
"Berjuanglah dengan seluruh hidup kalian mulai malam ini hingga acara perlombaan tiba karena hidup dan mati kalian tergantung dari perjuangan kalian sendiri dan ingatlah satu hal jangan pernah meremehkan lawan yang nantinya kalian jumpai karena kalian harus mengingat jika kita sekarang berada di kekaisaran utara yang merupakan kekaisaran terlemah di benua ini, kalian juga pasti tau nyawa kalian yang menjadi taruhannya" ucap Maeli Su dengan sangat tegas.
Mereka berempat pun dengan tekad yang sangat kuat berkata "Kami akan berjuang mati-matian baik di latihan ini maupun di perlombaan nanti, dan kami juga tak akan menyia-nyiakan nyawa kami nona".
Maeli Su pun tersenyum ketika mendengar hal itu, dan ketika itu Momo pun muncul "Aku benar-benar penasaran bagaimana turnamen benua tengah itu, aku pasti akan ikut serta melihat pertandingannya" ucap Momo dengan sedikit antusias karena Momo tau jika pertandingan itu tak sampai semengerikan pertandingan yang pernah disaksikannya dulu.
Mendengar hal itu Maeli Su pun mengernyitkan dahinya sembari berkata "Untuk apa kau penasaran dengan pertandingan seperti itu bukankah kau sama sekali tak menyukai hal-hal seperti itu".
"Nona salah, senior sangatlah menyukai hal-hal itu bahkan terkadang senior sengaja membuat kami para hewan dewa saling bertarung satu sama lain untuk membuat dirinya sendiri terhibur" ucap Mumu yang tiba-tiba menampakkan dirinya.
Para bawahan Maeli Su pun tercengang karena mereka tak pernah menyangka jika mereka akan bertemu dengan hewan yang melegenda seperti Phonix, di seluruh kekaisaran tak ada satu orang pun yang tidak mengetahui hewan-hewan yang masuk kedalam tingkatan dewa dan salah satunya yang kini mereka lihat di depan mata mereka sendiri.
Mereka berempat pun dengan serta merta menundukkan kepala mereka kepada Phonix tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada hewan dewa dan hal itu sering dilakukan oleh manusia-manusia yang tingkat kekuatannya berada dibawahnya.
__ADS_1
Melihat hal itu Maeli Su pun merasa heran dan serta merta bertanya "Kenapa kalian menundukkan kepala kepadanya".
"Menundukkan kepala kepada para hewan dewa merupakan bukti sebagai penghormatan kepada mereka nona, dan hal itu sudah menjadi tradisi bukan hanya di kekaisaran utara namun juga diseluruh benua" jawab Lili.
Mendengar hal itu Mumu pun dengan serta merta berkata "Hei aku tak akan pernah menerima hormat kalian karena aku bukanlah hewan spritual yang berada ditingkat tertinggi di tempat ini dan satu lagi sepertinya dunia manusia tak pernah mengetahui jika di dunia hewan spritual masih ada yang lebih kuat lagi dari pada hewan spritual tingkat dewa yaitu maha dewa".
Mendengar hal itu mereka berempat pun langsung kaget karena mereka tak pernah menyangka jika masih ada hewan spritual yang lebih hebat lagi bahkan berada ditingkat maha dewa, sedangkan di dunia manusia sendiri untuk saat ini belum ada yang dapat mencapai tingkat agung yang merupakan tingkat kultifasi tertinggi.
"Apa yang dikatakan Mumu benar, jika kalian ingin menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan seharusnya kalian melakukannya kepada Momo" ucap Maeli Su yang membenarkan apa yang dikatakan Mumu dan juga dia ingin para bawahannya tau jika Momo bukanlah hewan spritual biasa sehingga para bawahannya tak menganggap remeh Momo sebab Momo akan menjadi pelatih mereka untuk beberapa waktu ini.
Kali ini bukan hanya mereka berempat saja yang kaget Maeli Su juga sangat kaget karena dia tak pernah menyangka jika Momo sekuat itu hingga dapat melepaskan kontrak hewan spritual dengan tuannya bahkan Momo pun dapat melepaskan kontrak dengannya jika Momo mau.
"Hei, apakah kau sudah cukup berbicara" ucap Momo dengan cuek sembari berkata di dalam hatinya "huh, dasar burung bodoh untuk apa dia menjelaskan sebanyak itu, seharusnya hal itu hanya menjadi rahasia para hewan spritual saja".
__ADS_1
Mumu yang mendengar Momo berkata seperti itu dengan segera menundukkan kepala sembari berkata "Sudah senior maaf jika saya telah terlalu banyak berbicara, saya juga yakin jika nona dan juga mereka berempat dapat menjaga rahasia yang saya katakan tadi dengan baik" sembari menatap ke arah para bawahan Maeli Su.
Mereka yang ditatap pun dengan segera berkata "Kami berjanji dengan nyawa kami sendiri jika kami tidak akan mengatakan sepatah kata pun pada orang lain tentang apa yang baru saja kami dengarkan".
Mendengar hal itu Mumu pun merasa lega, sebab jika sampai apa yang dikatakannya barusan tersebar sudah pasti dia akan dihukum sangat berat oleh Momo dan dia tak mau hal itu terjadi, Mumu hanya terkadang tak bisa mengontrol mulut besarnya saja.
"Mumu dapatkah kau memberi tahu ku sebenarnya siapakah yang lebih kuat antara hewan spritual tingkat maha dewa dengan manusianya tingkat agung" tanya Maeli Su yang sedari tadi mendengarkan dengan sesama apa yang mereka bicarakan.
Mendengar pertanyaan tersebut Mumu pun tak langsung menjawab dia pun menatap ke arah Momo terlebih dahulu, setelah beberapa saat menatap kearah Momo dan Momo tak bereaksi apapun barulah dia berkata "Hewan spritual tingkat Maha Dewa".
"Selama ini yang mampu ditaklukkan manusia tingkat agung hanyalah kami para hewan spritual tingkat dewa, sedangkan senior sendiri tak pernah ada yang dapat menaklukkannya hal itulah yang membuat saya sempat tercengang ketika melihat senior berada disisi noan, dahulu pernah ada seorang manusia dengan tingkat agung yang ingin menaklukkan senior namun dia tak dapat melakukannya dan karena senior sedang merasa bosan saat itu dia pun memutuskan untuk menjalin ikatan dengan manusia itu namun dengan syarat manusia itu tak boleh memberi tahukan kepada siapa pun kebenaran tentang kekuatan hewan spritual" sambung Mumu kembali.
Maeli Su beserta bawahannya pun semakin terkejut mereka tak pernah menyangka jika selama ini apa yang mereka ketahui hanyalah kebohongan belaka.
__ADS_1
Mumu pun kembali berkata "Aku merasa nona merupakan keturunan dari manusia tersebut sehingga senior mau menjalin kontrak dengan nona, dan karena seniorlah aku juga dapat menjalin kontrak dengan nona jika tidak nona pasti sudah akan menjadi kepingan saat itu karena nona belum mencapai tingkat Legend namun sudah menjalin kontrak dengan ku".
Mendengar hal itu Maeli Su pun bergidik ngeri karena ternyata Momo memiliki kekuatan yang sangat mengerikan bukan hanya itu Momo juga memiliki esensi yang sangat tinggi.