan itu setelah berhasil membuat pil pembuka titik meridian dengan tingkat tujuh, sebenarnya dia bisa membuat pil itu naik satu tingkat lagi namun dia sengaja tak ingin melakukannya.


Untuk pertandingan ahli racun kali ini sangatlah terbilang ekstrim karena para ahli racun akan saling bertarung satu sama lain dengan mengeluarkan racun yang mereka punya dan tak akan jadi masalah jika ada yang mati dalam pertarungan itu.


Nana pun mendapatkan lawan seorang ahli racun tingkat lima hal itu sangatlah menguntungkan baginya karena Nana tak akan perlu waktu lama untuk berhasil melumpuhkan orang tersebut dan Nana pun berhasil maju kebalik akhir.


Kini ahli racun yang tersisa pun hanyalah tiga orang saja namun satu dari ketiga orang tersebut sudah tidak mungkin lagi meneruskan pertandingan sehingga dia pun memutuskan untuk mengaku kalah dan harus puas dengan posisi ketiga.


Sedangkan kini Nana akan segera bertarung dengan lawan terakhirnya yaitu seorang pangeran dari kekaisaran utara yang kini berada di tingkat enam ahli racun.


Pangeran itu sangat menganggap remeh Nana karena dia mengira jika Nana hanyalah seorang ahli racun tingkat lima saja karena hal itu pangeran kekaisaran timur itu pun dengan angkuhnya berkata "Mengaku kalahlah dan terimalah kekalahanmu aku rasa itu akan jauh lebih baik bagimu".

__ADS_1


Pangeran kekaisaran utara itu bersikap demikian karena ahli racun tingkat enam dengan usia yang masih muda memang sangat sulit sekali ditemukan karena perlu banyak faktor pendukung untuk mencapainya dan karena dia seorang pangeran maka itu bukanlah suatu masalah baginya.


"Lebih baik kita mulai saja tuan" ucap Nana dengan tegas dan hal itu membuat pangeran kekaisaran utara pun murka "Benar-benar orang yang sombong" ucapnya dengan lantang dan langsung menyerang Nana dengan racun yang dia punya.


Semua racun yang telah dikeluarkan pangeran kekaisaran utara itu sama sekali tak menimbulkan efek apapun untuk Nana, melihat hal itu pangeran kekaisaran utara pun bertambah marah dan dengan segera dia mengeluarkan kartu asnya yaitu kalajengking beracun.


Semua orang yang melihat hal itu terkejut dan juga bergidik ngeri membayangkan bagaimana tersiksanya Nana melewati kematiannya nanti, namun yang dikhawatirkan malah terlihat santai hingga membuat orang-orang pun menjadi heran.


Kalajengking itu pun dengan segera menyerang Nana setelah mendapatkan perintah dari pangeran kekaisaran Utara itu, melihat kalajengking yang semakin mendekatinya Nana sama sekali tak bereaksi dia malah membiarkan kalajengking itu menyebarkan racun yang dimilikinya pada tubuhnya.


"Hahahahaha, apakah kau menjadi bodoh setelah melihat kalajengking milikku makanya kau sama sekali tak menghindar" ejek pangeran kekaisaran utara itu.


Nana yang merasa telah cukup menerima racun dari kalajengking itu pun dengan segera mengeluarkan asap racun yang dengan seketika saja membuat kalajengking itu meleleh dan hal itu berhasil mengejutkan semua orang yang berada disana begitu pula dengan pangeran kekaisaran utara itu.


"Ini tidak benar, bagaimana mungkin dia bisa melelehkan kalajengking itu hanya dengan menggunakan asap beracun saja" batin pangeran kekaisaran utara tersebut dengan wajah panik dan juga disertai ketakutan.


Namun karena gengsi yang tinggi pangeran itu pun memberanikan diri menyerang kembali Nana dengan racun lainnya namun sayang sama seperti sebelum-sebelumnya sama sekali tak ada reaksi apapun terhadap Nana, Nana yang mulai kesal dengan sikap pangeran kekaisaran timur itu pun dengan segera melemparkan racun pelumpuh nadi yang dengan seketika membuat pangeran kekaisaran timur tergeletak ditanah.


Semua orang pun terkejut dengan kejadian itu hingga tanpa sadar salah satu guru besar yang merupakan ahli racun turun ketempat itu dan memeriksa kondisi pangeran kekaisaran utara itu "Pangeran kekaisaran timur ini terkena racun pelumpuh nadi sehingga membuat tubuhnya tak berdaya untuk beberapa waktu" ucapnya dengan lantang, mendengar hal itu kasim yang menjadi pembawa acara pun dengan segera mengumumkan kemenangan Nana.


Setelah pertandingan itu selesai banyak orang mulai merasa takut dengan rombongan Maeli Su dan mereka pun berniat tak akan terlibat apapun dengan mereka berlima namun ada beberapa orang yang ingin menjadikan Nana sebagai bawahan mereka karena Nana akan menjadi senjata yang dapat menekan siapa saja yang mereka mau, sedangkan kaisar timur sendiri tak ingin membuat keributan karena anaknya terluka cukup parah tapi dia ingin meminta tolong untuk menyembuhkan nadi anaknya itu sebab semua orang pun tau jika ahli ramuan dari kelompok Maeli Su pasti bisa melakukannya karena sewaktu perlombaan ahli ramuan tadi Lili berhasil membuat pil pembuka meridian yang sangat sulit ditemukan.

__ADS_1


__ADS_2