Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Tidak Mungkin


__ADS_3

"Kalau tidak salah kau bernama Lili kan? Bolehkah aku memanggil nama mu saja?" tanya Caca Hong dengan sangat ramah.


Lili pun menganggukkan kepalanya sembari berkata "Tentu saja nona boleh memanggilku Lili karena semua orang juga memanggilku seperti itu".


"Baiklah, mohon maaf sebelumnya aku lupa memperkenalkan siapa namaku, perkenalkan namaku Caca, aku berasal dari kekaisaran barat senang berkenalan dengan kalian semua" ucap Caca Hong sembari tersenyum ramah.


"Kami juga senang berkenalan dengan nona" ucap Lili dengan sangat ramah "Nona perkenalkan juga ini adalah nona saya bernama Maeli sedangkan mereka bertiga adalah rekan saya bernama Nana, Alan dan juga Leo" ucap Lili sembari menunjuk kearah teman-temannya satu persatu.


Mereka bertiga pun dengan serentak berkata "Senang berkenalan dengan anda nona Caca", Caca sengaja tak menyebutkan nama keluarganya karena dia ingin melihat apakah mereka akan tetap bersikap baik terhadap orang biasa tanpa adanya latar belakang keluarga, dan ternyata setelah berbicara beberapa saat Caca Hong merasa nyaman berada bersama mereka.


"Nona Maeli bolehkah aku memanggil mu dengan sebutan kakak? Aku sangat ingin memiliki seorang kakak" ucap Caca Hong kepada Maeli dengan wajah memohonnya.


"Anak ini benar-benar imut sekali membuatku gemas saja" batin Maeli Su sembari tersenyum tipis hingga tak ada yang menyadarinya, kemudian Maeli Su berkata "Lakukan saja seperti apa yang kau mau".


Caca Hong merasa sangat senang dengan jawaban yang dikeluarkan oleh Maeli Su hingga tanpa sadar dia pun memeluk erat Maeli Su, Maeli Su pun memeluk kembali Caca Hong sembari mengusap lembut kepalanya.


"Apakah seperti ini rasanya memiliki seorang kakak perempuan benar-benar sangat membahagiakan tidak seperti kakak laki-laki ku yang sangat dingin itu bahkan berada disampingnya saja membuat aku merasa seperti berada di gunung salju" batin Caca Hong yang kemudian melepaskan pelukannya.


Caca Hong pun ingin menyampaikan maksud hatinya untuk mengajak Lili ikut bersamanya "Kak bolehkah aku mengajak Lili untuk ikut bersamaku, aku berjanji akan memberikan dia kedudukan nantinya bahkan jika dia mau aku akan menjadikan dia saudaraku dan memberikan dia nama keluarga yang sama denganku" ucap Caca Hong dengan sopan karena dia tak mau menimbulkan perselisihan dengan Maeli Su kedepannya sebab dia benar-benar sudah merasa sangat nyaman dengan kakak barunya itu.

__ADS_1


"Jika Lili bersedia tentu adik bisa membawanya" ucap Maeli Su dengan senyum manisnya.


Mendengar perkataan Maeli Su seketika Caca Hong menjadi sangat senang karena dia yakin tidak akan ada orang yang akan menolak tawaran sebagus itu.


Dengan rawut wajah gembira Caca Hong berkata "Bagaimana Lili apakah kau mau ikut bersama ku? Aku berjanji akan memberikan kau harta dan juga kekuasaan atau jika kau mau kau juga dapat memiliki gelar khusus untuk dirimu sendiri".


"Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih kepada nona Caca karena telah dengan berbaik hati menawarkan tawaran yang sangat luar biasa ini kepada diriku" ucap Lili dengan senyuman, yang berhasil membuat Lili merasa semakin senang karena dia berfikir Lili sudah pasti akan menerima ajakkannya itu.


"Namun mohon maaf nona Caca aku tidak dapat menerima tawaran nona karena tidak mungkin bagiku meninggalkan orang yang telah menerima diriku ketika yang lain menolakku, mengajariku begitu banyak hal hingga aku menjadi diriku yang sekarang bahkan memperlakukan aku dengan sangat baik, nonaku adalah keluarga, sahabatku, guruku dan juga rumah untuk kembali bagiku" ucap Lili dengan sangat tulus.


Seketika Maeli Su menjadi sangat terharu, dia tak pernah menyangka jika Lili akan berkata seperti itu dan dia juga memandangi para bawahannya yang lain dengan penuh rasa haru karena kini dia sangat yakin jika yang lainnya pun akan terus bersama dirinya.


"Baiklah jika begitu, aku tak akan memaksa kau karena aku tau kini kau telah berada ditangan orang yang tepat" ucap Lili dengan senyum tulusnya.


"Kakak, sepertinya aku harus segera pergi karena aku yakin seseorang pasti telah sangat mengkhawatirkan keadaanku" lanjut Caca Hong yang ingin segera kembali ke kediaman sementaranya.


"Telanlah pil yang telah diberikan Lili lebih dahulu, karena itu akan membuat luka dititik meridian mu tak bertambah semakin parah" ucap Maeli Su.


Mendengar apa yang dikatakan Maeli Su dengan segera Caca Hong menelan pil itu sembari berkata "Terima kasih banyak kakak karena telah mengingatkanku, jujur saja aku hampir lupa menelannya".

__ADS_1


Maeli Su pun hanya menganggukkan kepala sembari berkata "Jika kau mau titik meridianmu pulih maka kau harus menunjukkan tekadmu".


Setelah berkata demikian Maeli Su pun segera pergi meninggalkan Caca Hong dan para bawahan Maeli Su pun mengikuti langkahnya, sedangkan Caca Hong sendiri merasa senang karena ada harapan untuk menyembuhkan titik meridiannya yang terluka namun dia juga bingung kesungguhan apakah yang dimaksud kakaknya itu.


"Baiklah kak aku akan mendengarkan apa yang kakak katakan aku pasti akan menunjukkan kesungguhanku hingga kakak sendiri dapat mendengarnya tanpa perlu melihat apa yang kulakukan" ucap Caca Hong dengan sedikit meninggikan suaranya karena Maeli Su telah berjalan menjauh darinya.


Lalu dia pun kembali berkata "Hai kalian semua jaga diri baik-baik ya aku harap kita dapat secepatnya bertemu kembali".


Mereka berempat pun membalikkan badan mereka kearah Caca Hong sembari menundukkan kepala dan tersenyum lebar setelah itu mereka pun melanjutkan langkah mereka kembali.


"Aku sangat beruntung dapat bertemu dengan orang-orang baik seperti mereka bahkan kini aku telah memiliki seorang kakak perempuan yang sangat cantik" batin Caca Hong dengan sangat senang.


Sepanjang perjalanan dia memikirkan beberapa hal yang baru saja dia sadari mengapa dia tak dapat melihat tingkat pelatihan Maeli Su dan para bawahannya, apakah tadi Lili menyebut kakaknya Maeli Su sebagai gurunya, kenapa dia tak menanyakan nama keluarga dari kakaknya.


Caca Hong pun merasa sangat menyesal karena telah melewatkan hal penting yang harusnya bisa menjadi petunjuk bagi dirinya, bukan hanya itu Caca Hong pun sama sekali tak menyadari jika dikening Maeli Su terdapat gambar setangkai bunga mawar.


Sesampainya dikediaman sementaranya Caca Hong pun langsung menyelinap kedalaman dan segera menuju kamarnya lalu dengan segera menutupi tubuhnya seolah-olah sedang tertidur.


"Apa kau kini merasa sangat lelah setelah menghilang beberapa jam, hingga kau ingin tidur kembali disiang bolong seperti ini" ucap kaisar Hong dengan dingin diiringi tatapan yang sangat mematikan.

__ADS_1


__ADS_2