Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Surat Lamaran


__ADS_3

"Ahhhhhh, aku lelah sekali seharian ini harus menyapa banyak tamu yang hadir, namun aku juga senang karena perayaan pernikahan ku ini banyak membuat orang lain iri, aku sangat yakin pasti akan banyak orang yang ingin menjadi selir seperti ku" ucap Lira Su yang sedang berbaring di tempat tidurnya karena merasa terlalu lelah tak perlu waktu lama dia pun kini telah terlelap.


Sedangkan di tempat lain di kediaman pangeran keempat "Akhirnya hanya tinggal sebentar lagi aku bisa menjalankan semua rencana ku" ucap pangeran keempat dengan tawa penuh kemenangan.


***


Pagi ini Maeli Su telah diminta untuk datang ke kediaman utama tempat dimana ayah handanya berada.


Dengan bantuan dari Lili dan Nana membuat Maeli Su dengan cepat menyelesaikan persiapannya, Maeli Su pun dengan segera pergi ke kediaman utama sembari diikuti oleh Lili dan juga Nana sedangkan para pengawalnya sedang sibuk berlatih untuk terus menaikkan tingkat mereka.


"Ayah handa apa kah ada sesuatu yang terjadi hingga ayah handa memanggil ku pagi-pagi seperti ini" tanya Maeli Su yang kini telah berada di ruang keluarga yang berada di kediaman utama.


"Nak, sebenarnya ayah handa terpaksa memanggil mu kemari karena ayah handa ingin menanyakan pendapat mu mengenai hal ini" ucap Ray Su yang menunjukkan begitu banyak surat kepada Maeli Su.


Maeli Su pun menatap ke arah surat yang berada dihadapan ayah handanya itu "Ayah handa surat apakah itu kenapa begitu banyak hingga hampir memenuhi meja ini" tanya Maeli Su yang merasa heran melihat hal itu.


"Nak sebelumnya ayah handa harap kau tidak terkejut mendengar hal ini" ucap Ray Su yang menatap ke arah putrinya dengan lekat.


"Ini semua adalah surat lamaran yang datang untuk mu" sambung Ray Su.


"Apa? Surat lamaran, sebanyak ini?" batin Maeli Su yang sangat kaget dengan apa yang barusan dikatakan ayah handanya.


Melihat putrinya hanya diam saja Ray Su pun kembali berkata "Semua surat lamaran ini berisi tentang hal yang sama yaitu meminta mu untuk menjadi permaisuri mereka".

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu Ray Su pun membatin "Memang anakku sangat luar biasa bahkan kini dia telah diperebutkan untuk menjadi seorang permaisuri" yang diiringi dengan senyum bangga.


"Ini bahaya, padahal aku masih belum ingin menikah dan kalau pun aku menikah setidaknya haruslah dengan orang yang ya minimal seperti laki-laki itu" ucap Maeli Su di dalam hatinya sembari mengingat laki-laki tampan yang telah memberinya sepasang anting itu.


"Ayah handa mohon maaf sebelumnya, sebenarnya aku belum ingin menikah" ucap Maeli Su dengan lembut dan juga tegas.


Ray Su yang mendengar hal itu pun mulai khawatir "Nak pikirkan kembali keputusan mu sebab lamaran ini bukan hanya datang dari kekaisaran kita saja tetapi juga datang dari seluruh ke kaisaran dan jika kau tak menerima satu pun itu pasti akan menimbulkan masalah kedepannya" jelas Ray Su.


Cukup lama Maeli Su terdiam setelah mendengar ayah handanya berkata seperti itu, kini dia pun memutuskan untuk menyaring terlebih dahulu lamaran itu.


"Ayah handa jika begitu izinkan aku menyaring terlebih dahulu lamaran yang telah dikirimkan karena aku juga ingin mengetahui dengan baik orang yang nantinya akan menikah dengan ku" ucap Maeli Su dengan penuh kesungguhan.


Ray Su pun setuju akan hal itu "Baiklah nak jika begitu bawalah semua surat lamaran ini ke kediaman mu dan engkau pilihlah secara perlahan agar tak ada penyesalan kedepannya" ucap Ray Su dengan bijak.


Kini Maeli Su dan para pelayannya tengah berjalan menuju pintu keluar "Nak tunggu sebentar ayah handa melupakan sesuatu" ucap Ray Su yang segera pergi ke ruangan kerjanya.


Tak lama kemudian Ray Su pun muncul sembari menyerahkan sebuah kotak beserta sebuah surat lamaran untuk putrinya itu.


"Ayah hampir saja melupakan surat lamaran yang satu ini, surat lamaran ini datang bersamaan dengan kotak ini maka bawalah keduanya bersamamu nak" ucap Ray Su.


Maeli Su pun dengan seketika meraih kotak itu dan segera berpamitan kepada ayah handanya karena dia ingin segera menyeleksi seluruh surat lamaran itu.


"Hah benar-benar melelahkan, bukankah aku yang di lamar lalu kenapa aku pula yang menjadi ribet begini" ucap Maeli Su yang baru saja tiba di kediamannya dan dengan segera dia meminta Lili dan Nana untuk meletakkan semua surat lamaran itu di meja yang ada di dekat tempat tidurnya.

__ADS_1


"Terima kasih banyak untuk kalian berdua, sekarang kalian berdua bisa kembali berlatih dan aku harap kalian bisa segera menguasai apa yang telah kuberikan" ucap Maeli Su.


Lili dan Nana pun keluar dari ruangan itu setelah sebelumnya memberikan salam kepada Maeli Su, mereka pun memutuskan untuk segera berlatih bersama dengan yang lainnya agar kekuatan mereka semakin meningkat.


Saat ini tinggallah Maeli Su sendiri dikamarnya "Hai kenapa wajah mu kusut sekali seperti baju yang kurang distrika" ucap Momo yang muncul dengan tiba-tiba dan merebahkan diri di samping Maeli Su.


Melihat Momo datang seketika Maeli Su berubah menjadi sangat senang karena sudah cukup lama dia tak bertemu dengannya, sebenarnya bisa saja Maeli Su memanggil Momo untuk datang namun karena tidak ada kepentingan khusus dan juga dia tak enak jika harus mengganggu Momo alhasil dirinya memutuskan untuk menunggu Momo memunculkan dirinya sendiri saja.


"Aku sangat merindukanmu" ucap Maeli Su yang langsung membawa Momo kedalaman pelukkannya.


"Jika kau merindukan ku kenapa kau tak memanggil ku, aku kira bahkan kau telah melupakan keberadaan ku" ucap Momo sembari menutup matanya karena merasa sangat senang dengan perlakuan yang di dapatkannya dari Maeli Su.


"Kau tau aku sangat ingin sekali memanggil mu, namun aku takut akan mengganggu waktu bersantai mu" jelas Maeli Su.


Mendengar hal itu Momo pun seketika berkata "Jika kau merindukan aku kau bisa memanggil ku kapan pun yang kau mau, apa kamu lupa jika aku juga bagian dari dirimu".


"Baiklah karena kau berkata seperti itu maka aku tak akan sungkan lagi kedepannya, dan juga aku ingin kau bersama ku selama seminggu penuh" ucap Maeli Su dengan sangat senang.


"Iya kau tenang saja, aku akan bersama mu seminggu penuh ini, ngomong-ngomong apakah semua itu surat lamaran" ucap Momo yang menebak asal ke arah surat yang berada di atas meja itu.


"Wah kau benar-benar sangat hebat dapat menebaknya dengan sangat tepat, aku benar-benar kagum pada mu" ucap Maeli Su yang tak menyangka jika Momo sangatlah hebat.


Mendengar hal itu Momo pun terdiam sejenak "Apa? Ternyata tembakan ku benar wah ini benar-benar sangat luar biasa" batin Momo yang memuji dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2